WHEN LOVING YOU A MY DESTINY

WHEN LOVING YOU A MY DESTINY
WLYAD 52



Beberapa menit berbincang hangat dengan Mommy di ruang keluarga dan mendapatkan keyakinan, serta usapan lembut Mommy membuat seorang Azura dengan mudahnya tertidur. Deru nafas nya kini telah teratur memasuki alam mimpi dengan sangat damai. Mommy yang melihat anak lelaki nya tertidur pulas, segera mengambil bantal sofa untuk menopang kepala anak nya. Ia mengusap lembut dan mengecup kening anak lelakinya itu dengan kasih sayang yang begitu penuh cinta.


Sementara di sisi lain apartemen Aretha. Aretha tengah kedatangan sahabat -sahabat nya yang ingin mengajak nya ke mall sore ini untuk menghabiskan malam mingguan.


"Tha, ngemall yuk udah lama banget gue gak ngemall bareng kalian." Sha-sha.


"Bener tuh Tha, apa yang Sha-sha bilang. Kita udah lama banget gak ngemall. Selama ini kalian terlalu sibuk dengan kegiatan kalian masing-masing. Yah termasuk gue sendiri juga sih." Zee berbicara sambil terkekeh.


"Sekarang? Emang nya kalian gak pada malam Mingguan sama pasangan kalian?" seru Aretha.


"Malmingan lah, mereka ngapelin kitanya paling malam. Iya gak Zee?" jawab Sha-sha.


"Kalau sekarang gue mau. Tapi kalau sore gue gak bisa." ucap Aretha. Aretha menolak ajakan mereka berdua jika sore hari karena lebih memilih menunggu janji yang Azura ucapkan padanya saat sarapan pagi tadi.


"Gak mau sekarang ah, panas. Nanti kulit gue yang mulus ini terbakar dan meleleh terkena paparan sinar ultraviolet dari sinar matahari." protes Sha-sha.


"Lu kira, badan lu lilin. Kena panas bisa meleleh." sewot Zee.


"Emangnya, lilin aja yang bisa meleleh." balas Sha-sha yang ikutan sewot.


"Sudah-sudah, kenapa malah kalian jadi bertengkar sih. Pokok nya, gue gak bisa kalau sore ini. Karena gue sudah ada janji lebih dulu dengan seseorang." Aretha berkata sambil mengaduk-aduk milkshake strawberry buatan nya sendiri sebelum dua sahabatnya datang.


"Siapa sih?Kayanya penting banget." Zee.


"Ada deh, kepo." Aretha berkata sambil meledek ke arah Zee.


"Siapa gak?" paksa Zee sambil mengelitik kan jari-jari tangan nya ke tubuh Aretha.


"Ha..ha..ha.. Zee gue geli," Aretha tertawa kegelian sambil terus berteriak minta ampun pada Zee. Namun Zee belum mau berhenti sampai Aretha memberitahu kan nya. Sementara Sha-sha masih asik terlihat memainkan ponsel miliknya dan tak ingin menghiraukan kedua sahabatnya itu.


"Yaudah sekarang, cepetan lu mandi gih." seru Sha-sha yang tiba-tiba saja berubah pikiran.


"Oke, gue mandi." Aretha segera bangun dan berjalan menuju arah kamarnya untuk dirinya membersihkan diri.


"Mm, ka Ammar gak kasih tau lo!"


"Kasih tau apa?" Zee penasaran.


"Ya ampun," seru Sha-sha kesel sambil memperlihatkan ponsel nya ke arah Zee.


"Yah, gak jadi ngemall nih? Lagian ada apaan sih kita di suruh ke cafe nya kak tiara. Ka Azura mah ada-ada saja deh."


"Yaudah, kita kesana aja dulu. Tapi kenapa gak boleh ajak Aretha kesana ya Zee. Gue kok jadi penasaran." bisik Sha-sha seolah-olah Aretha mendengar semua perkataan nya.


"Gak usah bisik-bisik kali, Aretha juga gak akan denger."


"He.he.he.he, gue lupa." seru Sha-sha sambil nyengir kuda.


"Huft, tapi kenapa lo nyuruh Aretha mandi? Dodol." Zee menghela nafas panjang. " Semenjak lo Bucin sama kak Zeo lo jadi lemot Sha."


"Enak aja lo." Sha-sha sewot tak terima. "Gue gak enak kalau masih ada Aretha disini. Jadinya gue nyuruh dia mandi dan pergi."


tak lama Aretha sudah selesai membersihkan diri dan kembali berjalan kearah kedua sahabatnya.


"Ayo, gue udah siap." seru Aretha yang sudah rapih.


"Mm, Tha kayanya kita gak jadi ngemall deh sekarang. Soalnya gue disuruh ke rumah ka Zeo."


"Yah, Sha-sha. Gue udah rapih begini kenapa gak jadi sih." protes Aretha.


"Sorry, gue gak tau kalau ini urgent. Sorry ya bestie, gue janji next time kita ngemall dan gue yang traktir, oke." Sha-sha berusaha menenangkan hati Aretha.


"Mm, yaudah gak apa-apa." pasrah Aretha.


"Thank you cantik. Kita balik dulu ya, muaccch." Sha-sha dan Zee pamit pulang dan cipika-cipiki. Aretha mengantarkan mereka sampai di depan pintu, tangan nya menarik gagang pintu hanya dengan satu tarikan saja, pintu sudah terbuka, lalu Zee dan Sha-sha melenggang pergi meninggalkan Aretha yang masih menatap kepergian mereka.