
Pagi hari.
Hari ini Tiara tidak masuk kuliah karena libur. Salsa mengajak Tiara pergi ke Swalayan terdekat untuk membeli beberapa stok camilan, karena stok camilan di rumah hampir habis. Tiara dan Salsa berjalan kaki menuju ke Swalayan, jarak rumah dengan Swalayan sekitar sepuluh menit jika berjalan kaki.
Tak lama, Tiara dan Salsa telah sampai di Swalayan itu. Mereka memilih camilan yang mereka sukai. Setelah itu mereka membayar barang belanjaan mereka.
"Kak, kita beli ice cream itu yuk." Ucap Salsa sambil menunjuk tempat jualan ice cream didepan Swalayan.
"Oke Sa," jawab Tiara. Tiara dan Salsa menikmati ice cream mereka. Mereka duduk di kursi yang sudah disediakan oleh penjual ice cream itu.
"Habis ini mau kemana lagi ya, Kak?" tanya Salsa.
"Kemana ya ...."Jawab Tiara sambil berpikir "kita bawa pulang belanjaan ini dulu ya, setelah itu kita jogging aja. Badan ku juga agak kaku ini dah lama nggak olahraga. " Lanjut Tiara.
"Oke Kak." Jawab Salsa.
...***...
Tiara dan Salsa melakukan jogging dan beristirahat sejenak di Taman Jogging. Jarak rumah dengan Taman Jogging sekitar satu kilometer.
Taman Jogging
Tiara dan Salsa melanjutkan jogging nya mengelilingi taman itu. Setelah dirasa cukup, mereka beristirahat di stan yang menjual minuman dan makanan ringan.
Saat Tiara dan Salsa sedang menikmati makanan mereka, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang duduk di depan mereka. Tiara terkejut, lagi-lagi dia berjumpa dengan Tirta. Sedangkan Salsa merasa heran, kenapa tiba-tiba ada laki-laki bule yang duduk dimeja dia dan Kakaknya.
"Lagi-lagi bertemu, kita memang berjodoh." Ucap Tirta. Namun, Tiara tak membalas ucapan Tirta.
"Kakak kenal sama orang ini, Kak?" tanya Salsa dengan penasaran. Belum sempat Tiara menjawab, Tirta sudah mendahului berkata.
"Oh kamu Adiknya Tiara ya? Kenalin,Aku Tirta. Calon suami Kakak kamu dimasa depan." Ucap Tirta sambil tersenyum.
"Jadi, Kakak ini bule yang diceritain sama Kakak ya?" tanya Salsa kepada Tiara. Tiara langsung mencubit kaki Salsa.
"Auuwww, sakit Kak." Ucap Salsa sambil meringis kesakitan.
"Tiara, kamu nggak boleh ya kayak gitu sama Calon Adik Ipar aku." Ucap Tirta "eh, nama kamu siapa dek?" imbuhnya.
"Salsa Kak," jawab Salsa.
"Dek, Kakak traktir ice cream yuk disana. Sebagai obat sakit kamu, karena dicubit Kak Tiara." Ajak Tirta.
"Mau ... mau ... ayo Kak." Respon Salsa.
"Sa, kamu jangan mau-mau aja. Dia itu kan orang asing, Kakak aja nggak terlalu kenal sama dia." Ucap Tiara.
"Oouuww, kamu pengen kenal aku lebih dalam lagi ya?" Tirta menggoda Tiara.
"Enggak." Jawab Tiara singkat sambil memalingkan wajahnya dari Tirta.
"Kamu mau ikut aku sama Salsa nggak? Beli ice cream." Ajak Tirta kepada Tiara.
"Enggak." Tiara menjawab dengan singkat lagi.
"Yaudah, jangan nyesel ya Calon istriku. Yuk Sa, kita beli ice cream yang buanyyyaaak." Ucap Tirta.
"Wah, asyik banget. Oke Kak." Salsa dan Tirta berjalan bersama menuju tempat penjual ice cream.
Tiara hanya melihat Salsa dan Tirta dari kejauhan. Tiara bingung mau apa, karena tidak ada teman berbicara. Akhirnya, Tiara memainkan handphone nya untuk mengurangi rasa jenuhnya.
Disisi lain.
Setelah membayar ice cream yang dibeli, Tirta dan Salsa berjalan menuju tempat duduk Tiara. Ditengah perjalanan, Salsa menceritakan kepada Tirta, jika Tiara menceritakan tentang dirinya saat berada di rumah. Tirta sangat antusias mendengarnya.
Lima menit kemudian, Salsa dan Tirta telah sampai di tempat duduk Tiara.
"Tiara ... Salsa ... maaf ya, aku nggak bisa lama-lama disini, aku ada urusan di tempat lain. Oh iya, ini ice cream cinta buat kamu." Tirta tersenyum kepada Tiara .
"Terima kasih." Ucap Tiara tanpa tersenyum.
"Sama-sama Cinta, aku pamit dulu ya. Hati-hati kalian pulangnya." Tirta pamit, lalu pergi meninggalkan Tiara dan Salsa.
Tiara merinding mendengar perkataan Tirta, sedangkan Salsa langsung menggoda Tiara.
Karena sudah lelah, Tiara dan Salsa tak lari lagi. Mereka berjalan santai menuju rumahnya. Saat melewati jalan yang sepi, tiba-tiba ada tiga orang preman yang menghadang jalan Tiara dan Salsa. Salsa ketakutan, sementara Tiara biasa saja.
Tanpa basa-basi tiga preman itu maju, Tiara pun ikut maju. Tiga preman dan Tiara saling berhadap-hadapan. Salah satu preman mulai menyerang, Tiara pun langsung melumpuhkan dengan beberapa kali tendangan dan puluhan. Dua preman yang melihat temannya terkapar, malah ketakutan dan langsung melarikan diri.
"Kak, Hebat Kakak, bisa ngelumpuhin preman ini. Aku liatnya sampai keringat dingin, bener-bener nggak bisa berkata-kata aku." Ucap Salsa sambil memeluk Tiara.
"Yaudah yuk, kita lanjut jalan lagi." Ajak Tiara.
"Oke Kak, aku udah lemes nih liat Kakak bertarung tadi." Ucap Salsa lemas. Tiara menggandeng tangan adiknya.
...***...
Di depan rumah Tiara.
"Assalamu'alaikum, Mama ...."Salsa berlari masuk kedalam rumah sambil berteriak memanggil Mamanya.
"Ada apa kok teriak-teriak? "tanya Mama Jihan.
"Tadi ada tiga preman yang menghadang jalan aku sama Kak Tiara di jalan yang sepi. " Salsa bercerita sambil menangis.
"Benarkah? Trus gimana keadaan kalian, ada yang terluka nggak? "Mama Jihan memeriksa keadaan Salsa.
"Aku nggak apa-apa Ma, Kak Tiara yang melawan preman itu. Dan salah satu preman itu terjatuh sampai pingsan,sementara dua lainnya berhasil kabur. "Ucap Salsa lesu.
"Apa? Tiara melawan mereka? Sayang sini, Mama periksa dulu keadaan kamu. "Mama Jihan memeriksa tubuh Tiara, memastikan apakah ada yang terluka atau tidak.
"Mereka nggak bisa nyakitin Tiara Ma, Mama tenang aja ya." Ucap Tiara kepada Mamanya.
"Alhamdulillah, kalau kamu baik-baik saja. Tapi, kok kamu bisa ngelawan preman itu? "tanya Mama Jihan.
"Dulu waktu di Yogyakarta, Tiara sempat berlatih bela diri, Ma. "Jawab Tiara.
"Wah, hebat anak Mama. Kamu dulu sendiri latihannya?" tanya Mama Jihan.
"Dulu bareng Chika, Ma." Jawab Tiara.
"Chika, Chika itu temen deket kamu yang di Yogyakarta itu kan?" tanya Mama Jihan.
"Iya,Ma. "Jawab Tiara.
"Tanyanya nanti lagi ya Mama cantik, biar Kakak bersihin badan dulu. Eh, aku juga ah biar seger." Ucap Salsa.
"Ayo Kak!" Ajak Salsa. Salsa menggandeng tangan Tiara menuju kamarnya.
"Yaudah sana, biar nggak bau kecut." Ucap Mama Jihan.
Satu jam berlalu.
Tiara dan Salsa telah selesai membersihkan diri mereka dan istirahat sejenak. Lalu, mereka keluar dari kamar dan menuju ke dapur.
Di dapur.
"Lagi apa Ma? "tanya Tiara.
"Mama lagi coba resep baru, tadi Mama liat di sosial media. "Jawab Mama Jihan.
"Wah, kayaknya enak nih. Tiara bantu ya Ma. "Ucap Tiara.
"Oke sayang. Sa, kamu nggak bantu Mama juga?" tanya Mama Jihan kepada Salsa.
"Enggak Ma, disini Salsa jadi juri bagian icip-icip." Jawab Salsa sambil tersenyum.
"Bilang aja nggak mau bantu. "Jawab Mama Jihan. Mendengar perkataan sang Mama, Salsa hanya merespon dengan tersenyum lebar.
Tiara dan Mama Jihan melanjutkan kegiatan mereka di dapur.
"Papa sama Kak Chandra dimana ya Ma?" tanya Salsa.
"Kayaknya di ruang keluarga, cek aja." Jawab Mama Jihan.
"Ya sudah, Salsa pergi dulu ya ngecek Papa sama Kak Chandra, memastikan kalau mereka enggak hilang." Ucap Salsa sambil berlalu meninggalkan dapur.