TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
Masuk UGM



Tiara kini tidak memikirkan keberadaan orang tua kandungnya, dia ingin fokus memikirkan kuliah nya.Tapi kalung dari orang tua Tiara di jadikan gelang, karena terlalu kecil untuk di pakai di lehernya.


Hari ini Tiara telah di terima kuliah di UGM melalui jalur PBUTM. PBUTM adalah jalur Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM) dimana jalur ini sebagai bentuk kepedulian UGM terhadap siswa dengan kemampuan akademik tinggi tetapi kurang beruntung.


Tiara pun mengisi berbagai syarat untuk masuk ke UGM, Tiara mengirim data-datanya melalui email. Tak ada waktu senggang bagi Tiara, hari-harinya hanya seputar persiapan masuk ke UGM.


Ponsel Tiara berdering. Tiara mengambil ponselnya, terdapat sebuah panggilan telepon.Telepon itu berasal dari Chika, Tiara pun segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


Tiara : "Assalamu'alaikum, gimana, Chik?"


Chika :"Wa'alaikum salam, ijazah SMA kita udah ada Ra, kita di suruh ambil di sekolah, tadi ada pengumuman di grup SMA kita."


Tiara :"Iya kah? aku belum sempat ngecek pesan masuk tadi."


Chika : "Kita berangkat bareng ya, aku pakai motor."


Tiara :"Oke Chik, aku ke rumah kamu ya nanti jam tujuh, Wassalamu'alaikum."


Chika :"Iya Ra, wa'alaikum salam"


Chika juga masuk UGM, tapi Chika masuk lewat jalur Mandiri. Sesampainya di sekolah, Tiara dan Chika langsung menuju ke ruangan yang di gunakan untuk pengambilan ijazah. Setelah mengambil ijazah, mereka mampir dahulu ke kantin sekolah.


"Ra, kamu mau pesen apa?" Chika bertanya kepada Tiara.


"Aku pengen soto, Chik, kangen sotonya ibu kantin." Tiara merespon pertanyaan Chika.


"Ibu, Tiara pesen soto satu ya bu, Tiara kangen soto punya ibu." Tiara mendekati ibu kantin.


"Mbak Tiara bisa aja kamu, emang bisa bikin kangen ya sotonya?" ibu kantin pun segera menyiapkan soto untuk Tiara.


"Chika mie goreng aja ya, Bu." Chika juga memesan makanan.


"Beres mbak Chika." Ibu kantin mengacungkan jempol tangan ke arah Chika.


Tiara dan Chika memakan pesanan mereka, mereka rindu akan suasana kantin di SMA nya. Setelah selesai, mereka bergegas pulang.


Tiara dan Chika telah di nyatakan di terima kuliah di UGM, dan hari ini adalah hari pertama kegiatan PPSMB. PPSMB adalah kegiatan Pelatihan Pembelajar Sukses Bagi Mahasiswa Baru. Tiara dan Chika telah sampai di kampus.


"Ra, nanti selesai kegiatan kita keliling sekitar kampus ya," pinta Chika.


"Oke, Chik," jawab Tiara sambil merangkul Chika.


Lima jam berlalu. Kegiatan PPSMB hari ini telah selesai di laksanakan. Setelah itu, Tiara dan Chika pun berkeliling di sekitar kampus.


Tiara mencari perpustakaan di kampus itu, setelah beberapa saat mencari mereka pun menemukannya.


Cukup lama Tiara dan Chika di perpustakaan, Tiara membaca histori tentang UGM. Tiara telah selesai membaca, Chika juga telah selesai membaca bukunya. Lalu, mereka bergegas keluar kampus. Mereka berdua menuju asrama putri di Kinanti Residence.


...***...


Tiara telah sampai di Kinanti Residence. Kinanti Residence adalah fasilitas hunian khusus untuk putri, yang mulai beroperasional pada bulan September 2015. Asrama ini berlokasi di Jl.Kinanti, Barek, Yogyakarta, berjarak sekitar 500 meter dari kampus UGM.


Kinanti Residence memiliki kapasitas 184 kamar dan setiap kamar terdiri dari 2 beds. Ratnaningsih. Kinanti juga dilengkapi beberapa failitas antara lain : Lobby, Mushola, Kantin, Hot Spot Area, Sarana Olahraga, R. Belajar, R. Meeting, Pantry, Keamanan 24 jam, dan dikelilingi taman yang asri.


Setelah selesai membayar administrasi, Tiara dan Chika menuju ke kamarnya. Karena satu ruangan terdapat dua tempat tidur, mereka pun tinggal di satu ruangan yang sama.


Tiara dan Chika meletakkan semua barang mereka, mereka menatanya dilemari mereka masing-masing. Setengah jam berlalu, kini mereka telah selesai dengan kegiatan menata kamar mereka.


Tiara dan Chika merasa lelah, mereka pun merebahkan badan mereka ke ranjang mereka masing-masing. Mereka melihat langit-langit diruangan itu. Tiba-tiba saja, ada seekor cicak yang jatuh mengenai wajah Chika.


"Ada apa, Chik?" tanya Tiara dengan terkejut.


"Wajahku ketiban cicak, merinding aku." Chika mengusap wajahnya beberapa kali.


"Kirain ada apa?" ujar Tiara.


"He-he, maaf. Habisnya kaget banget aku, lagi lihat langit-langit malah ketiban cicak." Chika meratapi nasibnya.


"Tempatnya nyaman ya, Ra. Kayaknya kita bakal betah tinggal disini, kasurnya juga empuk." Chika menepuk-nepuk kasur yang ia tiduri.


"Jangan bilang kamu mau lompat-lompat diatas kasur, kayak anak umur dua tahun," ujar Tiara menyelidik.


"Ha-ha-ha ... ya enggaklah, Ra." Chika menggelengkan kepalanya.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Tiara merasa lega.


"Eh, aku mau lihat suasana luar dari balkon ah." Chika beranjak dari tempat tidurnya, lalu melangkahkan kaki menuju balkon disamping kamar.


Chika melihat lalu lalang orang-orang dibawah. Pandangannya terhenti, ketika melihat penjual donat keliling. Perutnya pun seketika menjadi keroncongan, dan saat itu juga, ia berencana untuk membeli beberapa donat untuk ia makan.


"Ra, kamu mau beli donat nggak dibawah?" tanya Chika.


"Donat ya? Boleh-boleh, yuk kita turun!" ajak Tiara.


Tiara dan Chika keluar dari kamar asramanya, tak lupa mereka menguncinya terlebih dahulu. Mereka berjalan menuruni anak tangga, lalu berjalan menghampiri pedagang donat keliling itu.


"Kamu mau yang mana, Ra?" tanya Chika sambil mengambil beberapa donat kedalam kantong plastik.


"Aku suka yang ada meisesnya," jawab Tiara.


Setelah memilih beberapa donat, Tiara dan Chika pun membayarnya. Mereka berjalan kembali ke arah kamar asrama mereka. Sesampainya didalam kamar, mereka mencuci tangan mereka dan menikmati donat yang mereka beli.


"Nyam ... nyam ... enak banget ini, Chik," ujar Tiara.


"Iya, Ra. Teksturnya empuk dan lembut, bahan toppingnya bukan yang murahan sepertinya." Chika menikmati donat ditangannya.


"Bisa langganan nih, kita," ujar Tiara.


"Iya dong, kita harus langganan untuk donat enak dengan harga yang terjangkau ini," kata Chika.


Beberapa saat kemudian.


"Alhamdulillah, perut sudah terisi." Tiara mengelus-elus perutnya, setelah memakan dua buah donat.


"Lo, itu nggak dihabisin, Ra?" Chika menunjuk donat milik Tiara yang belum dimakan.


"Ah, aku sudah kenyang. Nanti sajalah," ujar Tiara.


"Kalau buat aku saja gimana? Boleh nggak? Nanti dimakan semut lo, kalau dianggurin." Chika membujuk Tiara, agar satu donat milik Tiara, dapat diberikan kepadanya.


"Hmm, kamu ini, badan kecil tapi makannya banyak! Kalau nanti kamu gendut, gimana?" Tiara heran dengan porsi makannya Chika.


"Dalam sejarah, aku nggak pernah gemuk walaupun aku makan banyak, ha-ha-ha." Chika bangga dengan dirinya sendiri.


"Terserah kamulah! Makan aja kalau mau, aku mau ke kamar mandi dulu."


Tiara beranjak dari tempat duduknya. Sementara Chika, ia langsung mengambil satu donat milik Tiara, tanpa pikir panjang. Ia sangat menikmati donat yang dipegangnya.