
Saat Zeo sedang melajukan kuda besi mewahnya menuju gerbang kompleks untuk kembali pulang ke rumah. Tidak sengaja, Zeo melihat Sha- sha sedang di tarik oleh laki-laki untuk memasuki mobil secara paksa.
"Ayo cepet masuk!!" ucap laki-laki bertubuh tinggi besar sambil menarik-narik tangan Sha-sha untuk memasuki mobilnya. Sedangkan Sha-sha berusaha berontak untuk mencoba melepaskan diri.
"Lo mau nurut sama gue, atau..."
"Atau apa, lo mau pukul gue? Nih lo pukul." ucap Sha-sha kencang, sambil menunjuk-nunjuk ke arah wajahnya. "Bagian mana yang mau lo pukul? Gue udah capek sama sikap lo." hiks..hiks.. cairan bening yang berusaha dia tahan akhirnya tumpah setelah dirinya merasa sangat kecewa.
"Gue udah nggak mau berhubungan sama lo lagi. Gue kira setelah kita bersama, gue akan bahagia. Tapi ternyata gue salah, gue salah menilai lo. Gue kira lo itu adalah sebagian dari kebahagiaan gue tapi justru kenyataannya gue terlalu capek memperjuangkannya sendirian. Selama dua bulan ini, lo selalu nyakitin perasaan gue. Lo egois dan lo hanya menuntut gue tanpa perduli mau gue itu apa? Kita juga sudah berakhir. jadi sudah tidak ada hubungan apa pun yang mengikat gue." Kata Sha-sha memberanikan diri karena memang sudah tidak tahan lagi dengan sikap kekasihnya itu.
"Oh, rupanya lo sudah bisa membangkang ya?!" sambil melayangkan tangan kekarnya kearah Sha-sha. Namun belum sempat mengenai wajah Sha-sha, ada sebuah tangan yang menghalau dari arah belakang Pria itu. Zeo yang sedari tadi hanya memperhatikan dan tidak ingin ikut campur urusan mereka. Namun, melihat perlakuan Lelaki itu yang berusaha main tangan membuat Zeo akhirnya harus masuk kedalam pertengkaran mereka.
"Heits, Bro. Lo jangan kasar dong, jangan main tangan begitu sama Perempuan."
"Lu siapa??" menepis tangan Zeo kasar.
"Santai Bro, gak perlu tau gue siapa. Yang perlu lo tau, gue gak suka ada pria Pengecut yang kasar sama Perempuan!"
"Diem lo, lo gak usah ikut campur urusan gue." sambil berusaha menarik kembali tangan Sha-sha. Dengan cepat Sha-sha pun berlari ke belakang Zeo.
"Ka." ucap Sha-sha lirih.
"Gue nggak akan ikut campur kalau lo gak kasar sama Perempuan, Bro. Dan lo liat sendirikan ini Perempuan juga kaga mau ikut lo." Ujar Zeo dengan intonasi yang terlalu datar.
"Gue ini pacarnya, jadi gue berhak atas dirinya." bentak cowok tersebut.
"Oke, gue gak tau permasalahan lo apa sama dia. Yang jelas tindakan lo itu sudah salah. Lagian baru pacar kan?? Hak lo apa sampai-sampai lo bisa bertindak seenaknya begini?"
"Ck, apa lo itu selingkuhan ini ******? Sudah sampai mana dia ngasih, apa semuanya sudah dia kasih ke lo? Ternyata selama ini dia berpura-pura lugu tapi nyatanya munafik dan di belakang gue dia jadi ****** kecil."
Bugkh!!
"Lo mau cabut atau gue akan bertindak lebih dari ini." papar Zeo memberikan warning.
Bugkh!!
Zeo yang belum siap menghindar akhirnya terkena pukulannya juga.
"Bugkh!!" balas Zeo.
"Bugkh!!" balas pria itu tak terima dan tak mau kalah.
"Awas Kak Zeo, tolong.. tolong.." teriak Sha-sha yang sudah tidak tau lagi cara memisahkan mereka.
Setelah melihat beberapa orang yang berusaha menolong mereka, akhirnya Tama pun cabut. Ya Tama adalah mantan kekasih Sha-sha yang tidak terima jika Sha-sha memutuskan hubungan mereka secara sepihak.
"Ka..hiks..hiks..Ka Zeo maafin Sha-sha, ini semua salah aku Ka." ucap Sha-sha.
"Sudah lah Sha, ini gak apa-apa kok, ini hanya luka kecil saja." pekik Zeo mengelap darah segar yang mengalir di ujung bibirnya.
"Aku boleh tau itu siapa Sha?" akhirnya Zeo bertanya juga karena rasa penasarannya sudah di ubun-ubun.
"Itu mantan aku Kak, dia masih ngejar-ngejar aku setelah aku putusin."
"Lo yang mutusin?"
"Iya." Jawabnya sambil menghapus sisa tangis di matanya yang lentik.
"Haa..haa.haa.haa.." tawa Zeo menggelar.
"Kok Kakak ketawa sih, emang ada yang lucu?" memanyunkan bibir tipis miliknya.
"Lo bisa nggak sih jangan seperti itu" menatap Sha-sha yang tertawa.
"Maksud Kakak apa?"
"Gue gak tahan kalau lihat lo begitu Sha, gue takut khilaf nanti." ledek Zeo.
"Ish, kakak apaan sih!" mode malu-malu kucing.
"Sha." panggil Zeo lembut.
"Iya." jawab sha-sha.
"Gue suka sama lo!!" seru Zeo to the point.
"Beneran, Shakira Chanikarn Andini. Gue gak lagi becanda. Gue sudah mulai suka saat pertama kali kita bertemu dan lo menanyakan hal konyol itu di kelas."
"Sha-sha gak percaya sama Kakak." sambil berjalan.
"Eish, mau kemana?"
"Gue anterin lo balik ya, nanti mantan lo nungguin lo di depan gerbang rumah lo lagi!"
Seketika sha-sha pun memberhentikan langkahnya dan langsung memukuli dada bidang kekar Zeo.
"Aduh," pekik Zeo, meringis kesakitan.
"Kakak, Maaf Ka, Sha-sha gak maksud nyakitin ka Zeo."
Tanpa aba-aba Zeo pun menarik tangan Sha-sha sehingga Sha-sha pun membenamkan kepala itu ke dada bidang kekar milik Zeo. Dan Zeo pun memanfaatkan kesempatan untuk memeluk Sha-sha.
"Ka," sambil menegakkan kepalanya ke arah Zeo dan berusaha melepaskan diri.
"Sebentar saja Sha, lo dengerin irama detak jantung gue kalau gue beneran serius suka, sayang, dan cinta sama lo, Sha."
Sha-sha pun mempererat genggaman tangannya untuk membalas pelukan hangat yang memberikan kenyamanan untuk dirinya.
"Ka, apa Kakak beneran suka Sha-sha?"
"Mm,"
"Sha-sha mau memberikan kesempatan itu sama Kakak. Tapi, Sha-sha takut Ka."
"Sha, coba kamu tatap aku. Aku berjanji akan memberikan kebahagiaan untuk kamu." Ucap Zeo meyakinkan Sha-sha tapi Sha-sha menatap ragu kearah Zeo.
"Eits, gak janji deh."
"Kenapa Ka? Tuh kan, Kakak aja tidak bisa berjanji." mode rajuk on. "Bagaimana aku bisa percaya, bahwa Kakak itu benar-benar tulus menyukai aku." pekik Shakira.
"Aku tidak akan berjanji, sebab aku takut mengingkarinya sha. Tapi aku akan membuktikan bahwa aku mencintaimu dengan berusaha ada untuk kamu, menyayangi mu, dan melindungi kamu."
"Hem, cie, cie, yang udah mode aku, kamu, tadi masih lo dan gue ke Sha-sha."
"Shakira!"
"Maaf ka."
"Jadi gimana? Kamu mau jadi pacar Kakak gak?"
"Gak." menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah Kakak tidak akan memaksa kamu." seru Zeo lesu.
"Sha-sha gak bisa Ka, Sha-sha gak bisa." menjeda ucapan nya. Lalu berkata. "Nolak maksudnya." sambil berlari.
"Shakira, jadi kita beneran pacaran?" ucap Zeo tak percaya.
"Emm," mengangukan kepala.
"Terima kasih ya Sha." menyusul Sha-sha sambil mendorong motornya.
"Aku anterin kamu pulang ya?"
"Gak usah Ka." tersenyum.
"Loh kenapa? Kamu nggak mau kalau aku anterin kamu pulang?"
"Bukan nggak mau Ka, tapi sekarang kita sudah di depan rumah aku."
"Oh" Zeo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Lalu mereka pun tertawa bersama.
"Muach." kecup Zeo, yang tidak tahan melihat wajah gemus Sha-sha.
"Ka!" Shakira merona malu dan terpaku memandang sang pencuri kecupan. Antara percaya dan tidak.
Setelah tiga hari berlalu dari kejadian itu. kini mereka telah resmi menjadi sepasang kekasih. Meskipun sangat singkat kisah mereka, tapi Zeo akan menepati janjinya. Meskipun Zeo terlihat selengean, bukan tetapi Zeo laki-laki yang tak bisa di pegang omongannya bukan? Zeo itu adalah lelaki yang bertanggung jawab.