WHEN LOVING YOU A MY DESTINY

WHEN LOVING YOU A MY DESTINY
WLYAD 7



Universitas internasional Jakarta. (UIJ)


Hari ini adalah hari pertama seorang Gadis meneruskan pendidikannya di Jakarta setelah berhasil lulus di Universitas ternama sebelumnya, di Paris Perancis dengan nilai terbaik.


Aretha memasuki gedung kampus bernuansa putih yang nampak terlihat sangat kokoh bila di pandang mata dan memarkirkan kendaraannya bersejajar dengan mobil-mobil mewah lainnya di gedung parkir itu.


Aretha sangat begitu mengagumi Universitas ternama internasional Jakarta. Menurutnya, kampus itu tak kalah jauh bagusnya di banding kampusnya terdahulu. Gedung kampus yang banyak diidam-idamkan para pelajar untuk bisa menuntut ilmu ke gerbang masa depan. Namun kampus yang terkenal sebagai kampus Elite di kawasan Jakarta menjadikan tak banyak dari kalangan menengah ke bawah bisa belajar menuntut ilmunya disini, hanya terkecuali mereka-mereka yang berprestasi yang akan mendapatkan Beasiswa di kampus ternama ini. Selebihnya mereka-mereka lah yang punya uang yang akan berada di kampus ini.


Tidak ingin telat di hari pertamanya masuk, kini Aretha berlari menuju koridor kampus dengan napas yang terengah-engah. Sesaat sesampainya di kelas, Aretha telah di sambut hangat oleh sahabat baiknya yang tiba terlebih dahulu di kelas dan berkenalan dengan teman sekelas mereka.


Pandangan mata Aretha melihat sekeliling ruangan kelas. Mencari sosok yang dia kenal namun malah justru Aretha mendapatkan tatapan balik mata para kaum adam yang menatap takjub gadis yang tengah berdiri di depan pintu kelas.


"Aretha!!" panggil seseorang dari arah baris tengah bangku. "Kenapa lama sekali sih?" gerutu Zee.


ZEEVANA GIE RAELLA, yang biasa di panggil dengan sebutan Zee adalah teman dan juga sahabat Aretha saat Aretha sekolah di sekolah menengah pertama di kota periangan. Sahabat Wanita yang menggantikan sahabat kecilnya yang telah pergi dan tidak kembali.


"Sorry Zee, tadi gue nyasar nyari kelas ini. Padahal Bunda sudah memberitahukan gue tadi malam. Berhubung kampusnya besar, jadi gue nyasar." kekeh Aretha.


"Ya sudah, nih kenalin Tha ini teman sekelas kita. Namanya Shakira Andini dan yang paling Ganteng itu Galaxy Pranata." seru Zee yang excited memperkenalkan teman barunya ke Aretha.


"Hay, hallo." ucap Sha-sha and Laxy bersamaan.


"Hay, gue Aretha." Aretha menyodorkan lima jari tangannya lalu mereka berjabat tangan, berkenalan dan Aretha langsung memposisikan duduknya di bangku sebelah Zee.


Suasana kelas jurusan Fakultas Management Business yang mereka ambil nampak begitu sangat gaduh. Sudah dua puluh menit berlalu sejak detik pertama kuliah perdana mereka di mulai. Namun Dosen pengampu mata kuliah untuk jam pertama belum juga menampakkan batang hidungnya.


"Pada Kemana nih Dosen??" gumam Galaxy.


Tiba-tiba saja, suara langkah kaki dan deheman terdengar dan membuat semuanya duduk rapih bak Anak Tk yang baru pertama bersekolah. Terlihat dari arah pintu seorang Pria tampan bertubuh atletis dan dengan tinggi kira-kira kurang lebih 185cm, tengah berjalan masuk kedalam ruangan kelas. Dia adalah Alrick cs.


Sorot mata mereka yang terlihat tajam dan dingin, mampu membuat para mahasiswa takjub melihat mereka. Mereka semua bak Model majalah dan Artis Negara ginseng.


"Siapa mereka? Anjir ganteng banget. Suara salah satu mahasiswi yang tidak mampu menutupi rasa kekagumannya terhadap Alricks cs.


"Ehem, mungkin kalian bertanya-tanya siapa saya dan apa maksud tujuan saya hadir di kelas ini, dan bagi para mahasiswa yang meneruskan pasti anda sudah sangat hapal siapa kami. Sebelum rekan saya menjelaskan, maka izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu."


"Perkenalkan saya, AMMAR DEGA DIRGANTARA GUMILANG Mahasiswa senior kalian. Kalian bisa panggil saya dengan sebutan Ammar, saya menjabat sebagai wakil ketua BEM fakultas dan disebelah saya ada..." Ammar mempersilahkan Zeo berbicara.


"Saya adalah, ZEO ANANTHA PUTRA. Kalian bisa panggil, Zeo. Menjabat sebagai bendahara dan yang berdiri di pojok kanan sebelah pintu ada sahabat saya yang bernama ZAYN ABRAHAM LINCOLN. Kalian bisa panggil dengan nama Zayn, cukup Zayn, tidak usah pakai Malik dan Zayn menjabat sebagai sekretaris sekaligus captein basket di kampus ini. Yang paling cantik tengah berdiri bersanding disebelahnya, Zayn. Itu adalah CLAUDIA ROMANZLA ERGE bisa kalian panggil Claudia." Jelas Zeo dengan begitu rinci. Kemudian ia kembali melanjutkan ucapannya.


"Buat yang para Pria kaum jomblo jangan coba-coba berniat menjadikannya kekasih. Karena macan cantik itu udah ada pawangnya." Zeo berbicara dengan nada slengean ala Zeo dan langsung dapat sorakan dari mahasiswa disana.


"Oke kita lanjutkan, berhubung dosen pengampu mata kuliah pertama kalian tidak hadir maka kami disini yang akan mengisi kekosongan jam pertama kelas kalian." Zeo menjelaskan beberapa poin penting tujuan mereka dan sesekali sambil bersenda gurau, berhubung memang sikap Zeo terbilang humoris dari Alricks cs yang lain. "Sekian dulu, terimakasih." Ucap Zeo sebagai akhirnya penjelasannya.


"Mungkin ada dari kalian yang ingin bertanya atau ditanyakan? Boleh, silahkan langsung di tanyakan. Jangan dipendam, rasanya tuh gak enak kalau dipendam." ucap Zeo absurd.


"Saya ka."ucap Aretha sambil mengangkat tangan.


"Ya kamu, silahkan sebutkan nama dan pertanyaannya." jawab Zeo.


"Nama saya Aretha, tadi kalian memperkenalkan diri masing-masing dengan jabatan kalian. Kenapa ketuanya tidak memperkenalkan diri ya Kak? Kata orang nih, tak kenal maka tak sayang. Bagaimana bisa sayang kalau ketuanya saja tidak memperkenalkan diri, terimakasih."


"huh..huh..itu mah namanya modus." teriak yg lain.


"Betul sekali, tak kenal maka tak sayang. Sayangnya dalam arti wajar ya?! Jangan yang macem-macem. Oke, disini saya akan menjawab pertanyaan dari Aretha. Berhubung ketua kita berhalangan hadir di karenakan baru saja tiba sehabis perjalanan yang cukup jauh, maka untuk saat ini dia tidak bisa memperkenalkan diri. Namun tanpa memperkenalkan diri seharusnya kalian tau siapa dia." sanggah Zayn menjawab pertanyaan Aretha.


"Ada lagi?" Lanjut Zeo.


"Permisi Ka, saya mau tanya?" ucap salah satu mahasiswi yang berada di samping Galaxy sambil mengacungkan jari juga.


"Iya silahkan." jawab Zeo kembali.


"Tadi kan, Ka Zeo bilang tanya aja jangan dipendam. Memangnya kenapa ya Ka kalau di pendam?"


"Ya jangan di pendam, ibarat kita kaya lagi nahan boker rasanya serba salah." jawab Zeo membuat seluruh kelas tertawa.


"Tapi sebenernya, pertanyaan inti saya bukan itu Ka."


"Lalu apa?"


"Apa diantara kalian ada yang jomblo? Kalau ada boleh lah minta nomernya? Siapa tau nyangkut gitu." pekik Sha-sha.


"Hu..hu..hu.." sorak para mahasiswa kembali.


"Sha, kenapa lo jadi kecentilan sih?" tanya Zee yang tak menyangka temannya akan seperti itu.


"Ya kali, becanda gue, Zee. Lagian mau dikemanain cowok gue!"


"Tenang, tenang, tanpa kalian pinta juga kalian bisa lihat contact person kita disini." Zeo menunjukkan selembar kertas di tangannya. Serta Zayn dan Claudia membagikan sebuah selembar kertas dan bertepatan dengan berakhirnya program studi mereka.


"Jika kalian berminat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kalian bisa segera daftarkan diri kalian langsung melalui contacts yang tertera atau bisa langsung menemui kami di gedung kesekretariatan, terimakasih." lalu mereka pun keluar kelas.