TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
Kembalinya Aditya



Malam hari Pukul 20:15 WIB.


Tiara dan Salsa sedang berada di kamar mereka. Salsa sedang tiduran, sedangkan Tiara sedang melihat bintang dilangit lewat jendela didalam kamarnya. Malam itu langit terlihat sangat indah, mungkin karena keadaan langit yang cerah dan banyak bintang di atas sana.


Tiba-tiba terlintas bayangan wajah Aditya dikepalanya. Tiara merasa heran, kenapa hal itu bisa terjadi. Tiara berusaha menepis pikiran itu, lalu berbalik badan dan duduk di samping Salsa. Tiara menceritakan hal yang baru saja ia alami, kepada Salsa.


"Hah. Kakak terlintas wajah Kak Aditya? Kok bisa? Apa jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi sama Kak Aditya," Salsa bertanya kepada Tiara.


"Sesuatu gimana maksudnya? Ah entahlah, aku mau tidur dulu," Respon Tiara. Tiara beranjak dari samping Salsa, dan berjalan menuju ranjangnya. Karena Tiara berniat untuk tidur, Salsa pun juga ikut tidur.


Keesokan harinya.


Tiara sudah bersiap untuk pergi ke kampus, Chandra mengantar Tiara ke kampus. Sewaktu mobil berada di depan kampus, beberapa orang memperhatikan Tiara yang sedang turun dari mobil itu, dan Chandra pun tak luput dari pandangan orang-orang.


"Kenapa mereka ngelihatin kita ya, Kak?" tanya Tiara kepada Kakaknya.


"Mungkin ... mereka terpesona ngelihat ketampanan Kakak kamu ini," jawab Chandra dengan pedenya.


"Tiara ...." Tiba-tiba terdengar seseorang memanggil nama Tiara dari arah belakangnya.


"Aditya ...," ucap Tiara pelan setelah membalikkan badannya.


"Nggak nyangka bisa ketemu kamu lagi, Ra." Aditya sudah berada didepan Tiara dan langsung memeluknya.


"Apa-apaan kamu! Sembarangan meluk orang!" ucap Tiara dengan emosi lalu mendorong tubuh Aditya.


"Siapa kamu? Beraninya meluk pacar orang!" ucap Chandra juga dengan emosi. Tiara langsung melihat kearah kakaknya dengan heran, saat kakaknya mengaku sebagai pacarnya.


"Pacar apaan ... jangan ngaku-ngaku ya! Tiara itu calon istriku!" ucap Aditya dengan tegas.


"Heh. Lo yang ngaku-ngaku!" Chandra berkata sambil menarik baju Aditya.


"Sudah-sudah! Jangan berantem! Aku mau masuk ke kelas dulu." Tiara pergi meninggalkan Chandra dan Aditya.


"Tunggu ... Ra ...." Aditya ingin mengejar Tiara, tapi ditahan oleh Chandra.


"Eits ... mau kemana lo? Udah, pulang sana!" Chandra mendorong pelan tubuh Aditya.


Aditya kini hanya berdiri terdiam, sambil memandangi kepergian Tiara. Awalnya, Aditya hanya ingin mengantarkan Adiknya ke kampus. Namun ia tak menyangka, bisa bertemu dengan Tiara di sana.


...***...


Tiara berjalan dengan pelan. Dia heran, mengapa ia bisa bertemu kembali dengan Aditya. Tapi ada rasa penasaran dihati Tiara, karena sudah beberapa tahun Aditya seperti hilang ditelan bumi. Tiara juga heran, kenapa Aditya bisa berada di Jakarta? Tiara berusaha menghilangkan pikirannya mengenai Aditya. Tiba-tiba ada seorang yang memanggil Tiara, dia pun mencari sumber suara itu.


"Huuh ... dia lagi." Tiara merasa sebal, karena seseorang yang memanggilnya adalah Tirta.


"Ra ... siapa dua cowok tadi? Kok kayaknya mereka ngerebutin kamu?" tanya Tirta kepada Tiara.


"Bukan urusan kamu!" Tiara membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Tirta.


"Tunggu ...." Tirta mencoba menahan tangan Tiara, namun tak berhasil.


Tiara mempercepat langkah kakinya, dia takut jika Tirta akan mengejarnya. Tiara menoleh kebelakang, memastikan Tirta tak mengejarnya. Karena Tirta tak terlihat mengejarnya, Tiara pun melambatkan jalannya. Ya, Tirta memang ingin mengejar Tiara, namun tiba-tiba ada dosen yang memanggilnya.


Tiara mendekati Dinda yang sedang sibuk dengan ponselnya, Tiara menanyakan apa yang sedang Dinda lihat. Kata Dinda, ia sedang melihat beberapa foto tanaman hias.


"Bagus ya, tanaman hiasnya?" Dinda memperlihatkan gambar diponselnya.


"Iya ... bagus Din," jawab Tiara.


"Dimasa depan, aku pengen buka toko tanaman hias" Dinda melihat kembali gambar diponselnya, sambil membayangkan toko tanaman hiasnya dimasa depan.


"Aamiin ... semoga impian kamu tercapai kelak," ucap Tiara.


Beberapa saat kemudian, dosen telah masuk kedalam kelas. Semua mahasiswa kembali keempat duduk masing-masing, dan bersiap untuk belajar.


Dua jam kemudian.


Tiara dan teman-temannya sudah selesai dengan kuliah mereka, Tiara mengajak Dinda untuk pergi ke pantai. Dinda dan Tiara menuju ke pantai dengan menggunakan motor milik Dinda, jarak kampus dengan pantai sekitar lima belas menit jika menggunakan motor.


Tiara dan Dinda ingin naik sky boat, mereka menuju ke petugas yang mengurus wahana itu. Setelah membayar harga sewa sky boat , Tiara dan Dinda mengganti pakaian mereka, dan mulai menaiki sky boat.


Tiara dan Dinda memesan dua sky board untuk mereka berdua, mereka saling mengejar menggunakan sky boat. Tiara dan Dinda nampak bahagia, mereka seperti melupakan tugas-tugas kuliah mereka. Di tepi pantai, ternyata ada seseorang yang memantau Tiara dan Dinda sambil tersenyum.


Setelah bermain sky boat, mereka menyelam untuk melihat terumbu karang. Selain terumbu karang, banyak ikan indah di bawah sana. Tiara dan Dinda memotret kebersamaan mereka di bawah air, dengan menggunakan kamera tahan air. Tiara dan Dinda melakukan banyak pose, berfoto dengan makhluk hidup di bawah air.


Karena sudah lumayan lama menyelam, Tiara dan Dinda pun naik ke permukaan, lalu mengganti pakaian mereka. Tiara dan Dinda menuju ke sebuah tempat makan, kegiatan di laut tadi membuat mereka kelaparan.


Disela makan, Tiara dan Dinda melihat hasil foto mereka di bawah laut. Mereka takjub karena hasilnya sangat indah, mereka mengirim satu foto yang berada di bawah laut ke sosial media mereka masing-masing. Setelah foto terkirim, banyak komentar muncul pada kiriman mereka.


Dinda membaca komentar-komentar di akun sosial media miliknya, pandangannya terhenti ketika melihat komentar seseorang, orang itu adalah Dion. Dion adalah anak dari teman orang tua Dinda, Dion dan Dinda dijodohkan oleh orang tua mereka. Meski Dion setuju, namun sebaliknya, Dinda sama sekali tidak setuju.


Setelah Dinda menolak perjodohannya, para orang tua tidak memaksakan perjodohan itu lagi. Namun Dion tetap ingin melanjutkannya, karena Dion telah jatuh hati kepada Dinda.


Tak disengaja, Dion bertemu dengan Dinda di sebuah pantai. Dion pun tak melewatkan kesempatan untuk dekat dengan Dinda, Dion mencuri foto Dinda saat bermain sky boat. Dion menyimpan banyak foto Dinda, diponselnya.


"Hai cantik." Tiba-tiba Dion sudah berada di samping meja makan, tempat Tiara dan Dinda makan.


"Kamu kenal, Nda?" tanya Tiara kepada Dinda.


"Hmmm ... iya kenal," jawab Dinda dengan lesu.


"Aku duduk disini ya." Dion duduk disamping Dinda.


"Jangan deket banget gitu dong!" ucap Dinda lalu bergeser tempat duduk, agar tidak terlalu dekat dengan Dion.


"Iya-iya. Eh, temen kamu ini namanya siapa, Nda?" tanya Dion.


"Namanya Tiara," jawab Dinda singkat.


"Ngomong-ngomong, lagi apa kalian disini? Mau main flying fox disana ya?" tanya Dion sambil menunjuk ke arah permainan flying fox.


"Tadinya sih gitu. Tapi enggak jadi! Yuk Ra, kita pulang." Dinda beranjak dari tempat duduknya, menarik tangan Tiara lalu berlalu meninggalkan Dion.


Dion hanya tersenyum melihat kepergian Dinda. Seperti biasa, Dinda mencoba menghindar dari Dion, saat Dion mendekatinya.