WHEN LOVING YOU A MY DESTINY

WHEN LOVING YOU A MY DESTINY
WLYAD 58



Alricks cs tanpa Azura, sedang berada di kantin kampus tempat favorit mereka menghabiskan waktu setelah mapel mereka selesai.


"Kemana nih Azura? Tumben banget gak kasih kabar ke kita kalau gak masuk kelas." sangah Claudia sambil menyeruput es vanilla latte miliknya.


"Gak tau, ini juga dari tadi gue cium baunya gak ada." sahut Zeo.


Ammar langsung menoyor kepala Zeo dengan gemas. "Ogeb, lo kira lo lagi nyari Azura apa lagi nyari b*ngke.!"


"He.he.he." Zeo hanya cengar-cengir. Membuat Ammar semakin di buat gemas sekaligus kesal.


"Emang, lo gak tau profesi tambahan nya si Zeo sekarang apa, Mar.?" seru Zayn.


Ammar mengedikan kedua bahunya, tanda ia tidak tahu.


"Guguk pelacak."


"Wkwkwkwkwk" tawa Ammar dan Claudia pecah bergema memenuhi isi kantin. Sedangkan Zeo menjadi sangat kesal di buat nya.


"Coba lo telepon" saran Ammar sambil menyantap pizza yang dipesan Claudia.


"Iya, ya. Kenapa gak dari tadi aja gue telpon. Ah Ogeb lo pada."sangah Zeo menggebrak meja.


"Si*lan, ngapa jadi kita-kita yang ogeb. Kan lo yang dari tadi ngoceh gak jelas." seru Clau.


Tut. Tut. Tut.


"Gak diangkat-angkat" seru Zeo.


Tut. Tut. Tut.


Zeo mencoba dan terus mencobanya Hingga pangilan yang kelima baru diangkat oleh sang empu.


"Hemm," ucap Azura di sebrang sana.


Zeo : Lo lagi molor nge?


Azura : Mm, ngapain lo telpon gue.


Zeo : Anj*rr,vgue kira lo kenapa-kenapa gak ngampus, makanya kita telpon lo khawatir. Eh tau nya lo malah lagi enak-enakan rebahan. B*ngke emang lo nge." kesel Zeo.


Azura : "Ngapain nyariin gue.?kangen lo men sama gue. Baru sehari aja gue gak masuk kelas, udah pada kelimpungan gak lihat ketampanan gue beredar di kelas.


Zeo : "Cih, n*jis banget gue dengernya. Kesarafan lo udah kembali?" celetuk Zeo.


Azura : "Yang ada kewarasan Ogeb, kenapa jadi kebalik lu."


Zeo : suka-suka gue mau ngemeng apa.


Azura : Au ah, lo pada kemari aja, kerumah utama. Gue lagi ada dirumah utama, kebetulan Mommy lagi masak banyak tuh. Tapi gak ada yang ngabisin masakan nya.


Zeo : Tau aja lo, emang pada kemana.?


Azura : Cuman ada gue doang sama Youra, Ka Arash mendadak keluar kota. Ka Tiara udah berangkat ke cafe, Daddy gak balik makan siang di sini, langsung terbang ke London. Jadi nyokap gue galau gak ada yang ngabisin makanan nya. Buruan pada kesini lo.


Zeo : "Asiyapp, lapan enam komandan." Lalu mematikan telepon nya.


"Kemana tuh anak?" Zayn.


"Dirumah utama, cabut Bing. Tuan rumah ngundang kita kesana buat ngabisin masakan Mommy." seru Zeo semangat empat lima.


"Kuyyy lah," seru Zayn dan Claudia kompak.


Setelah setengah jam perjalanan dari kampus ke rumah utama. Akhirnya mereka tiba di depan pintu gerbang besar nan menjulang tinggi yang di penuhi ukiran kayu jati yang terlihat klasik namun tak menghilangkan sisi kemegahan nya. Mereka berada di kediaman keluarga Albareesh.


"Assalamualaikum," ucap segerombolan anak muda yang baru saja tiba di depan pintu rumah utama.


"Waalaikumsalam," sahut bi Syifa asisten rumah tangga di rumah utama.


"Sumuhun atuh bi. Abdi anyar didieu. Urang ti Azura ogé kakara balik ka imah. (iya Bi, saya baru kesini. orang Azura nya juga baru balik ke rumah.)" jawab Ammar.


"Azura Aya?" tanya Ammar kembali.


"Aya den, mangga lebetkeun." BI Syifa mempersilahkan Ammar dan yang lain nya untuk masuk.


"Atur nuhun." ucap Ammar sopan.


"Sami-sami den."


Alricks cs segera masuk kedalam rumah, mereka berjalan menuju ruang televisi dan melihat Azura sedang duduk santai sambil menikmati potongan cakes strawberry dan milkshake strawberry.


"Woii, enak bener lo." sangah Claudia merebut cake milik Azura.


"Clau, itu punya gue. Kalau lo mau, lo bisa ambil sendiri sana di kulkas."


"Gue cuman minta sedikit Zu, lo medit banget."


"Huft," Azura menghela nafas pelan. Lalu membiarkan Claudia menikmati cake milik nya.


"Kenapa gak ke kampus lo bing?" Zayn.


"Lagi males." jawab Zura singkat.


"Wah, udah ramai aja nih rumah Mommy. Kebetulan banget kalian disini, pasti kalian laper kan setelah pulang dari kampus?" sapa Mommy Yoona yang baru saja menuruni anak tangga.


"Mommy emang mengerti Zeo, cacing diperut Zeo udah meronta-ronta minta di penuhi asupan gizinya" seru Zeo sambil mencium pucuk punggung tangan Mommy Yoona. Di lanjutkan dengan yang lain nya yang juga ikut menyalami punggung tangan mommy.


"Plak"


"Tuman lu." kesel Zayn menoyor kepala Zeo. Sedangkan Zeo hanya dapat memelototi Zayn.


"Sudah, tidak perlu bertengkar dan sungkan. Biasa nya juga kalian langsung saja ke dapur tanpa Mommy suruh jika kalian memang lapar."


"Tau Luh, belaga jadi anak kalem." Ammar.


"Diem lu Bing." Zayn.


Mommy hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala. " ya sudah, Mommy suruh bi Syifa dan maya buat siapin makan siang kalian di meja makan. Setelah selesai kalian bisa langsung makan, ya. Mommy mau ambil Arashtiar di cafe ka Tiara.


"Ok Mommy." Zayn.


"Titi DJ mom." Zeo.


"Thank you, Tan."cSedangkan Azura hanya Mm, dan Ammar mengangguk kecil.


...****************...


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima sore,vkini kelima personil Alricks sedang menikmati sore mereka di kolam renang yang berada dekat taman belakang rumah utama.


Sudah biasa bagi mereka untuk kumpul seperti ini, kalau tidak di cafe milik ka Tiara, di apartemen Azura, atau di rumah Ammar bahkan dulu lebih sering di rumah utama. Mereka sering menghabiskan waktu mereka bersama sahabat-sahabat mereka di bandingkan dengan pacar mereka bahkan keluarga. Karena mereka tergolong anak-anak yang orang tuanya selalu sibuk beraktivitas diluar rumah atau berada di luar negeri. Seperti kedua orang tua Zayn yang menetap tinggal di Rusia, kedua orang tua Zeo yang selalu pulang pergi luar kota dan bulak balik pergi keluar negeri, ada hari tertentu yang mereka sepakati bersama, untuk tidak kumpul seperti ini. Yaitu hari Sabtu dan Minggu, itu adalah hari wajib bagi mereka untuk tidak berkumpul bersama.


"Ze, mana nih orange jus gue? kok lama banget sih." pekik Claudia yang sedang duduk di pinggir kolam renang.


"Bentar kenapa sih, lo kira tangan gue itu dua." kesel Zeo yang sedang membawa nampan yang berisikan beberapa minuman untuk mereka.


"Emang tangan lo dua bing. Lo pikir tangan lo ada berapa Ogeb." seru Zayn yang sedang asik berenang bersama Ammar.


Sedangkan Azura sedang asik bermain gitar di atas pool daybed berbahan rotan sambil sesekali menikmati jus strawberry.


"Tring," sebuah notifikasi Whats*pp di ponsel milik Azura berdering.


Azura tersenyum tipis melihat Whats*pp yang baru saja ia terima dan ia baca.