TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
Pertunjukan tari



Sore hari.


Salsa sedang memainkan ponselnya, sedangkan Tiara sedang sibuk dengan tugas di notebook nya. Mereka berdua berada didalam kamar, namun tak berinteraksi karena kesibukan masing-masing. Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar, Tiara yang mendengarnya, segera berdiri untuk melihat siapa dibalik pintu itu.


"Mama, ada apa Ma?" tanya Tiara kepada Mamanya. Ternyata, orang yang mengetuk pintu adalah Mama Jihan.


"Nggak ada apa-apa, Mama cuma mau main ke kamar kalian. Kalian lagi apa?" tanya Mama Jihan kepada kedua putrinya.


"Aku lagi main ponsel, Ma." Jawab Salsa.


"Kalau aku lagi ngerjain tugas, Ma." Jawab Tiara.


"Masih lama kah ngerjain tugasnya?" tanya Mama Jihan kepada Tiara.


"Enggak sih Ma, dikit lagi." Jawab Tiara.


"Yaudah, kamu lanjutin aja ngerjain tugasnya! nanti kalau udah selesai, kita cerita-cerita." Perintah Mama Jihan.


"Baik, Ma." Jawab Tiara.


Setelah sepuluh menit, Tiara telah selesai menyelesaikan tugas di notebook nya.


"Mama mau cerita apa?" tanya Salsa.


"Apa ya? Mama juga bingung mau cerita apa. He ... he ...."Jawab Mama Jihan.


" Gimana kalau Mama cerita masa muda Mama, mungkin waktu Mama pertama kali ketemu sama Papa."Ucap Salsa.


" Oh iya, bener itu Sa. Mama ceritalah pada masa itu, aku sama Salsa bakal jadi pendengar yang baik." Imbuh Tiara.


" Ah kalian ini. Baiklah Mama bakal cerita." Mama Jihan berkata dengan pasrah.


FLASHBACK ON.


Mama Jihan menceritakan masa, dimana ia bertemu dengan Papa David waktu pertama kali. Waktu itu Mama Jihan sedang berada di taman kota. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mengajak berkenalan, karena waktu itu Mama Jihan sedang sendirian, Mama Jihan merasa takut. Takut jika Papa David adalah orang yang jahat. Karena itu, Mama Jihan langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlalu meninggalkan Papa David.


Papa David tercengang, karena ditolak oleh seorang wanita. Dia sempat bertanya pada dirinya sendiri, apakah dirinya kurang tampan. Tapi sepertinya tidak, karena selama ini para wanitalah yang mengejar-ngejar Papa David.


Seminggu berlalu, Mama Jihan sedang berada dikampusnya. Saat dia sedang berjalan, tiba-tiba ada seseorang yang menarik bajunya. Mama Jihan pun menoleh, dan yang dilihat adalah seorang laki-laki yang ia lihat saat berada di taman seminggu lalu, laki-laki itu tak lain adalah Papa David.


Papa David tak menyangka jika ia satu kampus dengan Mama Jihan, ia merasa beruntung, karena hal itu akan memudahkannya mendapatkan hati Mama Jihan. Ya, Papa David telah jatuh hati pada Mama Jihan saat pertama kali bertemu.


Papa David terus mengejar Mama Jihan, bahkan sampai mereka telah bekerja. Meskipun Mama Jihan tak mudah didapatkan, namun Papa David tak pernah menyerah, hingga akhirnya Mama Jihan juga jatuh cinta kepada Papa David. Lalu akhirnya, mereka berdua memutuskan untuk menikah.


FLASHBACK OFF.


Salsa dan Tiara mendengarkan cerita dari Mama Jihan dengan seksama, bahkan mereka tak bergerak sedikitpun dari tempat duduk mereka. Mereka berdua membayangkan Mama Jihan dan Papa David waktu itu.


"Ma, Papa kan ganteng. Kenapa Mama susah dikejar? jangan-jangan Mama nggak normal ya? sukanya sama cowok yang nggak ganteng alias jelek." Salsa mengintrogasi Mamanya.


"Wiih, berarti Papa ganteng banget ya waktu muda." Ucap Tiara.


"Ya ... gitulah Ra." Ucap Papa David tiba-tiba didepan pintu kamar, ternyata dari tadi pintu kamar tidak ditutup.


"Papa ... sejak kapan Papa ada disitu?" tanya Mama Jihan kepada Papa David.


"Sejak Mama ceritain masa lalu kita." Ucap Papa David sambil mengedipkan mata kanannya.


"Ah udah ah. Mama mau sholat maghrib, udah adzan." Ucap Mama Jihan, lalu keluar dari kamar itu. Mama Jihan merasa malu, karena ketahuan oleh Papa David menceritakan masa lalu mereka.


Papa David, Tiara, dan Salsa tak bisa menahan tawa melihat tingkah lucu Mama Jihan karena malu. Karena memang sudah waktu sholat maghrib, Papa David dan kedua putrinya menyusul Mama Jihan untuk melaksanakan ibadah sholat maghrib bersama-sama.


...***...


Beberapa hari kemudian.


Hari ini adalah hari dimana Salsa akan melakukan pertunjukan tarinya, segala sesuatu yang dibutuhkan telah disiapkan. Salsa telah berada dikampusnya, ia diantar oleh kedua orang tuanya, dan juga Kakak-kakaknya. Tampak juga Davin dan Erina yang baru saja datang, Salsa merasa bahagia karena keluarga angkatnya menyayanginya bahkan melebihi keluarga kandungnya.


Para pengunjung telah duduk di tempat yang telah disediakan, pertunjukan tari pun dimulai. Terdapat 8 kelompok mahasiswa yang akan menampilkan tarian mereka, masing-masing kelompok telah memilih nomor undian untuk tampil. Dan kebetulan, kelompok yang pertama kali tampil adalah kelompoknya Salsa.


Salsa merasa gugup saat kelompoknya dipanggil, tiba-tiba ada seseorang yang menggenggam tangan Salsa. Saat Salsa menoleh, ada Sandy yang berdiri disampingnya. Karena perasaan gugup yang dialami oleh Salsa, dia pun tak mengelak genggaman tangan Sandy.


Salsa dan Sandy melangkahkan kaki mereka menuju panggung pertunjukan, diikuti oleh anggota kelompok Salsa yang lain. Saat musik pengiring sudah terdengar, Salsa dan teman kelompoknya pun memulai gerakan tari mereka.


Salsa dan teman-temannya tampak luar biasa dengan gerakan tarian mereka, para penonton yang melihatnya seolah-olah juga sedang menari seperti mereka. Tarian yang dibawakan Salsa dan teman-temannya kali ini, adalah tarian dengan gerakan yang lambat. Tapi, ditengah-tengah tarian, mereka mengganti gerakan mereka dengan gerakan yang cepat. Para penonton langsung bersorak karena kagumnya.


Setelah beberapa saat, tarian yang dibawakan Salsa dan teman-temannya telah usai. Mereka pun turun dari panggung pertunjukan. Suara tepuk tangan terdengar, para penonton mengagumi tarian Salsa dan kelompoknya, karena penampilan mereka memang mengagumkan. Salsa dan teman kelompoknya duduk, dan menonton penampilan dari peserta lainnya.


"Minum dulu, Sa." Sandy menyodorkan sebotol air mineral kepada Salsa.


"Makasih ya, Ndy." Ucap Salsa.


"Iya, sama-sama." Respon Sandy. Salsa segera meminum air mineral itu, ia merasa lelah karena penampilan tarinya tadi.


Tiga jam berlalu, acara pertunjukan tari telah selesai dilaksanakan. Para penonton sebagian besar adalah keluarga dari para mahasiswa. Sebagian penonton berhambur keluar dari gedung setelah acara selesai, dan sebagian lainnya sedang berfoto dengan para penari.


"Selamat ya Sa, pertunjukan tadi sukses ... keren ...."Ucap Chandra, lalu mengacungkan kedua ibu jarinya.


" Iya nih, anak Papa memang keren."Ucap Papa David.


" Selamat ya Sayang, kamu sukses narinya. Bagus banget pokoknya." Ucap Mama Jihan.


" Selamat ya, adik Kakak yang paling cantik dan hebat ini."Ucap Tiara sambil memeluk Salsa. Davin dan Luna juga mengucapkan selamat kepada Salsa.


" Terima kasih semuanya ... terima kasih dukungannya ... Salsa sayang kalian semua." Ucap Salsa sambil tersenyum.


Karena acara sudah selesai, Salsa dan keluarganya pergi dari kampus. Papa David mengajak keluarganya untuk makan bersama di sebuah restoran, merayakan kesuksesan pertunjukan tarian Salsa. Mereka menikmati hidangan yang mereka pesan, dan terkadang terdengar gelak tawa diantara mereka.