WHEN LOVING YOU A MY DESTINY

WHEN LOVING YOU A MY DESTINY
WLYAD 6



Seorang wanita berparas cantik bak Barbie hidup. Dengan bulu mata nya yang lentik, hidungnya yang mancung, bibir sexy berwarna pink blossom, ditambah lagi dengan keindahan kedua netranya yang berwarna hanzel. Menjadikan semua orang yang melihat nya begitu terpesona akan kecantikan dirinya.


Tepat pada tanggal 08. Aretha mendapatkan sebuah gelar sarjana dan bertepatan juga dengan kepulangannya dari Paris.


Setelah beberapa jam berada dalam sebuah pesawat. Akhirnya Aretha dapat dengan nyaman dan lega tengah menuruni anak tangga sebuah pesawat komersial. Langkahnya berjalan sangat begitu terarah dan teratur. Tampilan dengan aksen santai menggunakan baju model sabrina berwarna brown dan celana jeans beige, sehingga memperjelas bentuk tubuhnya. Kaki jenjang berbalut platshoes Docksides senada tak lupa jam tangan dan sebuah tas branded milik brand terkenal memperlengkap kesempurnaan penampilannya.


Aretha menarik koper miliknya dari tempat bagasi menuju pintu keluar terminal kedatangan, membuka sunglasses lalu mengambil ponsel miliknya berniat menelpon untuk meminta di jemput. Aretha sengaja datang sendiri ke tanah kelahirannya dan meninggalkan asisten pribadi yang selalu mengurus kehidupannya selama ini, saat ia berada di Paris.


"Aretha!"


Dengan cepat Aretha menoleh kearah dimana datangnya suara yang terdengar memanggil namanya, kedua netra Aretha langsung menangkap sosok wanita paruh baya dengan wajah yang masih terlihat muda dan begitu cantik yang di balut hijab berwarna hijau botol dan baju bermotif flower tengah berjalan dan langsung berhambur memeluk Aretha ketika ia tepat di depan anak kesayangannya.


"Anak Bunda, Bunda sangat begitu merindukan mu, Nak." Ucap Bunda Alona sembari memeluk erat putri pertamanya yang tengah lama tak di jumpai.


"Aretha, juga sangat merindukan Bunda. Apa Bunda baru saja datang menjemput Aretha setelah selesai mengajar?"


"Terima kasih Bunda. Bunda sudah mau repot-repot menjemput Aretha di Bandara." ucap Aretha tulus sambil mencium kening Bundanya dengan penuh kerinduan. Sungguh Aretha tidak menyangka kalau Bundanya itu mau repot-repot menjemput dirinya sepulang mengajar.


"Tidak merepotkan, Nak. Bunda justru sangat begitu senang bisa menjemput mu. Jadi Bunda bisa langsung memastikan keadaan anak Bunda itu baik-baik saja."


"Mm," Aretha menghujani wajah Bunda Alona dengan ribuan ciuman dan menjadikan sang empu tertawa geli melihat kelakuan anaknya yang tak pernah berubah meskipun sudah lama berada di negeri orang.


Aretha terpaksa harus kembali ke Tanah Air atas permintaan Ayahnya sendiri. Menurut Ayah Arham, Aretha sudah cukup sangat lama dibiarkan sendiri dinegeri orang untuk mengecam kan pendidikannya. Kini saatnya Aretha harus kembali meneruskan pendidikan Kuliahnya di Tanah Air.


"Ayo sayang, pasti anak Bunda sudah sangat begitu lelah kan?"


"Mm, Bunda memang selalu mengerti Aretha." ucap Aretha manja.


mereka pun langsung berjalan kearah mobil. Saat Aretha tengah bejalan kearah mobil Bunda Alona yang sudah siap terparkir. Seketika banyak pasang mata yang melihat ke arah Aretha dengan tatapan iri. Bagaimana tidak? Kehidupan mereka layaknya sebuah cerita dongeng yang bahagia. Keluarga yang terlihat begitu harmonis, saling menyayangi satu sama lainnya, ditambah lagi orang tua mereka memiliki anak-anak yang cerdas dan hebat seperti Aretha. Siapapun pasti sangat begitu iri dengan keberuntungan yang Aretha miliki. Aretha cukup bangga dengan kedua orang tuanya yang selalu mendukung apapun yang di inginkan oleh Aretha. mendukung dan menyemangati dirinya disaat dalam keadaan terpuruk atau bahagia sekali pun.