
Saat semuanya hening, tiba-tiba saja sekelompok orang berdatangan dengan sebuah Bouquet flower yang beranekaragam dengan tema bunga masing-masing seperti bouquet flower yang di genggaman Youra. Bertemakan magic in your eyes, kombinasi bunga mawar, soft tulip, Chrysant dan gerbera. Bunga yang di genggaman Tiara bertemakan heart moving, kombinasi mawar, tulip, Chrysant dan Anyelir. Sedangkan bunga yang di pegang Claudia bertemakan my possession kombinasi bunga mawar soft pink, tulip putih dan Chrysant ungu serta carnation pink. Meskipun tidak sampai ratusan setidak nya sudah mewakili apa yang menjadi salah satu mimpi Aretha. Mereka semua menghampiri Aretha dan Azura yang masih berdiri menatap satu sama lain nya. Sekelompok orang tersebut tak lain dan tak bukan adalah sahabat dari Aretha,vAlricks cs, ka Tiara,vka Arash, dan adik tercinta Azura, beserta tim para pekerja cafe Tiara.
Mereka semua menyerukan sesuatu pada Aretha.
Terima..
Terima..
Terima..
Dibantu oleh seruan pengunjung cafe.
Jawab..
Jawab..
Jawab..
Begitulah sorak-sorai para pengunjung cafe Tiara saat ini yang sedang melihat momentum romantis Azura. Bahkan ada dari beberapa pengunjung yang mendokumentasikan nya dalam bentuk video.
Semua orang yang berada di dalam cafe meneriakan kata yang sama.
"Aretha, maukah kamu menjadi kekasih ku?" Azura kembali mengulang kata-kata nya. Sambil menggenggam kedua tangan Aretha.
Aretha masih tidak mampu berkata-kata, ia menangis haru. Airmatanya tak terbendung lagi. Hanya mampu menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Azura. Kemudian menjatuhkan tubuh nya di dalam pelukan Azura.
Yeeeeeee!
Teriakan semua orang di tempat itu. Menambah haru moments romantis Azura dan Aretha sambil bertepuk tangan sebagai resminya hubungan mereka.
"Cie, cie, akhirnya ada yang jadian juga." ucap Zee ditengah-tengah akhir momentum.
"Mm, gue iri. Akhirnya terwujud juga salah satu mimpi lo Tha, gue boleh minta tukaran pacar gak?" ledek Sha-sha.
"Enak aja." sangah Aretha cepat masih dalam pelukan Azura.
"Tuker tambah deh, gue ikhlas." Sha-sha masih berusaha meledek. Namun Zeo hanya mampu menelan salivanya dengan kasar, melihat kelakuan kekasih nya. Sementara itu yang lainnya pun hanya tertawa dan tersenyum.
...****************...
Tak lama setelah moments itu, akhirnya para sahabat-sahabat mereka ikut bergabung dan berkumpul dalam satu meja yang sama. Aretha benar-benar di berikan suprise yang luar biasa dengan kejadian barusan.
"Gimana rasanya, Tha. Pasti bahagia banget kan?"
"Pasti, ini ide lo berdua?" tanya balik Aretha.
"Ye, ditanya malah balik nanya. Kebiasaan deh lo!" kesel Sha-sha. "Jawab dulu pertanyaan gue, baru gue jawab pertanyaan lo."
"Udah pasti, gue bahagia banget lah. Gak usah lo tanya juga seharusnya lo udah bisa nebak oncom." bisik Aretha.
"Gue pingin denger langsung dari Mulut elo. Sebenernya, ini emang udah rencana nya ka Azura sama anak-anak Alricks. Tapi gue sama Zee yang minta buat ditambah properti puluhan bunga. Saat gue di apartemen lo tadi, kak Zeo chatting gue dan minta buat gue kesini. Ternyata untuk ini, yaudah kenapa gak sekalian aja gue wujudkan mimpi lo."
"Ahh, kalian bestie gue yang paling pengertian." Aretha memeluk Zee dan Sha-sha.
"Aretha selamat ya," kakak Tiara memeluk Aretha dengan begitu erat.
"Terimakasih banyak ka." balas Aretha yang juga memeluk erat Kak Tiara.
"Kakak tuh seneng banget, pas dapat chat dari Mommy. Mommy bilang kalau Azura minta izin buat dia buka hatinya lagi untuk seseorang dan kakak yakin banget itu kamu."
"Terus ka" penasaran Zee dan Sha-sha.
"Kok kalian sih yang penasaran, sedangkan Aretha nya aja hanya senyam-senyum begitu." protes ka Tiara.
Sha-sha mengangguk kecil.
"Ah kalian ini, selalu saja membela diri." Tiara kembali melanjutkan ceritanya. "Gak lama, dering ponsel kakak berbunyi. Azura lah yang menelpon, Azura meminta kakak untuk memberikan space di sudut buat acara dia. Setelah itu telpon nya di tutup, selang beberapa menit satu persatu anak-anak Alricks berdatang ke dalam cafe, mereka bilang Azura yang menyuruh mereka untuk kesini karena ada sesuatu yang ingin ia katakan dan minta bantuan mereka. Lalu terlaksana deh konsep dengan ornamen romantis ini. Ditambah sahabat kamu bilang ke Azura, untuk membelikan bouquet flower ratusan." jelas Tiara.
"Dikira Abang gue mau buka toko bunga, Abang gue itu cuman mau nembak cewek." cibir Youra yang baru saja menghampiri mereka.
"Ini anak kecil ikut-ikutan aja, tumben kamu ada dicafe ka Tiara. Biasanya selalu sibuk diluar rumah, emang gak malam mingguan." tanya Zee yang memang sudah kenal baik dengan Youra.
"Gimana mau malmingan, orang aku aja jomblo."
"Ha.ha.ha.ha.." tawa Zee, Sha-sha dan ka Tiara pun terdengar riuh. Sementara Azura, Arash dan anak Alricks pun takalah riuhnya dari mereka.
Tak terasa hari sudah malam, semua memutuskan untuk kembali pada aktivitas mereka masing-masing. Zayn dan Claudia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena harus menghadiri acara pertunangan sepupu Zayn, sedangkan Zeo dan Sha-sha kompak buat pergi bermalam mingguan berdua. Sedangkan Arash, Tiara dan Youra sudah kembali pulang ke rumah utama. Kini hanya tersisa pasangan Ammar dan Zee, serta Azura dan Aretha yang masih di cafe.
"Lo mau balik ke Bogor atau mau balik ke kosan?" tanya Aretha pada Zee.
"Gue gak balik tha, bonyok gue lagi ada di yogyakarta. Kalau gue balik percuma juga sendirian." Jawab Zee.
"Terus kalian mau kemana.?" Aretha kembali bertanya.
"Gue gak tau juga mau kemana, gue ikut ka Ammar aja."
"Kak, habis ini kita mau kemana?" tanya Aretha pada Azura.
"Terserah kamu, kalau kamu lelah dan mau pulang ke apartemen. Aku antar kamu pulang. Tapi kalau kamu masih mau sama aku kita lanjut pergi berdua."
"Aretha boleh minta satu permintaan?"
"Boleh, lebih dari satu permintaan pun juga boleh." ucap Azura lembut sambil mengusap-usap pucuk kepala Aretha.
"Woii, masih ada kita berdua disini. Emang ya kalau awal-awal jadian mah manis banget. Serasa dunia milik berdua dan yang lain nya ngontrak." seru Zee.
"Yelah Zee, kemarin-kemarin gue yang jadi obat nyamuk lo. Sekarang kan gue juga punya. Jadi bisa kali gue mesra-mesraan."
"Enak aja, gak boleh. Awas aja ya lu Bing nyampe macam-macam sama Aretha. Gue gak bakalan biarin lo." seru Ammar.
"Kan Aretha men, yang macem-macem. Kenapa lo sewot nya ke gue." balas Azura sengit.
"Lo kan cowok disini, ya lo lah yang gue wanti-wanti." Ammar tak mau kalah.
"Kok, jadi kalian yang malah ribut." Zee menengahi. "Habis ini kalian mau kemana? mau barengan atau cabut sendiri-sendiri."
"Gimana kalau barengan aja, kita ke pantai berempat." seru Aretha memberikan saran.
"Gak mau, mending kita berduaan aja." tolak Azura.
"Gue setuju" seru Ammar dengan cepat.
"Kenapa lo setuju, gue gak mau. Ini masih moments gue dan gue mau berduaan sama Aretha. Bilang aja lo mau nyantronin gue sama Aretha kan?"
"Elu kira gue hansip."
"Yaudah, kalau kalian berdua masih ribut begini. Mending Aretha sama Zee aja yang jalan ke pantai berduaan sambil cari kecengan baru."
"Gak, enak aja." Azura langsung menarik tubuh Aretha kedalam pelukannya.
"Cih, sejak kapan lo mulai posesif begitu?"
"Yaudah, kita berempat." akhirnya Azura memutuskan untuk mengalah.
"Nah gitu dong, muaccch" Aretha mencium pipi Azura sekilas, sedangkan Azura tersenyum tersipu Malu atas ulah Aretha.