
"Gue kangen dia Zee." keluh Aretha yang menyenderkan kepalanya di pundak Zee sambil meneteskan air mata nya kembali.
sejak sehabis dari toilet bersama Azura, Aretha kembali duduk di gazebo taman belakang. Namun Ammar langsung menyuruh Zee dan Aretha serta Sha-sha untuk tidur terlebih dahulu karena waktu memang sudah menunjukkan pukul setengah satu malam.
Zee tersenyum manis, mengelus lembut ujung kepala Aretha.
"Udah ah, gak usah cengeng. Kan udah ada ka Zura di samping lo sekarang. Dia gak buruk kok, malahan perfect banget.he..he..he.dari pada lo terus menerus merindukan seseorang yang gak pernah kasih kabar sampai saat ini, dan gak tahu juga dia sekarang udah lupain lo apa nggak. Mending yang pasti-pasti aja."
Aretha mengangkat kepala nya dan langsung menarik Zee naik keatas tempat tidur milik Sha-sha. Mereka duduk berhadapan, sedangkan Sha-sha entah kemana dengan Zeo.
"Maksud lo apa Zee udah ada kak Azura, Hem.?" Aretha berkata sambil menarik turun kan alis nya.
"Hehehe" Zee cengengesan.
"Gue rasa ka Azura ada something deh sama lo tha, masa lo gak bisa rasain itu. Gue aja bisa lihat, kalau dia beneran ada rasa ke lo. Dari cara dia natap lo, dari cara dia kasih perhatian ke lo, meskipun dia berusaha untuk tidak terlihat tapi dari matanya gak bisa bohong Tha. Agkhh, gue suka."
"Ish, kenapa lo yang baper. Emang nya ka Ammar gak pernah bikin lo baper?"
"Jangan di tanya, lo kaya gak tau Abang sepupu lo aja. Kaya kanebo kering. Cuman beberapa moments aja dia romantis, selebihnya gue yang mancing-mancing. Tapi walaupun begitu dia setia dan baik banget sama gue Tha. Jadi nya gue cinta banget deh."
"Ha..ha..ha.." kini gantian Aretha yang tertawa mendengar keluh kesah Zee.
"Emangnya lo suka mancing-mancing apa sama ka Ammar?"
"Apa aja yang bisa gue pancing. Kadang gue duluan yang mancing dia buat kiss gue." ungkap Zee. Mereka memang tak pernah menutupi apapun satu sama lainnya. Terlebih antara Aretha dan Zee. Jadi tak heran, bila mereka tahu keadaan masing-masing termasuk masalah percintaan mereka.
"Tapi, lo gak pernah mancing ka Ammar buat mesum ke lo kan Zee?awas aja lo kalau macem-macem. Gue aduin ke Bubun Aluna (Ibu dari Ammar.)"
"Yaelah, kaku lo. Namanya orang pacaran apalagi sering berduaan. Mesum mah pasti aja ada. Lo gak tau godaan nya banyak. Kalau gak kuat-kuat iman." Zee terkekeh sendiri.
"Maksud lo, lo udah pernah begituan sama kak Ammar?" Aretha membelalakkan matanya tak percaya.
"Shyuttt!" Zee membekap mulut Aretha. " Gak usah keras-keras deh Tha."
"Jadi lo beneran udah pernah begituan?" Ucap Aretha, setelah Zee membuka dekapan nya. Aretha semakin menjadi penasaran.
"Ya gak lah, gue masih perawan. Gue belum jebol. Tapi gue sempat hampir begituan. Untung nya ka Ammar langsung bisa kontrol diri. Dia gak mau merenggut kehormatan gue sebelum kita nikah."
"Terus lo kecewa dong, gak bisa ngerasain yang enak."
"Ya gitulah." jawab Zee berpura-pura kecewa.
Mereka langsung tertawa terbahak-bahak bersama.
"Udah yuk tidur, gue ngantuk nih." Zee.
"Tapi Sha-sha belum balik Zee." jawab Aretha sedikit cemas.
"Gak usah di tungguin Tha. Palingan balik pagi dia, kan malmingan sama ka Zeo. Ayo akh, udah lama juga kan kita ngalor ngidul gak jelas. Tapi dia gak datang-datang."
"Oke deh."
Tak, butuh waktu lama. Mereka berdua pun terlelap. Karena memang mereka sudah menguap dan mengantuk.
...****************...
Matahari sudah semakin meninggi, menampilkan kecerahan di Minggu ini. Aroma dedaunan berpadu bercampur dengan aroma semerbak harum bunga di samping jendela kamar Sha-sha dapat tercium. Relung-relung cahaya pun sudah masuk ke dalam kamar.
Mata Zee dan Aretha masih saja terpejam, seperti nya mereka enggan untuk bangun. Terbukti dari jendela-jendela kamar yang sudah Sha-sha buka. Mereka pun tidak terganggu dengan sinar matahari yang masuk menerpa kulit wajah mereka.
"Woy bangun woy, bangun.!" teriak Sha-sha sambil mengguncang badan mereka.
Karena berisik, mau tak mau mereka berdua samar-samar membuka mata.
"Kalian tau ini sudah jam berapa?"
Zee dan Aretha menggeleng. "Enggak tau" jawab nya dan kembali terpejam.
"Sekarang sudah jam sembilan. Dari tadi kita berempat nungguin kalian. Tapi kalian masih saja tidur."
"Mm, gue masih ngantuk tau. Semalam gue gak bisa tidur. Gue nungguin lo, malah lo gak ke kamar. Tidur dimana lo?" Aretha.
"Gue tidur di ruang tv, gue ketiduran."
"Alasan, padahal lo jalan kan. Gue lihat lo pergi naik motor sama ka Zeo."
"Oh, itu gue ke supermarket depan kompleks. Cepetan bangun dan langsung mandi." Sha-sha menarik lengan Aretha dan Zee agar segera bangun.
"Iya, gak usah ditarik-tarik Sha. Emang nya kita berdua kambing." keluh Aretha.
Aretha dan Zee berjalan masuk kedalam kamar mandi, tentunya kamar mandi terpisah, Aretha yang berjalan masuk kamar mandi di dalam kamar Sha-sha dan sementara Zee berjalan masuk kedalam kamar mandi tamu.
"Setelah kalian mandi, kalian langsung sarapan." kata Sha-sha yang segera pamit keluar kamar.
"Gimana sha, apa mereka berdua sudah bangun?" tanya Ammar yang melihat Sha-sha keluar kamar. Yang letak nya hanya beberapa meter dari ruang makan.
"Sudah ka, mereka lagi mandi. Aretha di kamar Sha-sha dan Zee dikamar tamu biar cepat selesai."
Beberapa menit Setelah selesai dengan ritual mandi mereka, mereka langsung lanjut ke walk in closet dan berpakaian.
"Pagi semuanya." sapa zee.
"Sudah siang beb." Jawab Ammar tersenyum.
"Hehehe,vini baru jam 9 beb. Masih pagi, belum siang." sementara yang lainnya hanya menatap kearah Ammar dan Zee dengan berbagai perspektif mereka masing-masing. Sementara Aretha duduk di bangku sebelah Sha-sha dan berhadapan dengan Azura. Ia menatap sarapan yang ada di meja, nasi goreng telur mata sapi, dan orange jus adalah menu sarapan pagi yang ia pilih. Aretha menyendok nasi goreng telur mata sapi dan memasukannya ke mulut secara perlahan. Tidak ada yang berbicara saat mereka sedang makan. Hanya sebuah dentingan piring yang terdengar saling beradu, sampai semuanya pun selesai dengan pilihan menu sarapan mereka.
"Tha, kamu mau langsung pulang ke apartemen?"
"Iya ka, gue ajak Zee ke apartemen gue boleh ya."
"Terserah gimana Zee aja Tha! kalau dia nya mau, ya silahkan saja."
"Gimana Zee.?"
"Oke."
"Muaccch." Aretha langsung memeluk Zee dan mencium pipi sahabatnya.
"Gue gak lo ajakin Tha, gue kan juga sahabat lo.!"
"Ini masih moments jadian kalian. Jadi, enggak buat kali ini sha."
"Tuh, lo ditemani ka Zeo aja gih jalan-jalan ke mall." tunjuk Zee. "Kita kan sahabat lo yang paling baik, jadi kita mau kalian masih merayakan hari baru jadian kalian tanpa kita ganggu."
Shakira memanyunkan bibirnya.
"Jangan ngambek gitu dong baby," Zee merangkul sahabat nya yang terlihat kesal. "Sebentar lagi kita juga akan ngerjain Aretha. Kan udah ada tanda-tanda bakalan ada yang nyusul buat jadian." bisik Zee tepat di telinga Sha-sha.
"Really.?" tanya Sha-sha tersenyum dan langsung diangguki Zee.
"Sha kita balik duluan ya." Zee dan Aretha melambai lambai kan tangan ke arah Sha-sha yang berdiri di depan pintu masuk rumah nya.
"Ka Zeo kita titip Sha-sha. Awas aja kalau sampai sahabat kita lecet." sedangkan Ammar dan Azura sudah berada di dalam mobil mereka masing-masing, menunggu para wanita untuk masuk. Setelah sebelumnya mereka pamitan terlebih dahulu.