
Tak terasa hari sudah malam, Aretha pulang diantar kan oleh Azura ke Apartemen. Sesampainya di Apartemen milik Aretha seperti biasa Azura turun dan membukakan pintu mobil untuk Aretha. Tak selang berapa lama dari mereka turun hujan cukup deras pun ikut turun membasahi seluruh bumi disertai angin kencang membuat daun dan ranting-ranting kecil berjatuhan.
"Kak, seperti nya hujan cukup deras dan disertai angin kencang. Sebaiknya kakak ikut masuk kedalam apartemen saja. Jika nanti hujan nya cukup reda baru kakak bisa pulang." saran Aretha.
"Mm, baiklah." jawab Azura.
Mereka berjalan beriringan menyusuri koridor menuju lift. Setelah lift terbuka, keduanya masuk dan Aretha menekan tombol angka menuju lantai 21 dimana letak kamar apartemen nya berada. Mereka berdua terdiam dengan pemikiran mereka masing-masing di dalam lift sehingga bunyi lift menyadarkan mereka dari kebisuan.
Pintu lift terbuka. Mereka segera keluar dari lift dan mereka sampai di depan pintu kamar. Aretha segera mengusap dan memencet tombol password pintu untuk mereka masuk kedalam bersama. Aretha masuk ke kamar terlebih dahulu sedangkan Azura duduk di ruang tamu. Saat Aretha kembali menghampiri Azura terdengar.
Kruk.! kruk..!
Aretha malu, Azura mengangkat satu alisnya sembari menatap Aretha.
"Kamu lapar, Tha.?" tanya Azura yang mendapatkan anggukan dari Aretha.
Azura tersenyum.
"Apa ada bahan-bahan makanan di kulkas kamu.?"
"Ada, tapi hanya ada telur, baksob,dan udang Saja ka, Aretha lupa belanja kebutuhan dapur."
"Mm, aku akan membuat nasi goreng saja." Azura segera berjalan ke dapur untuk membuat nasi goreng spesial udang bakso dan telur mata sapi untuk mereka berdua sedangkan Aretha kembali kedalam kamarnya untuk mandi.
Azura menikmati perannya memasak untuk Aretha. Entah lah ada rasa bahagia dihati Azura saat memasak untuk Aretha dan tanpa sadar ia kembali mengulum senyum sambil terus mengaduk-aduk nasi goreng di wajan. Aroma harum nya tersebar tercium oleh Aretha dari arah kamarnya yang sedikit tidak tertutup.
Azura sudah selesai, nasi goreng spesial udang bakso dan telur mata sapi sudah ia letakkan di atas meja makan minimalis. Aretha keluar dari kamarnya dan menghampiri Azura dengan kaos berwarna hitam oversize berpadu padan dengan hotpants jeans yang menampilkan paha mulusnya. Azura tertegun menatap Aretha, lalu mengalihkan pandangannya ke arah nasi goreng yang ia buat.
"Kamu makan dulu Tha," kata Azura menyodorkan satu buah piring yang berisikan nasi goreng. Lalu mereka duduk berhadapan menikmati nasi goreng spesial yang panas bersama sambil menikmati hujan yang terus terlihat begitu deras di balik kaca samping meja dapur.
Aretha mengangguk sambil terus mengunyah suapan yang barusan ia masukkan ke dalam mulutnya. "Bukan enak, tapi enak banget ka. Gue suka, ternyata kakak jago masak dan ini kedua kalinya Aretha memakan masakan yang kakak buat kan untuk Aretha."
Azura senang Aretha menyukai masakan nya.
Aretha yang sangat lapar lebih dulu menghabiskan nasi goreng nya. Setelah keduanya selesai, mereka kini duduk di ruang tv. Hari sudah sangat malam ketika mereka terus mengobrol dan hujan seperti nya tidak ingin berhenti dan terus saja bertambah deras.
"Kak, sepertinya hujan tak kunjung reda. Hari pun sudah sangat malam dan jam menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Lebih baik kakak menginap saja disini, besok hari weekend jadi tidak terlalu khawatir akan pergi ke kampus."
"Apa, tidak apa-apa jika Kakak menginap di sini.?"
"Tidak masalah kak." sunggut Aretha.
"Baiklah, jika kamu tidak berkeberatan kakak menginap. Apa boleh kakak mandi.?"
"Boleh kak, kakak bisa pakai kaos Aretha yang size nya lebih besar. Sedangkan untuk celana kakak bisa pakai celana tidur milik kak Ammar. Semuanya berada di lemari kamar Aretha dan untuk peralatan mandi yang baru. Kakak bisa ambil di lemari atas wastafel."
"Memang nya ada celana Ammar disini.?" tanya nya yang masih duduk di sofa.
"Ada, Zee yang membawanya. Mereka kadang suka menginap di sini jika mereka ingin berduaan." Aretha berbicara dengan wajah yang sedikit kesal bila mengingat Zee dan Ammar menginap disini pasalnya ia suka menjadi obat nyamuk.
"Berduaan? Memangnya mereka tidak punya tempat untuk berduaan?" seru Azura.
"Mm, entahlah. Aretha suka menjadi obat nyamuk jika mereka disini. Terkadang Aretha memergoki mereka yang berpelukan dan berciuman. Saking kesalnya Aretha sempat menyuruh mereka menyewa satu kamar hotel. Tapi justru mereka tidak mau dengan alasan takut jika kebablasan." adu Aretha pada Azura.
Azura langsung tertawa melihat ekspresi yang Aretha tampil kan dan mengacak rambutnya.
"Nanti jika mereka menginap, kamu langsung saja call kakak. Kakak akan datang buat nemenin kamu biar kamu tidak lagi jadi obat nyamuk mereka." tutur Azura memberikan saran.