
"AZURA" sebuah kata yang memiliki makna langit. Mengingat kan kembali wanita yang tengah berdiri diantara jendela kamarnya.
Matanya memandang lurus ke arah langit yang cerah dengan tatapan yang begitu sulit di artikan, tatapan kesedihan yang teramat jelas tergurat pada raut wajah cantiknya. Meskipun beban penyesalannya sudah luruh jatuh tapi tidak memungkiri pada kenyataannya ia masih belum bisa sepenuhnya merelakan. Setelah sempat buliran bening itu kembali lolos dari mata indahnya yang terjatuh membasahi pipi kini Sean harus kembali mengingat kesalahan yang teramat bodoh dalam hidupnya, hanya karena demi sebuah kepuasan yang tidak pernah ia dapatkan. Karena selama dua tahun bersama lelaki itu, lelaki itu pun tidak pernah mau menyentuh dirinya dengan alasan ia mencintainya dan akan menyentuh dirinya ketika lelaki tampan itu berhasil mengikrarkan janji di hadapan tuhan. Namun ia malah justru berpikir bodoh hanya karena budaya dan pergaulan di tempatnya tinggal, ia menganggap bahwa lelaki itu tidak pernah mencintai dirinya. Ia bahkan rela membiarkan sesuatu yang berharga di dalam hidupnya pergi begitu saja setelah dua tahun merajut asa dengan lelaki paling baik, yang tulus mencintainya tanpa mengharapkan apapun yang ada padanya, hanya demi lelaki yg menginginkan kenikmatan dari tubuhnya saja.
Dikatakan terlambat ya memang sudah terlambat, ibarat sebuah nasi yang sudah terlanjur menjadi bubur tak akan bisa kembali lagi ke posisi awal menjadi nasi. Kini hanya ada sebuah kata yang selalu terngiang-ngiang dalam pikirannya, kata-kata wanita yang berhasil merebut posisi dirinya terus saja berputar-putar seolah mengingatkan dirinya agak tidak lagi bergelayut pada penyesalan atas kesalahan yang ia buat sendiri, merelakan memang jauh lebih baik dari pada harus terus mengingat. Mungkin keputusan pergi meninggalkan kota Jakarta dan kembali ke Paris adalah pilihan terbaik untuk ia bisa merelakan dan melupakan tujuan awalnya kembali pulang ke Indonesia. Tujuan yang hanya ingin merebut hati lelaki itu kembali, kini ia harus melanjutkan hidupnya yang jauh lebih baik dan bisa mendapatkan seseorang yang bisa mencintainya tulus.
...****************...
Disisi lain, seseorang baru saja turun dari mobil sport kesayangannya selepas kembali mengantarkan sahabatnya Sha-sha menuju kediamannya. Entah mengapa, hari ini menjadi sore yang melelahkan bagi Aretha. Bagaimana tidak? Jadwal kuliah hari ini membuatnya tengah berpikir keras. Terlebih lagi keadaan-keadaan yang menimpanya, membuat emosinya naik turun mengingat perlakuan Kakak senior yang seenak jidatnya saja menghukum dirinya seperti itu. Ditambah lagi dengan mantan kekasih seniornya.
"Huft, hati dan pikiran ku kenapa harus lelah secara bersamaan seperti ini." keluh Aretha sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya. Di pandangi langit-langit kamarnya sambil memijit pelipisnya yang terasa lelah.
"Aku tau saat ini hati mu terluka akibat kesalahan yang telah kamu perbuat sendiri, tetapi aku hanya bisa berharap suatu hari nanti luka mu itu akan dapat terobati dan dapat menemukan cinta yang lainnya." Aretha masih merasakan rasa tak enak hatinya pada mantan kekasih Kakak seniornya itu dan mengatakan hal yang terkesan menyuruhnya melupakan Azura.
"Aretha, kenapa kamu jadi bodoh. Agkh...bodoh...bodoh..." ucapnya merutuki kebodohannya sendiri sambil memukul-mukul kan kepalanya. "Bagaimana kalau kak Azura tahu kalau aku sudah begitu kasar pada mantan kekasihnya. Pasti nanti ia akan menghukum aku seenak jidatnya seperti tadi. Padahalkan niat aku hanya kasihan pada wanita yang menjadi mantan kekasihnya itu." gumamnya sendiri.
Drt..
Drt..
Getaran pada ponselnya berbunyi, Yang menandakan bahwa ada sebuah notifikasi pada layar ponselnya. Lalu, Aretha bangkit dan mengambil ponselnya yang berada di dalam tas. Di tekan tombol password untuk membuka kunci pada layar pipih ponsel itu, lalu di klik bagian chatting Wh*ts*pp grup yang beranggotakan dirinya, Zeevana, Shakira, dan Galaxy.
Shakira : Gue belum dapat notifnya Zee!!
Aretha : Gue juga belum, memangnya ada informasi apa?
Galaxy : Notifnya tentang apa? Kok gue belum dapat ?
Zeevana : Gue juga belum sih, tapi gue sempat baca chatting Alricks cs di ponselnya kak Ammar, kalau acara malam Keakraban akan di percepat keberangkatannya.
Shakira : Huuu, dasar deh si Zee.
Galaxy : Memang di percepat keberangkatannya kapan?
Zeevana : Dua hari lagi.
Aretha ; What's, dua hari lagi?
Shakira : Ya ampun, kalau dua hari lagi berarti gue harus packingnya dari sekarang.
Beberapa detik kemudian mereka semuanya menerima notifikasi pesan di grup kampus tentang jadwal keberangkatan acara Keakraban yang menerangkan bahwa keberangkatan mereka akan di majukan dua hari lagi.