WHEN LOVING YOU A MY DESTINY

WHEN LOVING YOU A MY DESTINY
WLYAD 38



Suasana pada malam hari ini begitu ceria,bukan hanya langit malam ini yang terlihat cerah mendukung kegiatan mereka.canda tawa pun seringkali terdengar saat Zeo dengan gencar nya meledek Azura.menandakan bahwa persahabatan mereka bukan hanya sekedar sahabat,namun lebih dari keluarga bagi mereka.


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh,tapi tak menyulutkan kegiatan mereka yang sudah berlangsung selama dua jam.


"musik jedak-jeduk dong Bing,sepi banget udah kaya kuburan.kita kan lagi party,kurang abdol lah kalau gak geleng-geleng kepala."


"Berisik."ketus Azura.


"Party nenek moyang lo,kita cuman barbequean ya.gak usah Ngadi-ngadi deh lo Ze."sahut Ammar.


"Gue ada gitar, gimana kalau kita gitaran aja.biar gak terlalu berisik ganggu yang lainnya,sudah tidur."seru Sha-sha.


"Setu buh Yank."


"SETUJU."teriak yang lain nya berbarengan dengan kompak.


"Nah kan,makin rame kalau begini.kalian memang paling kompak dan luar biasa.mana lagi suara nya."ucap Zeo, khas dengan caranya yang slengean.


"Hu..hu.."teriak Zee, Aretha,dan Sha-sha. Ammar mendorong pelan kepala sahabat nya yang koslet sedangkan Azura hanya geleng-geleng kepala.ia tak habis pikir emak nya Zeo waktu lagi ngidam nya,ngidam apa sampai anak nya bisa gesrek atau lagi kecil Zeo jatoh sehingga menyebabkan otak nya bergeser Sekarang.


Entah lah hanya Zeo,Emak nya dan tuhan lah yang tahu.


"Gue ambil dulu deh."Sha-sha turun dari gazebo taman dan berjalan kedalam untuk mengambil gitar milik sepupunya.taklama ia pun kembali turun dan berjalan mengarah ke taman belakang .


"Nih siapa yang mau mainin."Sha-sha memberikan gitar akustik milik sepupunya.


"Gue sha."pekik Aretha seraya mengambil gitar itu namun tak terduga malah Azura lah yang menyerobot mengambil gitar dari tangan Sha-sha.


"Biar aku aja,aku gak suka lihat kamu jadi pusat perhatian."bisik Azura pelan tepat di daun telinga Aretha.dapat Aretha rasa kan deru hangat nafas Azura berbaur dengan wangi Peppermint.


Aretha hanya bisa terpaku mendengar perkataan Azura.


Petikan gitar mulai mengalun,tangan kekar berotot itu terlihat piawai memetik satu persatu senar gitar tersebut dengan melodi yang terdengar merdu.


Azura mulai menyanyi kan lagu yang berjudul "KAMU"


Aku tak mengerti yang terjadi


Dalam hidupku, kagum padamu


Kamu yang kini hadir


Dalam hidupku, untuk diriku


Kamu, kamu, kamu, temani aku


Hanyalah dirimu yang aku mau


Yang aku mau


Aku tak bisa bohongi lagi


Perasaanku kepadamu


Aku hanya ingin kamu


Untuk diriku, hanya untukku


Kamu, kamu, kamu, temani aku


Hanyalah dirimu yang aku mau


Yang aku mau


Izinkan aku memilikimu


Kan kujaga kamu sepanjang umurku


Kan kubawa terbang bersamaku


Kupastikan kamu tak akan terjatuh


Bersamaku


Kamu, kamu, kamu, temani aku


Hanyalah dirimu yang aku mau


Yang aku mau


Izinkan aku memilikimu


Kan kujaga kamu sepanjang umurku


Kan kubawa terbang bersamaku


Kupastikan kamu tak akan terjatuh, oh


Izinkan aku memilikimu


Kan kujaga kamu sepanjang umurku


Kan kubawa terbang bersamaku


Kupastikan kamu tak akan terjatuh


Bersamaku


Oh-oh, oh-oh


Azura terlihat begitu menikmati dan menghayati lagu yang ia nyanyikan, bahkan di setiap kata-kata


Aku hanya ingin kamu


Untuk diriku, hanya untukku


Kamu, kamu, kamu, temani aku


Hanyalah dirimu yang aku mau


Yang aku mau


Izinkan aku memilikimu


Kan kujaga kamu sepanjang umurku


Kan kubawa terbang bersamaku


Kupastikan kamu tak akan terjatuh


Bersamaku.


Ia selalu tersenyum manis, sesekali pandangan matanya melirik kearah Aretha seakan ia meminta Aretha untuk menjadi miliknya.


Zee dan Sha-sha menjadi baper (Bawa perasaan) melihat lirikan uwwhh Azura pada Aretha. tanpa sadar membuat Aretha menjadi kesal.ia memanyunkan bibirnya dan langsung merebut paksa gitar yang ada di tangan Azura.


"Yah,kok diambil si tha.? kentang banget deh jadinya.belum juga sampai abis tuh lagu."protes zee dan Sha-sha.


"Kandas"celetuk Zeo.


"Gak lucu deh ka"balas Aretha malas.


namun yang lain nya menjadi tertawa.


Baru Aretha akan memetik senar dengan jari lentiknya namun Azura kembali merebut gitar itu.


"Ka"protes Aretha dan langsung merebut kembali.


Dan terjadilah tarik menarik antara keduanya seperti anak kecil yang memperebutkan satu mainan yang sama.


Ammar yang geram melihat adik sepupu nya yang keras kepala mempertahankan apa yang sudah ia genggam sedangkan sahabat nya pun terlihat tak mau kalah dan mengalah mengambil sesuatu dari genggaman Aretha.


Akhirnya dengan sedikit berdehem dan mengertak keduanya,Ammar mengambil alih gitar itu.


"Biar gue aja yang mainin.loe berdua udah kaya bocah ingusan yang berebut satu mainan."kesal Ammar yang sedari tadi hanya terdiam melihat drama yang mereka berdua mainkan.


Setelah berhasil merebut gitar dari keduanya,Ammar langsung menopang gitar itu pada tumpuan paha.ia menyayikan satu lagu dari Andmesh Kamaleng yang berjudul hanya Rindu.


Saat ku sendiri kulihat photo dan video


Bersamamu yang tlah lama kusimpan


Hancur hati ini melihat semua gambar diri


Yang tak bisa ku ulang kembali


Kuingin saat ini engkau ada di disini


Tertawa bersamaku seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Hati Ini hanya rindu


Segala cara telah kucoba


Agar aku bisa tanpa dirimu oh


Namun semua berbeda


Sulitku menghapus kenangan bersamamu


Kuingin saat ini engkau ada di disini


Tertawa bersamaku seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Hati Ini hanya rindu oh


Hanya rindu.


Tiba-tiba saja Aretha langsung turun sebelum Ammar menyelesaikan satu lagu berjudul hanya Rindu.


membuat Ammar berhenti dan yang lain nya pun ikut menjadi bingung atas perubahan Aretha.


"Aretha kenapa.?"tanya Zeo yang bingung.


"entah!! mungkin kesel kali gitarnya di ambil."sangah Sha-sha yang tak mengerti kisah masa lalu Aretha.


"Biar gue samperin deh, mungkin kebelet pipis."Zee.


Zee berjalan masuk kedalam.tak sengaja ia melihat Aretha sedang menangis di balik tembok besar yang menjulang tinggi antara lorong penghubung ruang makan dan toilet,lalu ia masuk ke toilet.


"Aretha,lo di toilet.?"tanya Zee yang sedang berpura-pura tidak tahu kalau Aretha menangis.


"Mm,perut gue tiba-tiba sakit Zee."teriak nya berusaha menjawab agar terdengar seperti tidak menangis dan baik-baik saja.


"Oh,Gue kira lo kenapa.!"


"gue enggak kenapa-kenapa.lo gak usah khawatir.sana lanjut lagi aja."


"oke."Zee langsung pergi meninggalkan Aretha yang sedang berada di dalam kamar mandi.


Sementara di taman belakang, Azura merasa khawatir.ia juga berpamitan untuk pergi ke toilet.


"Gue toilet dulu."imbuhnya menepuk pundak Ammar.


saat di lorong, Zee dan Azura berpapasan.


"Dimana Aretha Zee?apa dia tidak kenapa-kenapa?"terdengar suara khawatir dari pertanyaan yang Azura lontar kan.


"Gue rasa dia butuh Sandaran."


Azura menaikkan sebelah alisnya,tanda bahwa ia bingung.


Zee yang melihat kebingungan Azura langsung memberitahukan bahwa Aretha menangis.


"Lo tunggu aja di depan pintu toilet, setelah dia keluar.lo bisa langsung menanyakan kepada nya kenapa ia menangis."Zee mengerti,pasti Azura akan menanyakan kepada nya kenapa Aretha menangis.


"Oke thank you Zee"tersenyum tipis.


setiap bagian lirik yang di lantunkan merdu oleh Ammar begitu menggambarkan perasaan nya selama ini. hingga membuat Aretha begitu terhanyut dan bergetar mendengar nya.lirik demi lirik seolah menyampaikan pesan itu pada dasar lubuk hatinya sehingga tersirat masuk kedalam hati dan membangunkan luka lama yang bertahun-tahun tertutup rapat.ia kembali mengingat masalalu nya,ia kembali mengingat janji yang terabaikan. rindu yang selama ini masih terpendam kini naik ke atas permukaan.sehinga ia tak dapat lagi membendung air matanya.


"Cklek"terdengar suara pintu terbuka.


Aretha yang melihat Azura berdiri tepat di samping pintu sambil menyenderkan tubuhnya ketembok, dan sambil dengan sedekap dada.


"Ngapain aja di dalam?lama banget."


"Mm, Aretha sakit perut."sangah nya berbohong.


Mata Azura tak beralih dari mata Aretha yang menatap padanya, hati pria tampan itu terasa sakit saat mendapati kesedihan dan luka mendalam yang terpancar.meski belum ada ikatan antara mereka. Azura akan berusaha menjadi sandaran wanita dihadapan nya yang terlihat kuat dari luar namun sangat rapuh dari dalam.Azura akan berusaha membuat nya tetap tersenyum, meskipun ia tau senyum itu hanya sebagai penutup luka didasar hati gadis di depan nya.Azura sangat tulus akan niatnya itu.kemudian dengan gerakan cepat,ia memeluk tubuh Aretha. mendekap hangat tubuh itu sambil terus mengusap lembut pucuk kepala Aretha.


"Jika butuh sandaran, jangan sungkan untuk bersandar padaku.tak etis bila kamu bersandar pada tembok toilet.mencurahkan segalanya sendirian di sana.jika ingin terlihat tegar,jangan menyisakan sisa tangis mu ini."Azura menyentuhkan kedua jari jempolnya disisi kanan dan kiri mata Aretha, menyapukan sisa air mata itu lalu kemudian mengecup kedua mata nya bergantian.mata Aretha terbelalak ketika melihat seseorang dibelakang Azura.


"ka,"Aretha mundur dua langkah menjauhi Azura.saat matanya menangkap sosok pria yang sama tampan nya dengan pria yang di hadapan nya.


"Suer Bing gue gak lihat,sumpah.!"tangan nya membentuk huruf v.


"tapi untungnya gue mergokin lu. kalau gak,lu bisa bablas Langsung nyium bibir Aretha."serunya menahan tawa.


Azura menghela nafas perlahan.lalu berjalan menggandeng Aretha dengan gerakan cepat dan tangan satunya menyentil kening sahabat nya.


"udah bosen hidup lo.berani-berani nya ganggu kesenangan gue."sarkas nya.


Zeo yang mendengar perkataan Azura.langsung terbelalak ngeri.