TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
- Duka -



Nomor yang Rudi hubungi adalah nomor asisten Tiara di rumah sakit, Mira. Mira sangat terkejut mendengar kabar yang ia dengar itu. Dengan tangan gemetar, ia menghubungi salah satu anak Tiara.


Anak Tiara yang dihubungi Mira saat itu adalah Daffa, Daffa awalnya tidak percaya dengan apa yang dikatakan Mira. Tapi pada akhirnya, dia dan Daffi menuju ke alamat rumah sakit yang diinformasikan oleh Mira. Karena Daffa dan Daffi tidak dapat menghubungi ponsel kedua orang tuanya.


Sesampainya di rumah sakit, Daffa dan Daffi langsung mencari pasien atas nama mama mereka. Daffa dan Daffi langsung diarahkan ke arah kamar mayat.


Deg.


Tubuh Daffa dan Daffi terasa lemas, mereka dengan ragu masuk ke kamar mayat. Seorang perawat menunjuk ke jasad Tiara. "Ini adalah jasad Nyonya Tiara."


Dengan ragu, Daffa dan Daffi membuka kain yang menututupi wajah Tiara. Saat wajah Tiara terlihat, Daffa dan Daffi langsung memeluk Tiara bersamaan. "Mama, kenapa mama meninggalkan kami," ucap Daffa terisak.


"Mama, kami bisa apa tanpa mama," ucap Daffi mengeratkan pelukannya.


"Papa, dimana papa?" gumam Daffa.


"Mbak, apakah ada dua pasien? Mama kami pergi bersama papa kami," tanya Daffa kepada perawat yang berdiri disampingnya.


"Tidak ada, seseorang hanya membawa Nyonya Tiara, tidak ada yang lain," jawab perawat itu.


"Kalau begitu, apakah orangnya masih ada disini? Saya minta tolong bawakan saya kepada orang itu," pinta Daffa.


"Baik." Perawat itu langsung membawa Daffa ke tempat Rudi berada.


Sesampainya ditempat Rudi duduk, perawat itu memperkenalkan Daffa kepada Rudi. Rudi dan Daffa pun saling bersalaman, Rudi menceritakan kejadian saat ia melihat Tiara yang tergeletak ditepi jalan.


"Terima kasih, karena Anda telah membawa mama saya ke rumah sakit," ucap Daffa kepada Rudi.


"Iya, sama-sama. Saya turut berduka cita atas mama kamu," ucap Rudi pelan.


"Iya, terima kasih, kalau begitu saya pamit dahulu, wassalamu'alaikum." Daffa pergi meninggalkan Rudi.


"Baik, wa'alaikum salam." Rudi memandangi kepergian Daffa. Semoga mereka bisa tegar dalam menghadapi cobaan ini, batin Rudi. Daffa sempat menceritakan, jika dia datang ke rumah sakit hanya dengan saudara kembarnya saja.


Setelah mendengar penuturan Rudi, Daffa langsung meminta tolong kepada tim SAR untuk mencari papanya. Daffa berpikir, mungkin papanya jatuh ke jurang dilokasi tak jauh dari posisi mamanya tergeletak.


Setelah pencarian berjam-jam, akhirnya tubuh Satria ditemukan, tubuh Satria ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernapas. Tubuh Satria dibawa ke atas, Daffa merasa dunianya runtuh, ia kehilangan kedua orang tuanya dalam waktu bersamaan.


Jasad Satria pun dibawa ke rumah sakit, Daffa memberitahu keadaan papa mereka kepada Daffi. Daffi langsung duduk lemas dilantai, pikirannya begitu kacau saat itu. "Papa, kamu juga pergi meninggalkan kita," gumam Daffi.


"Fi, ayo kita bawa mama dan papa pulang, mereka harus segera dimakamkan," ucap Daffa berat.


Daffi pun beranjak pelan dari lantai, ia berjalan bersama Daffa. Kini, jasad Tiara dan Satria telah berada didalam mobil ambulan, mobil Daffa berada dibelakang mobil ambulan.


Setelah menempuh perjalanan, mobil ambulan telah sampai dihalaman rumah Tiara. Jasad Tiara dan Satria pun dikeluarkan dari mobil ambulan, lalu dimasukkan kedalam rumah. Setelah itu, mobil ambulan itu pun pergi meninggalkan rumah Tiara.


"Fi, aku kabari pakdhe Davin dan pakdhe Chandra dulu ya," ucap Daffa.


"Iya, Fa." Daffi duduk diantara jasad Tiara dan Satria. Jasad Tiara dan Satria diletakkan diatas tikar di ruang tamu.


Dua jam kemudian, proses pemakaman akan segera dilakukan. Jasad Tiara dan Satria telah berada di tempat pemakaman umum. Proses pemakaman berlangsung dengan haru, keluarga besar Tiara dan Satria tidak menyangka jika mereka akan pergi secepat ini dan dalam waktu bersamaan.


*


*


*


Tiga hari kemudian, Daffa dan Daffi mengusut kejadian yang menimpa kedua orang tuanya. Daffa merasa aneh, apa sebenarnya penyebab mobil orang tuanya bisa jatuh ke jurang.


Daffa dan Daffi mengamati bangkai mobil yang ditemukan di dasar jurang. Mobil itu diletakkan didalam garasi. "Fa, ini kabel remnya putus, kalau dilihat ini sengaja diputus orang," ucap Daffi sambil memegang kabel rem yang terputus.


Kondisi mobil memang sudah rusak parah, tapi mobil itu tidak hancur karena jurang tempat mobil terjatuh tidaklah dalam. "Benarkah? Kalau begitu kita harus mencari pelakunya! Pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya!" ucap Daffa geram.


Daffa dan Daffi pun memulai pencarian mereka. Satu bulan kemudian, mereka berhasil menemukan pelaku berdasarkan bukti yang mereka temukan. Pelakunya adalah Chelsea, seseorang yang mengenal mama mereka dimasa lalu.


Daffa dan Daffi membawa beberapa polisi menuju ke rumah Chelsea. Chelsea yang ditangkap polisi, tak melawan sedikit pun. Ia tahu apa yang akan dia terima setelah menghilangkan nyawa seseorang, apalagi yang ia hilangkan nyawanya adalah dua orang sekaligus.


"Kalian siapanya Tiara?" tanya Chelsea saat melihat Daffa dan Daffi.


"Kau tak berhak mengetahuinya!" jawab Daffa dengan nada tinggi.


Chelsea menggunjingkan senyum diwajahnya, lalu ia dibawa masuk kedalam mobil polisi. Mamanya Chelsea hanya bisa pasrah, melihat anak perempuannya dibawa polisi. Walaupun aku sangat menyayangi Chelsea, tapi bagaimana pun juga, dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya itu, batin mamanya Chelsea, ia memandangi anak perempuannya yang dibawa oleh polisi.


"Bu, kami permisi dahulu," ucap Daffa.


"Baik, saya benar-benar meminta maaf atas perbuatan anak saya, saya merasa gagal mendidiknya," ucap mamanya Chelsea sambil mengusap air mata yang mengalir diwajahnya.


"Kami sangat sedih atas meninggalnya kedua orang tua kami, tapi semua sudah terjadi. Karena insiden ini terjadi karena ulah anak perempuan ibu, jadi kami tidak akan sungkan mencari keadilan untuk kedua orang tua kami," ucap Daffi.


"Iya, Nak, saya tahu itu. Saya turut berduka cita atas meninggalnya kedua orang tua kalian, semoga mereka mendapat tempat terbaik disana." Mamanya Sonya tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan kedua anak korban.


"Aamiin, terima kasih atas do'anya. Kami permisi dahulu, wassalamu'alaikum." Daffa dan Daffi meninggalkan rumah Chelsea.


*


*


*


Pada akhirnya, Chelsea mendapat hukuman penjara seumur hidup dengan denda ratusan juta. Daffa dan Daffi sedikit lega, karena pelaku penyebab kecelakaan yang menimpa kedua orang tuanya, telah mendapatkan hukuman didunia. Tentu saja mereka tahu, Chelsea juga akan mendapatkan hukuman diakhirat nantinya.


Pada akhirnya, Tiara dan Satria benar-benar sehidup-semati. Mereka menghembuskan napas terakhir mereka dihari yang sama, makam mereka juga terletak bersebelahan. Mereka tentu saja tidak mengetahui, jika saat-saat mereka berada di pantai, adalah saat-saat terakhir mereka sebelum kematian mereka.


...TAMAT ...