WHEN LOVING YOU A MY DESTINY

WHEN LOVING YOU A MY DESTINY
WLYAD 44



Bugkh!!


kini giliran Azura yang melayang kan pukulan nya tepat di sudut bibir Zayn. Bukan marah mendengar perkataan Zeo yang menyatakan bahwa Claudia hamil. Tapi karena ia tahu bahwa pria yang baru saja ia hajar tengah meninggalkan Claudia yang sedang hamil demi ketenangan nya sendiri.


"You bastard men, apa lo sudah tidak lagi mencintai nya?"


"Gue masih sangat mencintai nya." lirih Zayn.


"But if you love him, why did you leave him?" ("Tapi jika lo mencintainya, mengapa lo meninggalkannya?")


"Gue nggak meninggalkan Clau. Tapi gue pergi sebentar untuk membuat hati gue tenang. Sebab ia menginginkan untuk mengugurkan kandungan nya." ucap Zayn keras dan lantang. "Sebab itu gue pergi untuk mencoba menenangkan diri, meminta pendapat kalian dan sekarang.?" Zayn tersenyum getir. "Malah sekarang, keadaan seakan mendukung semua yang ia ingin kan." pilu nya sambil mengelap darah yang mengalir dari sudut bibir nya.


Azura menghela nafas, dan memijit pelipisnya yang terasa pusing. Sedangkan Ammar, Zeo hanya bisa terdiam ditemani kekasih mereka masing-masing.


"Lalu bagaimana lo bisa bertemu dengan Claudia." tanya Azura pada Zeo maupun Sha-sha.


Sha-sha tersenyum, lalu menceritakan semua nya dari awal bagaimana ia bisa bertemu hingga akhirnya mereka berdua membawa Claudia pada rumah sakit terdekat dari tempat perkara kejadian.


Flash back on.


Sha-sha dan Zeo yang baru saja keluar dari restoran Japanese di jalan MH.Th*mr*n setelah mereka selesai berjalan-jalan di salah satu mall terbesar yang terletak di Jakarta pusat. Saat Hendak menaiki mobil miliknya, Sha-sha tanpa sengaja menangkap sosok yang ia kenal namun dengan keadaan yang jauh berbeda dari yang biasa ia lihat di kampus. Wajah yang begitu sangat pucat dengan mata sembab dan hanya memakai sebuah kaos longgar Putih di padukan dengan legging berwarna hitam serta beralaskan sandal jepit. Sunguh tak seperti seorang Claudia. Wanita satu-satunya yang berada di anggota Alricks yang cukup dikenal jutek nan begitu cantik dengan selera high untuk masalah penampilan nya. Zeo yang sedari tadi memanggil-manggil Sha-sha, namun wanita itu tak kunjung masuk mobil. Ia segera turun untuk menyuruh Sha-sha segera masuk.


"Beb, kenapa bengong?"


"Beb, bukan kah yang di sebrang jalan sana itu adalah kak Claudia.?"


Zeo mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dimaksud kekasihnya, ia pun melihat sekeliling di sebrang jalan sana.


"Iya itu Claudia. Kenapa dengan wajah nya? Apa dia sedang sakit? mengapa ia terlihat begitu sangat pucat." sangah Zeo ketika netra nya menangkap sosok yang dicarinya.


"Kamu tunggu sebentar, biar aku samperin Clau dulu."


Sha-sha mengiyakan, sedangkan Zeo langsung berjalan menghampiri Claudia yang berdiri di pinggir jalan, saat ingin menyebrang jalan dan memanggil nama nya. Tiba-tiba saja terdengar sebuah mobil yang mengerem mendadak dan menabrak sesuatu.


"Ciiiitttttt. Bugkh!!"


Terlihat beberapa meter seorang wanita sudah terkapar tak berdaya didepan mobil sedan Corolla berwarna merah dan bersimbah darah yang mengalir di bagian kaki dan kepala.


Zeo dan Sha-sha langsung saja berlari berhamburan bersamaan dengan pengendara lain nya yang tengah membantu Claudia.


"Pak ini adik saya. Tolong bantu saya untuk mengangkat nya kedalam mobil saya di sebrang sana.


Mereka langsung membantu Zeo mengangkat tubuh Claudia masuk kedalam mobil. Secara langsung Zeo mengucapkan terima kasih terlebih dahulu dan tak lupa juga memberikan beberapa lebar uang untuk tanda terima kasih serta melarikan Claudia kerumah sakit terdekat.


sedangkan yang menabrak, dibawa ke polr*s terdekat untuk mempertanggung jawabkan tindakan nya.


Flashback off.


Dunia Zayn runtuh seketika, ia seperti kehilangan pijakan dan pegangan saat mendengar cerita Sha-sha. Tak seharusnya ia marah dalam keadaan situasi yang berat juga membingungkan seperti ini, terlebih lagi Claudia. Pasti gadis itu sungguh sangat bingung, ia bingung dengan apa yang harus dilakukan nya. Ia pasti memikirkan keadaan Zayn bukan memikirkan keadaan nya sendiri. Maka ia bisa punya niatan untuk melakukan Ab*rsi. Seharus nya Zayn paham dengan hati Claudia saat itu bukan nya pergi meninggalkan nya.


"Maafkan aku Clau, aku terlalu bodoh. Bukan membujuk mu, malah aku justru meninggalkan mu dalam keadaan yang membingungkan seperti ini." batin Zayn.


"Saya sus" jawab Zayn.


"Baik, silahkan bapak ikut saya untuk kedalam."


Zayn hanya mengangguk dan mengikuti suster tersebut masuk. Setelah berada di ruang dokter. Zayn di persilahkan untuk duduk terlebih dahulu lalu memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud dan tujuan nya.


"Istri Bapak mengalami cedera kepala berat, yang berakibat pada Kondisi kerusakan atau perdarahan di jaringan otak, biasanya dalam dunia medis menyebutnya dengan Perdarahan subdural, terjadi saat darah menumpuk di antara otak dan tengkorak yang disebabkan oleh cedera kepala berat yang seperti dialami oleh nyonya Claudia akibat kecelakaan, sehingga membutuhkan tindakan kraniotomi."


"Kraniotomi, Dok? Apakah tindakan kraniotomi itu aman buat anak yang sedang di kandung nya dok,?" dengan susah payah Zayn menanyakan itu dengan menahan diri untuk tidak menangis.


"Mohon maaf pak, seperti nya saya juga harus menyampaikan berita berat ini. Mohon untuk bapak berbesar hati dan berlapang dada."


"Ada apa dok.?" tanya Zayn dengan bibir yang bergetar.


"Benturan keras yang diakibatkan dalam kecelakaan itu pun menghantam bagian perut Nyonya Claudia. Jadi, kami tidak bisa menyelamatkan janin yang sedang di kandung Nyonya Claudia pak."


Deg.


Zayn merasa jiwa nya tengah melayang tak tentu arah. Hatinya terasa kelu dan kehilangan segala kekuatan nya selama ini. Hati nya runtuh seketika bersamaan dengan air mata yang jatuh dengan deras nya. Ia tak lagi mampu menahan untuk tidak menumpahkan seluruh tangisnya.


"Apa istri saya akan segera pulih Dok, setelah menjalani kraniotomi.?"


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan istri anda pak." bukan jawaban itu yang ingin ia dengar. Setelah ia mendengar kabar bahwa anak nya tidak mampu di selamatkan.


"Selamatkan istri saya dokter." mohon Zayn dengan kelu.


"Doa kan saja, agar proses nya dapat berjalan dengan baik. Hanya sebuah doa lah harapan yang mungkin bisa menjadi penerang jalan untuk kesembuhan nya ya pak. Mari kita sama-sama berupaya untuk keselamatan Nyonya Claudia."


Dengan langkah gontai dan pandangan buram karena air mata masih saja menetes dan tak dapat di hentikan. Pria Tampan itu pun menyeret keluar tubuh nya dari ruangan dokter menuju kembali keruang tunggu depan ICU.


Sahabat yang sejak tadi menunggu nya pun. Kini tengah menatap wajah Zayn dengan penuh tanya mengenai kondisi Claudia.


"Ada apa Zayn.?" tanya Ammar seketika. Ia dapat melihat dengan jelas guratan betapa hancur hati Zayn, meyakini bahwa keadaan tidak sedang baik-baik saja.


Zayn luruh ke lantai, tepat di depan Ammar dan Azura. Ia terlihat rapuh dengan tangisan yang terdengar pilu. Kepalanya ia sandarkan pada tembok di belakang nya sebagai penyanggah sedangkan tangan nya terus saja mengusap wajah nya dengan kasar.


"Katakan ada apa Zayn.?" semua terlihat tegang menunggu kabar yang akan Zayn ucapkan.


"Claudia mengalami cedera kepala berat, yang berakibat pada Kondisi kerusakan atau perdarahan di jaringan otak, sehingga membutuhkan tindakan kraniotomi. Sedangkan," Zayn menghentikan ucapannya itu. Ia merasa tidak sanggup bila harus meneruskan ucapannya.


"Sedangkan apa ka.?" tanya Aretha yang sejak tadi hanya terdiam mendengar kisah perjalanan Alricks saat ini.


"Sedangkan janin yang Claudia kandung, keguguran akibat benturan yang sama pada kepalanya."


Deg.


Semuanya terdiam terpaku mendengar penjelasan Zayn. Hanya Zayn yang terdengar menangis kembali. Tubuh Zeo terkulai lemah dan kembali duduk. Ia berusaha tegar di tengah kehancuran hatinya. Tak berbeda dengan Zeo, Ammar pun berusaha untuk tegar dan memeluk Zayn. Sedangkan Azura, lebih memilih pergi meninggalkan mereka. Ia tak sanggup bila harus terus berada di sana.


Dari mereka berlima, hanya Azura lah yang sangat begitu rapuh. Ia berusaha kuat diluar tapi pada dasar nya ia adalah pria tampan berhati lembut. Mungkin karena rasa trauma yang ia miliki, sehingga ia takut orang-orang yang ia kasih pergi meninggalkan nya dengan cara yang sama seperti saudara kembar nya.