TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
Kemenangan



Tiara berhasil memenangkan pertandingan. Salah satu faktornya, karena dia mendapatkan banyak poin dari gerakan tepat sasaran yang dapat melumpuhkan lawannya.


Tiara pun meraih juara pertama, pada pertandingan pencak silat dengan kategori dewasa putri. Terdengar sorak ramai, dan tepuk tangan yang meriah dari para penonton.


Para penonton yang melihat aksi Tiara pun terkagum-kagum, bahkan ada penonton laki-laki yang berpikir untuk menjadikan Tiara pacar ataupun istri mereka. Tiara hanya mengernyitkan dahinya, mendengar perkataan para penonton laki-laki itu.


Pertandingan dilanjutkan oleh peserta lain dengan kategori pria dewasa, Tiara segera mencari tempat duduk dan menonton pertandingan tersebut.


Satu jam berlalu, semua peserta telah ikut serta dalam pertandingan. Terdapat beberapa peserta yang menang, mereka mendapatkan medali yang hadiah uang tunai.


Para pemenang berpoto dengan para panitia, dan ketua penyelenggara pertandingan pencak silat di atas panggung. Setelah berfoto, para pemenang turun dari panggung. Mereka menuju keempat duduk mereka. Setelah itu, pembawa acara menutup acara pertandingan pencak silat tersebut.


Orang-orang mulai berhambur keluar dari gedung, dan meninggalkan gedung pertandingan. Sedangkan Tiara menuju ke tempat duduk Mamanya. Tiara terkejut karena melihat Papa David, Ia kira Papa David tidak akan datang karena sedang rapat dikantornya.


"Wah, ternyata ada Papa juga." Tiara menghampiri Papa David.


"Iya Sayang, tadi ada kendala yang menyebabkan rapat ditunda. Setelah tahu hal itu, Papa langsung meluncur kesini," ucap Papa David sambil memeluk Tiara.


"Selamat ya atas kemenangan kamu, Tiara sang juara!" ucap Papa David sambil mengangkat tangan kanan Tiara keatas.


" Jangan teriak-teriak Pa! Malu Pa, dilihatin orang-orang." Tiara melihat kesekitar, ada beberapa orang yang melihat kearah Tiara karena teriakan Papa David.


" Hehe, oke Ra." Papa David menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Selamat ya Sayang, Mama diajarin juga dong pencak silatnya," pinta Mama Jihan.


"Waduh, nanti Papa bisa kena tendang ini kalau Mama jago silat." Papa David menepuk jidat kanannya.


"Enggak lah Pa, durhaka nanti Mamanya," ucap Mama Jihan kepada Papa David. Papa David langsung memeluk Mama Jihan.


"Ehem ... ehem! Tolong ya Bapak dan Ibu, jaga perasaan jomblo seperti kita ini. Iya nggak Sa?" ucap Chandra sambil merangkul Salsa.


"Heh, kok bawa-bawa aku sih? Maaf-maaf aja nih, aku itu banyak yang naksir. Jadi kalau aku mau, aku bisa dengan mudahnya memiliki pacar, aku kan cantik." Salsa membanggakan dirinya sambil mengibaskan rambut panjangnya.


"Ma ... Pa ... aku ke toilet dulu ya, mual aku Ma." Chandra lari menuju ke toilet terdekat. Salsa cemberut, ia menyadari jika Chandra berpura-pura mual untuk mengejek dirinya.


"Eh ada Kak Davin sama Kak Erina. Terima kasih ya Kak, kalian sudah datang ke pertandingan pencak silat pertamaku," ucap Tiara kepada Davin dan Erina.


"Iya Ra, sama-sama. Selamat ya atas keberhasilan kamu. Kakak bangga sama kamu," ucap Davin kepada Tiara.


"Alhamdulillah Kak, ini juga hasil dari do'a orang-orang disekitar aku." Tiara tersenyum kepada kakaknya, Davin.


Sepuluh menit kemudian, Tiara dan keluarganya menuju ke mobil mereka untuk pulang ke rumah. Sedangkan Davin dan Erina, tidak mampir ke rumah orang tua mereka, karena Davin akan mengunjungi dokter kandungan.


...***...


Sore hari di rumah Papa David. Tiara sedang duduk diteras rumah, tiba-tiba ada sebuah truk box berhenti di depan rumah. Tiara pun beranjak dari tempat duduknya, dan menghampiri truk box itu.


"Cari siapa ya, Pak?" tanya Tiara kepada supir truk box itu, Supir itu sudah turun dari truknya.


"Apa benar ini rumah Bapak David?" tanya supir truk box itu.


"Iya benar Pak, ada apa ya?" jawab Tiara.


"Ini ada kiriman motor matic, tadi Bapak David sendiri yang membelinya, dan meminta kami untuk mengirim kealamat yang tertera." Sang supir menyerahkan sebuah alamat yang berisi alamat rumah Papa David.


"Bener sih Pak alamatnya." Tiara mengecek alamat yang tertulis dikertas itu.


"Ini kuncinya Mbak, dan tolong tanda tangan disini." Supir truk box itu mengulurkan secarik kertas dan sebuah pena.


"Ini Pak, sudah." Tiara mengembalikan kertas itu kepada sang supir, setelah ia menandatanganinya.


"Saya permisi dulu ya Mbak, Wassalamu'alaikum" Supir truk itu keluar dari halaman rumah, dan masuk ke truknya.


Tiara menutup pintu gerbang, lalu berbalik arah mengamati motor matic yang baru saja datang di halaman rumah, tiba-tiba Salsa keluar dari rumah. Salsa yang melihat keberadaan motor matic itu pun terkejut, ia kagum karena motor matic itu adalah keluaran terbaru.


"Wiiihh ... keren! Motor siapa ini, Kak?" tanya Salsa kepada Tiara.


"Kata yang anter motornya, Papa yang beli," jawab Tiara.


"Papa? Hmm ... Papa sekarang belum pulang ya?" tanya Salsa.


"Belum, sepertinya sebentar lagi," jawab Tiara.


Sepuluh menit kemudian, terdengar bunyi klakson mobil. Tiara melangkah ke pintu gerbang untuk membukanya, dan mobil itu pun masuk ke halaman rumah. Ternyata, mobil itu milik Papa David.


"Gimana Ra? Suka nggak motornya?" tanya Papa David yang baru keluar dari mobil.


"Maksud Papa, ini buat Tiara?" tanya Tiara balik kepada Papanya.


"Iya, ini hadiah buat kamu karena sudah memenangkan pertandingan pencak silat," jawab Papa David.


"Waaah ... terima kasih Pa. Tapi aku belum bisa mengendarainya," ucap Tiara dengan lesu.


"Kakak tenang aja, nanti biar Salsa yang ajarin Kakak." Salsa merangkul bahu Tiara.


"Benarkah? Baiklah kalau begitu," ucap Tiara.


"Nanti kita keliling komplek pakai motor ini. Bolehkan, Pa?" tanya Salsa kepada Papanya.


"Tentu saja boleh, tapi hati-hati ya!" jawab Papa David.


"Siap!" ucap Salsa dengan posisi tegap dan memberi hormat kepada Papanya.


"Jadi, kapan kita coba motor baru ini Kak?" tanya Salsa kepada Tiara.


"Besok pagi aja Sa, kebetulan aku libur kuliah," jawab Tiara.


"Oke, yuk kita masuk rumah dulu. Mama kayaknya masak enak, baunya sudah tercium sampai sini." Salsa menggandeng tangan Tiara, lalu melangkahkan kaki masuk kedalam rumah.


Papa David melihat-lihat keadaan motor matic itu, setelah memeriksa kondisi motor dalam keadaan baik, Papa David memasukkan motor itu kedalam garasi.


Setelah itu, Papa David masuk kedalam rumah. Papa David langsung menuju ke dapur untuk mencuci tangannya disana. Saat mencuci tangan, Papa David melihat istrinya yang sedang menyajikan sebuah masakan.


"Masak apa, Ma?" tanya Papa David kepada istrinya.


"Ini Pa, Mama nyoba resep baru yang Mama lihat di sosial media,"jawab Mama Jihan.


" Enak kayaknya, Ma, "ucap Papa David.


" Coba saja, Pa," respon Mama Jihan.


Tiara dan Salsa tidak jadi pergi ke dapur untuk melihat apa yang dimasak Mama mereka, mereka malah berhenti di ruang keluarga karena mendengar tawa dari Chandra saat menonton televisi.