WHEN LOVING YOU A MY DESTINY

WHEN LOVING YOU A MY DESTINY
WLYAD 63



Sudah beberapa hari Aretha sulit dihubungi dan menolak panggilan Azura. Bahkan ia menghindari bertemu dengan Azura di kampu, Aretha juga tidak pernah membukakan pintu apartemen nya untuk Azura. Aretha menjalani peran nya dengan sangat baik bahkan sahabat nya pun ikut berakting dengan senatural mungkin bila di depan Azura. Berlaga tidak mengetahui permasalahan mereka, dan menolak untuk ikut campur.


Azura yang merasa begitu khawatir dengan terpaksa, selalu menelpon Zee hanya sekedar menanyakan kabar tentang Aretha. Zee pun terpaksa mengangkatnya dan menceritakan kondisi Aretha yang seperti nya tidak ingin di ganggu. Azura dapat memahami itu.


Berbedahal untuk hari ini, entah mengapa Zee justru menyuruh Azura untuk menemui Aretha dikantin kampus. Azura yang mendapatkan kesempatan itu pun tak mau melewatkan nya.


"Gue, cabut ke kantin dulu Bing." seru Azura pada Ammar seraya menutup MacBook nya.


"Tumben." jawab Ammar.


"Aretha lagi di kantin, ini kesempatan gue."


"Good luck men." hanya kata semangat itu lah yang bisa Ammar lakukan. Menuruti kemauan sahabat nya itu, ya sebelum nya Azura menegaskan pada sahabat nya untuk tidak ikut campur dalam masalah nya kali ini. Cukup mereka ada di samping Azura dan memberikan semangat untuk dirinya berjuang merebut kembali hati gadis yang sudah sangat ia cintai.


"Thank's men, doain gue semoga dia mau nemuin gue."


"Mm." ucap Ammar sambil mengulurkan tangannya yang terkepal.


Azura yang melihat itu pun menyambut nya dengan tersenyum, lalu mereka bertos. Sebelum Azura berlalu meninggalkan Ammar.


Azura berlari, menuju kantin kampus. Seperti yang dikatakan oleh Zee tadi di telepon, bahwa kelas Aretha sedang tidak ada dosen pengampu mata kuliah. Jadi mereka nongkrong di kantin kampus sambil makan.


"Ka Azura?"


Azura baru saja bertemu dengan Sha-Sha yang baru saja keluar dari toilet.


"Iya Sha." sapa Azura.


Sha-Sha tersenyum dan mendekat ke arah Azura. "Lo mau ketemu Aretha?"


"Mm, dia ada di kantin kan?" jawab, sekaligus tanya Azura.


"Ada, tuh lagi makan mie ayam." tunjuk Sha-Sha.


Rupanya benar, Aretha sedang makan mie ayam sambil sesekali terlihat tertawa karena candaan dari galaxy dan Zee yang tengah duduk bersama.


"Ayo ka." ajak Sha-sha pada Azura dan Azura mengangguk menyetujui ajakan Sha-sha.


"Aretha." pangil Azura. Saat ia hampir sampai mendekati Aretha.


Aretha menghentikan aktivitas nya dan menoleh kearah suara yang memanggil nya.


Azura tersenyum, ia refleks memeluk dan mencium pucuk kepala Aretha.


"Ay, sorry." ujar Azura.


Aretha hanya terdiam dan membiarkan Azura untuk memeluk nya. Aretha tidak tersenyum seperti biasanya, seperti saat bertemu.


Beberapa hari ini, ia memang sering terlihat memikirkan Azura. Bahkan Aretha sangat merindukan Azura dan pelukan ini yang paling sangat Aretha rindukan.


"Ayo putus."


Azura melebarkan matanya saat mendengar kata itu, bahkan bukan hanya Azura. Tetapi Zee, Galaxy dan Sha-Sha pun ikut terbelalak mendengar perkataan spontan Aretha yang benar-benar membuat syok. Azura meregangkan pelukannya dan langsung menatap Aretha tidak percaya.


"Ay, are you serious?" tanya nya dingin.


Aretha bangkit dari duduknya, ia menatap Azura. Tatapan mata itu selalu terlihat lembut dan tulus. Meskipun kini guratan wajah nya terlihat dingin dan marah. Aretha membuat keputusan yang sangat besar resikonya karena belum tentu ia bisa mendapatkan seseorang dengan nilai plus yang sempurna seperti dirinya.


"Gue gak mau denger apapun lagi. Gue gak mau ketemu lo untuk sementara waktu ini. Gue masih butuh waktu, kalau lo terus-menerus temuin gue dengan sikap lo yang begini, mungkin gue akan berubah pikiran dan luluh. Gue gak mau ngubah pikiran gue untuk keputusan ini." ujar Aretha.


"Kenapa?" tanya Azura. Jantung nya berdebar, dia tidak menyangka kalau Aretha akan bersikap seperti itu. Bahkan mengambil keputusan ini untuk nya.


"Gue berharap, lo bisa mengerti akan keputusan gue. Dan ngasih gue ruang untuk bisa menenangkan diri atas rasa sakit gue, gue butuh bisa menerima semua ini, sekali pun lo. Orang yang gue sukai."


"Ok, kalau itu memang sudah menjadi keputusan kamu. Aku akan kasih ruang buat kamu. Aku tidak akan menemui mu lagi Aretha, aku berjanji sekalipun kita bertemu. Aku akan menganggap, bahwa aku tidak mengenal mu. Aku akan serah kan semuanya pada takdir. Jika mencintaimu adalah takdir ku, maka aku percaya bahwa kamu akan kembali pada ku. Aku pamit, jaga baik-baik hati mu untuk ku." Azura masih tersenyum untuk kekasihnya bahkan sedikit mengacak rambut Aretha.


Dan Aretha tidak lagi berkata apapun. Dia tidak akan menahan pria tampan yang sedang tersenyum pada nya. Meskipun rasanya ingin memeluk pria itu, tapi ia harus berusaha tetap merasa tak perduli. Demi untuk membuktikan ketulusan cinta pria itu untuk nya, sekaligus meyakinkan dirinya bahwa ia mencintai lelaki itu tanpa masalalunya.


"Aku pergi, gue cabut duluan ya." pamit Azura pada Aretha sekaligus pada sahabat-sahabat Aretha.


Sha-Sha dan Galaxy hanya mampu mengangguk. Sedangkan Zee langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju Azura. Bukan ini yang dimaksud Zee dalam menguji seberapa besar rasa dan perjuangan Azura pada Aretha. Zee sendiri pun sudah bisa melihat bagaimana cara Azura menghargai keputusan Aretha. Dapat Zee simpulkan, bahwa itu sudah dikatakan ia benar-benar mencintai Aretha. Apa harus dengan kata putus untuk menguji nya? Aretha sungguh membuat Zee merasa bersalah pada Azura. Tapi Zee pun tidak mampu berbuat banyak untuk keputusan yang Aretha ambil.


"Ka, tunggu." teriak Zee.


"Ada apa Zee?"


"Ka, maafin sikap Aretha yang sedikit keterlaluan."


"Tidak Zee, itu adalah hal yang wajar bagi Aretha. Lagi pula lo gak usah minta maaf karena tidak ada yang keterlaluan disini. Gue titip dia ya Zee, kabarin gue selalu tentang dia. Gue pasti bakalan khawatir banget dan rindu dia." terang Azura panjang lebar.


"Always ka, lo tenang aja. Dia itu sebenarnya sayang banget sama lo. Cuman agak sedikit gengsi dan keras kepala aja. Jadi ego deh."


"Thank's ya Zee, gue cabut duluan."


"Iya ka." jawab Zee mengangguk.


Zee hanya bisa menatap punggung Azura yang sudah hilang dibalik tembok.


"Gue jadi ngerasa bersalah, karena secara gak langsung. Gue udah bikin hubungan mereka seperti ini." gemuruh batin Zee.


langkah Zee pun berbalik kembali ke meja di mana teman-temannya berada.


#Terimakasih, buat kalian yang sudah mengapresiasi kan karya pertama ku dengan baik.


like, komen, dan terus dukung karya ku ya.🤗