40 Days With You

40 Days With You
Bab 37. Day 5



Di hari ke 5, Zeline tampak tertawa lepas bersama dengan kedua orang tuanya. Keluarga kecil itu tengah menonton sebuah siaran bola. Dan sesekali mereka bersorak heboh saat bola hampir digiring masuk ke gawang.


"Aishhh!! Sialan! Sedikit lagi gol!" umpat Zeline.


"Hampir saja," sambung ayah Zeline sembari mengusap wajahnya dengan kasar.


Sementara ibu Zeline, memperhatikan ayah dan anak tersebut hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ayah dan anak sama saja. Sama-sama hobi menonton bola," gumamnya.


Ketiga orang tersebut kembali memperhatikan layar televisi. Tak lama kemudian, Zeline dan ayahnya pun langsung beranjak dari tempat duduknya sembari bersorak gembira.


"Gol!!" seru keduanya yang langsung bersorak heboh.


Ibu Zeline langsung menutup kedua telinganya mendengar teriakan anak dan ayah itu. Zeline melirik ke arah ibunya. Ia pun langsung menghampiri ibunya dan memeluk ibunya. Ayah Zeline melihat hal tersebut ikut serta memeluk istrinya, hingga kedua anak dan ayah itu saling berpelukan satu sama lain.


"Nak, ponselmu berbunyi," ucap ibu Zeline melirik benda pipih yang tergeletak di atas meja.


Zeline pun dengan cepat mengarahkan pandangannya pada ponsel yang ada di atas meja. Ia meraih benda pipih tersebut, saat mengetahui siapa yang meneleponnya, Zeline pun langsung tersenyum simpul, dan pergi dari tempat itu untuk mengangkat panggilan dari pria yang memiliki senyum termanis, menurut pandangan gadis tersebut.


"Halo," ucap Zeline menempelkan benda pipih itu ke salah satu daun telinganya.


"Halo. Apakah kamu sibuk?" tanya suara Ezra dari seberang telepon.


"Tidak, aku sedang bersantai," timpal Zeline sembari menutup pintunya dengan perlahan. Mencoba agar tidak terdengar oleh Ezra dari seberang telepon.


"Kalau begitu, berati kamu bisa menemaniku berbincang sebentar," ucap Ezra.


"Tentu saja." Zeline menjawab dengan semangat.


Dari seberang telepon terdengar suara cekikikan Ezra. Melihat jawaban Zeline, membuat dirinya juga ikut merasa bahagia, antusias gadis itu sangat jelas terdengar dari seberang telepon.


"Apakah malam ini kamu ingin keluar? Hanya sekedar mencari udara segar saja?" tanya Ezra.


"Baiklah. Ini juga tidak terlalu malam," ujar Zeline mengiyakan ajakan Ezra.


"Kalau begitu bersiaplah," ucap Ezra.


Zeline pun langsung menekan loud speaker pada ponselnya. Lalu bergegas mencari pakaian yang pantas hanya untuk keluar bersama dengan Ezra.


"Halo," ucap Ezra dari seberang telepon.


"Iya," jawab Zeline yang masih sibuk mencari pakaiannya.


"Kenapa suaramu sangat kecil?" tanya Ezra yang menyadari bahwa suara Zeline agak sedikit jauh.


"Ah iya, aku baru ingin mencari pakaian yang cocok," jawab Zeline.


Ezra terkekeh geli, mendengar ucapan Zeline yang baru dilontarkan oleh gadis tersebut. Mengatakan bahwa dirinya mengganti pakaian hanya untuk waktu beberapa menit saja.


"Tidak usah terlalu bersolek atau pun berdandan. Kita hanya keluar sebentar saja," ujar Ezra.


"Oh hanya sebentar," gumam Zeline.


"Meskipun begitu, tidak mungkin aku membiarkan diriku dalam keadaan seperti ini? Setidaknya aku harus tampil cantik di depanmu," ujar Zeline dengan pelan.


Zeline menetapkan pilihan pakaiannya. Langsung mengganti baju yang ia kenakan dengan pakaian yang baru saja diambilnya dari dalam lemari.


Dengan segera ia mengganti bajunya, dengan terburu-buru membuat Zeline pun tanpa sengaja menyenggol sesuatu yang ada di atas meja hingga terdengar bunyi benda jatuh.


"Apa itu?" tanya Ezra yang masih tersambung di telepon.


"Itu? Biasa, kucing tetangga," ujarnya berkilah.


Bersambung ....