TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
KKN



Tiara tidak ikut Aditya kerumah nya, karena ada panggilan mendesak dari dosen Tiara. Tiara pun pulang sendiri menggunakan grabcar yang ia pesan. Aditya ingin mengantar Tiara ke kampus nya, tapi Tiara takut jika Aditya berbohong dan malah membawanya ke rumah orang tua Aditya.


Sepanjang perjalanan Tiara hanya diam melihat jalan , dia masih memikirkan perkataan Aditya yang ingin menikahinya.


"Aditya baru mengenalku, bagaimana bisa dia langsung ingin menikahiku" Tiara bermonolog pelan.


Setelah beberapa saat, Tiara pun sampai di kampus. Tiara mengerjakan beberapa tugas dari dosennya itu, dosen itu adalah pak Dika. Tiara tidak menyadari bahwa hari ini hari libur, dia tidak berfikir kenapa dosennya memberikan tugas di hari libur.


Sementara pak Dika hanya mengamati dari kejauhan.


Setelah selesai, Tiara kembali ke asrama nya.


******


Di asrama kampus..


"Ra, kamu kemana aja hari ini" tanya Chika.


Tiara menceritakan semua hal yang dia lakukan tadi kepada Chika.


Chika membelalakkan matanya, mendengar ada pria yang baru mengenal Tiara dan mau menikahinya. Dan Chika menahan tawa karena tau jika Tiara di kerjai dosennya.


"Ra, pak Dika kayaknya ngerjain kamu" ucap Chika.


"Iya kah? " respon Tiara.


"Ini hari libur kuliah, kenapa kamu mau segera pergi ke kampus untuk mengerjakan tugas dari pak Dika, dan kamu hanya mengerjakan seorang diri" ucap Chika sambil tertawa.


Tiara memikirkan perkataan Chika.


"Iya ya Chik, kok aku nggak nyadar ya" ucap Tiara agak linglung.


Chika pun mentertawakan Tiara.


"Ah udah ah, aku mau ke kamar mandi dulu" Tiara meninggalkan Chika sendirian.


Setelah beberapa saat, Tiara pun keluar dari kamar mandi.


"Ra , tadi ada telepon dari Aditya" ucap Chika.


"Udah biarin aja, aku nggak mau deket-deket sama dia" Tiara berlalu keluar kamar.


Tiara melihat beberapa mahasiswi sedang berjalan di halaman asrama.


Di arah lain, Tiara terkejut melihat sosok Aditya yang sedang berdiri di samping mobil nya. Tiara langsung mundur ke belakang, dan masuk lagi ke kamarnya.


"Nganggu banget itu orang" Tiara masuk dengan wajah cemberut.


"Siapa Ra yang nganggu ?" tanya Chika.


"Si Adit, dia ada di bawah" jawab Tiara singkat.


"Dia kok bisa sampai kayak gitu ya, ngejar kamu terus, padahal baru kenal" ucap Chika keheranan.


"Udah ah, aku nggak mau mikirin dia, aku pengen serius kuliah. Kamu kalau ketemu dia, dan dia nyari aku, bilang aja aku nggak ada" Tiara malas memikirkan Aditya.


"Aku kayaknya mau ganti nomor aja lah, biar nggak di ganggu Aditya" ucap Tiara.


"Yaudah gapapa Ra" Chika mengiyakan perkataan Tiara, Chika tidak mau memperburuk mood Tiara.


*******


Hari-hari Tiara kini hanya seputar kuliah, tempat Pelatihan Bela Diri, dan asrama. Tiara tidak menggubris semua hal mengenai Aditya, sampai sekarang Aditya masih berusaha menemui Tiara, tapi Tiara selalu menghindar.


Hari-hari berlalu dengan cepat, kini Tiara telah duduk di semester 5,dimana akan di laksanakannya KKN.


Tiara akan melakukan KKN di salah satu SD yang tak jauh dari asrama.


Hari ini Tiara dan rekan satu kelompoknya telah berada di SD,mereka segera duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Nindy mengatakan, jika kedatangan dia dan  rombongan KKN nya kali ini untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar,  terhadap kesehatan gigi dan mulut. Harapannya, dengan kondisi fisik yang baik dapat mengantarkan generasi muda menuju masa depan yang lebih baik.


Setelah itu, Nindy dan teman-teman KKN lainnya segera melakukan pemeriksaan kesehatan gigi kepada anak-anak SD. Setidaknya terdapat 200 siswa yang ikut serta dalam kegiatan ini, mereka sangat antusias namun ada beberapa siswa yang menangis karena ketakutan.


Dua ratus siswa itu meliputi siswa kelas 1 sampai siswa kelas enam.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Tiara dan teman-teman nya mengumpulkan hasil pemeriksaan. Dan terdapat lebih banyak gigi anak yang sudah rusak, kerusakan pun bervariasi, ada yang sedang ada juga yang agak parah.


Hari ini Tiara dan rekan KKN lainnya telah selesai melaksanakan kegiatan KKN, lalu mereka keluar meninggalkan SD, tak lupa mereka telah berpamitan terlebih dahulu kepada guru disana.


******


Di kamar asrama


"Hari ini lumayan melelahkan" Tiara bermonolog.


Tiara hanya sendirian di kamar asrama, karena Chika belum selesai dengan KKN nya.


Setelah istirahat sejenak, Tiara segera membersihkan badan nya.Lima belas menit kemudian Tiara telah selesai dan menuju ke kantin asrama untuk membeli makanan.


Di kantin asrama


Tiara sudah memesan makanan dan sedang mencari tempat duduk, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.


"Tiara duduk sini" kata orang itu.


Tiara menoleh ke sumber suara, ternyata Gladys lah yang memanggil nya.


"Chika mana Ra, kok kamu sendirian?" tanya Gladys.


"Chika belum pulang dari kegiatan KKN nya" jawab Tiara.


"Ooo gitu,hmmm udah lama ya kita nggak jalan-jalan, mendekati kelulusan gini kepala ku agak pusing" Gladys memegang kepalanya.


"Sabar Dys, emang sekarang kita lagi di suruh pusing dulu, nanti kita jalan-jalannya abis kelulusan aja, kita kan harus mikirin skripsi juga" Tiara ikut memegang kepala nya.


"Ah kita makan dulu lah, pusing mikirin masalah kuliah mulu" ucap Gladys.


Tiara dan Gladys memakan pesanan mereka, sesekali terdengar suara tawa dari candaan  keduanya.


Setelah selesai makan, Tiara dan Gladys kembali ke kamar masing-masing dan mengecek hasil KKN mereka hari ini.


Malam hari


Tiara dan Chika sedang mengaji setelah selesai sholat isya', di sela mengaji Tiara teringat akan kedua orang tua nya. Tiara menyeka air matanya, karena perasaan hati nya sedang tidak baik, Tiara menyudahi mengajinya dan ingin istirahat tidur.


"Ra, kamu kenapa menangis?" tanya Chika.


"Kangen bapak sama ibu Chik" jawab Tiara dengan lemas.


Chika langsung memeluk Tiara.


"Besok-besok kalau ada waktu senggang kita pulang ke Magelang ya, jenguk makam bapak ibu kamu" Chika mencoba menenangkan Tiara.


"Iya Chik, makasih ya atas semua perhatian kamu, aku nggak bisa kasih kamu apa-apa, padahal kamu selalu bantu aku kalau aku ada masalah" ucap Tiara sedih.


"Kamu kira aku perhitungan orang nya" ucap Chika dengan herannya.


"Dan kamu jangan ngerasa gak ada keluarga. Kita ini kan punya keluarga bahagia,kamu dan aku sebagai kaka-adik lalu ada ibu Gladys dan ayah Reno kan sebagai orang tua kita" ucap Chika.


Seketika Tiara tersenyum mendengar candaan Chika.


Setelah perasaan Tiara tenang, dia menuju kamar mandi untuk menggosok gigi nya, setelah itu dia pun bergegas Tidur.


Sementara Chika, dia sedang mengecek pesan d layar handphone nya.