WHEN LOVING YOU A MY DESTINY

WHEN LOVING YOU A MY DESTINY
WLYAD 53



Aretha yang sejak tadi sudah rapih dan bingung mau ngapain. Karena kegiatan nya harus tidak jadi bersama sahabat nya, akhirnya ia memutuskan untuk membaca sebuah buku di dalam kamarnya tanpa ia sadari jam sudah menunjukkan pukul 17.15 sore.


Drt..drt..


Getaran di atas nakas terdengar begitu bergema menandakan bahwa adanya panggil masuk. Akhirnya mau tidak mau Aretha mengambil ponselnya.


Mata Aretha terbuka lebar setelah melihat nama Azura yang tertera pada layar ponsel nya. Sebelum panggil nya mati, Aretha langsung saja menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya untuk menjawab panggilan dari Azura.


"Kamu sudah siap?" kata itu yang langsung terdengar di telinga Aretha.


"Ka, biasakan untuk terlebih dahulu mengucapkan salam." protes Aretha.


"Maaf, assalamualaikum." ucapnya langsung ketika Aretha menegur nya.


"Waalaikumsalam, aku sudah siap dari tadi ka."


"Kalau gitu, aku tunggu kamu di parkiran ya." titah nya.


"Kakak sudah di parkiran Apartemen Aretha?"


"Ya"Jawab Azura singkat.


"Oke, Aretha turun Sekarang ke parkiran." setelah mendapatkan Jawaban ya dari Azura, Aretha segera mematikan sambungan telepon nya dan bersiap-siap untuk pergi.


Tidak ingin membiarkan Azura menunggu terlalu lama. Aretha pun langsung keluar kamar dan mengambil tas yang tadi ia ingin pakai ke mall bersama sahabat nya. Aretha langsung memasukan ponsel milik nya kedalam tas dan mengunci pintu terlebih dahulu sebelum pergi. Langkah nya menuju lift agak terlalu tergesa-gesa seperti tidak ingin mengecewakan Azura.


Pintu Lift terbuka, Aretha segera keluar dan mengatur nafas.


"hughh."


rasa deg-degan yang sejak tadi mendapatkan telpon bahwa Azura sudah berada di parkiran membuatnya begitu sangat gugup. Setelah debaran jantung nya sedikit berkurang, nafas nya sudah tak tersengal-sengal karena begitu tergesa-gesa untuk turun menemui Azura, kini Aretha berjalan dengan perlahan menemui Azura yang terlihat menunggu sambil bersender di samping pintu mobil Bugatti La Voiture Noire hitam milk nya dengan bersedekap tangan.


Azura tersenyum menawan dari biasanya, meskipun belakangan ini Aretha sering melihat nya, entah mengapa hari ini rautnya begitu berbeda. Penampilan nya yang sederhana dengan memakai kaos putih bercelana jeans di balut jaket jeans berwarna hitam. Namun selalu berhasil memikat hati para kaum hawa.


"Maaf ka, Aretha sedikit terlambat." ucap Aretha pelan.


"No problem. Silahkan masuk Tha." ucapnya sambil membukakan pintu mobil untuk Aretha.


"Terimakasih ka," Aretha tersenyum, lalu masuk kedalam mobil.


Belum ada tiga detik Aretha duduk nyaman, Azura masuk. Sebelum memakai seatbelt untuk dirinya sendiri di bangku kemudi. Lalu Azura berbalik badan kearah belakang untuk mengambil sesuatu yang Aretha tidak tahu apa itu, karena Aretha masih sibuk memakai seatbelt.


Tiba-tiba saja Azura memberikan satu buah bouquet flower dengan rangkaian bunga kombinasi antara bunga mawar, gompie, dan baby breath bernuansa soft pink.


"Sweet desire" ucap Azura yang membuat Aretha mengankat sebelah alisnya karena bingung dengan maksud Azura.


"Apa maksudnya dengan keinginan manis kak.?"


"Entah lah, aku hanya mengikuti sebutan mbak penjual bunga itu."


"Ha..ha .ha.." Aretha sungguh di buat tertawa oleh Azura. "Ka, maksud mbak penjual bunga itu adalah tema bunga yang kakak beli ini kak. Temanya sweet desire, memangnya kakak memesannya dengan maksud dan tujuan apa?"


"Aku hanya bilang ingin membelikan satu bouquet flower untuk seseorang, itu saja." jelasnya.


"Really?"


"Mm, kamu tidak mempercayai aku. Hum?"


"Entah." ucap Aretha sambil menengokan kepala menatap kearah Azura.


"Terimakasih ka, tapi kurang romantis." protes Aretha namun dapat dilihat dari pancaran mata Aretha yang berkaca-kaca, bahwa Aretha begitu tulus mengucapkan terima kasih. Karena baru kali ini ada seseorang yang memberikan satu buket bunga yang terangkai indah untuk nya.


Azura tersenyum tipis dan mencuil hidung mancung Aretha sambil berkata "You welcome"


"Kita mau kemana kak?" tanya Aretha kemudian.


"Aku mau ajakin kamu ke cafe kak Tiara." jawab Azura. Sambil menginjakan pedal gas untuk melajukan mobilnya keluar area parkiran Apartemen Aretha menuju ke arah cafe milik ka Tiara.


Dalam perjalanan menuju ke cafe kak Tiara, Aretha tak henti-hentinya memandangi bunga-bunga segar yang berada dalam pangkuan nya dengan perasaan yang teramat bahagia. Senyumnya juga tak pudar sejak tadi. Kejutan kecil yang Azura berikan berhasil membuat perasaan Aretha bahagia.


Setelah beberapa menit menelusuri jalan, Mobil yang di kemudikan oleh Azura kini sudah berada di parkiran Miracle cafe. Azura yang sudah terbiasa melakukan hal membukakan pintu mobil untuk Aretha, kini pun ia lakukan. Sebelum akhirnya mereka masuk kedalam cafe bersamaan.


Ternyata, kejutan yang di berikan oleh Azura tidak hanya berakhir dengan bouquet flower yang Aretha terima di mobil tadi. Ada sebuah kejutan lain yang sudah di persiapkan di Miracle cafe.


Semua pasang mata pengunjung yang sedang berada di cafe milik ka Tiara hari itu, tak beranjak pandangan mereka ke arah kami yang duduk di sudut cafe yang sudah di sulap dengan ornamen romantis. Bangku disudut ruangan yang berada tepat depan sebuah panggung kecil yang biasa untuk homeband dicafe milik ka Tiara bernyanyi. Khusus sore dan malam ini panggung itu pun di isi oleh band yang menyanyikan lagu bertemakan cinta.


Senyum Aretha terlihat jelas, meskipun ia tersenyum tipis. Menandakan bahwa Aretha adalah gadis yang paling bahagia saat ini.


Semua makanan sudah tersaji rapih diatas meja. Sepertinya memang sudah di pesan khusus oleh Azura kepada kakak ipar nya untuk sore ini, untuk dirinya dan Azura.


"Kak, apa ka Tiara hari ini ke cafe?" tanya Aretha di tengah-tengah menikmati makan yang saat ini ia santap.


"Iya, hari ini ka Tiara ada dicafe." jelas Azura singkat.


"Tapi kok Aretha belum melihatnya." Aretha tidak dapat menemukan ka Tiara, pandangan matanya mengedar ke semua arah pada cafe itu namun ia tak menemukan orang yang ia cari.


"Mungkin lagi sibuk di ruangan kerjanya." lanjut Azura.


Setelah mendapatkan Jawaban atas pertanyaan nya itu, Aretha pun kembali menikmati makanan yang tersaji tadi dengan khidmat tanpa bersuara lagi dan di tengah-tengah menikmati makanan miliknya. Azura bangun dan berjalan menuju panggung kecil yang berada di depan nya. Saat langkah Azura terhenti tepat di depan mic, Azura menghela nafas untuk menetralisir degupan jantung nya yang seakan-akan mau loncat. Setelah dirasa ia sudah cukup kontrol, akhirnya Azura membuka mulut untuk berkata-kata.


"Maaf, jika sebelumnya saya mengganggu aktivitas dan keceriaan kalian malam ini." ucap Azura untuk para pengunjung yang datang dicafe milik ka Tiara. Ada beberapa yang menanggapi dan ada beberapa dari pengunjung pun masih tidak perduli.


"Disaat aku bertemu salah satu seseorang, yang ingin mentraktir aku minum coffee. Bahkan tanpa kita saling mengenal satu sama lainnya. Aku menemukan sebuah kata yang cocok. Yaitu, "Gadis aneh." Azura berkata sambil menatap kearah wanita yang berada tepat di depan nya yang sedang duduk manis sambil mengarahkan pandangan nya kearah Azura.


"Enak aja ka Azura bilang kalau gue gadis aneh. Kan gue cuman berniat baik buat minta maaf" batin Aretha.


"Aku menamainya "Happy" disaat tuhan menghadirkannya kembali atau kita bertemu kembali dalam keadaan hati aku yang patah, seakan-akan tuhan mengirimkan nya untuk menyembuhkan luka itu. Perlahan cerita mulai tertulis, mimpi-mimpi indah pun mulai dirajut, setiapkali aku bersamanya aku merasakan kebahagiaan yang sulit aku definisikan. Bahkan aku hampir lupa bagaimana rasanya sakit, hari berganti, makin aku mengenalnya semakin aku mengerti bahwa proses kehidupan memang tidak akan pernah berjalan mundur. Aku ingin menamainya dengan kata "Kita" yang artinya aku ingin bersama dirimu, Aretha Ghania Mounira. Aku ingin merajut asa bersama dirimu kedepan nya dan dapat menghapus luka yang tersimpan dalam memori mu."


"Uwchh, so sweet deh." gumam seorang wanita yang sedang berada di balik ruangan kaca.


"ka, itu beneran Abang gue yang lagi ngomong? Kenapa dia jadi uwaw banget." wanita lainnya pun berbicara dengan begitu kegirangan.


"Hus, kalian bisa diem gak? Kakak gak kedengaran dia bilang apa." protes ka Tiara.


"I love you, Aretha." itulah kalimat singkat yang Azura katakan diatas panggung kecil. Kata istimewa yang terdengar begitu bergema, membuat tubuh Aretha refleks berdiri dan terdiam menatap Azura dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Azura melangkahkan kakinya turun untuk mendekat kearah wanita yang tengah terdiam menatap nya tanpa berkedip sedikit pun, seolah-olah tersihir dengan mantra yang baru saja Azura katakan saat dirinya berada di atas panggung.


"Aretha, mau kah kamu menjadi kekasih ku?" tanya Azura kembali saat ia sudah benar-benar berada di depan Aretha. Sedangkan Aretha masih tak bergeming, ia masih menatap bingung dan tak percaya.


"Answer Please."


Aretha masih bertahan dengan kebisuan nya, ia bahkan tidak bisa berkata apapun. Hanya bisa menatap wajah Azura dengan mata yang sudah terlihat menahan bulir bening matanya.


"Ayo, siap-siap. Kini giliran kita yang berperan." Zee.


"Kenapa kalian yang begitu excited," protes Zeo yang sedari tadi tidak tahan melihat kekasihnya yang terus-menerus memuji Azura.