
Lagu dari Jamie Miller. -Here's your perfect, sedikit meredakan kebisingan. Aretha menatap kearah Azura yang menyendok croffle dengan topping strawberry milik Aretha kedalam mulutnya tanpa meminta izin kepada Aretha terlebih dahulu.
"Ka, itu bekas aku. Kakak tunggu saja sampai pesanan kakak datang." ucap Aretha yang merasa tak enak, bila Azura memakan makanan bekas nya.
"Kenapa jika ini bekas kamu? aku bahkan rela makan dari mulut mu langsung." ucapnya Santai tanpa beban.
Mendengar perkataan pria tampan yang agak sedikit kurang waras, Aretha terbelalak dan memelototi Azura.
Azura bahkan tak perduli terhadap wanita yang tengah memelototi nya saat ini.
Sedangkan Zee, menutup mulutnya. Kaget mendengar celotehan Azura yang santai seakan tak masalah bila orang lain mendengar nya.
"Lo jangan macem-macem ya Bing sama Adik gue." Ammar merasa kurang suka dengan ucapan sahabat nya kali ini.
"Memang nya kenapa kalau gue macam-macam Men. Lo mau bunuh gue? bahkan, gue rela mati asalkan lo paham kalau gue suka sama adik sepupu lo."
Plaakk!
"Ngomong lo ngaco." Ammar memukul pelan kepala sahabat nya yang mulai error.
"Cie ada yang nembak secara gak langsung nih.!" Ucapan Zee berhasil membuat wajah Aretha terlihat merona.
Belum sempat mengelak omong kosong belaka Zee, ka Tiara dan ka Arash datang membawakan pesanan Azura dan Ammar di nampan yang di bawakan Arash.
"Pesanan spesial, karena gue yang antar langsung." Arash.
"Cih, sok-sokan." oceh Azura.
"Di depan pacar tuh harus nya ja'im, jangan terlalu urakan. Nanti Aretha ilfil."
Ammar kembali menengok ke arah Azura. Lalu bergantian menatap Aretha, seakan bertanya apa ia mereka jadian? sedangkan, Azura juga langsung menatap ke arah Abang nya yang sedang cekikikan melihat keduanya menjadi blushing berjamaah.
"Bang lo jangan Ngadi-ngadi deh. Dari mana lo bisa bilang gue pacaran sama Aretha.?"
Aretha langsung saja menundukkan kepala. Ia merasa malu dan terpojokkan lantaran sedari tadi mereka terus saja menggoda.
"Aduh ngapa jantung gue jadi Dag, Dig, Dug, Ser begini dah. Padahal cuman guyonan." batin Aretha.
"Cie ada yang malu-malu kucing nih," bisik Zee.
"Andai beneran bang, gue pasti bahagia banget sekarang. Tapi gue masih takut buat memulainya kembali." batin Azura.
Godaan mereka terhenti ketika Zayn datang dengan keadaan yang lusuh. Mata menghitam, baju yang terlihat lecek dan berantakan, serta bau alkohol yang menyengat.
"Lo apa-apaan men, datang kesini dengan penampilan lo yang urakan begitu." sanggah Azura sinis.
Ammar menahan Azura untuk bangun. Sedangkan pasangan Arash dan Tiara langsung permisi pada semuanya ketika arah jarum jam sudah mulai menunjukkan ke arah lima sore. Ia harus segera menjemput anak nya Arashtiar di rumah orang tua Tiara.
"Maaf semua nya, Kakak tinggal ya. Untuk makanan kalian hari ini tidak usah dibayar kan. Sudah dibayarkan mas Arash, kalian tinggal pesan saja apa yang ingin kalian pesan. Kakak juga sudah bilang Rianna dan Bram untuk membantu menyiapkan berbagai pesanan kalian."
"Makasih ka buat hari ini."vAretha tersenyum manis dan disambut Tiara dengan usapan lembut di punggung Aretha, lalu mencium puncak kepala nya.
"Terimakasih sudah digratiskan ya ka." sahut Zee, dan juga mendapatkan perlakuan yang sama seperti perlakuan nya pada Aretha.
"Thanks bang, ka Tiara, atas jamuan makan gratis nya." Ammar.
"Thanks bang, ka." Azura. Ia masih terlihat begitu kesal dengan kedatangan Zayn.
"Tidak perlu emosi, mungkin saja ia butuh bantuan dan waktu kalian. Sambut dengan baik dan dengarkan yang menjadi keluhan nya." bisik Arash pada Azura.
Azura menghela nafas dan mengangguk.
"Hati-hati di jalan ya ka." Aretha dan Zee melambaikan tangan kepada ka Tiara, Tiara menengok ke belakang dan kembali menyambut lambaian mereka sebelum membuka pintu untuk keluar.
"Kenapa keadaan lo seperti ini Bing.?" Ammar kembali fokus pada Zayn.
"Apa gue harus cerita disini." tanya nya.
"Tidak usah berkelit, jelas kan saja." Zura.
"Lo, gak suka gue disini Bing.?"
"Bukan gue gak suka lo yang ada disini. Tapi gue gak suka lo yang berpenampilan seperti ini, dengan bau minuman yang bisa tercium dari jauh. Lo bisa cium bagaimana diri lo sekarang? Berapa botol yang udah lo habis kan semalaman. Hum? Kita semua nya sudah janji men, seberat apapun masalah yang kita hadapi. Jangan lagi lo kembali ke club' dan menghabiskan banyak botol minuman. Semua itu hanya akan mempersulit lo, bukan nya menyelesaikan permasalahan yang lo hadapi. Beruntung lo ada kita, gue.? Sedangkan gue dulu. Please, Jangan lagi lo ulangi kesalahan yang sama seperti gue. Bahkan, sampai saat ini pun gue masih menyesali semuanya yang dulu men. Karena minuman yang gue tenggak, gue hampir meregang nyawa. Gue kembali di ingatkan tentang kejadian silam saat mobil gue kembali bertabrakan. Jangan sampai lo yang berikutnya."
"Brakk."
Azura menggebrak meja dan meluapkan emosi nya. Ia hanya tidak ingin orang-orang yang ia sayang dan menyayanginya mengalami hal serupa.
"Tenang Bing."bAmmar berusaha menenangkan hati Azura. Ia paham bahwa saat ini ia tidak menyukai hal yang Zayn lakukan.
Aretha refleks berdiri dan langsung memeluk kepala Azura.
"Bawa dulu dia menjauh Tha. Tenangkan hati dan pikiran nya?" sanggah Ammar pada Aretha.
"Baik ka, ka ayo kita ketaman belakang."
"Tidak perlu, biarkan aku tetap disini." Azura.
"Mm, sebaiknya kita ke kost'an aku aja. Gak enak kalau di dengar orang lain. Sedari tadi banyak pasang mata memandang melihat kearah kita." Zee memberikan saran.
"Gak perlu ke kost'an lo, disana juga pasti banyak orang yang akan mendengar. Lebih baik ke Apartemen gue aja. Biar gue puas melampiaskan emosi gue tanpa harus memikirkan rasa malu." Azura berdiri hendak melangkah pergi keluar. Namun, ia berbalik dan menggandeng tangan Aretha.
"Biar Aretha sama gue dan lo naik mobil gue bareng Zee." melemparkan kunci mobil nya ke arah Ammar.
Lalu mereka pergi berjalan keluar terlebih dahulu. Seperti biasa, meskipun hatinya sedang kesal. Tapi ia tidak melupakan ritualnya, membuka pintu mobil untuk Aretha, mengadakan tangan nya agar Aretha aman dan menutup nya kembali, lalu ia berjalan menuju pintu kemudi. Setelah kedua nya sudah memakai seatbelt. Azura langsung saja tancap gas menuju apartemen miliknya.
Sudah hampir setengah perjalanan menuju Apartemen P'avenue. Azura dan Aretha terdiam, saling membisu. Hanya ada lagu dari Tyo-ada untuk mu yang memecahkan keheningan.
"Cittt"
Tiba-tiba saja, Azura mengerem, dan menepikan laju mobilnya.
"Maaf, jika tadi aku membuat mu takut. Aku tidak lagi bisa menahannya. Aku sungguh sangat marah jika salah satu dari Alricks mengabaikan segala komitmen yang kita buat. Aku tidak habis pikir masalah seberat apa yang sedang ia hadapi."
Aretha tersenyum. "Aku tidak takut dengan mu ka, hanya saja aku sedikit kaget dengan kemarahan mu tadi. Aku tidak menyangka bahwa kamu bisa seprotektif terhadap ka Zayn. Padahal ia seorang laki-laki. Ia pasti bisa menjaga dirinya sendiri. Terbukti, bahwa ia tetap fokus pada jalan dan motor yang ia kendarai."
"Kamu salah Aretha seseorang yang terlalu kalut pada masalah yang ia hadapi meskipun ia berusaha untuk tetap fokus dan tegar, pada kenyataan nya itu sangat begitu sulit untuk membaginya. Antara hati dan otak pun bertentangan. Otak akan kalah pada hati yang terlampau sakit, ditambah Alkohol. Banyak kemungkinan yang terjadi bukan.? makanya, aku tidak berkeberatan jika ia mencari kami sebagai pendengar kelu kesah nya karena itu memang cara yang tepat. Tapi bukan dengan di temani Minuman beralkohol, seperti yang ia lakukan sebelum datang pada kami."
"Mm," Aretha mengangguk.
"Terimakasih," Azura meraih tangan Aretha, lalu mencium dan menggenggam nya seerat mungkin.
Aretha tersenyum dengan sangat manis.
Azura melepaskan genggaman tangan nya, megang pipi Aretha lalu mengusap lembut dan membalas senyuman manis yang Aretha berikan. Ia kembali melanjutkan perjalanan.
Setelah beberapa menit kemudian, mobil mereka berhenti. Azura memarkirkan mobil Aretha pada parkiran khusus untuk dirinya. Beberapa mobil mewah dan motor sports berjejer cantik. Ia juga melihat mobil yang tadi di bawa Ammar dan motor Zayn, telah sampai terlebih dahulu.
Ia kembali turun, berlari kecil menuju pintu Aretha, membukanya dan memastikan Aretha turun dengan aman tanpa lecet sedikit pun.