
Aretha yang pagi hari ini terlambat untuk bangun langsung saja bergegas pergi tanpa memakan sedikit pun sarapannya. Mengingat jadwal keberangkatan bus kampus membuat Aretha harus segera cepat sampai di universitas internasional Jakarta.
Diperjalanan menuju ke arah kampus, Aretha tak henti-hentinya memandangi jam tangan yang berada di sisi tangan kiri yang tengah mengemudikan laju mobilnya berharap waktu bisa berjalan lambat, tetapi hal tersebut sungguh sangatlah mustahil dirasa karena semakin sering dirinya melihat jam semakin waktu terus bergulir dengan cepat.
"Aduh, kenapa bisa sampai terlambat seperti ini sih, padahal sebelum tidur alarm di jam ku sudah aku atur agar tidak terlambat tetapi masih saja aku terlambat." gumam Aretha sambil terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Disisi lain, di universitas internasional Jakarta.
"Aduh, Aretha Kemana sih??" tanyanya pada Galaxy. "Kenapa Aretha masih belum juga sampai disini, padahal jarak antara Apartemen dan kampus ini kan tidak terlalu jauh dan memakan waktu yang cukup lama." mulut Sha-sha terus saja komat-kamit sambil berjalan mondar-mandir di depan gerbang pintu masuk universitas internasional Jakarta.
"Tenang sedikit lah Sha, mungkin terjebak macet atau juga Aretha terlambat bangun." Kata Laxy mencoba untuk menenangkan Gadis satu itu.
"Aduh Laxy, gimana aku bisa tenang coba. Sedangkan waktu kita berangkat aja sudah tinggal beberapa menit lagi. Tapi sampai saat ini Aretha masih aja belum datang." Ocehnya. "Dan nggak mungkin banget kalau yang namanya Aretha terlambat bangun mengingat Aretha adalah termasuk anak yang sangat disiplin waktu."
"Coba lo telepon lagi."
"Beberapa kali aku meneleponnya pun tidak ada jawaban. Semakin membuat aku tidak tenang."
"Atau ada hal lainnya?" ucapan Laxy, semakin membuat Sha-sha tidak tenang dan terus saja mondar-mandir menunggu kehadiran Aretha. Wajahnya kian terlihat begitu gusar, sehingga menarik perhatian seseorang yang sedari tadi sudah memperhatikannya.
"Ada apa Sha?" tanya seorang Pria tampan berseragam panitia pelaksana acara yang secara tiba-tiba saja datang.
"Kenapa sih, Sha?" Zee ikut bertanya setelah menghampiri Sha-sha. Sehingga pertanyaannya mereka terdengar secara berbarengan.
Bukan Sha-sha yang menjawab, justru malah Galaxy yang menjawab nya. "Ini kak, Aretha masih belum tiba padahal waktu sudah menunjukkan pukul tujuh tiga puluh."
"Sudah kalian coba hubungi?" tanya pria itu sekali lagi.
"Sudah Yank, tapi Aretha masih saja tidak mengangkatnya." ucap Sha-sha keceplosan. "Aku takut terjadi sesuatu terhadapnya. Apa lagi melihat langit yang kurang bersahabat."
"Bentar, bentar, barusan gue kaga salah denger kan ya?" Kata Zee memastikan pendengarannya. "Kuping gue normal kan Lax? Gak ada yang aneh kan?"
"Gue rasa kuping lo masih normal Zee. Soalnya gue juga denger. Tapi emang agak aneh."
"Emang lo dengernya apa?"
"Tadi Sha-sha bilang Sudah Yank, tapi Aretha masih saja tidak mengangkatnya."
"Yank?" gumam Zee dan Galaxy berbarengan. Keduanya saling tatap seperkian detik, lalu secara bersamaan tatapan mereka langsung pindah menatap kearah Sha-sha dengan tatapan yang menghunus tajam seolah-olah mereka ingin meminta penjelasan padanya.
Sha-sha yang tersadar kalau dirinya keceplosan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ia bingung harus menjelaskan apa pada mereka dan mulai dari mana sebab terlalu cepat hubungan mereka.
"Shakira coba jelaskan!" pinta Galaxy.
"Udah, udah, nanti aja Sha-sha jelasin ke kalian. Sekarang kita urus dulu masalah Aretha." Kata Zeo.
"Sha, gue tunggu penjelasan dari lo nanti, sekarang gue urus dulu masalah Aretha. Inget ya Sha lo harus menjelaskan semuanya sama kita." bisik Zee, lalu meninggalkan Sha-sha.
"Sha, sejak kapan lo manggil ka Zeo dengan panggilan sayang kaya gitu?" bisik Laxy penasaran dan masih bisa di dengar oleh Zeo.
"Sejak gue dan Sha-sha itu resmi jadi sepasang kekasih lah." Katanya, sambil memerlingkan sebelah mata. "Gitu aja kok kalian heboh sih."
"I..i..iya" gugup Sha-sha.
Galaxy langsung menyenggol lengan Sha-sha. "Gimana kita kaga heboh coba. Tiba-tiba kaga ada angin, kaga ada hujan, deket aja kayanya belum sampai yang gimana-gimana. Eh, tau-tau udah Anyang-anyangan."
"Berisik lo." Zeo mendorong tubuh Galaxy pelan agar ia tak terlalu dempet pada kekasihnya. "Ayo Yank." ajak Zeo menggandeng tangan Sha-sha mendahului langkah Galaxy. "Lax, lo juga kembali kedalam bus, sudah waktunya berangkat. Untuk urusan Aretha biar menjadi tanggung jawab kami panitia pelaksana acara jadi kalian tidak usah mengkhawatirkannya lagi." jelas Zeo.
****************
"Bagaimana Pak? Apa masih lama?" tanya Aretha pada salah satu tim mekanik di bangkel mobil khusus untuk Tesla Roadster terdekat dengan lokasi mobilnya yang mogok.
"Sebentar lagi Neng." Kata Bapak mekanik yang mengenakan baju khusus bengkel, berwarna biru.
"Iya, Mbak tunggu aja disana, tuh." tunjuk salah satu tim mekanik yang lebih muda. "Diruang tunggu."
"Bisa segera tidak Pak? Masalahnya saya harus buru-buru." Kata Aretha.
"Iya Neng, saya usahakan untuk sesegera mungkin, selesai."