
Pukul.06.00 di sebuah Apartemen Luxury Residence.
Seorang wanita cantik membuka gorden berwarna nude dibalut dengan perpaduan antara warna brown yang bercorak zig-zag yang menampilkan ruangan bergaya minimalis klasik.
Sejenak ia menatap ke arah luar, memandang seluruh kota Jakarta yang sudah di penuhi padatnya kendaraan dan gedung-gedung yang menjulang tinggi. Ia melangkah kan kaki nya menuju dapur, menyiapkan roti bakar selai strawberry kesukaan nya dan susu coklat hangat untuk di santap nya sebelum mandi dan berangkat ke kampus.
Tring!!
sebuah dering notifikasi di layar pipih nya, terdengar nyaring sehingga membuat Aretha mengambil benda tersebut dari atas nakas.
💌 Chat Azura:
Tiga puluh menit lagi aku akan sampai untuk menjemput.
💌 Chat Aretha.:
Oke ka,aku siap-siap dulu.
Hampir 10 menit berlalu,kini Aretha beranjak pergi ke kamar mandi,menanggalkan seluruh pakaian yang menempel di tubuh nya dan langsung masuk kedalam shower room. Usai membersihkan seluruh tubuh nya, Aretha kembali melanjutkan langkahnya menuju walk in closet mencari baju yang akan di pakai nya ke kampus hari ini, tidak lupa juga Aretha memoleskan makeup tips kewajah cantik nya lalu menyemprotkan parfum kesukaan nya. Yaitu parfum yang beraroma Japanese Cherry blossom dari brand terkenal ch*n*l. Disaat memakai jam di tangannya, Aretha tersadar kalau waktu berangkat ke kampus dan menunggu Azura. Aretha kembali mengambil tas dan turun ke lobby.
Di sisi lain, Apartemen P'avenue park.
seseorang yang kini juga baru selesai keluar dari kamar mandi, yang hanya memakai handuk yang menutupi sebagian tubuhnya. Tengah di sibukan oleh rengekan manja seorang wanita tercinta nya yang meminta di belikan tas harga ratusan juta rupiah, keluaran terbaru dari brand ternama "Lo*is Vu****n" dan mengajak nya ke sebuah pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta siang ini.
"Pokoknya aku mau di belikan tas itu dan beli nya hari ini. Setelah aku pulang dari sekolah, aku langsung menuju kampus kakak." teriak Youra di seberang telepon.
"Astaga Youra kashi Eglar Albareesh, kenapa kamu selalu merengek hanya kepada aku. Kenapa tidak kamu minta Daddy, Mommy, atau bahkan Abang Arash!" kesel Azura. pasal nya baru kemarin diri nya merengek meminta handphone keluaran terbaru dari merk apel digigit itu.
"Ish, Dad and Mom tidak ada. Dad and Mom sedang berada di Korea sekarang. Kalau sama abang emp..amp.." Youra tidak meneruskan ucapannya.
"EMP, AMP, APA HAH.?" teriak Azura kesal.
"Emp, baru tadi malam aku di belikan sepatu oleh kak Tiara karena Abang sudah berjanji, namun tidak bisa menemani ku karena ada meeting dadakan. Jadi, sebagai gantinya abang Arash meminta kak Tiara menemani ku membelikan apapun yang aku mau. Aku memilih sepatu." ucap Youra berbisik pelan, namun masih cukup bisa di dengar oleh Azura.
"Aish, Youra kenapa kamu menjadi seperti ini sih? Kenapa sejak kamu sekolah di SMA Angkasa school, kamu sering membeli barang-barang yang tidak kamu butuhkan. Aku sudah sering mengatakan nya kepada mu. Beli lah barang yang sesuai dengan kebutuhan mu bukan sekedar yang kamu inginkan. Kamu tidak tahu bagaimana Dad, aku dan kak Arash bekerja untuk kalian, bukan kami tidak mampu membelikan apapun pada kalian dan juga bukan kami tidak ingin membahagiakan kalian. Tetapi, kami juga harus mendidik kalian untuk tidak menghamburkan uang untuk hal yang tidak perlu."
memang Azura tidak pernah bersikap boros dan memanjakan Adik Atau Mommy nya untuk sesuatu hal yang kurang bermanfaat baginya. Lain hal nya dibandingkan Abang nya Arash dan Dad nya, mereka akan menuruti apapun yang diminta Adik, Mommy, atau wanita nya, asalkan mereka senang.
"Pokoknya, aku harus mendapatkan nya hari ini. Karena ini menyangkut hidup dan mati ku. Setelah itu aku berjanji tidak akan menghamburkan uang lagi." Youra berkata sambil mematikan telpon nya.
"Aish, pagi-pagi sudah ada saja yang membuat aku pusing dan kesal." sambil mengacak rambutnya yang basah.
Azura melempar kan handphone nya ke kasur dan menuju walk in closet. Memakai baju santai yang biasa ia kenakan saat kekampus menjadikan penampilan nya yang sederhana namun tetap terlihat sangat keren.
Waktu menunjukkan pukul 06.30, Azura kini meminum susu hangat buatan nya, mengambil tas, handphone dan kunci mobil, lalu berjalan keluar lift dan menuju mobil Bugatti la vouture noire yang terparkir di basment Apartemen P'avenue park. Ia langsung melajukan mobil, melesat cepat menuju Apartemen Aretha untuk segera menjemput nya.
...****************...
"Aretha?" teriak sha-sha yang baru memasuki kelas.
"Ya" jawab Aretha sambil memeluk sha-sha.
"Ya ampun sha, kok gue rindu kalian ya."
"Aduh, ya ampun yang lagi berpelukan sampai gak lihat pangeran berkuda besi ini masuk kekelas." rajuk Galaxy.
"Ay lax," peluk Aretha kepada laxy. galaxy pun menerima pelukan Aretha.
"Hay lax," ucap seseorang mengikuti ucapan Aretha dan mengumpat dari balik pintu.
"Plak.!!" tepuk seseorang yang berada di belakang nya.
"Ngapain lo berdiri di sini ??" tanya Ammar.
"Gak ngapa-ngapain." berlalu pergi.
"Kenapa sama ka Azura yank?"
"Entahlah, sana masuk. Aku ke kelas sekarang." mengusap lembut pipi Zee.
"Aretha" teriak Zee yang ketika melihat Aretha sedang tertawa bersama sha-sha langsung berlari kecil ke arah mereka.
"Aretha, sha-sha, dan galaxy, pagi. tersenyum "Kenapa yah, hari ini gue ngerasanya..."
"Ngerasa nya apa Zee,?" ucap seseorang yang sudah masuk kedalam kelas mereka.
"Rasanya, Rindu" ucap Zee yang tanpa menengok kebelakang.
"Emang nya lo rindu siapa?"
"Zee, ehemm." Sha-sha mencoba memberikan kode pada Zee. Namun Zee tidak menyadari nya.
"Rindu." Zee mulai menyadari kalau suara itu bukan suara Galaxy yang sedang di belakang nya.
"Rindu? Rindu Siapa?" dengan suara yang terdengar begitu dekat.
Zee langsung menengok kebelakang. Sehingga tubuh nya langsung berdiri tepat di dekat Ammar berdiri.
"Gak yank, kok kamu ada di sini sih?bukan nya kamu sudah ke kelas?" gugup Zee yang langsung di sambut sorakan mahasiswa-mahasiswi lain nya.
Tak lama Alricks cs pun datang bersamaan dengan pak Bambang.
"Ehem, pagi semua. Saya hari ini tidak mengajarkan materi pelajaran pada pagi ini. Tetapi kakak senior kalian yang akan mengambil alih kelas saya kali ini. Maka dari itu saya persilahkan kepada Azura sebagai ketua B*M yang akan menjelaskan dan saya pamit undur diri." ucap pak Bambang.
Setelah pak Bambang keluar terdengar bisik-bisik mahasiswi kelas Aretha yang membisikkan sesuatu pada sesama teman sebangku mereka.
"Mm, mimpi apa gue semalam. sampai pangeran gue ada di kelas ini." seru dari arah belakang Zee dan Aretha duduk.
"Ya ampun, personil Alricks cs emang gak ada yang bisa ngalahin ketampanan nya. Terutama ka Azura, em tuh liat gak senyum aja bikin gue klepek-klepek, apa lagi dia senyum. Bisa mati berdiri kali gue." seru dari arah kanan mereka.
"Ya ampun pesonanya jodoh orang, mengalihkan dunia gue." dari arah kiri bangku Aretha.
"Ish, lebay banget sih lo" teriak Aretha di tengah-tengah penjelasan Azura, Aretha yang merasa geram karena tak tahan mendengar mereka memuja-muja Azura.
"Bisa kamu ulangi, perkataan kamu barusan?" pinta Azura pada Aretha.
"Mm, bukan itu. Mm anu, apa sih?" tanya Aretha pada Zee.
Namun zee hanya mengedikkan bahu tanda tak tau, sambil menahan tawanya.
"Ish, sial." Aretha.
"Kenapa Mm itu? Mm anu?" Azura berjalan menghampiri Aretha.
"Mm anu." Aretha gugup.
"Anu nya emang gede, gak usah di perhatikan begitu." ucap Zayn yang tertawa melihat wajah Aretha yang sedang kebingungan.
"Sontak membuat Aretha langsung memandang ke arah anu Azura." yang langsung membuat Zayn dan Zeo tertawa terbahak-bahak di iringi tawa yang lain nya.
"Bisa diam" seru Azura dingin dan lantang.
"Kamu" tunjuk Azura kepada Aretha. "Bisa kamu maju kesini?"
"Saya." tanya Aretha pada Azura.
"Ya, siapa lagi. cepat." titah Azura.
Aretha berdiri dan berjalan dengan tergesah-gesah, saat berada tepat di depan Azura. Kaki Aretha tersandung bangku dan tanpa sengaja Aretha terjatuh dan memegang anu Azura.
"YEAAA, DASAR CEWEK BAR-BAR." teriak Azura marah.
"Ma...maaff...kak, aku gak sengaja." ucap Aretha terbata-bata.
"Sekarang juga lo keluar dari kelas ini dan pergi ke ruang khusus Alricks. Lo tunggu gue disana.!" di kampus ini memang sudah di request oleh Azura untuk memberikan fasilitas khusus untuk Alricks.
Aretha hanya mengangguk kan kepala nya pelan.
..."ish, bodoh banget sih gue."batin Aretha....
"Mar, lanjutin. Gue urus sepupu lo dulu."
"Jangan lo apa-apain bro." pesan Ammar.
Setelah Azura keluar ruangan, Zayn dan Zeo tertawa melihat wajah Azura yang merah bagaikan kepiting rebus karena menahan malu.
...****************...
"RUANG KHUSUS ALRICKS"
Brakk!!
suara bantingan pintu.
"Maksud lo apa tadi hah? Lo mau mempermalukan gue?" mencengkeram erat wajah Aretha.
"Gak kak, Aretha gak sengaja. Sumpah Aretha beneran gak sengaja, tadi kaki Aretha kesangkut kursi karena tadi kakak nyuruh Aretha buat buru-buru maju ke depan." dengan nada suara yang sendu dan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Jadi lo nyalahin gue?"
"Bukan begitu ka, bukan be..hiks..hiks..gitu..hiks..hiks... sumpah beneran Aretha gak sengaja, dan hiks..hiks..gak ada maksud bu..emmmtt" ucap Aretha terputus, karena Azura membungkam mulut Aretha dengan mulut nya dan sehingga membuat mata Aretha langsung membulat sempurna.
"Deg...deg...deg..." terdengar suara detak jantung Aretha yang syok, bagaimana bisa dirinya di cium di ruang khusus Alricks.
Setelah beberapa detik, Azura menyudahi kecupan nya.
"Manis" sambil mengelap sisa-sisa ciuman nya tadi di bibir Aretha. "Itu hukuman buat lo hari ini karena udah lancang megang anu gue." bisik nya dan tersenyum licik lalu ingin meninggalkan Aretha yang masih terpaku di tempatnya berdiri.
Azura melihat leher Aretha yang tengah terbalut cantik oleh sebuah kalung dengan liontin sebuah cincin yang begitu sangat mirip dengan cincin milik nya yang hilang. Namun karena rasa kesalnya kepada Aretha saat ini, entah karena kesal pada Aretha yang memegang anu nya atau karena kesal melihat Aretha berpelukan pada sahabat nya. Azura lebih memilih meninggalkan Aretha dari pada harus bertanya tentang Cincin itu sekarang.
Beberapa menit kemudian Aretha tersadar. "Dasar cowok mesum, seenak nya aja bikin hukuman kaya gitu." kesel Aretha yang melihat Azura langsung pergi begitu saja meninggalkan nya tanpa merasa berdosa.