TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
Surprise dari Reno



Setelah berbincang di taman sekolah, Chika dan Tiara bergegas menuju rumah Reno. Beberapa saat kemudian, sampailah mereka di depan rumah Reno. Reno di beri kabar oleh Cindy, jika Tiara dan Chika akan mengunjungi rumahnya. Dia pun pulang lebih awal.


"Lo, kok di gembok pagarnya?" Chika memegang sebuah gembok yang mengunci pagar rumah Reno.


"Apa mungkin lagi pada pergi ya?" Tiara melihat keadaan di sekitar rumah dari luar gerbang.


"Pergi ya? Padahal kan pesan WhatsApp Cindy tadi.." Chika tak melanjutkan ucapan nya, dan berbalik arah.


"Ya udah yuk, Ra. Kita pulang aja!" Chika mengajak Tiara untuk pulang dengan wajah lesunya.


"Lo, nggak jadi ni kita?" Tiara ikut berbalik arah.


"La kan di gembok gerbangnya, udah yuk pulang."


Chika menarik tangan Tiara,Tiara pun mengikuti langkah Chika. Baru beberapa langkah, terdengar suara petasan yang banyak. Tiara dan Chika pun melihat sumber suara.


"SELAMAT TIARA DAN CHIKA , KALIAN TELAH SUKSES MELEWATI UJIAN NASIONAL" terdapat banner besar yang berisi ucapan selamat untuk Chika dan Tiara dari lantai dua rumah Reno.Reno telah memesan sebuah banner 1 minggu yang lalu. Reno pun segera keluar dan membuka gembok.


"Kak Reno ... apaan sih, ngerjain! Bikin bad mood !" Chika menatap Reno dengan tajam.


"He-he-he, maaf ... aku kan cuma mau kasih surprise buat kalian. Yuk, masuk rumah dulu!" Reno mengajak Tiara dan Chika untuk masuk kedalam rumahnya.


"Udah, Chik ... jangan cemberut terus, nanti cantik nya ilang lo. Yuk masuk!" Tiara membujuk Chika, Chika pun akhirnya ikut masik ke rumah Reno.


...~~~...


"Selamat ya, Tiara ... Chika ... kalian sudah menyelesaikan ujian nasional, semoga hasilnya nanti bagus." Mamanya Reno menghampiri Tiara dan Chika.


"Aamiin ... Terima kasih, Tante, " ucap Tiara dan Chika bersamaan.


"Ya udah duduk dulu, Reno sebentar lagi keluar, tante ke atas dulu ya." Mamanya Reno berbalik arah menuju lantai atas.


"Baik, Tante." Tiara dan Chika kemudian menuju ke kursi di ruang tamu itu.


"Kak Tiara ... Kak Chika ... aku ada hadiah buat kalian." Cindy membawa dua bingkisan di tangannya.


Cindy yang keluar dari kamarnya di lantai atas, tak menghiraukan mamanya waktu berpapasan. Mamanya pun hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya.


"Repot-repot, Cin ... makasih banyak ya." Chika memeluk Cindy.


"Makasih ya, Cindy yang cantik." Tiara pun ikut memeluk Cindy.


"Masama Kakak-kakakku." Cindy tersenyum manis.


"Aku juga ada hadiah buat kalian." Tampak Reno keluar dari kamarnya, dengan membawa dua bingkisan besar.


Chika masih kesal dengan Reno, dia mengingat kejadian di depan gerbang tadi. Chika pun tak menoleh ke arah Reno.


"Makasih Kak Reno ... Surprise dan hadiahnya." Tiara tersenyum ke arah Reno.


"Iya, Ra." Reno menoleh ke arah Chika yang memalingkan wajah darinya.


"Chik, kamu masih ngambek ya, maaf ya yang tadi. Kita naik ke balkon yuk!" Reno menarik Chika menuju balkon di rumahnya, Chika hanya pasrah ketika tangannya ditarik Reno.


"Ayo kak Tiara, kita juga naik ke balkon." Cindy pun menggandeng tangan Tiara.


"Oke, Cin." Tiara berjalan bersama Cindy.


Mereka berempat berbincang-bincang, dan terkadang terdengar suara gelak tawa dari atas balkon. Dua jam berlalu, Chika dan Tiara pun segera berpamitan pulang kepada mama Reno. Reno pun mengantar keduanya pulang, menggunakan mobilnya.


...***...


Malam hari di rumah Tiara. Nada dering diponsel Tiara berbunyi, terdapat panggilan dengan nomor baru. Tiara pun segera mengangkat panggilan telepon itu.


Tiara : " Assalamu'alaikum, maaf ini siapa ya?"


Tiara :" Iya bi.. Tidak apa, bibi dan paman sehat kan di Kalimantan? "


Nomor baru :" Alhamdulillah baik Ra,alhamdulillah kami ada sedikit rejeki untuk perjalanan pulang ke Magelang".


Tiara :"Alhamdulillah, kapan bi?"


Nomor baru :"Insyaallah dua bulan lagi"


Tiara :"Hati - hati ya bi di perjalanan"


Nomor baru :"Iya Ra, Tiara maaf bibi tutup dulu ya telpon nya, ada orang yang mengetuk pintu rumah bibi"


Tiara :"Iya bi, Wassalamu'alaikum"


Nomor baru :" Wa'alaikum salam"


Panggilan pun tertutup, Tiara menamai nomor baru itu dengan nama bibinya.


Krukkk ... krukkk ....


Perut Tiara berbunyi, menandakan kalau perut nya perlu di isi. Tiara pun bergegas ke dapur untuk mengambil makanan yang telah di masaknya sore tadi. Tiara mulai memakan makanannya, setiap dia makan di meja makan dia selalu teringat tentang ke dua orang tuanya.


Tiara tak mau berlarut-larut dalam kesedihannya, Tiara berpindah ke dalam kamarnya lalu melanjutkan makan malamnya. Ketika melihat notebook , Tiara teringat jika    hari ini belum meng-update novel onlinenya. Tiara pun menghidupkan notebook, dia menulis novel online di sela makan malamnya.


...***...


Satu bulan berlalu. Seluruh siswa-siswi telah di nyatakan LULUS. Dan hari ini adalah pelaksanaan wisuda. Karena Tiara tak punya kerabat yang tinggal di sekitarnya, jadi Reno menemani Tiara mewakili sebagai keluarga Tiara.


"Udah nggak usah grogi, duduklah di kursimu! Aku bakal duduk di kursi barisan keluarga, semoga sukses ya, Ra ... Chik ...." Reno berbalik menuju kursi barisan keluarga.


Tiara dan Chika pun menuju ke kursi mereka, proses wisuda berlangsung dengan khidmat. Pelaksanaan wisuda berlangsung selama tiga jam, lalu di selingi dengan hiburan musik yang di tampilkan oleh perwakilan adik kelas.


Pihak sekolah juga mengundang seorang musisi untuk meramaikan acara. Suara meriah terdengar dari dalam gedung,siswa-siswi ikut menyanyikan alunan lagu yang di bawakan sang musisi. Setelah acara selesai, mereka pun berphoto sebagai kenang-kenangan.


"Kak Ren ... kita foto bertiga yuk!" Chika berada ditengah, menggandeng Reno dan Tiara disampingnya.


"Selamat ya, Chik ... Ra ..., akhirnya pecah telur." Reno mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Emang kita ayam, Kak?" Chika mengerutkan dahinya, Reno dan Tiara tertawa mendengar ucapan Chika.


"Makasih ya kak, udah datang sebagai waliku." Tiara tersenyum kepada Reno.


Deg.


Reno meleleh melihat senyum manis Tiara, Reno juga membalas senyum Tiara. Reno sedikit salah tingkah, ia pun segera mengontrol perasaannya.


"Kita harus ngerayain kelulusan ini, kalian pengen jalan-jalan ke mana?" Reno melihat ke arah Tiara dan Chika.


"Aku pengen ke Candi Borobudur," jawab Chika dengan semangatnya.


"Ra, gimana? Kamu setuju nggak?" Reno menoleh ke Tiara.


"Setuju, Kak," ucap Tiara.


"Ya udah ... kuy berangkat!" Reno menuju ke tempat parkir mobilnya,disusul Tiara dan Chika.


...***...


Setelah menempuh perjalanan, sampailah  mereka di Candi Borobudur. Reno, Tiara dan Chika berkeliling sekitar Candi dan memotret beberapa gambar. Lalu, mereka menuju ke Museum Kapal Samudraraksa.


Setelah puas berkeliling di sekitar museum kapal, mereka keluar dari area Candi Borobudur. Sebelum sampai pintu keluar, di sisi kanan dan kiri jalan banyak orang yang menjajakan dagangannya. Reno dan kedua gadis itu pun melihat-lihat terlebih dahulu. Reno dan kedua gadis itu membeli beberapa oleh-oleh, lalu bergegas pulang.