
Malam hari pukul 19:00 WIB.
Salsa, Davin, dan Chandra sedang menonton salah satu acara televisi di ruang keluarga. Salsa kini sudah kembali menjadi Salsa yang periang. Dia sudah sering berbincang bahkan bercanda dengan Davin. Davin, Salsa, dan Chandra menonton televisi sambil berbincang banyak hal, salah satu yang mereka bicarakan adalah tentang Tirta. Tirta yang terus-menerus mengejar Tiara. Davin mengatakan kepada Salsa dan Chandra, jika ia bertemu dengan Tirta.
"Kakak beneran ketemu sama Kak Tirta?" tanya Salsa antusias.
"Kamu kenal sama Tirta, Sa?" tanya Davin balik.
"Kak Tiara pernah cerita tentang Kak Tirta, dan kita pernah ketemu. Waktu itu, aku sama Kak Tiara sedang jogging. Eh, tiba-tiba Kak Tirta muncul di hadapan kami. Ngomong-ngomong, Kak Tirta ganteng ya, bule lagi." Jawab Salsa.
"Ganteng apaan, badan cungkring gitu kok." Ucap Davin meremehkan Tirta.
"Iya sih Kak, tapi kalau olahraga bisalah jadi kekar badannya." Ucap Salsa sambil membayangkan Tirta dengan badan yang kekar.
"Kamu suka sama Tirta?" tanya Davin kepada Salsa.
"What? kamu suka sama orang yang namanya Tirta itu?" tanya Chandra tiba-tiba.
"Huuuhhh. Kak Chandra, kapan aku bilang kayak gitu? aku mana ada suka sama Kak Tirta, cuma kagum dikit sama wajah bule nya." Jawab Salsa.
"Emang apa bagusnya bule, gantengan juga Kakak." Ucap Davin.
"Iya-iya, Kak Chandra sama Kak Davin memang laki-lali paling tampan didunia." Ucap Salsa sambil merentangkan kedua tangannya.
"Eh, masih ada Papa lo, Sa. Papa harusnya yang nomor satu dong gantengnya." Ucap Papa tiba-tiba. Papa datang dengan membawa satu kantong besar yang berisi makanan.
"Iya-iya deh, Papa Davin yang nomor satu." Ucap Salsa.
"Orang tua nggak mau kalah ya. Eh, Papa bawa apa?" tanya Chandra kepada Papanya.
Papa Davin mengeluarkan semua isi dikantong itu. Papa Davin dan ketiga anaknya menikmati makanan itu bersama-sama. Mama Jihan dan Tiara tidak ikut berkumpul di ruang keluarga itu, mereka sedang tidak ada di rumah, mereka pamit untuk ke Apotik sebentar.
Sepuluh menit kemudian, Mama Jihan dan Tiara sampai di rumah. Mama Jihan dan Tiara mengucapkan salam, tapi tidak ada orang yang menjawab salam mereka. Mama Jihan dan Tiara mencari keberadaan anggota keluarga lainnya, dan mereka mendapati jika Salsa, Davin, Chandra, dan Papa David sedang tertawa bersama di ruang keluarga. Entah apa yang mereka tertawakan, sampai-sampai tak mendengar salam yang diucapkan Mama Jihan dan Tiara.
"Pantes ya, Mama sama Tiara ngucapin salam tapi nggak ada yang njawab. Ternyata kalian lagi asyik disini." Ucap Mama Jihan kepada orang yang berada di ruang keluarga itu.
"Maaf Ma, kita lagi asyik ngobrol." Ucap Papa David.
Mama Jihan tak membalas perkataan Papa David, dan berlalu pergi menuju ke kamarnya, Papa David pun menyusul Mama Jihan. Sedangkan Tiara bergabung berbincang dengan saudara-saudaranya. Setelah dua jam berlalu, semua orang yang berada di ruang keluarga itu telah membubarkan diri dan masuk ke kamar mereka masing-masing untuk tidur.
...***...
Siang hari pukul 13:00 WIB.
Tiara baru kembali dari kuliahnya. Tiara menuju ke dapur untuk mencuci tangannya di wastafel, lalu mengambil beberapa camilan. Tiara menuju ke ruang keluarga untuk menikmati camilannya di sana. Ternyata, Salsa juga sedang berada di ruangan itu, Tiara duduk di samping Salsa dan membagi camilan yang ia bawa kepada Salsa.
"Kamu nggak kuliah, Sa?" tanya Tiara kepada Salsa.
"Kuliah, tadi pulang jam dua belas Kak." Jawab Salsa.
Tiba-tiba terdengar suara nada dering, nada dering itu berasal dari handphone Tiara. Ternyata terdapat sebuah panggilan video call dari Chika, Tiara segera mengangkatnya. Tiara meletakkan handphone ditangannya dengan jarak sedikit jauh dari wajahnya, agar Chika bisa melihat wajahnya dan wajah Salsa.
Tiara :"Assalamu'alaikum Chik, apa kabar?"
(Tiara melambaikan tangannya kearah kamera dihandphone nya)
Salsa :"Assalamu'alaikum Kak Chika,apa kabar?"
(Salsa juga melambaikan tangannya)
Chika :" Wa'alaikum salam, kabarku baik Ra ... Sa ...."
Tiara : "Eh,tunggu. Itu kenapa kamu pakai Toga, kamu udah wisuda?"
Chika : "Alhamdulillah, iya Ra. Maaf ya nggak ngabarin kamu kemarin-kemarin. Pengennya sih biar surprise gitu."
Chika: " Aamiinn, terima kasih do'anya Ra. Kak Reno sama Gladys ya?, Itu ...."
(Chika mengarahkan handphone nya kearah Reno dan Gladys yang sedang berfoto dengan keluarga Gladys)
Chika : " Itu Ra, mereka baru jadian kemarin."
Tiara :"What? serius?"
Chika :" Iya bener. Bentar ya, aku ke tempat Kak Reno sama Gladys.
(Chika menuju ke tempat Reno dan Gladys berada)
Setelah Chika sampai di tempat Reno dan Gladys,Tiara, Salsa, Reno, Gladys, dan Chika berbincang bersama lewat video call itu. Cukup lama mereka berbincang, sudah sekitar satu jam mereka melakukannya. Chika dan Gladys melaksanakan wisuda bersama hari ini bersama puluhan mahasiswa lainnya, sedangkan Reno sudah satu tahun lebih dulu mendapatkan gelar pendidikannya. Reno hadir di acara wisuda sebagai teman Chika, dan kekasih Gladys kali ini.
Karena Reno ada keperluan di rumahnya, Reno pun pamit dari video call itu lalu pergi meninggalkan Chika dan Gladys. Karena Chika dan Gladys merasa lelah dengan kegiatan wisuda itu, mereka juga ingin pulang untuk beristirahat, panggilan video call pun berakhir.
"Seneng ya udah wisuda. Eh, satu bulan lagi Kak Chandra wisuda juga lo." Ucap Salsa.
"Benarkah?." Tanya Tiara.
"Iya Kak. Maaf, aku lupa mau ngasih tahu Kak Tiara, aku juga baru tahu kemarin soalnya." Jawab Salsa.
"Iya nggak apa-apa, it's okay. Aku mandi dulu ya, Sa ... biar seger." Ucap Tiara sambil tersenyum kepada Salsa.
"Oke Kak, nanti sore kita keliling kota yuk pakai motor." Ajak Salsa.
"Boleh ... boleh," jawab Tiara sambil melangkah pergi meninggalkan Salsa.
...***...
Satu bulan kemudian, jam 08:00 pagi di kampusnya Chandra.
Hari ini adalah hari dimana Chandra melaksanakan proses wisudanya. Chandra membutuhkan waktu yang lebih lama dari pada teman seangkatannya, untuk bisa sampai di tahap wisuda itu. Teman seangkatan Chandra, sudah dua tahun lebih cepat meraih gelar pendidikan mereka, dan kebanyakan dari mereka telah bekerja saat ini. Setelah tiga jam, acara wisuda telah selesai dilaksanakan. Dan kini adalah sesi berfoto untuk para mahasiswa dan keluarganya.
"Akhirnya Bro ... lo bisa sampai dititik ini. Tapi, lo nggak jadi mahasiswa abadi lagi dong." Ucap Doni, teman seangkatan Chandra dulu waktu pertama kali masuk kuliah.
"Terus ... terus ... ngejek aja terus sampai puas." Ucap Chandra agak kesal dengan penuturan Doni.
"Canda bro ... kok jadi ngambekan gini kayak cewek." Ucap Doni sambil merangkul pundak Chandra.
"Kak Chandra ...." Salsa memanggil Kakaknya dari kejauhan, sambil melambaikan tangannya. Chandra membalas dengan melambaikan tangannya juga.
"Siapa Bro? cakep. Kenalin dong." Tanya Doni.
"Adek gue." Jawab Chandra singkat.
"Adik? Waahh, gue bakal jadi Adik ipar lo dong Ndra?" Ucap Doni. Ucapan Doni membuat Chandra terkejut, dan langsung melotot ke arah Doni.
"Jangan harap!" Jawab Chandra, sambil berlalu meninggalkan Doni.
Salsa bersama Tiara, Davin, Papa David, dan Mama Jihan. Mereka menghampiri Chandra, sebelumnya mereka duduk dibarisan keluarga wisudawan. Chandra dan keluarganya melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan.
"Selamat ya Kak, atas gelar wisudanya." Ucap Tiara, lalu memeluk Kakaknya.
"Sama-sama Adikku." Jawab Chandra.
"Selamat ya Kak, Kakak pengen hadiah apa dariku?" tanya Salsa.
"Apa ya? nanti deh aku pikiran dulu." Jawab Chandra. Mama Jihan, Papa David, dan juga Davin juga mengucapkan selamat atas keberhasilan Chandra karena telah berhasil meraih gelar pendidikannya.
Setelah selesai berfoto, Chandra dan keluarganya pulang ke rumah mereka. Didalam mobil, Davin yang mengendarai mobil itu. Seperti biasa, keributan terjadi diantara Salsa dan Chandra. Mama Jihan hanya menghela napasnya, melihat kedua anaknya berantem.
Setelah setengah jam, Chandra dan keluarganya sampai di depan rumah. Mereka semua turun dari mobil kecuali Davin, Davin pergi meninggalkan rumahnya. Entah mau kemana kepergian Davin kali ini.