
Hari ini Tiara sudah di perbolehkan untuk keluar rumah sakit, tapi dia masih belum bisa berjalan, dia harus menggunakan kursi roda. Tiara dan keluarganya masih tinggal di Yogyakarta, Mama Jihan dan Papa David masih rindu dengan keluarganya di Yogyakarta.
Dan saat di Yogyakarta , Tiara dan keluarganya akan menginap di rumah kakaknya mama Jihan. Papa David tidak mau tinggal di rumahnya sendiri yang berada di Yogyakarta, Papa David takut jika Mama Jihan akan bersedih lagi jika melihat rumah itu.
Setelah tiga puluh menit, sampailah Tiara dan Chandra di rumah budhe mereka.
Chandra pun mendorong kursi roda Tiara.
"Assalamu'alaikum" ucap Tiara dan Chandra bersamaan.
Tiara terkejut saat melihat pak Dika di rumah budhe nya.
Mama Jihan melihat Tiara yang terkejut saat melihat Dika, mama Jihan lalu menghampiri Tiara.
"Sayang, kamu kenal dengan Dika?" tanya mama Jihan.
"Dika dosen Tiara di kampus bi" jawab Dika kepada bibi nya.
"Begitu, pantas Tiara kaget, sayang Dika ini anak budhe kamu" ucap mama Jihan, hal itu membuat Tiara kaget.
"Hah, aku masih saudara sama pak Dika?" ucap Tiara dalam hati.
Sedangkan Dika sendiri tidak terkejut, Dika telah mengetahui lebih dulu. Sejak awal bertemu Tiara, Dika merasa jika Tiara mirip dengan bibi nya, Dika pun membayar orang untuk mengikuti Tiara.
Dika juga mendapat info dari orang suruhannya, jika Tiara akan di ajak Aditya kerumah nya, saat itu Tiara dan Aditya sedang berada di Heha Sky View, karena Dika takut terjadi hal buruk kepada Tiara, Dika pun membohongi Tiara untuk segera mengerjakan tugas di kampus.
Dika juga mendapat kabar jika Tiara kecelakaan, dan orang suruhan Dika terus mencari informasi tentang Tiara, sampai akhirnya mendapat kabar jika bibi nya telah melakukan tes DNA dengan Tiara,dan hasilnya memang Tiara anak kandung bibi nya.
"Tiara,semoga kamu segera pulih lagi seperti dulu" ucap pak Dika kepada Tiara.
"Terima kasih pak" jawab Tiara.
"Kok pak sih? Dika itu kaka sepupu kamu, jadi kamu panggil kakak juga ke Dika" ucap mama Jihan.
"Baik ma" Tiara menganggukkan kepalanya.
Seorang gadis datang dari arah dapur
"Ini kak Tiara ya, selamat datang di rumah bu dhe kakak" ucap gadis itu.
"Tiara ini anak mama juga, namanya Salsa" mama Jihan melihat wajah Tiara yang kebingungan.
Seketika Tiara paham, jika gadis ini adalah anak yang di adopsi oleh mamanya.
"Aku Tiara, sepertinya kita seumuran, kamu langsung panggil nama aku aja" ucap Tiara.
"Walaupun seumuran, tapi aku pengen panggil kak Tiara" Salsa bersikukuh.
"Yasudah, terserah kamu saja yang penting kamu senang" Tiara tersenyum kepada Salsa.
"Ayo kita ke kamar budhe mu, dia ada di kamarnya" mama Jihan mendorong kursi roda Tiara menuju kamar budhe nya .
Tiara dan mama Jihan telah sampai di depan kamar budhe, mereka pun masuk.
"Ini Tiara ya, wah ponakan budhe cantik sekali seperti mamanya, panggil budhe Lisa ya" ucap budhe.
"Iya budhe Lisa" jawab Tiara.
"Kak, aku dan anak-anak akan tinggal disini untuk beberapa hari, lalu kami akan kembali ke Jakarta, kaka cepat sembuh ya" ucap mama Jihan, mama Jihan sedih melihat kondisi kakaknya yang sedang sakit.
Budhe Lisa sedang sakit kanker rahim stadium awal, dokter menyarankan agar budhe Lisa rutin memeriksa kesehatan nya ke rumah sakit. Sebenarnya budhe harus rawat inap di rumah sakit , tapi budhe menolaknya, Budhe mengatakan bahwa dia tidak bisa tidur jika di rumah sakit.
"Iya, kakak pasti sembuh" ucap budhe Lisa.
"Yasudah kamu antar Tiara istirahat dulu, kasian dia baru keluar dari rumah sakit, pasti tidak enak kan tidur di rumah sakit" ucap budhe Lisa.
Tiara hanya tersenyum membalas perkataan budhe nya.
*******
Di dalam kamar tidur
"Ma, Salsa tidur bareng kak Tiara ya, Salsa bakal jagain kak Tiara" ucap Salsa.
"Kamu tidurnya yang anteng ya, kalau usil kasian Tiara bakal kena tindihan badan kamu, kamukan berat" ucap mama Jihan.
"Enak aja ma, badan Salsa langsing begini kok" Salsa memegang kedua pinggangnya dan melihat ke seluruh tubuhnya.
Tiara tersenyum melihat tingkah Salsa.
"Iya langsing kok" jawab Tiara sambil tersenyum.
"Tuh ma, kata kak Tiara aja aku langsing kok" Salsa protes kepada mamanya.
"Iya iya Salsa paling langsing, mama keluar dulu" mama Jihan meninggalkan kamar itu.
"Eh kak, ceritain dong tentang kakak" Salsa bersiap mendengarkan cerita Tiara.
Tiara pun menceritakan tentang kehidupan nya, Tiara pun meneteskan air matanya ketika bercerita tentang ibu dan bapaknya.
Salsa yang mendengar cerita Tiara pun juga meneteskam air mata.
"Udah kak, aku nggak kuat dengerinnya, kakak melewati hidup yang berat, kakak hebat" Salsa langsung memeluk Tiara.
"Kakak, aku ambilin camilan untuk kita ya,biar kita nggak bosen di kamar" Salsa pergi keluar kamar itu.
******
Di dapur
"Cari apa kamu?" tanya Dika.
"Cari makanan buat aku sama kak Tiara,kak Dika ada makanan ringan nggak buat camilan?" jawab Salsa tanpa menoleh ke arah Dika.
"Ini, bawa aja semua" Dika mengambil sekantong camilan di lemari dapur paling atas.
"Kak Dika baik banget, makasih ya" Salsa berlalu meninggalkan Dika yang berada di dapur.
Salsa segera kembali ke kamar Tiara.
Saat Salsa melewati ruang keluarga, kantong camilan nya di ambil oleh Chandra.
"Balikin kak, itu buat aku sama kak Tiara" protes Salsa.
"Kak Chandra juga mau lah" Chandra mengambil beberapa camilan.
"Lah, stok camilan jadi berkurang" jawab Salsa cemberut, Salsa pun segera melanjutkan langkahnya kembali ke kamar, Salsa memeluk kantong camilan nya dengan erat.
Sesampainya di kamar
"Kakak, aku bawa banyak camilan, eh tapi tadi sebagian diambil sama kak Chandra" Salsa sebal mengingat kejadian tadi.
"Yaudah gapap Sa, kan masih banyak juga" Tiara melihat isi kantong yang dibawa oleh Salsa.
"Iya sih, yaudah yuk kita makan, kakak pengen yang mana pilih aja" Salsa telah mengambil camilan yang ia sukai.
"Oke Sa" jawab Tiara.
"Kak, tadi kakak cerita tentang laki-laki yang baru kakak kenal, tapi udah ngajak nikah, siapa itu namanya, A a a siapa tadi?" Salsa menanyakan tentang Aditya kepada Tiara.
"Aditya" jawab Tiara singkat.
"Iya itu, Aditya. Trus giman kabar dia sekarang?" tanya Salsa antusias.
"Nggak tau Sa, aku selalu menghindar dari dia" jawab Tiara malas.
"Ganteng nggak kak orangnya?lumayan lo kak kalau ganteng" Salsa penasaran dengan paras Aditya.
"Tolong ambilin hp aku, nanti aku cariin photo dia kalau kamu penasaran sama wajahnya" ucap Tiara.
Salsa pun mengambilkan hp Tiara, setelah itu Tiara mencari photo Aditya di sosial media milik Aditya.
"Ni orang nya" Tiara memberikan hp nya kepada Salsa.
"Ini mah cakep banget kak, kenapa nggak langsung terima aja lamarannya, aku sih juga mau kalau cakep kayak gini" Salsa senyum-senyum sendiri melihat photo Aditya.
"Yaudah buat kamu aja" jawab Tiara singkat.
"Tapi walaupun cakep, aku nggak bakal nikung calon kakak ku sendiri, jadi buat kakak aja" Salsa mengembalikan hp Tiara.
Tiara tak merespon kata-kata terakhir Salsa.
"Sa, aku mau istirahat dulu ya" ucap Tiara sambil menguap.
"Oke kak, kakak istirahat aja, aku akan berjaga disini" jawab Salsa.