
Hari sudah menjelang siang, Aretha merasakan perutnya sedikit perih dan buru-buru bangun. Ia turun dari bed dan melihat jam di dinding kamar nya yang menunjukkan pukul setengah delapan. Aretha berjalan ke arah dapur untuk mencari makanan yang mungkin bisa ia makan. Saat Aretha berjalan melewati ruang meja makan, ia melihat dua buah gelas susu strawberry dan dua piring Gilgeori Toast sudah terhidang hangat di atas piring. Aretha pun langsung duduk dan meminum sedikit susu strawberry yang menjadi kesukaan nya.
"Mandi dulu dong, baru setelah itu sarapan." ucap seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandi tamu.
Aretha menatap wajah Azura yang sudah terlihat segar dengan rambut basah yang masih sedikit menetes. Berjalan ke arah meja makan minimalis dimana Aretha sedang duduk.
"Gimana? apakah kamu suka Gilgeori Toast dan susu strawberry nya?" tanya Azura dengan nada pelan.
Aretha menoleh, ia tersenyum dan mengangguk." Aretha suka apapun yang dibuat oleh kakak.vAretha jadi lapar." jawab Aretha dengan nada yang sedikit manja.
"Kamu bisa memakannya setelah kamu mandi." mengusap lembut pipi Aretha dan duduk di bangku depan Aretha.
Aretha memelas dengan ekspresi memohon ketara jelas diwajahnya. "Tapi Aretha udah lapar."
"Mandi dulu, aku berjanji akan menunggu kamu sampai selesai mandi." Azura kembali berdiri dan menuntun Aretha sampai kedepan kamar mandi.
"Nggak mau kak, Aretha mau cobain itu." Aretha menahan langkah nya dan menunjuk kearah makanan yang berada di atas meja.
"Please Aretha, you don't be spoiled. Atau kamu mau aku mandikan?" goda Azura.
"No, thank you." ucap Aretha dengan kepala yang masih nampak di ambang pintu. Aretha menyerah dan akhirnya pun mandi untuk membersihkan diri nya.
Setelah Aretha selesai, Aretha kembali keluar kamar dan berjalan menuju meja makan yang dimana sudah ada Azura yang sedang menunggu nya sambil memainkan ponsel miliknya, lalu mereka menikmati sarapan pagi. Meja makan minimalis yang tepat berada di dekat kaca jendela membuat tempat itu hangat terkena sinar matahari.
"Setelah ini, Kakak mau kemana?" tanya Aretha dengan wajah serius.
Azura terdiam, seperti sedang memikirkan jawaban untuk pertanyaan itu.
"Habis ini, aku pulang ke rumah mommy dan akan menjemput kamu kembali jam empat sore setelah aku menyiapkan semuanya." jawab Azura akhirnya.
"Mm, menyiapkan apa?"
"Rahasia dong, kalau kakak kasih tau. Nanti nya tidak akan menjadi suprise."
Aretha menautkan alisnya, mencerna ucapan Azura barusan.
Mendapatkan kebingungan di wajah Aretha, Azura mengulurkan tangan menyentuh kepala Aretha dan mengacak rambut panjang Aretha lembut.
"Oh, jadi kakak sudah mulai main rahasia-rahasiaan." memasang wajah jutek dengan terus memandang wajah Azura tanpa berkedip.
Sedikit obrolan pagi itu mengiringi Aretha dan Azura sarapan pagi. Aretha memakan makanan yang Azura buatkan dengan lahap seperti yang sudah-sudah sebelum nya.
*
*
*
*
Azura sudah berada di kediaman Mommy nya. Ia membuka pintu dan melihat sekeliling, terlihat dikediaman mommy begitu sangat sepi. Berpikir jika tidak ada orang, Azura langsung berjalan menapaki tangga. Baru menapaki kaki di anak tangga barisan ke empat terdengar suara seseorang memanggil nama nya dengan sangat lembut.
"Azura, kamu baru datang sayang.?"
"Mm, iya mom. Azura pikir tidak ada siapapun di rumah."
Mommy tersenyum, lalu kembali berbicara." rumah ini memang sangat sepi, Mommy di tinggal sendirian di rumah. Dad main golf, sedangkan Abang dan adik mu sudah sejak pagi tidak ada."
Azura kembali menuruni anak tangga yang sudah ia tapak tadi dan langsung meraih tangan Mommy nya untuk ia salami.
"Kamu sudah sarapan?" tanya Mommy sambil mengusap lembut wajah Azura dan menggiring nya ke sofa ruang keluarga.
"Sudah Mom, Mom apakah Azura boleh bertanya sesuatu pada Mommy."
"Tentu boleh dong sayang. Apa yang ingin kamu tanyakan pada Mommy.?"
"Mm, boleh kan Azura kembali membuka hati Azura yang sudah lama tertutup?" tanya Azura pelan sambil terbaring di sofa dengan kepala nya yang ia letakan di atas paha mommy.
Mommy tersenyum, lalu mengusap lembut rambut anak lelaki kedua nya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
"Kalau hati kamu memang sudah siap dan sepantasnya bisa terbuka kembali, why not sayang. Selagi tidak ada keragu-raguan, maka bukalah kembali hati kamu, Nak. Isi dengan nama seseorang yang benar-benar kamu yakini dia adalah yang terbaik untuk kamu."vsaran Mommy begitu mengena di hati Azura. Ia memang tidak salah jika bertanya kepada orang tua nya, terutama pada ibunya. Azura tidak ingin salah langkah dan memusuhi keluarga nya karena alasan orang luar lagi, maka dari itu ia minta pendapat nya pada Mommy.
"Bagaimana cara nya agar Azura tahu kalau gadis ini adalah gadis yang terbaik untuk Azura mom?"
"Semuanya ada di sini, dihati kecil kamu sayang." Mommy meraih tangan Azura dan menempelkan nya di dada nya sendiri.
Azura hanya mampu tersenyum dan menciumi banyak-banyak punggung tangan Mommy nya.?