
Jam enam pagi
Hari ini libur kuliah, Tiara ingin pulang ke Magelang. Tiara pergi sendiri menggunakan angkutan umum, Chika sebenarnya khawatir jika Tiara pulang sendirian karena suasana hati Tiara sedang tidak baik. Chika tidak bisa menemani Tiara, karena ada tugas dari kampus yang harus segera dia selesai kan sebelum di kumpulkan besok.
"Ra, kamu tunda dulu ya pulang nya, nanti kita sama-sama ke Magelang nya" bujuk Chika.
"Kamu tenang aja, aku baik-baik aja kok, aku bukan anak umur lima tahun Chik" Tiara meyakinkan Chika bahwa dia baik-baik saja, agar Chika bisa melepaskannya untuk pulang ke Magelang.
"Yaudah, kamu hati-hati ya, kalau ada apa-apa hubungi aku" Chika berat melepaskan Tiara, entah kenapa Chika mempunyai firasat buruk.
"Hu'um, berangkat dulu ya Wassalamu'alaikum" pamit Tiara.
"Wa'alaikum salam" jawab Chika, dia berharap tidak terjadi sesuatu yang tidak baik terhadap temannya itu.
Di dalam bus umum
Tiara telah duduk tepat di belakang supir bus, cukup lama menunggu penumpang lain di sana, namun tak ada penumpang lagi yang naik.
Supir bus pun terpaksa menjalankan bus nya, supir menjalankan bus dengan pelan, berharap ada penumpang lain yang akan naik.
Bus baru melaju selama sepuluh menit dengan kecepatan pelan, namun.....
Brakkkkkk
Bus seketika terguling karena mendapat tabrakan dari truk besar yang melintas dengan cepat, bus yang di naiki Tiara hanyalah bus kecil, sehingga mudah terguling jika di tabrak sebuah truk besar.
Posisi tabrakan ada di sebuah pertigaan, waktu itu dari arah truk seharusnya berhenti karena sedang lampu merah, tapi truk besar itu tetap melaju dengan kecepatan yang tinggi.
Terdapat dua korban kendaraan, yang satu bus umum yang satunya lagi adalah mobil pribadi.Kebetulan waktu itu jalan sedang sepi, tak ada kendaraan lain selain bus kecil dan mobil pribadi yang menjadi korban itu.
Bus umum itu adalah bus yang di naiki Tiara, sedangkan mobil pribadi itu di kendarai seorang pemuda.
Kebetulan ada polisi yang sedang berada di lokasi kejadian, polisi pun segera memanggil mobil ambulans dan membawa para korban ke rumah sakit terdekat.
******
Di rumah sakit
"Nak, kenapa bisa begini? " kata seorang wanita paruh bawa terhadap pemuda yang jadi korban tabrakan truk.
"Chandra gapapa ma,hanya luka ringan.Tapi tadi Chandra denger dari pembicaraan perawat disini, jika ada korban seorang gadis yang kaki nya sampai lumpuh sementara, coba mama tengok kasian kalau tidak ada keluarga yang menjenguk" kata pemuda itu.
Mamanya terdiam sesaat, anak nya ini berjiwa sosial tinggi.Bahkan saat dirinya terluka pun masih memikirkan luka orang lain.
"Hmm, yaudah mama tanya perawat dulu ya di mana kamarnya" mama Chandra tak ingin berdebat dengan anaknya yang sedang sakit.
Setelah bertanya kepada perawat, mama Chandra pun sudah sampai di depan ruangan tempat Tiara di rawat.
Mama Chandra mulai masuk, dia melihat gadis muda yang berhijab sedang berada di atas tempat tidur pasien.Mama Chandra melihat gadis itu yang sedang tak sadarkan diri.Pandangan mama Chandra terhenti,ketika melihat gelang liontin di tangan gadis itu.
Mama Chandra seperti tidak asing dengan liontin itu, karena penasaran dia membuka liontin itu, dia terkejut karena di dalamnya terdapat photo dirinya dan suaminya ketika masih muda.
Deg
Jantung mama Chandra berdetak dengan kencang.
"Apa gadis ini adalah putri ku?" mama Chandra bermonolog.
Ibu Chandra memegang wajah Tiara, dia mengamati setiap inci wajah Tiara.Mama Chandra merasa jika wajah gadis itu mirip dengan nya.
Mama Chandra membuka pintu dengan tergesa-gesa, Chandra pun langsung menoleh ke arah pintu, mama Chandra masuk dengan keadaan menangis.
"Kenapa ma? Kenapa mama menangis?" tanya Chandra dengan heran.
Mama Chandra langsung memeluk anak laki-laki nya itu.
"Ndra, gadis itu sepertinya adik perempuan kamu yang dulu hilang" ucap mama dengan terisak.
"Adik? Bagaimana mama bisa mengetahui kalau itu adik Chandra yang dulu hilang?" Chandra bertanya kepada mamanya dengan serius.
"Liontin itu ada pada gadis itu, dan wajah gadis itu mirip dengan mama, nanti setelah dia sadar kita segera lakukan tes DNA" ucap mama Chandra.
"Mama hubungi papa dulu ya, biar papa kesini dan bantu proses nya nanti" Chandra sebenarnya belum yakin jika belum melihat sendiri wajah gadis itu.
Di sisi lain
Reno, Gladys dan Chika berlari menuju resepsionis rumah sakit, mereka mencari keberadaan Tiara.
"Mbak, kami mau tanya, di mana ruangan seorang gadis korban kecelakaan tadi pagi? namanya Tiara" tanya Reno dengan panik.
Setelah mencari data nya, perawat pun mengantar Reno, Gladys dan Chika ke ruangan tempat Tiara di rawat. Ketiganya segera menuju ke ruangan itu.
Saat masuk, ketiga teman Tiara itu sangat terkejut dengan kondisi Tiara dengan banyak perban di tubuhnya.
"Ra, kok jadi gini? Kalau aku tahu akan seperti ini, aku bakal bersikeras menahan kamu untuk tidak pulang ke Magelang sendirian" ucap Chika dengan derai air matanya.
"Udah Chik, kamu jangan nyalahin diri kamu sendiri, kita semua nggak ada yang tau jika akan terjadi hal seperti ini" Gladys menenangkan Chika.
Tok tok tok
Seseorang membuka pintu ruangan itu, dan muncullah seorang perawat yang mendorong seorang pasien laki-laki dan seorang wanita paruh baya mengikuti nya dari belakang.
"Bu, mereka ini adalah teman pasien" ucap perawat kepada wanita paruh baya itu.
"Assalamu'alaikum nak, kalian teman gadis ini ya, terima kasih karena kalian telah menemani hari-harinya" ucap wanita paruh baya itu.
Reno dan kedua temannya bertanya-tanya, apa wanita paruh baya itu mengenal Tiara.
"Maaf bu, kalau boleh tau apa hubungan ibu dengan teman kami?kami sebagai temannya sepertinya belum pernah melihat ibu" tanya Chika dengan penasaran.
"Apa kalian pernah melihat photo pada liontin yang di pakai teman kalian?apa kalian tidak merasa jika photo itu mirip dengan saya? " tanya wanita paruh baya itu.
Ketiga teman Tiara itu pun kembali mengingat photo pada liontin Tiara. Setelah ingat, mereka melihat wajah wanita paruh baya itu dengan intens, dan wajahnya memang mirip dengan photo pada liontin Tiara.
"Apakah ibu, ibu kandung teman kami Tiara?" tanya Reno.
"Sepertinya begitu nak, nanti setelah anak ini bangun, kami berencana melakukan tes DNA" ucap wanita paruh baya itu.
"Nama saya Jihan, panggil saja tante Jihan, dan ini anak laki-laki saya, dia juga korban dari kecelakaan tadi pagi"wanita paruh baya itu mengenalkan dirinya dan putranya.
"Baik tante Jihan" ucap ketiga teman Tiara bersamaan.
"Saya Chandra" Chandra menelungkupkan kedua tangannya dengan senyum ke arah teman-teman Tiara.
Reno, Gladys dan Chika pun memperkenalkan diri mereka kepada Chandra dan tante Jihan.