TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
Pulang ke Jakarta



Setelah berpamitan kepada teman-temannya, Tiara dan keluarganya kembali ke rumah budhe Lisa.


Jam lima sore


Tiara sekeluarga dan Dika sedang berada di kamar budhe Lisa,mereka berbincang-bincang, sesekali ada suara tawa terdengar dari kamar itu.


Dika senang melihat mamanya tertawa lepas, Dika sangat menantikan saat-saat seperti ini.


"Dika,mama mau di rawat di rumah sakit asal kamu mau ya ketemuan sama anak temen mama,mama tidak akan memaksa kamu menikah dengan anak temen mama jika kamu belum siap" ucap budhe Lisa.


Semua orang yang berada di situ tidak memberi komentar tentang perkataan budhe Lisa , mereka hanya mendengarkan perkataan budhe Lisa.


"Mama pengen dirumah ramai dengan suara anak kecil, mama pengen punya cucu dari kamu, mereka takkan membuat mama kesepian lagi" imbuh budhe Lisa.


"Ma, kan ada Dika, seumur hidup Dika bakal nemenin mama" ucap Dika.


"Nak, kamu kan sering keluar rumah untuk bekerja" ucap budhe Lisa lagi.


Dika pun tak menjawab, selain menjadi dosen Dika juga mempunyai bisnis di bidang tekstil, Dika juga mempunyai toko pakaian yang sebagian besar di produksi oleh karyawannya.


Karena banyak pekerjaan yang Dika lakukan, membuat dia jarang berada dirumah.


"Baik ma, dia mau bertemu anak temen mama" ucap Dika tak semangat.


"Alhamdulillah, besok siang mama bakal minta mereka kesini" ucap budhe Lisa dengan semangat.


"Besok siang? Apa nggak terlalu cepat ma?" tanya Dika yang kaget karena ucapan mamanya.


"Lebih cepat lebih baik Dik, kasian mamamu pengen punya cucu"goda mama Jihan.


Dika tak merespon kata-kata bibinya.


" Eh, itu suara adzan maghrib, kita sholat dulu yuk"ucap Tiara tiba-tiba.


"Oke sayang" jawab mama Jihan.


Mereka pun sholat bersama.


...***...


Keesokan harinya.


Mama Jihan dibantu Salsa dan pembantu di rumah budhe Lisa, mereka menyiapkan jamuan untuk tamu mereka siang nanti.


Sedangkan Tiara, dia hanya duduk mendengar obrolan kak Chandra dan papanya. Sebenarnya Tiara ingin membantu pekerjaan ringan di dapur, tapi mamanya tak mengizinkan.


Kalau Dika, dia sedang berada di salon, budhe Lisa menyuruh Dika memotong rambutnya yang agak panjang. Setelah semua persiapan selesai, semua orang telah berdandan dengan rapi, mereka duduk bersama menunggu kedatangan tamu mereka.


Sepuluh menit kemudian, tamu yang ditunggu akhirnya datang. Teman budhe Lisa bernama bu Laras, karena hari ini baru tahap pengenalan antar anak, yang datang ke rumah budhe Lisa hanya bu laras dan anak perempuannya.


"Assalamu'alaikum" ucap bu Laras.


"Wa'alaikum salam" jawab semua orang yang berada di ruang tamu rumah budhe Lisa.


"Silahkan duduk tante" ucap Chandra.


"Baik, nak....." jawab bu Laras.


Setelah berbincang-bincang, para orang tua mulai memperkenalkan anak-anak mereka.


"Nak Dika, ini anak tante, namanya Luna" ucap bu Laras kepada Dika.



Luna


"Luna ini seorang guru, di salah satu SMAN di Yogyakarta" imbuh bu Laras.


"Baik tante" Dika melirik ke arah Luna sekilas, di dalam batinnya memuji kecantikan Luna.


"Nak Luna, ini anak tante, namanya Dika, dia dosen di UGM" ucap mamanya Dika.


"Baik tante" jawab Luna tanpa melihat ke arah Dika.


Keduanya saling bertukar nomor telepon.


Setelah tahap pengenalan, para orang tua bergantian menceritakan beberapa hal baik tentang anak mereka, hal itu membuat Dika dan Luna terdiam dengan pikiran masing-masing.


Tak terasa tiga jam telah berlalu, bu Laras dan Luna pun pamit dari rumah budhe Lisa.


Di ruang keluarga


"Wow, cantik banget kak Luna itu, kak Dika pasti memujinya didalam hati" Salsa menggoda Dika.


Dika tak menjawab


"Iyalah Sa, nanti anak mereka pasti cakep, kan kedua orang tuanya juga cakep" mama Jihan juga ikut menggoda Dika.


Orang-orang pun tak lagi menggoda Dika, wajah merah Dika mulai mereda tak memerah lagi.


********


Sore hari


Setelah membereskan semua barang bawaan, Tiara sekeluarga pamit kepada budhe Lisa dan Dika, mereka akan kembali ke Jakarta.


Setelah cukup lama berpamitan, Tiara sekeluarga pun memulai perjalanan mereka.


Di dalam mobil


"Akhirnya balik juga, aku kangen sama temen-temen aku" ucap Salsa.


"Emang kamu punya temen Sa" ledek Chandra.


"Ya punyalah" jawab Salsa ketus.


"Eh kak, pas kecelakaan itu kok kak Chandra sendiri, mama, papa dan Salsa dimana waktu itu" tanya Tiara.


"Mama, papa, dan Salsa di rumah budhe Lisa, aku waktu itu cuma pergi berkeliling melihat suasana Yogyakarta" jawab Chandra.


"Ooo begitu" respon Tiara.


"Eh kak, ada seorang laki-laki yang mengejar kak Tiara lo sampai ingin menikahinya" ucap Salsa antusias.


Tiara kaget karena Salsa menceritakan Aditya ke keluarganya.


"Benarkah sayang? terus kamu terima lamaran orang itu" ucap mama Jihan.


"Enggak ma, setelah itu aku selalu menghindar dari dia, aneh kan ma baru kenal sudah mengajak menikah, menikah itu kan bukan main-main" jawab Tiara.


"Bagus" kata Chandra yang dari tadi hanya menyimak persoalan Aditya.


"Kok bagus kak? dia ganteng lo, tapi kayaknya dia pria dewasa" ucap Salsa sambil mengingat photo Aditya.


"Berarti dia udah tua dong? Kasian Tiara lah kalau dapat suami tua" ucap Chandra setengah emosi.


"Enggak juga sih, nanti lah aku cariin photonya biar kakak lihat" ucap Salsa.


Tiara yang mendengar perkataan Salsa langsung mencubit pinggang Salsa.


"Auuu kakak, sakit kak" ucap Salsa kesakitan.


"Kamu apa-apaan sih ah, udah nggak usah bahas dia" ucap Tiara dengan cemberut.


"Anak papa malu ni ...." Ucap Papa David yang dari tadi hanya menyimak percakapan anak-anaknya.


"Apaan sih pa, enggak kok" Tiara menundukkan kepalanya.


Setelah beberapa jam perjalanan


Chandra yang mengemudikan mobil pun mulai mengantuk, Chandra ingin membeli kopi di rest area pinggir jalan tol, Chandra tak ingin karena mengantuk akan membahayakan dirinya dan keluarganya.


Di rest area


Semua orang yang berada di mobil pun turun, mereka pergi ke kamar kecil secara bergantian, setelah itu mereka pergi untuk mencari camilan.


Salsa mendorong kursi roda Tiara, mereka berdua memilih beberapa camilan di mini mart, setelah itu duduk di kursi yang berada di rest area.


Karena sudah adzan maghrib, Tiara sekeluarga menjalankan sholat maghrib, mama Jihan membantu Tiara berwudhu, Tiara sholat di kursi rodanya.


Setelah selesai sholat, Tiara dan keluarganya melanjutkan perjalanan ke Jakarta.


Setengah jam kemudian, orang-orang yang berada di mobil tertidur, kecuali Chandra yang mengemudikan mobil.


Setelah enam jam, mereka telah sampai di rumah.


"Alhamdulillah akhirnya sampai" ucap mama Jihan.


Tiara terkejut melihat rumah orang tuanya, rumah orang tuanya sangat besar.


"Sayang, ini rumah kita" ucap papa Tiara.


"Iya pa" respon Tiara.


Tiara dan keluarganya masuk kedalam rumah.


"Ma, kak Tiara tidur di kamar ku aja ya" pinta Salsa.


"Iya sa, nanti kamu pinjemin baju kamu dulu ya ke Tiara untuk ganti" ucap mama Jihan.


"Beres Ma." Jawab Salsa.


Karena kelelahan, orang-orang di rumah itu tak berbincang-bincang terlebih dahulu, mereka membersihkan diri dan bergegas istirahat tak lupa melakukan sholat isya' terlebih dahulu.