TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
Plagiat



Hari ini adalah hari pertama Pelatihan Bela Diri, Tiara dan Chika telah sampai di tempat itu.


Tiara dan Chika pun masuk di tempat pelatihan, saat masuk mereka melihat banyak siswa yang sedang berlatih bela diri.




Tiara dan Chika pun mulai berlatih, yang melatih mereka kali ini seorang pelatih muda bernama Chiko.


Tiara dan Chika sangat antusias mengikuti arahan dari pelatih nya. Setelah 2 jam, latihan itu pun selesai, lalu mereka kembali ke asrama kampus.


******


Setelah membersihkan diri dan istirahat sejenak, Tiara mengambil notebook nya.


Tiara membuka instagram nya, dia melihat banyak permintaan pertemanan, salah satunya ada nama Chiko pelatih nya.


Tiara pun mengkonfirmasi permintaan pertemanan itu.


Setelah selesai membuka akun instagram nya, Tiara membuka aplikasi novel online nya.


Terdapat pesan masuk, pesan itu berisi peringatan karena Tiara telah melakukan tindakan plagiat terhadap karya orang.


Tiara heran saat membaca pesan dari aplikasi novel online nya itu, bagaimana bisa karya yang dia tulis dengan hasil pikiran nya sendiri, di sebut plagiat.


Tiara pun ingin mengetahui, dia di fitnah plagiat karya siapa.


Setelah mencari-cari,ternyata orang itu adalah Silvy.Silvy adalah teman sekelas nya di kampus, dia juga penulis novel online.


Silvy mengunggah novel yang persis dengan Tiara, Silvy lebih dulu sepuluh menit mengunggahnya novel dari Tiara.Karena hal itu, Tiara di sebut plagiat.


Baru beberapa menit Tiara mengetahui kejadian ini, di instagram banyak akun pecinta novel online yang menghina Tiara. Mereka menyatakan Tiara seorang plagiat, dan harus memboikot Tiara agar tidak dapat membuat sebuah karya lagi.


Kepala Tiara pusing, dia memilih merebahkan badan nya terlebih dahulu di atas tempat tidur nya.Setelah itu Tiara bangkit, dia memilih pergi berbelanja kebutuhan bulanan nya ke swalayan.


*******


Di Swalayan..


Tiara telah sampai di swalayan, dia pergi sendiri karena Chika sedang mengerjakan tugas bersama teman sekelas nya di kampus.


Saat Tiara sedang berjalan melewati barisan pakaian, terdapat seorang yang membicarakan bahwa dirinya seorang plagiat. Orang itu sepertinya mahasiswa juga di kampus nya, orang itu bicara dengan suara cukup keras, sehingga orang-orang di sekitar nya juga mendengar nya.


Tiara tak menyangka, jika berita itu sudah menyebar luas.


Orang-orang di sekitar yang mendengarnya pun ikut mencela Tiara, Tiara hanya bisa menutup telinganya. Tiara ingin menjelaskan jika dirinya di fitnah, namun sepertinya mereka tidak mau menjelaskan.


Tiara pun berlari kencang keluar swalayan, tiba-tiba dia menabrak seseorang.


Brrrukkkk


Karena Tiara berlari dengan kencang, menyebabkan Tiara pingsan karena tabrakan itu.


Satu jam berlalu..


Tiara terbangun dari tidurnya, dia melihat keadaan di sekitarnya. Tiara merasa asing dengan tempat ia sekarang.


"Sudah bangun?" tanya seseorang yang dari tadi memperhatikan gerak-gerik Tiara.


Tiara langsung mencari sumber suara, dia kaget melihat seorang laki-laki duduk di sofa dan sedang memandangnya.


"Kamu siapa..? Dan aku dimana..?" tanya Tiara dengan wajah ketakutan.


"Kamu nggak inget ya, di swalayan tadi kamu nabrak orang?" tanya laki-laki itu.


Tiara mengingatkan kejadian di swalayan tadi, dia hanya ingat jika dia menabrak seseorang, lalu tidak ingat apapun. Wajah orang yang di tabrak pun tak tau.


"Kamu orang yang aku tabrak?" tanya Tiara.


"Ya, aku yang di tabrak dan aku yang menyelamatkanmu. Di swalayan tadi, kamu sepertinya sedang dirundung orang-orang yang berada di sana" ucap laki-laki itu.


"Maaf.. dan terima kasih.." ucap Tiara tertunduk lesu.


"Aku tidak melakukan sesuatu secara gratis, namaku Aditya, aku sudah menyimpan nomor ku di handphone kamu. Aku pergi dulu, setelah kamu baikan kamu bisa pergi dari apartemen ini" ucap laki-laki itu.


Aditya membawa Tiara ke apartemen nya,karena dia tidak tau rumah gadis yang menabraknya itu.


"Apa-apaan ini" Tiara menggelengkan kepalanya.


Tiara menyimpan handphone nya ke dalam tas nya dan bergegas keluar dari apartemen,lalu kembali ke asrama kampus nya.Jarak apartemen ke asrama kampus sekitar setengah jam.


**********


Di depan asrama kampus..


Terlihat Chika dan Gladys sedang menunggu kedatangan Tiara.


"Ra, kamu kemana aja, aku khawatir sama kamu" tanya Chika dengan wajah sedih.


"Iya Ra, kamu kemana? Setelah berita itu meluas kamu ku cari nggak ada, kamu kemana aja?" tanya Gladys, dia memeriksa tubuh Tiara apakah ada yang terluka atau tidak.


"Kita masuk dulu yuk ke kamar asrama, nanti ku ceritakan di sana" jawab Tiara dengan lesu.


Di kamar Tiara dan Chika..


Tiara pun menceritakan semua hal yang terjadi dengan dirinya hari ini, termasuk kejadian di swalayan.


Mendengar penuturan Tiara, Chika dan Gladys langsung memeluk Tiara.


"Kamu tenang aja Ra.. Aku bakal bikin perhitungan sama si Silvy itu, enak aja fitnah orang sembarangan" ucap Gladys dengan penuh keyakinan.


"Tapi, kita belum punya bukti.." ucap Tiara.


"Kamu tenang aja, aku sama Gladys bakal bantu cari buktinya"imbuh Chika.


Setengah jam berlalu..


Tiara membuka notebook nya kembali,dia melihat beredar luas video saat Silvy mengcopy novel online milik nya. Saat itu, Tiara sedang keluar kelas, saat itu lah Silvy mengcopy novel karya Tiara dengan cepat.


Warganet langsung balik menyerang akun sosial media Silvy,mereka memaki Silvy habis-habisan.


Terdapat banyak permintaan maaf di kolom komentar akun Tiara, banyak yang menyesal karena telah mempercayai berita yang belum tentu kebenarannya.


*********


Tiara baru selesai membersihkan dirinya, sekarang dia merasa lebih fresh.


Ting


Terdapat pesan masuk..


Adit ganteng :"Gimana? Udah liat belum video si plagiat itu? Aku yang sudah cari buktinya, kamu bertambah lagi hutang balas budi ke aku"


Adit ganteng : "Ayo turun, aku udah ada di depan asrama kamu, temani aku jalan-jalan, hari ini kamu libur kuliah kan?"


Tiara melihat dari jendela kamar nya yang berada di lantai tiga, terlihat Aditya sedang berdiri di samping mobilnya.


Tiara pun bersiap lalu turun menemui Adit.


Setelah Tiara sampai di depannya, Adit langsung membawa Tiara pergi dari asrama.


*******


Aditya melaju dengan kecepatan sedang,sepanjang perjalanan mereka hanya sesekali berbincang.Setelah empat puluh lima menit mereka telah sampai di HeHa Sky View.





"Tolong ya, lain kali jangan sembarangan membawa aku pergi, kita bukan mahram" ucap Tiara dengan marah.


"Yaudah kita nikah aja sekarang, biar bebas pergi berdua kemana aja" jawab Aditya dengan santai.


Tiara malah marah, karena dia pikir Aditya sedang bermain-main dengan kata nikah.


"Menikah itu bukan permainan, menikah itu hal yang sakral" ucap Tiara masih dengan wajah marahnya.


"Aku gak becanda, yuk ikut aku ketemu orang tua ku, kita minta izin kepada mereka" ucap Aditya kemudian pergi meninggalkan Tiara.


Tiara terkejut dengan perkataan Aditya, Tiara pun mengikuti Aditya dari belakang menuju mobilnya.