WHEN LOVING YOU A MY DESTINY

WHEN LOVING YOU A MY DESTINY
WLYAD 31



"Apa yang sudah membuat Kakak tersenyum? Apa Kakak sudah mulai tidak waras?" Aretha bergidik ngeri.


"Karena kamu." ucap Azura sambil menoel hidung mancung Aretha. "Karena kamu alasan Kakak tersenyum." jawaban yang Azura lontar kan berhasil membuat Aretha membelalakkan matanya tak percaya. Wajah Aretha mendadak terasa panas, memerah bagai kepiting rebus. Ucapan Azura berhasil dengan sukses membuat wanita yang kini sedang berhadapan dengannya menjadi blushing.


"Apa kesalahan Kakak sebenarnya yang sudah berhasil mengganggu keceriaan kamu sampai mulut bawel ini menjadi pedas?" tanya Azura serius dengan cepat Aretha menepiskan kedua tangan Azura yang entah sejak kapan sudah menangkup wajah cantiknya.


"Em," gugup Aretha.


"Sudahlah, tidak usah menjawab dan menjelaskannya. Karena kakak sudah tau jawabannya apa!!"


"Memangnya apa Kak?" tanya Aretha.


"Karena kamu sedang protes dan menunjukkan bahwa kamu cemburu kan?"


"What's, tadi Kakak bilang apa? Aretha cemburu. Kak, kalau kepedean itu jangan terlalu tinggi nanti jatuhnya sakit."


"Kamu itu protes karena tidak ingin Kakak berdekatan dengan wanita lain, kamu juga tidak ingin kalau kakak mengabaikan kamu, kamu tidak ingin kakak nyuekin kamu dan pergi begitu saja meninggalkan kamu seperti tadi kan? Seperti tadi saat kakak berbicara dengan Rain kamu tidak seharusnya khawatir. Rain itu hanya mantan kekasihnya kak Arash yang Sekarang telah berubah status menjadi adik ipar kak Arash. Kami memang begitu sangat dekat, terlebih lagi Rain juga sahabat dari Sean. Aku tidak enak jika tidak menyapanya dan kamu juga pasti mendengar perkataan yang kami bicarakan, kan? Setelah selesai dengan menyapanya aku kembali, karena aku tidak ingin berlama-lama meninggalkan kamu sendiri."


"Bukan itu alasannya Kak, dan mengapa juga Kakak harus repot-repot menjelaskannya pada Aretha." Aretha berusaha menutupi perasaannya yang bahagia karena Azura menghargai perasaannya. Ia mau menjelaskan padanya tentang siapa Rain.


"Yakin bukan itu alasannya? Kakak hanya tidak ingin kamu salah paham."


"Ya...yakin." Aretha semakin gugup.


"Really?"


"Au, ah..." jawab Aretha malu bercampur kesal, lalu ia turun dari mobil Azura dan berjalan ke arah tempat kemah tanpa mau menoleh ke kebelakang meninggalkan Azura yang masih terpaku di dalam mobil.


*


*


*


*


*


BUMI PERKEMAHAN BATU KUDA MANGLAYANG.


Sekilas memperkenalkan Perkemahan Batu Kuda. Bumi Perkemahan Batu Kuda ini terletak di Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Tepatnya berada di kaki gunung Manglayang.


"Aretha." panggil Zee dan Sha-sha membuat langkah Aretha terhenti.


"Ya ampun Tha, lo kenapa baru saja tiba di disini, jam segini. Lo itu dari mana saja sama kak Azura? Hujan kan sudah reda sedari tadi terus kenapa sekarang lo datangnya sendirian, bukannya lo berangkat bareng kak Azura kan Tha? Kak Azura nya kemana sekarang?" serentetan pertanyaan yang Zee lontarkan sambil terus saja menarik tangan Aretha menuju tenda tempat mereka.


Aretha hanya terdiam saja, tak berniat menanggapi pertanyaan yang Zee ajukan padanya.


"Aretha, kenapa lo diam aja sih dan kenapa itu muka di tekuk aja. Sudah kaya dompet nanggung bulan tau gak sih lo Tha!" Sha-sha.


"Gue gak tau Zee, tuh Beruang Kutub kemana! Tadi pas gue di parkiran gue langsung tinggalin dia." sahut Aretha dari dalam tenda dengan posisinya yang duduk di ambang pintu tenda nya.


Wanita dan mahasiswa fanatik garis keras pemuja Azura pasti akan sangat bangga bisa berada dekat dengannya, melihat Azura yang sepertinya sangat mustahil di gapai mereka, bisa berada di dekat mereka. Lain dengan Aretha yang terus saja berulah dan berdebat dengannya.


"Boleh gue tau alasan lo ninggalin Kak Azura?" tanya Zee menatap intens sahabatnya.


"Kenapa lo bertanya? Karena lo kepo atau karena lo itu perduli dengan sahabat kekasih lo itu?" Aretha malah balik bertanya kepada Zee.


"Ha...ha..ha..." Zee tertawa mendengar penuturan Aretha yang seperti anak kecil yang sedang merajuk dan sesaat terdiam menelisik sahabat baiknya itu.


"Gue itu bertanya karena gue perduli terhadap lo Aretha. Bagaimana bisa gue bertanya, karena gue itu penasaran sama apa yang jadi masalah lo sama si Beruang Kutub. Terlebih lagi lo bilang gue perduli dengan si Beruang Kutub. Ya ampun Aretha lo itu yang sahabat gue bukannya si Beruang, kenapa lo jadi bodoh begini sih."


"Kalau sikap lo begini, gue malah jadinya penasaran kenapa lo kesel banget sama kak Azura sampai-sampai lo itu ninggalin dia dan lo juga sudah lupa ninggalin barang bawaan lo sendiri." ucap Sha-sha yang melihat ke arah Azura yang tengah kerepotan membawa dua koper dan dua ransel.


"Maksud lo Sha?" Zee.


"Tuh lo liat ke sana Zee, itu Beruang kutub yang lagi kerepotan bawa barang-barang miliknya nih manusia aneh bin ajaib" sikutnya pada lengan Aretha. "Gue jadi kasihan deh liatnya."


Aretha menghela napasnya dengan kasar. Lalu berdiri ingin menghampiri Azura namun saat ia ingin melangkah, ia terlebih dahulu melihat Zayn dan Zeo datang menghampiri Azura dengan tawa mengejek.


****************


"Bing." panggil  Zayn dan Zeo bersama sambil menatap intens sahabatnya itu.


"Sejak kapan lo itu buka jasa pengantar? Emangnya uang yang lo dapat dari usaha otomotif volks kurang Bing?" Zayn yakin kalau itu bukan koper miliknya melainkan koper milik Aretha. Pasal nya koper-koper itu berwarna pink soft.


"Gue kira selama ini lo perkasa men, ternyata lo itu perasa." Zeo.


"Maksud lo Ze?" tanya Zayn yang tidak mengerti sindiran Zeo.


"Tuh lo gak liat koper nya berwarna pink, apa gak unyu banget." kini Zayn dan Zeo tak lagi menahan tawa mereka, mereka langsung saja tertawa terbahak-bahak.


"Si*lan lo," menoyor kening mereka berdua yang sedang tertawa. "Bukannya bantuin bawa, malah lo berdua ngejekin gue sambil tertawa terbahak-bahak. Kalau bukan nih cewek rese sepupunya Ammar, nih koper udah gue buang kemana tau." Azura berjalan menghampiri tenda Aretha meninggalkan Zeo dan Zayn yang masih saja belum berhenti tertawa.


Aretha yang sudah melihat kedatangan Azura dengan sigap menyambut Azura di depan pintu luar tenda.


"Kalau kamu begitu sangat cemburu, setidaknya kamu tidak harus melupakan juga barang bawaan kamu. Kamu tidak lihat, aku menjadi bahan ledekan Zayn dan Zeo yang tertawa terbahak-bahak melihat aku kerepotan membawa dua koper pink mu itu. Atau kau sengaja membuat aku, menghukum diri mu." bisik Azura menahan kesalnya, membuat Aretha sedikit meremang ketika terpaan deru hangat nafas Azura menggelitik telinganya.


Aretha berkacak pinggang dan berdecak kesal. "Kalau bantuin orang tuh harus ikhlas jangan ngedumel begitu." Aretha langsung merebut paksa barang bawaan miliknya dari tangan Azura. Ia terus mengumpat dan segera berlalu memasuki tenda dan menutup pintu tendanya tanpa mengucapkan terima kasih terlebih dahulu.


Lagi-lagi Azura hanya bisa sabar dan menghela nafas panjangnya dengan kasar, saat Aretha masuk kedalam tenda dan menutupnya tanpa berkata apapun.


"Dasar wajahnya saja yang terlihat tampan dan mempesona. Tapi kelakuannya seperti tak berperasaan. Udah Kaya soang yang main nyosor saja." umpat Aretha.


"Aretha, Aretha, lo itu beneran aneh. Mana ada mengumpat seseorang dengan kata-kata pria tampan dan mempesona. Lah biasa nya seseorang akan mengumpat dan memaki-maki dengan perkataan yang jelek atau apapun itu yang kasar. Lah lo malahan memakinya dengan menyebut dia itu tampan dan mempesona. Itu sih namanya muji." ujar Sha-sha.


"Gue rasa, ini anak sudah kepincut si Beruang Kutub. Kan gue itu sudah pernah bilang kalau cinta dan benci itu beda tipis, dari sebel jadi bucin akut." ucap Zee.


"Shutt!!" Aretha menautkan jari telunjuknya ke bibir. "Kalian berpura-pura lah tidak mendengar apa yang gue barusan bilang. Lo berdua mengerti kan?"


"Oke, baik lah." jawab Zee dan Sha-sha kompak sambil membentuk tangan mereka dengan jari yang membentuk Oke.👌