WHEN LOVING YOU A MY DESTINY

WHEN LOVING YOU A MY DESTINY
WLYAD 46



Hay reader's, ini adalah karya pertama yang aku buat. Maaf jika masih banyak kata penulisan yang masih jauh dari kata benar. Maklum masih belajar dan pemula.


semoga yang sudah mampir membacanya. Sedikit bisa menghargai karya pertama ku ya.☺️


Kisah halu ini aku buat sesimpel mungkin dan tidak ada konflik yang terlalu menguras emosi. Hanya ada beberapa part yang membuat naik turun konflik. Jadi, jangan berharap dapat cerita dari ruetnya masalah yang ada di kehidupan nyata. Dunia halu itukan seharus nya di ciptakan untuk hal yang bahagia dan sempurna. Iya kan..?


kalau sesuai realita nanti nambah pusing.! πŸ˜‚πŸ˜‚


Selamat membaca ya.😜


*


*


*


*


Belum lama Aretha dan Zee berdiri di gerbang depan kost Zee, mobil berwarna merah milik Sha-sha menuju ke arah mereka berdua dan berhenti tepat didepan mereka. Tidak lama kemudian, kaca mobil terbuka.


"Tha, Zee, buruan naik!" ucap Sha-sha lalu menutup kaca mobil milik nya.


Kami menuruti permintaan Sha-sha, masuk kedalam mobil, Aretha duduk di bangku belakang sedangkan Zee duduk di bangku sebelah Sha-sha.


"Yang lain nya sudah di rumah sakit, sha.?" tanya Aretha sambil menekan tombol kaca mobil agar terbuka sedikit.


Sha-sha mengangguk dan memutar setir mobil ke arah keluar gerbang. "Iya, baru gue mau berangkat ke sana. Tapi ka Ammar malah telpon gue dan minta tolong gue buat jemput lo berdua."


"Gue kan, tadi udah bilang ke ka Ammar kalau gue sama Aretha akan nyusul naik mobil online." sanggah Zee.


"Terus, ka Ammar akan membiarkan kalian berangkat berdua naik mobil online.?" tanya Sha-sha sambil terus fokus pada jalan di depan pandangan nya.


"Gue rasa iya?" kata Zee.


"Kalau iya, kenapa gue di minta jemput kalian.?"


"Entahlah, mungkin karena lo bawa mobil." Zee berbicara asal dan tersenyum penuh maksud.


"Emang, iya.ya.?" Sha-sha menggaruk kepalanya bingung.


Aretha tertawa." Shakira,ckok lo jadi lemot sih.?" Zee yang sedari tadi hanya menahan tawanya,ckini ikut tertawa.


"Lo lagi pada ngerjain gue ya.?" sadar Sha-sha memanyunkan bibirnya.


"Lagian ada-ada aja pertanyaan lo Sha. Ya kali cuman gara-gara lo bawa mobil ka Ammar nyuruh lo buat jemput kita. Mereka itu gak bisa jemput kita karena mereka harus muter jauh. Lah kalau lo kan tinggal lurus aja dari rumah lo ke kost gue."


"Sudah Zee, jangan membuat Sha-sha bingung. Sha, didepan sana tolong berhenti sebentar di toko" Chandy's Florist"


Hampir setengah jam berlalu, Sha-sha menghentikan mobilnya karena sudah sampai di depan toko bunga "Chandy's Florist" sesuai permintaan Aretha.


Aretha segera turun dan masuk kedalam toko bunga Chandy's Florist, ia melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam toko dan langkahnya mengarah kesetiap sudut toko dan memilih beberapa tangkai bunga untuk ia beli.


"Mbak, tolong buat bunga-bunga ini menjadi satu buket bunga yang indah." pinta Aretha pada penjaga toko Chandy's Florist.


"Baik Nona, silahkan anda menunggu sebentar." serunya dan mempersilahkan Aretha untuk duduk di sofa tunggu sedangkan Zee dan Sha-sha hanya menunggu nya di dalam mobil.


Selang beberapa menit kemudian, bunga yang diminta Aretha sudah terangkai indah dalam satu hand bouquet. Ada berbagai kombinasi jenis bunga yang berjejer manis yang Aretha pilih Seperti bunga Krisan, bunga Baby Aster, bunga Lily, Peony dan Hydragea. Sebagai bunga penyemangat.


Aretha mengambil dan segera membayarkan tagihan hand bouquet bunga yang ia pilih. Setelah selesai dengan ritual pembelian nya Aretha pun melangkah pergi keluar dan kembali menaiki mobil Sha-sha.


"Cantik banget bunga nya, gue jadi pingin." ucap Zee yang tak kala melihat bunga di tangan Aretha begitu sangat cantik dan indah.


"Gue juga mau, belum pernah gue di kasih satu buket bunga gini sama seseorang." ungkap Sha-sha.


"Serious Sha?" tanya Aretha.


"Mm, gue serius tha." jawab nya.


"Ha,ha,ha kalau begitu kita sama Sha. Salah satu impian gue adalah gue ditembak seseorang dengan puluhan buket bunga. Tapi itu gak akan terjadi seperti nya. Satu buket aja lumayan mahal harganya apalagi Sampai puluhan bunga. Hanya sultan yang mungkin bisa mewujudkan impian gue. Tapi sultan mana yang naksir gue, kebanyakan yang nembak gue cuman ngasih satu tangkai bunga doang." gumam Aretha.


"Ya ampun Tha, lo lagi curcol nih ceritanya. Bukan nya ada satu pria tajir melintir yang lagi berusaha buat deketin lo ya.?" Sha-sha.


"Siapa?"


"Ka Azura" jawab Zee.


Ha..ha..ha..,"Gue gak berharap banyak Sha, Zee, sama ka Azura. Lagian belum tentu juga dia naksir gue. Lo tahu sendiri sikap nya dia ke gue gimana.?"


"Tapi lo sendiri suka gak sama ka Azura.?"


"Mm," Aretha berpikir sejenak dan melanjutkan perkataannya kembali. "Dibilang suka gue gak tau pasti Zee, rasanya hati gue masih terbelenggu oleh masalalu gue. Gue belum berani melangkah untuk menerima hati seseorang dalam hidup gue, gue takut kalau nanti nya malah justru gue nyakitin perasaan pasangan gue. Tapi kalau di bilang suka, siapa sih yang gak suka sama sosok seperti ka Azura. Meskipun terlihat dingin, cuek, tapi banyak nilai plus yang ia miliki terlebih ka Azura adalah sosok yang baik banget."


"Itu sih intinya lo suka Tha, cuman lo gak berani melangkah keluar dari garis lingkaran masalalu lo aja. Coba lo melangkah keluar pasti lo akan bahagia banget sama kak Azura. Yang gue lihat, dia juga suka sama lo tapi dia masih enggan mengatakan nya deh. Mungkin karena masalalu nya juga. Kalau lo sampai jadian. Wah, pasti lo bakalan jadi sweet couple goals banget di kampus kita Tha."


"Kenapa gue yang bakal jadi Sweet couple goals.? kalian aja udah lebih dulu naklukin para personil Alricks dan kalian juga couple goals menerut gue."


"Ya beda lah, secara kita cuman dapetin anggota Alricks. Kalau ka Azura kan anak pemilik kampus, ketua B*M, dah gitu pentolan Alricks. yah pasti, bakalan di sorot banget tuh sama pecinta garis keras ka Azura." ucap Sha-sha masih terus fokus pada jalan di depan nya.


"Kenapa kalian jadi ngomongin gue sama ka Azura sih. Gak mungkin juga gue bisa dapetin dia, secara saingan gue gak sedikit." Aretha.


"Ya namanya juga jodoh siapa tau, iya gak Sha.?" Zee.


"Betul tuh kata Zee Tha.!" ucap Sha-sha sekaligus berbarengan dengan berhenti nya mobil yang ia kemudikan di parkiran rumah sakit Wilhelmina hospital.