WHEN LOVING YOU A MY DESTINY

WHEN LOVING YOU A MY DESTINY
WLYAD 44



Aretha yang menyadari bahwa Azura tidak lagi berada di depan ruang ICU. ia berusaha mencari pria itu.


"Kemana perginya ka Azura?" gumam nya.


Ia berjalan menyusuri koridor dan lorong rumah sakit, menuju parkiran. Setelah ia melihat mobilnya masih ada terparkir dan ia kembali berjalan kearah kantin berharap pria yang ia cari ada disana. Namun saat berada di lorong ia melihat sosok yang ia cari ada di sebuah taman samping lorong kantin. Aretha berjalan menghampiri Azura.


"Ka.?" panggil Aretha pelan.


"Kenapa di sini.?" tanya Azura yang melihat Aretha menghampiri nya.


"Ada, aku yang bertanya kenapa kakak disini.?"


"Entahlah, seperti nya aku membutuhkan waktu dan udara segar sehingga hati dan pikiran ku bisa sedikit tenang."


"Tunggu disini." ucap Aretha pada Azura.


"Kamu mau kemana?" Azura melirik Aretha dengan tajam.


"Sebentar, hanya ke kantin." ucapnya.


Azura menghela nafas panjang dan tersenyum.


Tak berapa lama akhirnya Aretha kembali ke taman dengan dua buah gelas coffee di tangan nya.


"Maaf nunggu lama." ia menyodorkan satu buah gelas ke Azura sambil ia duduk tepat di depan Azura."


"Coklat panas.?"


"Mm," Aretha mengangguk. "Coklat itu bisa balikin mood"


Azura tersenyum.


"Coklat itu mengandung psychoactive, nah kandungan ini dapat merangsang hormon endorphin di otak. Terus balikin mood dan bikin perasaan jadi happy. Gitu aja kakak gak tahu, bagaimana? apakah mood kakak sudah berubah menjadi Happy.?"


"Ha..ha..ha.., Terimakasih Aretha." Azura tertawa dan mengacak-acak rambut panjang Aretha yang terurai.


"ini bukan lah sebuah perkara tentang mood" nada bicara Azura berubah menjadi serius.


"Kamu tahu? Ini bukanlah sesuatu yang mudah. Terlebih lagi Clau adalah seorang yatim piatu. Aku dan Ammar jauh lebih mengenal Clau lebih dahulu di bandingkan dengan Zayn dan Zeo. Kami menjaganya bahkan kami begitu melindungi nya setelah almarhum kedua orang tua nya menitipkan nya pada kami berdua. Kami menganggap nya lebih dari seorang sahabat. Clau sudah kami anggap sebagai adik Perempuan kami, saat ia mengalami hal yang sulit dalam hidup nya. Maka kami adalah orang pertama yang merasa paling hancur dan rapuh. Kamu tahu kenapa aku begitu sangat marah pada Zayn tadi. Karena ia sudah gagal melindungi dan menjaga Claudia seperti janjinya pada aku dan Ammar. Hanya saja aku dan Ammar berbeda bila mengekspresikan emosi kami, ia lebih diam dan mengontrol emosi nya dengan baik. Sedangkan aku jauh dari hal itu, kalau ditanya kami kecewa Ah sudah pasti jawabannya kami sangatlah kecewa."


"Aretha mengerti, ini memang bukanlah perkara yang mudah bagi kalian. Terutama bagi ka Claudia dan ka Zayn. Tapi mereka sudah sama-sama dewasa dan sama-sama saling menginginkan hal tersebut ka.! maka secara tidak langsung mereka juga harus siap menerima kemungkinan terburuk dimasa yang akan datang bukan? seperti saat sekarang, apakah ada yang harus di salah kan dan menyalakan dalam keadaan ini.? Aretha berhenti sejenak. "Apakah ini terlalu kejam? Jawabannya tidak ka!ini lah realita kehidupan, dimana saat kalian membuka kedua mata lebar-lebar. Dunia tidak seindah telenovela atau pun dongeng penghantar tidur. Ada harga yang harus di bayar dalam keputusan yang diambil, oleh karena itu ka mengapa kita harus bisa bijak dan memikirkan hanya dengan pikiran tenang dan hati yang terlampau luas dalam mengambil keputusan. Jika tidak, kita harus membayar mahal yang menyebabkan penyesalan diakhir. Beruntung Allah membuat skenario jalan mereka seperti ini, meskipun terasa sakit, perih, tetapi pada akhirnya mereka tidak harus melenyapkan nyawa yang bahkan belum hadir ka. Allah menjawab apa yang menjadi kerisauan ka Clau lewat kecelakaan yang ia alami. Akan ada sebuah pelajaran yang bisa kita ambil dari setiap serentetan kejadian yang menimpa kita. Percaya Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kapasitas kemampuan kita." Aretha tersenyum sambil mengelus punggung tangan Azura berharap dapat membantu membuat pria tampan yang berada di hadapan nya kembali tersenyum dan semangat.


Deg


Kata itu adalah kata penyemangat yang ia ucapkan pada saat adik nya mengalami hal sulit dalam hidup nya.


Aretha siapa seseorang yang mengatakan hal itu pada mu.?


Aretha tersenyum,vlalu berkata. "Sahabat kecil Aretha ka, bagi Aretha ia bukan hanya sekedar sahabat tapi ia seperti kakak sekaligus seseorang yang selalu ada di hati Aretha. Aretha menyayangi nya, sangat menyayangi nya bahkan sampai saat ini, meskipun ia sudah pergi dan tak tahu dimana. Tapi Aretha masih sangat merindukan nya." tanpa terasa air mata jatuh di sudut mata nya begitu saja.


"Maaf ka, tak seharusnya Aretha mengatakan hal ini."


"Tak apa Aretha,vsemua orang pasti pernah merasakan hal tersulit dalam hidup nya. Terimakasih sudah menjadi penyemangat dalam hidup kakak serta berbagi hal penting dlm hidup mu."Azura menautkan satu jari telunjuk nya untuk menghapus air mata yang mengalir di pelupuk mata Aretha.


"Siapa nama sahabat kecilmu?" tanya Azura memastikan bahwa Aretha yang dimaksud dengan Azera adalah Aretha yang sama dengan seseorang yang berada di hadapan nya saat ini.


"Mengapa kakak bertanya namanya.?"


"Aku hanya ingin mengetahui nya. Apakah ia setampan aku? Bagaimana dengan aku, apakah aku bisa merebut tempat di hati mu? Apakah aku bisa mengantikan nya sebagai seseorang yang bisa kamu sayang dan kamu rindukan?" Azura.


"Ka, jangan mencoba menggoda aku." Aretha tersipu.


"Tidak, aku tidak lagi menggoda mu. Aku hanya mengatakan hal yang sesungguhnya. Apakah aku bisa mengantikan nya di hati kamu? Itu saja. Bagian mana yang aku menggoda mu, hum.?"


"Entahlah. Ezra, namanya adalah Ezra Albareesh."


Deg.


Aretha, kamu adalah Aretha yang di maksud Azera. Kamu adalah Aretha yang dititipkan nya pada ku untuk menjaga mu. Terimakasih tuhan, akhirnya aku menemukan nya" batin Azura.


Azura langsung memeluk tubuh Aretha dengan sangat erat.


Aretha yang tiba-tiba di peluk erat menjadi sangat bingung ketika ia menyebutkan nama Ezra.


"Ka"


"Terimakasih." ucap Azura sambil melonggarkan pelukannya.c"Sekarang kita kembali"


Aretha hanya bisa menurut.