
Azura dan Aretha berjalan beriringan menyusuri koridor panjang ke arah lift. Setelah pintu lift terbuka di lantai tertinggi Apartemen P'avenue park. Mereka langsung keluar, tepat di depan pintu Dark brown. Azura memencet password untuk membuka pintu, ia masuk terlebih dahulu dan disusul Aretha di belakangnya.
Aretha langsung menduduki sofa yang berada di tengah ruangan Apartemen milik Azura, sementara pemilik nya telah masuk kedalam kamar untuk segera mengganti kaos dan celananya.
Tring..
Bunyi notifikasi pesan pada grup Whats*pp.
Sha-sha: Guys, kalian dimana? Sudah pada otw belum. Gue udah nyiapin alat-alat untuk kita barbequean malam ini.
Zee: Gue sudah mau sampai kompleks depan rumah lo Sha.
Galaxy: "Sorry guys, gue gak bisa ikutan." tulis galaxy dengan emoticon nangis.ðŸ˜
Sha-sha: Yah sayang banget deh Lex lo gak ikut. Padahal gue pingin banget lo ada buat ikutan.
Aretha:"Lo pingin laxy ikutan, apa lo pingin Laxy ada buat ngipas daging lo sha?" tulis Aretha dengan emoticon tertawa dan meledek.😂😜
Sha-sha:"Lo tau aja tha." Sha-sha tertawa terbahak-bahak di dalam voice note.
Laxy: "Emang Sha-sha paling tega sama gue." Dilanjut dengan mengirimkan emoticon marah.
😤😠😡
Zee: Mengetik sebuah emoticon tertawa.🤣🤣🤣
Sha-sha:"Lo sudah dimana Tha?"
Aretha.:"Gue lagi di jalan.
Aretha: Kamu sudah siap.
Terdengar suara seseorang pria yang mengatakan kamu sudah siap dalam voice note yang Aretha kirim ke grup mereka secara tidak sengaja. Sehingga menghebohkan jagat Maya persahabatan mereka. Banyak pertanyaan yang dilontarkan sahabat-sahabat nya.
Zee: "Aretha,lo lagi di jalan mana?dan itu suara siapa?"
Sha-sha: "Jangan bilang lo udah bersiap mau eya-eya." pikiran Sha-sha sudah traveling.
Galaxy:" Lo gak berniat eya-eya di dalam mobil kan? Nanti kalau lo eya-eya dipinggir jalan dan di dalam mobil. Lo bakalan di grebek warga Tha."
Begitulah serangkaian pertanyaan traveling ala mereka. Namun sayangnya Aretha sudah keluar dari obrolan mereka dan tak menanggapi obrolan itu.
Setelah hampir setengah jam perjalanan. Mobil Azura telah sampai di pekarangan rumah milik Sha-sha yang terlihat luas dengan beberapa mobil yang berjejer rapih di depan garasi.seperti biasa, Azura turun lebih dahulu kemudian membukakan pintu mobil untuk Aretha turun perlahan dan Azura membantu nya untuk turun. Mereka berjalan menuju pintu rumah Sha-sha.
Terlihat di ruang tamu, ada Zee dan Ammar yang tengah menyesap minuman milik mereka masing-masing dan memakan beberapa kue kering yang Sha-sha sediakan.
"Bing, lo juga ada disini? Sama Retha." tunjuk Ammar pada Aretha.
"Syukur lah, gue kira gue doang yang akan jadi jongos mereka." sangah Ammar kembali menunjuk pada ketiga gadis yang sedang bergosip ria.
Mereka bertiga tertawa mendengar celotehan Ammar. Ammar tahu betul bahwa kalau ia ikut bergabung diantara mereka dan tidak ada Laxy, ia yang akan mereka suruh untuk melakukan hal yang berat-berat dan menyebalkan. Setelah melihat Azura turut hadir ia seperti mendapatkan udara segar dari kebebasan nya yang akan menyesakkan bila tak ada Azura.
"Ka Azura mau minum apa?" tanya Sha-sha yang menjadi tuan rumah.
"Milkshake strawberry" celetuk Aretha menyela ucapan Azura.
"Itu mah bisa-bisa nya lo Tha, yang di tanya siapa, yang Jawab siapa." gerutu sha-sha.
Belum sempat Sha-sha beranjak mengayunkan langkah nya untuk pergi ke dapur. Aretha langsung saja berdiri menuju ke dapur sha-sha. Ia membuat dua milkshake strawberry kesukaan nya dan yang satu nya lagi untuk Azura.
Aretha sudah tak begitu asing dengan tata letak rumah sha-sha. Ia sudah sangat hafal, bahkan sudah terbiasa karena mereka bertiga biasa menghabiskan waktu di rumah sha-sha. Sha-sha hanya tinggal bersama ART nya saja. Sha-sha seperti hatchi (anak lebah di film kartun) yang hidup sebatang kara, bedanya orang tua Sha-sha masih hidup namun tinggal di luar negeri.
"Ini ka," Ucap Aretha sambil menyodorkan satu buah gelas bening berisikan milkshake buatan nya.
"Thanks"
"Tom and Jerry lagi akur say. Jadi berubah channel Mickey and Minnie." sindir Zee tertawa terbahak-bahak. Namun Aretha tidak memperdulikan.
"Mm, pantesan tadi terdengar suara kamu udah siap? kira-kira tuh siap apa yah" ledek Sha-sha menanggapi guyonan Zee.
"Ah rese lo. Kapan nih kita mulai BBQ nya, udah gak sabar nih gue Udah lapar juga." elak Aretha mengalihkan .
Azura hanya bisa tersenyum kikuk sekaligus menahan malu mendengar ledekan sahabat-sahabat Aretha, Karena baru kali ini ia bergabung.
"Ayo semuanya kita ketaman belakang, gue udah nyiapin alat-alat untuk kita barbequean." jelas Sha-sha. Lalu mereka semua berjalan menuju taman belakang.
"Malam ini kalian menginap di sini aja ya. Gue udah beli banyak jagung, seafood, sosis dan tenderloin buat Malam ini. Sayangkan kalau kalian gak menginap." rengek Sha-sha pada kedua sahabatnya.
"Khusus hari ini kita semuanya menginap di sini buat nemenin lo, sekaligus merayakan pajak jadian lo." tegas Zee.
"Tapi gue belum lihat ka Zeo ada disini. Kemana dia?" sangah Aretha.
"Masih di jalan."
*
*
*
Taman belakang rumah Sha-sha.
mereka bertiga tengah duduk di gazebo dengan tugas mereka masing-masing. Zee yang menusukkan berbagai macam jenis seafood Frozen, udang, cumi-cumi, dan sosis.
Aretha bertugas membuat bumbu oles untuk daging dengan campuran saus tomat, saus tiram, kecap inggris, garam, kaldu jamur, bon cabe, gula, merica, dan lada hitam. Serta bumbu guyur, seperti sambal kecap yang di iris cabai rawit, bawang merah, tomat dan ditambahkan dengan sedikit garam, micin dan guyuran air jeruk limau untuk seafood Frozen.
Sementara Sha-sha bertugas membuat minuman dan menyiapkan berbagai macam piring.
Sedangkan kedua pria tampan bertugas mengupas jagung membakarnya dan mengipasi nya.
Terlihat dari arah ruang meja makan. Zeo berjalan menghampiri sahabat nya itu dengan gelak tawa khas nya. "Cie, anak konglomerat akhirnya takluk juga. Sampai-sampai bisa berakhir di pemanggangan." ledek Zeo pada Azura.
"Yeaaa, sial*n lo men. Sudah bosen hidup lo." sarkasnya sambil menghunus tajam menatap wajah Zeo seakan-akan ingin menguliti.
"Ha..ha..ha..jlJangan ngambek dong bing.lo ambegan banget dah dari kemarin. Gue aduin Aretha nih, Aretha Azura nakal nih." teriak nya semakin menggoda Azura.
Zeo yang sudah paham akan keberadaan Azura di rumah kekasihnya itu, pasti karena menerima ajakan seseorang. Siapa lagi kalau bukan Aretha. Makanya Zeo tak menanyakan keberadaan Azura sekarang.
Sedangkan Ammar yang sedari tadi hanya terdiam, kini ikut bersuara. "Sudah, sudah, kalian seperti bocah ingusan saja. Yang satu senang meledek dan yang satu nya lagi senang marah-marah. Dari pada kalian terus saja seperti ini. Mending nih kalian bawa Semua makanannya ke sana.
"Kapan lagi coba, gue bisa puas ngeledek si anak sultan kalau bukan di depan Aretha. Hari ini hari keberuntungan buat gue.udah lama juga kan gue mau balas siotoritas penjajah. Thanks Aretha.ha..ha..ha." batin Zeo,Ia hanya mampu mengumpat dalam hati.