TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
Akhir perjuangan Salsa



Malam hari, Tiara sedang membuka toko online dengan laptopnya. Tiara melihat-lihat barang yang dijual disana. Tiara teringat bahwa dua bulan lagi, Salsa akan melaksanakan wisuda, Tiara ingin memberi hadiah untuk Salsa.


Tiba-tiba ada sebuah pesan di whatsapp nya, Tiara mengambil ponselnya. Terdapat pesan dari nomor baru, dan tulisan paling atas ada nama Aditya. Sedangkan dibawahnya, terdapat tulisan yang panjang.


Di pesan itu, Aditya menceritakan apa yang dia alami selama beberapa tahun lalu. Aditya mengalami banyak luka, akibat serangan dari saingan bisnisnya. Dia harus menjalani perawatan dan pengobatan yang lama, bahkan sempat satu tahun melakukan pengobatan khusus di Singapura.


Setelah beberapa tahun harus berbaring diatas ranjang, tanpa melakukan apapun. Akhirnya, Aditya sembuh dan dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala.


Aditya juga menceritakan, jika dia sebenarnya asli warga Jakarta, dan lahir pun juga di Jakarta. Kedatangan Aditya dan keluarganya di Yogyakarta waktu itu, hanya untuk mengunjungi rumah neneknya yang berada di Yogyakarta.


Tiara membaca isi pesan dari Aditya, dia tak menyangka jika Aditya mengalami luka parah karena diserang seseorang. Ada rasa iba dihati Tiara, tapi rasa ibanya hanya sekedar kasihan, bukan karena cinta.


Karena sudah mengantuk, Tiara menutup laptopnya. Bergegas ke kamar kecil untuk menggosok giginya dan pergi tidur. Tiara tak mengunci kamar, karena Salsa masih berada di ruang keluarga sedang menonton televisi disana.


...***...


Siang hari, Tiara hari ini tidak berangkat kuliah karena libur. Saat mencari hadiah untuk Salsa tadi malam, ia tak mendapatkan apa yang ia cari. Jadi, hari ini dia berencana mencari hadiah untuk Salsa di Mall terdekat.


Tiara sengaja membeli hadiah jauh-jauh hari, supaya nanti tidak kebingungan mencari hadiah jika waktu wisuda sudah dekat. Salsa tidak mengetahui jika Tiara pergi ke Mall, karena Salsa sedang pergi ke rumah temannya.


"Mau kemana kamu, Ra?" tanya Mama Jihan saat Tiara akan keluar rumah.


"Eh, ada Mama. Maaf Tiara nggak lihat Mama tadi. Tiara mau jalan-jalan sebentar,"jawab Tiara.


" Sendirian?" tanya Mama Jihan lagi.


" Iya Ma, cuma sebentar kok," jawab Tiara.


" Yaudah, hati-hati ya!"ucap Mama Jihan.


" Iya Ma, Wassalamu'alaikum." Tiara bersalaman dan mengecup punggung tangan Mama Jihan, lalu pergi dari rumah.


...***...


Kini, Tiara telah berada di Mall. Setelah mencari-cari, tapi tak kunjung mendapatkan apa yang dia inginkan. Tiara menginginkan sebuah tas, yang modelnya sangat disukai Salsa.


Setelah mencari di beberapa sudut Mall, akhirnya Tiara menemukan tas yang dia cari. Tiara langsung menuju ke kasir, untuk membayar tasnya. Saat ia sedang membayar, terdapat antrian disana. Entahlah, apa yang membuat Mall ramai saat itu, mungkin ada barang yang sedang diskon besar.


Setelah selesai, Tiara mampir ke sebuah kedai yang menjual berbagai macam minuman. Tiara memesan segelas jus alpukat, dia menikmati jusnya sambil melihat lalu-lalang kendaraan yang lewat, karena kebetulan kedai itu ada di pinggir jalan raya.


"Hey ... Ra ...," ucap seseorang memanggil nama Tiara.


"Eh, Dinda. Sini duduk samping aku." Tiara melihat seseorang yang memanggilnya, dan ternyata orang itu adalah Dinda.


"Iya nih, aku tu habis beli hadiah buat kado wisuda Salsa. Nggak mungkin kan aku ajak Salsa, nanti jadi bukan kejutan namanya," jawab Tiara.


"Oh ... gitu. Kapan wisudanya?" tanya Dinda lagi.


"Dua bulan lagi sih, tapi aku sengaja beli jauh-jauh hari biar nggak bingung mau beli apa nanti," jawab Tiara.


"Begitu ... aku pesen minuman dulu ya" Dinda berlalu meninggalkan Tiara dan pergi memesan minuman.


"Oke," respon Tiara.


Setelah Dinda memesan minumannya, dia kembali ke tempat duduk Tiara. Tiara dan Dinda saling berbincang, membicarakan banyak hal, salah satunya tugas di kampus mereka. Karena membicarakan soal tugas, Tiara dan Dinda ingat jika ada tugas yang harus diselesaikan, dan dikumpulkan besok pagi. Karena tugas mereka belum selesai dikerjakan, maka mereka kembali pulang ke rumah masing-masing.


...***...


Dua bulan kemudian, hari ini adalah hari dimana Salsa akan melaksanakan wisudanya. Salsa terlihat cantik dengan kebaya modern , dan rambut yang disanggul. Salsa diantar oleh Davin, dan Kakak-kakaknya yang lain. Sementara Papa David dan Mama Jihan akan menyusul nanti, karena ada keperluan mendadak.


Didalam mobil terdengar gelak tawa, tentu saja Chandra yang membuat suasana menjadi ramai. Chandra memang banyak bicara, dia merasa tersiksa jika harus diam dalam waktu yang lama.


Setelah dua puluh menit, mobil yang Salsa dan Kakak-kakaknya naiki telah sampai di tempat tujuan. Satu-persatu orang dalam mobil itu keluar, lalu merapikan pakaian mereka sebelum masuk ke gedung tempat pelaksanaan wisuda.


Salsa dan Kakak-kakaknya masuk kedalam gedung, kemudian Salsa duduk dibarisan para wisudawan. Sedangkan Tiara, Chandra, Davin, dan Erina duduk dibarisan keluarga. Disisi lain, terlihat Mama Jihan dan Papa David baru masuk kedalam gedung.


Gedung tempat pelaksanaan wisuda kali ini sangat luas, sehingga dapat menampung ribuan orang. Sebenarnya, hanya diperbolehkan dua orang dari keluarga wisudawan untuk duduk dibarisan keluarga. Tapi, pihak keluarga wisudawan juga dapat membawa lebih banyak anggota keluarganya, dengan syarat menambah biaya per kursi. Yang tentu saja sudah didata jauh-jauh hari.


Sepuluh menit kemudian, acara telah dimulai. Pembukaan sedang berlangsung, dan setelah beberapa waktu acara inti pun dimulai. Satu-persatu wisudawan menaiki panggung, menerima gelar dan ijazah mereka, lalu berjabat tangan dengan dosen, setelah itu mereka turun dari panggung.


Semua proses wisuda, tentu sudah ada juru kamera khusus yang merekam dan memotretnya. Juru kamera itu, telah disewa oleh pihak kampus. Tentu saja, dengan memakai iuran para wisudawan untuk menyewa juru kamera itu.


Walaupun sudah ada juri kamera dari pihak kampus, namun Chandra dan Davin tetap membawa kamera mereka sendiri. Chandra dan Davin, ingin mengambil foto sendiri proses wisudanya Salsa.


Sementara Chandra dan Davin sibuk mengambil foto, Erika, Tiara, dan Mama Jihan duduk berdampingan sambil sesekali mengobrol pelan. Sedangkan Papa David, juga tak kalah dengan kedua anak laki-lakinya. Pada David juga sedang memotret Salsa, yang sedang melaksanakan proses wisuda.


Setelah beberapa jam, acara wisuda itu telah berakhir. Kini tinggal acara musik untuk kaum muda, Salsa tertarik untuk menyumbang sebuah lagu diatas panggung. Karena diijinkan, Salsa pun segera naik keatas panggung. Salsa menyanyikan sebuah lagu, yang tentunya disukai oleh kaum muda.


Suara Salsa sangat merdu, banyak orang bersorak karena kagum dengan suaranya Salsa. Semua orang yang mendengar lagu yang dibawakan Salsa, seperti hanyut dalam lagu itu. Menikmati kata demi kata yang diucapkan oleh Salsa.


Setelah selesai dengan lagunya, Salsa oun turun dari panggung. Masih terdengar sorak ramai, karena penampilan Salsa saat di atas panggung. Terdengar banyak suara tepuk tangan. Salsa hanya tersenyum, sambil melangkah menuju ke tempat duduknya kembali.


Setelah acara musik selesai, semua orang membubarkan diri. Karena acara musik tersebut adalah acara paling akhir. Namun, sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing, mereka terlebih dahulu berfoto bersama dosen, teman, dan keluarga mereka.