WHEN LOVING YOU A MY DESTINY

WHEN LOVING YOU A MY DESTINY
WLYAD 22



Fakultas Management Business. 


"Tumben banget jam segini Ammar, Zeo dan Zayn belum ada disini. Pada kemana yang lainnya ya, Zu?" tanya Claudia yang sedari tadi menunggu di dalam kelas namun tiga sekawan belum nongol juga.


"Entah." monolog Azura santai sambil asik dengan ponselnya.


"Ish, percuma juga gue ngomong sama lo. Berasa kaya ngomong sama tembok." sunggut Claudya kesal.


Sementara di Lorong kampus.


"Mau kemana lo Bing? Kok, nggak kearah kelas?" tanya Zeo heran melihat Ammar berjalan berlawanan arah dengan kelas mereka.


"Lah lo gimana sih, hari ini kan kita ada rapat di ruang kesekretariatan untuk acara keakraban kampus." Ammar mengingat kan kembali. "Ayo lo bantuin gue siapin ruangan tersebut sebelum rapat di mulai, ngapain lo ke arah kelas."


"Claudya and Azura?"


"Udah gue chat barusan, otw ruangan kesekretariatan mereka." 


Sebelumnya Ammar memang sudah memberikan informasi bahwa hari ini ada jadwal rapat di ruang kesekretariatan melalui chat grup Alricks.


Tiga puluh menit berlalu dan acara rapat pun di akhiri. Namun Alricks masih setia di dalam ruangan itu karena ada beberapa hal yang mereka harus kerjakan.


"Zu," panggil Zayn menyikut lengan Azura. 


"Apa?"


"Lo tau nggak, Zu?"


"Nggak Zayn."


"Diam dulu, gue belum selesai ngomong."


"Apa?"


"kemarin gue liat si Sean ada di Apartemen yang sama dengan Claudia. Gue pikir gue salah liat, ternyata pas gue di lobby dia malah nyapa gue." Kata Zayn pelan di telinga Azura seperti sedang berbisik. 


"Em,"


"Anj*ng, kenapa respon lo biasa aja dan nggak kaget?" kesal Zayn yang melihat respon Azura hanya datar dan biasa aja. 


"Gue udah tau."


"Serius, lo sudah tau kalau dia sudah balik ke indo?"


"Em,"


"AZURA SI*LAN." teriak Zayn kesal, lantaran hanya di tanggapi dengan sebuah deheman.


"Kapan dan dimana? Emangnya lo nggak takut kalau dia berusaha buat masuk lagi ke dalam kehidupan lo? Gue nggak mau kalau lo sampai luluh dengan perangapnya lagi, seperti yang lalu." Zayn mengingatkan kembali Azura.


"Em!!"


"Ah b*ngke lo. Gue berasa kaya lagi ngomong sama tembok, njirr." Kesel Zayn, lalu ia pergi meninggalkan Azura yang masih setia berkutat dengan laptop di depannya itu.


Azura tersenyum simpul lantaran sikap Zayn yang begitu kesal.


"Entah lah, mungkin lagi PMS."


"Ye, lo kira si Zayn itu mawar!"


"Mawar?"


"Ah, lo mah gak asyikk!! Gue ngomong gitu langsung paham kenapa sih." kesel Zeo lalu pergi meninggalkan Azura. 


Azura yang melihat teman-temannya bersikap seperti itu jadi bingung sendiri dan hanya mampu menggeleng kan kepala. "Ada-ada saja mereka."


****************


"Zayn, tadi lo bilang kemarin itu lo ketemu Sean di apartemennya Claudia?" Tanya Azura sesaat mereka sedang berada di kelas. 


"Em," Zayn membalas ucapan Azura seperti yang tadi di lakukan Azura kepadanya.


"Gue seriusan, Men. Kenapa jawaban lo seperti itu sih." ucap Azura kesal.


"Bagaimana? Apakah anda kesal?"


"BANGS*T," dengan sedikit berteriak.


Zayn tertawa senang, "Bagaimana rasanya ketika lo bertanya dengan begitu serius, tapi lo hanya di jawab dengan deheman."


"Sialan lo, oke gue serius sekarang. Kita kembali ke topik."


"Okelah, apa yang mau lo tanyain ke gue?"


"Tadikan lo bilang, lo ketemu Sean di apartemennya Claudia. Sekarang pertanyaan gue lo ngapain kesana?"


"Gue kira lo mau tanyain Sea, lah gue ke apartemen cewek gue, ya suka-suka gue lah mau ngapain aja."


"Huft." Azura menarik napas dalam-dalam. "Udah tau gue nanya masalah itu sama lo, ya otomatis lo paham dong!"


"Begini Bing ceritanya, saat itu gue lagi mau jemput Claudia karena mau antar dia ke Mall. Dan di saat gue lagi jalan ke arah lift, tepat di lobby langsung papasan sama Sea."


"Terus."


"Dia manggil gue dan sedikit bertukar kabar, basa-basi lah Nge. Nggak mungkin kan gue juga marah kaya lo. Tapi pada kenyataannya sih emang gue kesel. Dia berusaha nanyain kabar lo dan ngorek informasi tentang lo. Gue sempat kasih dia warning, gak lama gue cabut duluan naik lift."


"Bagus."


"Tapi pas gue mau jalan, gue kembali ketemu dia diparkiran apartemen. Dia di gandeng posesif gitu sama seorang Pria."


"Gue juga ketemu dia lift, di saat gue mau anter balik Aretha ke Apartemennya."


"Terus??"


"Ya, gue bersikap seperti biasanya aja. Karena sudah tidak ada lagi rasa seperti pertama bertemu dan mencintainya dulu."


"Good, itu baru Best frend forever gue."


"Serah lo dah Zayn, gue cabut duluan." Ucap Azura, lalu mengambil tasnya dan pergi karena memang sudah waktunya untuk mereka kembali pulang.