WHEN LOVING YOU A MY DESTINY

WHEN LOVING YOU A MY DESTINY
WLYAD 48



Setelah serangkaian pemeriksaan dan hasil scan Claudia terlihat baik-baik saja. Maka hari ini Claudia di perbolehkan untuk pulang.


Claudia pulang ditemani oleh kekasihnya, Zeo, serta Sha-sha.


sedangkan Ammar, Azura Zee dan Aretha berada di Apartemen milik Claudia mempersiapkan penyambutan kepulangan Claudia.


Selama perjalanan pulang Zayn selalu saja menggenggam tangan Claudia tanpa engan melepaskannya. Seolah-olah Zayn takut jika Claudia pergi dan menghilang dari pandangannya.


"Yaelah nge, lo gandengan mulu. Udah kaya mau nyebrang." sanggah Zeo sambil memegang kemudi mobil Sha-sha.


"Berisik lu." Zayn menoyor kepala belakang Zeo dengan pelan.


"Bukan gitu Zayn, gue kan juga iri lihat lo terus-menerus gandengan tangan. Sedangkan gue gandengan tangan nya sama nih setir mobil."


"Sama yang disamping lo kan bisa Bing.!"


"Bisa sih, tapi gue takut gak fokus nanti." sangah Zeo penuh maksud.


"Kalau gitu janganlah, yang ada gue masuk rumah sakit lagi. Kan gak lucu baru keluar rumah sakit eh malah masuk lagi. Bareng-bareng pula." sahut Claudia.


Sha-sha hanya bisa geleng-geleng kepala sedangkan Claudia tersenyum melihat Zayn yang sudah tak sekalut kemarin.


"Yaelah, kaku lu Zayn. Kaya sama siapa aja lo sampai berterima kasih sama kita. Kita itu selalu sama-sama dari zaman nya kita SMP. Berbagai macam peristiwa yang kita alamin, susah, senang bahkan banyak historis yang kita lewati sama-sama sampai kita seperti sekarang dan kaya baru sekali aja lo dapat Bogeman dari Azura.


Elo udah tiga kali dapat Bogeman cantik dari dia. Yang pertama awal lu masuk sekolah karena kasus lo yang ketahuan merokok dan mencium bibir salah satu anak OS*S. Yang kedua karena ulah lo yang ribut di caffe gara-gara elo ngelobi pacar orang dan yang ketiga gara-gara ini."


"ha.ha.ha.kenapa lo perjelas lagi." Zayn menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


kembali berbicara "Justru itu Bing, gue harus berterima kasih."


"Udah lah Zayn, kita sebagai sahabat memang sudah sepantasnya berbagi hal, susah senang bersama. Sekarang yang penting kita kedepannya harus tetap selalu ada." Zeo mengarahkan satu tangan nya yang terkepal kearah Zayn. Zayn menyambut kepalan tangan Zeo dengan kepalan tangan nya yang juga terkepal, mereka high fives.


Tak terasa mobil yang mereka tumpangi berhenti di basement Apartemen Claudia. Zeo langsung memarkirkan mobil yang ia bawa. Mereka semua turun dari mobil menuju lobby dan mengarah ke lift. Sesampainya mereka tepat di depan pintu masuk Apartemen. Mereka di kejutkan dengan suprise kecil. Claudia merasa takjub dengan hiasan yang Aretha dan Zee buat, serta mereka berempat tersenyum menyambut kepulangan Claudia yang telah hampir tiga Minggu berada di rumah sakit.


"Terimakasih banyak, kalian satu-satunya keluarga yang aku miliki sekarang. Terimakasih sudah begitu menyayangi ku." Claudia terharu terhadap apa yang ia lihat. Ia begitu sangat beruntung berada di antara orang-orang baik seperti mereka. Ketulusan, cinta dan kasih sayang mereka adalah yang paling berharga dalam hidupnya saat ini.


"Ah, jadi pingin mewek." ucap Sha-sha bergelayut manja pada tangan kekar Zeo.


Ha.ha.ha.semua tertawa mendengar celotehan Sha-sha.


Mereka semua meminta Claudia untuk beristirahat di kamar nya namun Claudia menolak karena ia merasa begitu bosan jika harus terbaring lagi di kamar. Claudia memilih ikut berkumpul di ruang televisi bersama kekasih, sahabat nya dan para adik senior nya di kampus yang sekarang menjadi pacar-pacar sahabat nya terkecuali Azura dan Aretha yang belum miliki hubungan.