TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
Belanja di Mall



Pagi hari


Tiara telah mandi pagi dibantu oleh Salsa, Tiara menggenakan baju Salsa, dia lupa mengambil barang-barangnya yang berada di asrama. Tiara pun menitipkan barang-barangnya kepada Chika.


Tiara melupakan sesuatu, dia belum berjumpa dengan Reno.


Tiara mencoba menghubungi Reno, namun tak tersambung.Kemudian, Tiara menelepon Chika.


Tiara :"Assalamu'alaikum Chik"


Chika :"Wa'alaikum salam, kenapa Ra? Eh, kamu udah sampai di Jakarta?"


Tiara :"Sudah Chik, tadi malam"


Chika :"Syukurlah kalau begitu"


Tiara :"Chik, aku menelepon kak Reno, tapi nggak bisa, kenapa ya? Aku belum pamit sama kak Reno"


Chika :"Iya Ra, kemarin aku juga mau bilang kalau kamu mau berangkat ke Jakarta, tapi pas aku menelepon kak Reno, juga nggak bisa"


Chika :"Lalu, aku sama Gladys pergi ke rumah kak Reno, kak Reno bilang hp nya mati karena terjatuh ke kolam ikan"


Chika :"Aku bilang kalau kamu mau berangkat ke Jakarta, dia tanya alamat budhe kamu, tapi aku nggak tau alamatnya,dan kayaknya kamu juga udah berangkat"


Tiara :"Kamu sekarang udah punya kan nomor baru kak Reno?"


Chika :"Aduh, bisa-bisanya aku lupa minta (Chika menpuk jidatnya sendiri)"


Chika :"Besok aku cari kak Reno ya, aku bakal minta nomor baru dia"


Tiara :"Oke Chik, makasih ya, oh ya gimana kuliah kamu, lancar aja kan?"


Chika :"Ya ginilah Ra, semakin hari semakin berat, apalagi nggak ada kamu, sedih aku"


Tiara :"Jangan gitu dong, kan masih ada Gladys"


Chika :"Iya juga sih, eh si Gladys sekarang tinggal satu kamar sama aku"


Tiara :"Oh ya? Bagus dong, jadi kamu nggak bakal kesepian lagi kan Chik?"


Chika :"Sebenarnya pengen ber empat kumpul-kumpul kayak dulu, tapi aku nggak boleh egois.Maaf ya Ra,kita kan udah melakukan banyak hal bersama, aku hanya rindu"


Tiara :"Iya Chik, aku juga rindu sama kamu, Gladys juga kak Reno"


Tiara :"Yaudah ya Chik, aku pengen ke kamar kecil ini, Wassalamu'alaikum"


Chika :"Iya Ra, wa'alaikum salam"


Percakapan antara Tiara dan Chika pun berakhir.


Karena terlalu banyak minum air putih, Tiara pun bolak-balik kamar mandi di bantu oleh Salsa.


"Udah aman sekarang perutnya kak?" tanya Salsa.


"Iya Sa, makasih ya udah ngerawat kakak, semoga kebahagiaan selalu menyertai kamu Sa" ucap Tiara.


"Aamiin kakakku, kakak nggak usah bicara kayak gitu, aku ikhlas ngerawat kakak" ucap Salsa sambil memeluk Tiara.


Tok tok tok


Terdengar seseorang mengetuk pintu


Salsa membuka pintu, ternyata mama Jihan yang berada di balik pintu itu.


"Ada apa ma?" tanya Salsa.


"Mama mau ngajak kamu sama Tiara ke Mall, kita belanja keperluan bulanan dan beli pakaian untuk Tiara" ucap mama Jihan.


"Oke ma, ayo kak" Salsa mendorong kursi roda Tiara.


"Ma, Salsa juga beli pakaian kan nanti?" tanya Tiara.


"Kak Tiara tenang aja, baju aku udah banyak, lemari di kamar udah nggak muat buat di tambahin pakaian lagi" ucap Salsa dengan semangat.


Mama Jihan hanya tersenyum mendengar ucapan Salsa, mama Jihan memang sering sekali pergi berbelanja pakaian bersama Salsa.


Lima belas menit kemudian, mama Jihan, Salsa dan Tiara telah sampai di tempat parkir Mall.


Salsa mendorong kursi roda Tiara naik ke lantai dua menggunakan sebuah lift, keadaan Mall saat itu sedang ramai pengunjung.


Mama Jihan belanja kebutuhan dapur, Salsa dan Tiara mengikuti di belakangnya.


Setelah selesai, mereka menuju ke barisan pakaian, mama Jihan dan Salsa memilihkan banyak pakaian untuk Tiara.


"Kakak suka nggak sama pakaian-pakaian ini?" tanya Salsa.


"Suka Sa, makasih ya udah bantu aku memilih pakaian " kata Tiara.


"Sama-sama kakak" jawab Salsa dengan senyumnya.


Mama Jihan, Salsa dan Tiara sudah membayar belanja mereka di kasir.Mereka duduk di kursi tak jauh dari tempat kasir, mereka mengecek belanjaan mereka.


Tiba-tiba terdengar dua orang ibu-ibu mengguncing Tiara, mereka duduk tak jauh dari tempat duduk mama Jihan.


"Iya, bener kamu" jawab ibu yang satunya lagi.


Mama Jihan yang mendengar ucapan mereka pun langsung naik pitam, tapi dia melihat keadaan sekitar dan meredakan emosinya.


Mama Jihan menghampiri kedua ibu itu.


"Ibu-ibu, ucapan kalian tadi bisa saya jadikan bukti lo atas tindakan tidak menyenangkan, ibu mau di penjara?" ucap mama Jihan dengan tegas.


Kedua ibu itu terkejut dengan perkataan mama Jihan, mereka langsung lari ketakutan.


Salsa menghampiri mamanya.


"Wah mama hebat, bikin mereka lari kocar-kacir" ucap Salsa sambil tertawa.


"Iya dong, salah siapa ngomongin anak mama yang cantik ini" jawab mama bangga karena bisa membuat kedua ibu tadi lari ketakutan.


Tiara yang melihat kejadian tadi hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Ma, kok aku laper ya habis belanja" Salsa memegang perutnya.


"Yaudah ayo kita cari tempat makan, Tiara kamu lapar juga nggak?" tanya mama Jihan.


"Sedikit ma" jawab Tiara.


"Yaudah yuk, kita ke sana cari makanan" mama Jihan menunjuk ke barisan tempat makan di dalam Mall itu.


Setelah memilih, mereka akhirnya membeli burger dan minuman, mereka makan di tempat yang sudah disediakan.


Mama Jihan, Tiara dan Salsa pun sudah kenyang, mama Jihan mengajak anak-anaknya untuk pulang. Saat ini, mereka telah keluar dari area Mall dan dalam perjalanan pulang.


"Ma, kita ke taman kota bentar ya, aku mau lari beberapa putaran, biasanya aku jogging di situ bareng temen - temen aku" ucap Salsa.


"Yakin kamu? Kayaknya sekarang lagi rame" tanya mama Jihan.


"Yakinlah ma, gapapa lah rame, biar aja" jawab Salsa dengan santai.


"Yaudah okelah kita kesana sebentar" mama Jihan pun menuruti permintaan Salsa.


Setelah sampai di taman kota, Salsa berlari kesana-kemari, mama Jihan dan Tiara hanya melihat nya.


Mama Jihan dan Tiara memilih tempat yang sejuk di bawah pohon.




Taman kota


"Huh, aku u....dah capek ma, kita langsung pulang aja yuk" Salsa tiba-tiba datang dengan napas terengah-engah.


"Yaudah, yuk pulang" mama Jihan mendorong kursi roda Tiara.


Mama Jihan mulai mengemudikam mobilnya, tak berapa lama Tiara melihat jika Salsa telah tertidur.


Mama Jihan melirik anaknya dari sebuah kaca di dalam mobil.


"Salsa tidur Ra?" tanya mama Jihan.


"Stttt, pelan-pelan ma, kayaknya dia capek karena lari tadi" ucap Tiara.


"Iya Ra" jawab mama Jihan pelan


*******


Mama Jihan dan keduanya anaknya telah sampai dirumah.


Salsa yang baru bangun dari tidurnya masih lemas, ia berjalan sambil menguap.


"Sa, bisa-bisanya kamu habis belanja kok ngantuk, biasanya kan happy karena dapat baju baru" ledek Chandra.


"Capek, tadi habis lari di taman kota, dah lama nggak olahraga jadi otot pada kaget " jawab Salsa lemas.


"Fisik kamu aja yang nggak kuat" ucap Chandra.


Salsa tak merespon perkataan Chandra.


"Kak, kamu sama mama dulu ya aku mau mandi dulu, biar nggak lemes lagi" ucap Salsa kepada Tiara.


"Oke Sa, ati-ati jangan sampai nabrak pintu" ucap Tiara sambil menahan tawa. Tiara menahan tawa, saat melihat Salsa berjalan sambil memejamkan matanya.


*******


Didalam kamar, Tiara sedang men-update novel onlinenya, tiba-tiba Salsa telah berada di samping Tiara.


"Kakak nulis novel ya?" tanya Salsa.


"Iya Sa, aku udah absen selama beberapa hari nggak update nih" jawab Tiara.


Salsa menanyakan banyak hal yang berkaitan dengan novel online, Salsa lalu mendownload aplikasi novel online di handphonenya, dan mulai membaca novel online pilihannya.