TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
Kuliah lagi



Pagi hari pukul 07:00 WIB.


Tiara dan keluarganya sudah berada di depan rumah Budhe Lisa, untuk pamit.


"Kak, kita semua pamit dulu ya, " ucap Mama Jihan kepada Budhe Lisa sambil memegang tangannya.


"Iya, kalian hati-hati ya. Kapan-kapan kesini lagi, " kata Budhe Lisa.


"Kak Dika buruan launching dedek bayinya! Nanti kita semua bakal ke Yogyakarta lagi." Lagi-lagi Chandra menggoda Dika. Dika hanya terdiam mendengar perkataan Chandra, Sedangkan Luna sudah tertunduk malu.


"Anak Mama ini bandel banget ya, sukanya menggoda Kakak sepupu kamu." Mama Jihan menjewer telinga Chandra.


"Aduh. Sakit Ma, " ucap Chandra kesakitan.


"Tiara pamit Budhe, Kak Dika, Kak Luna." ucap Tiara.


"Salsa pamit juga, Salsa pasti kembali. Kalian jangan sedih ya ditinggal aku!" ucap Salsa dengan pede nya.


"Iya, kalian hati-hati ya. Budhe pasti bakal kangen sama kalian" Budhe memeluk Tiara dan Salsa bergantian.


"Hati-hati ya, Dek." Ucap Luna juga memeluk Tiara dan Salsa bergantian. Sementara Dika yang memang tak banyak bicara, hanya tampak seulas senyumnya.


"Kakak, Dika, Luna, kita berangkat dulu ya. Si Chandra bakalan tambah usil kalau nggak berangkat-berangkat. Ayo Ndra, masuk!" Pamit Mama Jihan. Semua anggota keluarga Tiara masuk ke dalam mobil.


Perjalanan di mulai,dalam perjalanan semua orang lebih banyak diamnya. Namun, sesekali terdengar keributan antara Chandra dan Salsa. Setelah berjam-jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah mereka, di Jakarta. Mereka tiba di rumah pada pukul 20:00 WIB, lalu mereka bergegas ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.


Di rung makan.


Semua anggota keluarga berkumpul di meja makan untuk makan bersama. Pembantu di rumah itu, telah menghidangkan beberapa masakan untuk Tiara dan keluarganya.


"Kamu makan banyak banget, Sa? Gendut lho nanti," ucap Chandra di sela makannya.


"Biarin, laper banget. Lagian aku gak bakal gendut, tuh liat badan aku ramping gini kok!" ucap Salsa sambil memegang kedua pinggang nya.


Papa David hanya menggelengkan kepalanya, melihat keduanya anaknya yang ribut.


"Ra, kamu makan yang banyak ya, kamu bisa kuris kalau makan nya dikit." Mama Jihan mengambil beberapa lauk untuk Tiara.


"Porsi makan aku emang segini, Ma." Ucap Tiara.


"Baiklah. Eh, besok kamu pergi ke kampus barumu untuk mengikuti tes masuk kan?" tanya Mama Jihan.


"Iya Ma, besok jam setengah delapan pagi," jawab Tiara.


"Semangat ya sayang, kamu pasti bisa!" Mama Jihan menyemangati Tiara.


"Pasti Mama, terima kasih dukungannya," ucap Tiara kemudian memeluk Mama Jihan yang duduk di sampingnya. Setelah makan malam, mereka bergegas istirahat di kamar masing-masing. Mereka masih lelah karena tadi siang melakukan perjalanan panjang.


...***...


Esok hari jam 08:00 WIB di salah satu Universitas Negeri di Jakarta.


Tiara telah memasuki area kampus baru nya, Tiara hanya seorang diri. Tiara memasuki ruangan yang di gunakan untuk pelaksanaan tes masuk calon Mahasiswa dan Mahasiswi baru. Tiara mencari bangku yang kosong, lima belas menit kemudian seseorang datang, ia mengatakan bahawa dia adalah pengawas tes kali ini.


Tiara dan calon Mahasiswa lainnya, segera mengerjakan soal setelah di berikan oleh pengawas. Sekitar dua jam, tes itu selesai di laksanakan. Tiara dan Mahasiswa lainnya keluar dari ruangan itu. Tiara berkeliling kampus dan berhenti di sebuah kantin.


"Bu, saya pesen jus alpukat satu ya?" ucap Tiara kepada Ibu kantin.


"Baik Mbak, di tunggu ya!" respon Ibu kantin itu. Tiara menunggu pesanan sambil memainkan handphone nya.


"Aku duduk di sini ya Kakak cantik," ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba duduk di samping Tiara.


"Kamu siapa? kita kayaknya enggak saling kenal," tanya Tiara dengan terkejut.


Tiara tak merespon.


"Nama kamu siapa? Aku kesini pengen kenalan sama kamu Kakak cantik." lmbuh laki-laki itu sambil menatap wajah Tiara intens.


"Aku Tiara. Kamu jangan lihat aku kayak gitu, gak boleh!" ucap Tiara lalu memalingkan wajahnya dari Tirta.



Tirta


Tiara hanya melihat wajah Tirta sekilas, dan bergegas untuk pergi. Sebelum pergi, ia membayar jus alpukat nya kepada Ibu kantin.


Tiara segera keluar dari kantin. Tapi,tiba-tiba tangannya di tahan oleh seseorang. Tiara menoleh dan melihat Tirta di samping nya, Tiara segera melepas tangannya dari tangan Tirta.


"Kamu mau apa sih? Jangan sembarangan pegang tangan aku! Gak boleh, dosa!" ucap Tiara dengan marah dan berlalu meninggalkan Tirta.


"Aduh, Kakak cantik galak banget sih." Tirta bermonolog.


Di depan gerbang kampus, Tiara menunggu sebuah bus disitu. Tiara masih sebal dengan Tirta karena terus mendekatinya. Sebenarnya Tiara tak ingin mengingatnya, tapi kejadian bersama Tirta tadi tak mau pergi dari pikirannya.


"Nyebelin banget itu orang, sembarangan pegang-pegang. " Tiara bermonolog. Tiara kesal dengan sikap Tirta yang sembarangan memegang tangannya.


Setelah menunggu beberapa saat, bus pun tiba. Tiara segera naik ke bus itu, dan mencari tempat duduk yang kosong. Sepanjang perjalanan, Tiara hanya terdiam karena marahnya, dia masih marah dengan tingkah Tirta.


Dua puluh menit berlalu, bus yang di naiki Tiara telah sampai di depan gerbang rumahnya. Tiara pun turun dari bus itu dan masuk ke rumahnya.


"Assalamu'alaikum," ucap Tiara lesu.


"Wa'alaikum salam, kamu kenapa sayang? Kok lemes gitu." tanya Mama Jihan "eh, bentar. Kamu pulang naik apa sayang? Kok nggak minta jemput supir?" tanya Mama Jihan lagi.


"Aku nggak papa kok, Ma. Aku tadi naik bus. Aku masuk kamar dulu ya Ma."Ucap Tiara berlalu meninggalkan Mamanya.


" Kenapa itu anak, nggak biasanya murung gitu. Padahal, Mamanya yang cantik ini mau tanya banyak hal tentang kampusnya. Yasudahlah nanti aja. "Mama Jihan bermonolog.


...***...


Di dalam kamar.


Tiara masuk ke kamarnya.


" Kenapa Kak? Kok lesu gitu? "tanya Salsa. Salsa dan Tiara tidur di kamar yang sama lagi.


Salsa membujuk dengan berbagai cara, agar Tiara memperbolehkannya tidur di kamar yang sama dengan Tiara. Walaupun tidur di kamar yang sama, tetapi mereka tidur di ranjang yang berbeda. Salsa sangat tidak tenang ketika tidur, Tiara tak mau badannya sakit karena tertimba kaki Salsa.


"Nanti aku ceritain, aku ke kamar mandi dulu." ucap Tiara berlalu menuju ke kamar mandi.


Sepuluh menit kemudian, Tiara keluar dari kamar mandi.


"Kamu kenapa Kak? Cerita dong sama aku." ucap Salsa mendekati Tiara.


Tiara pun menceritakan saat ia berada di kampus barunya. Dia menceritakan kejadian di kantin kampus saat ia di ganggu Tirta. Salsa antusias mendengar cerita Tiara, apalagi berkaitan dengan seorang laki-laki.


" Ganteng nggak, Kak?" tanya Salsa membayangkan sosok laki-laki di cerita Tiara.


"Gak tau ah, tapi tadi Kakak liat sekilas. Kayaknya dia bule gitu." Jawab Tiara dengan santai.


"What? Bule? Wah berarti dia ganteng. Kapan-kapan aku ikut ke kampus Kakak ya, siapa tau bisa liat bule ganteng itu." ucap Salsa senyum-senyum sendiri.


Tiara hanya mengernyitkan dahinya, melihat reaksi Salsa.