
_•Happy Reading•_
Setelah semua proses rangkaian lamaran itu usai, para tamu undangan, Kerabat, dan Keluarga yang hadir pun dengan segara pamit untuk pulang.
Sedangkan yang masih tersisa di kediaman keluarga Arham hanya tinggal Azura dan para sahabat mereka saja. Mereka semuanya kembali melanjutkan acara untuk lepas lajang Zayn dan Claudia yang beberapa hari lagi akan melangsungkan pesta pernikahan mereka.
Semua anggota Alrick Cs di tambah Zeevana, Shakira, dan kedua Adik dari pasangan yang baru saja melangsungkan Acara pertunangan beberapa menit tadi pun tengah berada di lantai paling atas bangunan rumah ini.
Rooftop khusus yang di buat Om Arham untuk ruang santai dengan tema Rooftop garden yang di lengkapi mini bar. Mereka bercengkrama sambil memakan beberapa camilan yang di bawa oleh Youra yang menyusul ketika Acara pertunangan itu berakhir.
"Hey, ciwi-ciwi. Kita main games yuk biar seru." usul Sha-sha secara spontan.
"Ide bagus tuh kak." sambung Youra menimpali perkataan Sha-sha dengan sangat antusias.
"Tapi game apa?" tanya Ghea.
"Gimana kalau truth or dare aja. Pasti bakalan seru banget tuh." sahut Zee yang takalah antusias.
"Setuju, oke deal ya? Bagaimana dengan ka Claudia, apakah kakak setuju?" Aretha bertanya.
Claudia mengangguk setuju "Oke, boleh."
Mereka pun mulai memainkan game tersebut dengan botol bekas minuman dingin yang sudah habis dan mulai memainkan permainan tersebut dengan melakukan putaran pertama, satu putaran pertama mengarah dan berhenti tepat di depan Zee.
"Truth or dare kak?"
"Truth deh." jawab Zee.
"Ok, siapa yang mau bertanya?"
Dengan cepat Sha-sha menjawab. "Gue."
"Jawab jujur ya Zee. Lo masih perawan or tidak?"
"Kok pertanyaan nya gitu sih?!" Zee protes dengan kesal karena merasa keberatan dengan pertanyaan yang diajukan oleh Sha-sha.
"Udah jawab aja, ribet deh lo." Sha-sha menjawab tak kalah ketusnya.
"Woi cewek-cewek, kenapa pada berisik banget dah. Lagi pada main apaan sih?" Zayn.
"Truth or dare, kak."
"Ikutan lah kita." Zeo.
"Sini gabung, kak." ajak Ghea.
"Iya sini biar makin seru. Ammar, Azura juga ikutan sini." ajak Claudia.
"Tapi gue gak paham."
"Gampang kok, Mar. Lo tinggal jujur atau terima tantangan kalau botol ini berhenti tepat di depan lo.
"Mm, gitu doang?" jawabannya sekaligus bertanya, membuat Zee mengangguk sebagai respon terhadap pertanyaan Ammar.
"Sini Bee, duduk samping aku." kata Aretha menepuk sofa kosong di sebelah nya.
Tanpa ba, bi, bu, lagi. Azura langsung bangun dan menghampiri Aretha.
"Cepetan Zee jawab."
"Iya, bawel lo, gue mau jawab jujur kalau gue itu masih virgin, puas lo."
"Biasa aja atuh, jawab nya." ketus Sha-sha sambil kembali memutar botol.
Botol kembali memutar dengan sangat cepat sehingga semakin lama, semakin lambat dan berhenti tepat di depan Zeo. Membuat semua bersorak antusias jika objek nya adalah seorang Zeo.
"Truth or dare?" tanya Claudia dengan cepat.
"Dare aja lah." jawab Zayn cepat mendahului, sebelum Zeo menjawab.
"Dih, gue yang harus nya jawab." protes Zeo.
"Dare, dare, dare, " sunggut ciwi-ciwi lantang dan kencang.
"Oke deh, dare." jawab Zeo dengan pasrah. Mau mengatakan apapun bahkan perotes pun akan tetap sama, jawaban itulah yang diinginkan mereka semua.
"Gue yang ngasih tantangan nya."
"Kaga, gue gak mau kalau lo, Bing. Lo pasti bakalan ngasih tantangan yang aneh-aneh."
"Kaga Bing."
"Kaga mau gue."
"Gue aja." Ammar.
"Ya udah apa?"
"B*ngke lo." semua bersorak kegirangan.
"Ayo buka, buka."
"Ayo, kak Zeo joget."
"Cepetan Yank buka, buka, buka." bertepuk tangan meriah.
"Yank, kok kamu malah antusias banget dan jadi gak sabaran pula, kalau buka bajunya buat ngegagahin kamu sih aku langsung gasss. Nah ini buat joget di depan umum, aku malu lah, Yang."
"Enggak papa, Yang. Kan sekali-kali."
"Bisa-bisa aku nanti masuk angin, gimana?"
Plakkk!!!
"Ada anak di bawah umur, ogeb." protes Ammar.
"Gak denger kok kak, tenang aja. Yuk, lanjutkan kakak." kata Youra sambil memberikan semangat.
"Lama lo Bing." Zayn menarik paksa celana Zeo.
"Gue bisa sendiri nj*ngggg." sewot Zeo.
Dengan sangat terpaksa sambil menahan malu. Akhirnya Zeo membuka setelan jas, kemeja dan celananya yang kini terbalut di tubuh nya. Ia menanggalkan satu persatu dengan wajah yang sudah memerah. Setelah hanya menyisakan boxser, kemudian dengan gerakan cepat dirinya lari ke bawah untuk menyelesaikan tantangan, sedangkan semua orang yang berada di Rooftop langsung mengarah kan pandangan nya ke arah luar gerbang menunggu Zeo turun.
"Tuh ka Zeo." pekik Aretha sesaat ia melihat Zeo sudah berada di luar.
Ghea dan Youra sudah bersiap-siap mengarahkan ponsel mereka untuk merekam aksi Zeo.
Zeo mulai berjoget gergaji di luar gerbang. Beruntung sudah malam, jadi yang melihat aksinya hanya satpam yang berjaga di gerbang rumah Aretha. Maka dengan begitu, Zeo tidak usah merasa teramat sangat malu, bukan?
Alrick Cs sudah tertawa ngakak bersamaan dengan Aretha cs.
"B*ngke, lo semua. Aturan tantangan itu berlaku khusus buat Zayn, kan dia yang mau merid. Lah, kenapa jadi gue." oceh Zeo yang sudah kembali ke Rooftop, namun ocehan nya malah disambut dengan tawaan ngakak dari kawan-kawan nya.
"Ayo, sekarang puter lagi botolnya."
Botol kembali di putar, hingga putaran kembali mengarah dan berhenti diantara Azura dan Claudia.
"Nah, kalau kaya gini gimana?" tanya Youra.
"Khusus buat mereka, nggak usah ditanya truth or dare. Kita langsung aja kasih tantangan, bagaimana setubuh?" seru Zeo seakan berniat balas dendam.
"Setuju ka, kebiasaan deh." protes Zee sebal.
"Setuju kak."
"Iya setuju."
"Gue yang kasih tantangan buat kalian berdua, untuk masing-masing cip*kan selama lima menit." Ucap Zeo.
"What's?" respon Azura menanggapi ocehan Zeo.
"Gak, enak aja." seru Aretha tak terima.
"Gue sama Azura?" respon Claudia terbelalak.
"Gak, enak aja lo, Bing. Lo dendam ke gue, hah?" Sewot Zayn.
"Oke, Cip*kan selama lima menit doang kan." kata Azura membuat semua orang terbelalak ngeri melihat nya.
"Bee, kok oke sih." protes Aretha.
"Lo jangan macem-macem ya Zu. Nyampe beneran lo nyip*k cabin (calon bini) gue. Hari ini juga lo mati di tangan gue, gue gak perduli lo sahabat gue." Zayn sudah terlihat sewot luar biasa.
"Apa salah nya lima menit."
"Anj*Ng lo, emang nggak salah sama lima menit nya. Tapi yang salah itu siapa yang bakalan lo cip*k, B*ngsat." Zayn makin emosional dan hendak mengeratkan tangan nya ke arah Azura, namun langsung ditahan oleh Ammar.
"Lah, kok jadi ribut sih. Ini kan niat nya cuman buat seru-seruan." ungkap Sha-sha.
"Iya bener kak" sahut Ghea yang udah agak ngeri sendiri melihat Zayn tersulut emosi.
Aretha hanya diam dan hendak bangun, mencoba untuk tidak emosional dan memilih pergi meninggalkan permainan bodoh yang hanya membuat masalah pada akhirnya. Namun baru setengah hendak berdiri, tangan nya di tarik oleh sang kekasih.
Aretha yang belum siap, menjadi limbung sendiri dan jatuh di pelukan Azura karena tidak bisa menahan beban tubuh nya.
Azura tersenyum tipis, lalu mencium bibir Aretha. "Zeo itu cuman kasih tantangan cip*kan selama lima menit tapi gak nyuruh gue sama Claudia bukan? Masing-masing, Men." sangah nya sebentar dan kembali menyesap bibir lembut Aretha. Kali ini ia melakukan nya selama lima menit.
Sha-sha, Zee, udah heboh sendiri menyuraki sahabatnya sambil menutup kedua mata Ghea dan Youra. Yang di tutup mata nya pun tak terima dan ikutan heboh juga pingin lihat kakak mereka berciuman live seperti itu.
sementara itu, Claudia pun ikut menyusul memenuhi tantangan Zeo dan mereka melakukan apa yang Azura lakukan. Anggapa aja ya guys live berjamaah.🤣🤣🤣🤭