WHEN LOVING YOU A MY DESTINY

WHEN LOVING YOU A MY DESTINY
WLYAD 14



"Ka." sapa ke tiga sahabat Aretha.


Hanya sebuah senyum tipis yang di tampilkan wanita itu. Lalu kembali berjalan ke arah koridor kantin kampus.


"Buset dah tuh orang, jutek abis. kalau ada penghargaan buat cewek jutek sedunia udah pasti dia pemenangnya." umpat Sha-sha.


Zee dan Galaxy hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Sha-sha dan berlalu pergi ke arah kelas meninggalkan Sha-sha yang sibuk mengumpati Ka Claudia. 


Sementara di kantin kampus sudah terlihat tiga pria tampan yang tengah duduk sambil sarapan pagi.


"Dua sejoli mana sih Bing?" tanya Zeo yang belum melihat batang hidung sepasang kekasih Zayn dan Claudia.


"Tuh kan baru di omongin udah nonggol tuh anak. Panjang umur banget tuh Singa Betina" pekik Zeo.


"Tapi tumben si kacungnya kaga ngintilin." Ammar.


"Claudia Romanzla Erge, my destiny lo tumben gak ngintilin di belakang lo?" tanya Zeo.


"Huft.." Claudia menarik nafas panjang dan mendudukkan tubuhnya di bangku depan Azura. "Lagi kesel gue sama Zayn." lanjut nya.


"Whay?"


"Gue lagi pms, dia masih aja sempat-sempatnya ngajak gue ng*lum di mobil."


"Ha..ha..ha.." tawa Zeo pun terdengar mengelegar di seluruh kantin kampus.


"Emang udah berapa lama dia enggak lo kasih jatah? Terus anaknya kemana sekarang?" tanya Ammar menahan tawa.


"Yaelah, baru juga semalam gak gue kasih. Mungkin dia lagi solo karir di toilet kampus. Habis turun dari mobil, langsung aja jalan dan gue di tinggalin." jawab Claudia memanyunkan bibirnya, kesel. 


"Ogeb-ogeb, emang tuh si omesh gak ada insyaf nya. Tuannya bar-bar, si ozy nya gesrek. Sudah tau si lembah lagi kebanjiran."


"Suruh ngungsi dulu aja." sahut Zura yang sedang mengutak-atik layar pipih keluaran terbaru merk apel di gigit itu.


"Njir, bacot lo lancar ya Zu! Sekalinya ngomong gak ada lak-lakannya." kesel Claudia. "Bener-bener pada gak ada akhlak lo. Sudah jangan bahas gue, bahas acara Keakraban aja." sugut Claudia tambah kesal.


"Clau, lo yakin kalau tuh anak ke kamar mandi buat solo karir. Kalau tuh anak duet gimana??"


"Gue potong si ozy nya, biar gak bisa merem melek lagi." sangah Claudia.


Zeo tertawa geli mendengar ocehan Claudia, "Habis dong." saut Zeo.


"Wah jadi sotong kantin kampus ntar." Timpal Ammar.


"Udah bahas acara aja, nambah bikin gue badmood aja lo pada! Bing gue dah kirim nomer anak-anak yang akan ikut acara jadi tinggal Zeo list." ucap Claudia.


"Tring!" terdengar suara chat pada ponsel Azura.



"Azura, hey Azura." panggil Claudia.


"Iya oke Clau." Azura menjawab Claudia dengan fokus yang masih tertuju pada layar pipih di tangannya. Kemudian ia bangkit. 


"Nge, mau kemana lo?" teriak Ammar yang melihat Azura berjalan pergi meninggalkan mereka.


"Jalan." jawab Azura datar.


Di sisi lainnya, seperti yang di katakan Aretha bahwa hari ini tidak ada Dosen pengampu mata kuliah mereka yang hadir. Membuat kelas Aretha sangat begitu riuh dan di bubarkan. Lebih tepatnya membubarkan diri. Aretha dengan segera berlari menuju kearea parkir mobil yang berada tepat di area gerbang kampus. Dengan gerakan cepat, Aretha melewati celah mobil yang terparkir di depan dirinya. Aretha tidak ingin dirondongi pertanyaan-pertanyaan menyerang oleh sahabatnya yang menanyakan prihal mengapa ia terburu-buru untuk pergi.


"Yank, kamu dimana??" ucap Zayn di sambungan telpon dan langsung membuka pintu mobil dengan tiba-tiba.


Membuat Aretha menabrak pintu mobil dan terjatuh saat ingin menghampiri mobil Azura yang terparkir tepat di blok depan mobil Zayn.


Bugkh!!!


"Aish sial, udah tau gue buru-buru. Pakai ada acara nabrak dan jatuh lagi." batin Aretha.


"Eh Cewek bar-bar, lo ngapain jongkok di situ." ucap Zayn santai, membuat Aretha semakin kesal di buatnya.


"Bertapa!! Kak Zayn nggak liat nih. Gara-gara Ka Zayn buka pintu mobil yang tiba-tiba. Terus ngebuat Aretha jadi nabrak dan buku-buku Aretha jatuh berserakan." sambil kembali membereskan buku-bukunya yang terjatuh dan melupakan dirinya yang sedang terburu-buru.


"Lonya aja yang jalan nggak pakai mata." ucap Zayn yang tak terima di salahkan.


Aretha terkekeh pelan, "Woy, sejak kapan berjalan itu dengan mata?! Yang ada juga berjalan itu pakai kaki. Kak Zayn ada-ada saja, menurut Aretha itu perkataan yang klise. Entah apa yang membuat para kaum hawa sangat begitu menyukai kalian dan tergila-gila pada Alricks cs. Ya ampun, padahal kalian itu bodoh." ucap Aretha sambil tertawa remeh. 


"Wah, songong lo ya!" Katanya dengan sorot mata yang membunuh.


"Hay Bebs, kamu Kenapa?" suara seseorang yang tiba-tiba terdengar dari arah belakang Aretha.


"Eh Markonah, Kak Zayn ini tuh nggak kenapa-kenapa. Yang lagi kenapa-kenapa itu gue! ucap Aretha yang kesal lantaran cewek itu melangkahi dirinya.


"TERUS GUE HARUS PERDULI? DAN GUE JUGA HARUS IKUT BANTUIN LO GITU?" ucap Noura nyalang.


"Terus gue harus perduli? Dan gue juga harus ikut bantuin lo gitu. " Aretha mengikuti ucapan Noura dengan intonasi mengejek dan dengan bibir yang terlihat maju mundur sambil terus memunguti bukunya hingga semua rapih, lalu kemudian ia bangkit untuk berdiri sejajar dengan manusia yang ada di hadapannya itu. "Aduh Markonah, lo tuh aneh deh." ucap Aretha kesal. 


"An.....?"


"Sorry ya Markonah, gue lagi buru-buru dan sorry Ka Zayn, Aretha buru-buru." Sela Aretha, sebelum Noura meneruskan ucapannya. Kemudian ia melihat jam di handphonenya dan langsung berlari pergi.


"Barusan tuh Cewek manggil gue apa?" Tanyanya pada Zayn. 


"Markonah!!" Jawab Zayn. 


"Yeeaaa!! Dasar ya lo Cewek nggak waras." Noura baru menyadari kalau dirinya sejak tadi di panggil dengan nama markonah oleh Aretha, sehingga membuat Noura kesal. "Siapa sih tuh Cewek, nama gue bagus-bagus malah di ganti seenaknya begitu."


Zayn hanya mampu terdiam, berusaha menahan tawanya tak kala melihat tingkah laku gadis bar-bar yang berani mengatai anak Dekan. "Dasar Aretha koplak, apa dia gak tau kalau Noura itu anak dari dekan di kampus ini. Apa emang dia pura-pura gak tau? Tapi gue rasa emang nggak ada yang di ketahui gadis koplak itu. " batin Zayn.


"Bebs, kok kamu nggak belain aku sih." tanya Noura. "Lah dia malah pergi." pekik Noura, lalu berlari kecil menyusul Zayn yang terlebih dahulu meninggalkan area parkir. Lebih tepatnya sengaja meninggalkan Naura sendirian di area parkir. 


"Bebs, tunggu aku dong!!" dengan intonasi nada yang terengah-engah, ia menyusul langkah Zayn yang sangat cepat.


bugkh !!


"Tuh kan, jadi nabrak Ayang Bebs ke dua nih. Tapi gak apa-apa sih, Noura suka. Maaf ya Ayang Bebs Noura tidak sengaja." ucap Noura dengan suara yang di buat-buat, agar terdengar manja.


"Mau kemana lo Bing? Kok buru-buru banget?!" sela Zayn dan mengabaikan Noura yang terus saja mengoceh.


"Gue mau cabut duluan, karena ada keperluan mendesak." Jawab Azura berbohong. "Lo kenapa bisa berduaan dengan Noura? jangan bilang lo habis?"


"Jangan ngaco lo, gue habis nyariin Claudia di mobil. Gue kira tuh anak masih di dalam mobil, ngambek. Tapi pas gue telpon, dia bilang lagi di kantin sama Ammar dan Zeo." Jelas Zayn. 


"Lagian kalau lagi banjir jangan suka di paksa buat nyoblos. Gue kira lo habis duet sama si ganjen satu ini." ucap Azura menunjuk Noura.


"Sialan lo, Bing. Gue mikir dua kali lah buat duet sama nih pere...m..pu.." belum sempat meneruskan ucapannya justru malah Azura sudah berjalan pergi. "AZUUURRAAA, GUE BELUM SELESAI BICARA. BANGS*T LO YA MAIN PERGI GITU AJA!!" teriak Zayn.


"SORRY NGE, GUE BURU-BURU." teriak Azura santai sambil melambaikan tangannya tanpa menengok kebelakang.