TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
- Pulang ke Jakarta -



"Daffa, apa yang kamu rasakan saat ini? Bagian mana yang sakit?" tanya Tian khawatir.


"Daffa baik-baik saja sekarang, Paman," jawab Daffa sambil tersenyum.


"Ya sudah, kalau begitu Paman antar kamu ke rumah paman ya. Kamu bisa jalan sendiri?" tanya Tian.


"Bisa kok, Paman," jawab Daffa.


Daffa, Tian, dan Lita berjalan menuju ke parkiran. Daffa, Tian, dan satu karyawannya masuk kedalam mobil. Sedangkan Lita, ia pulang dengan mengendarai motornya.


Setelah menempuh perjalanan, kini mobil Wisnu dan motor Lita telah sampai didepan rumah mereka. Tiara dan Tina sedang duduk di teras rumah, mereka terkejut melihat kening Daffa yang diperban.


"Kenapa kamu, Nak?" tanya Tiara khawatir.


"Daffa jatuh tadi Ma, sekarang sudah tidak apa-apa kok," jawab Daffa.


"Dia ...." Perkataan Wisnu terhenti ketika Daffa memegang tangannya.


"Ma, ayo kita ke makam kakek buyut," ajak Daffa.


"Baiklah," respon Tiara.


"Lita, kita ikut mereka juga ya ke makam," ajak Tina.


"Baik, Bu," respon Lita.


"Papa ikut juga," ucap Tian.


Beberapa menit kemudian, keluarga Tiara dan keluarga Tina sudah masuk kedalam mobil. Mobil langsung melaju menuju makam kakek buyut. Setelah sampai di makam, semua orang pun turun dari mobil.


Mereka berjalan menuju ke makam kakek buyut. Disana mereka membaca surat yassin bersama, membaca tahlil, dan diakhiri dengan do'a. Setelah itu mereka menyapu area sekitar makam kakek buyut.


Setengah jam kemudian, mereka kembali kedalam mobil. Tian tak langsung melajukan mobilnya ke rumah, ia membawa mobilnya berkeliling daerah sekitar sana.


"Paman, tempat wisata apa itu?" tanya Daffi saat melihat banyak orang sedang mengantri disebuah tempat wisata.


"Itu wisata pemandangan alam gitu, Fi," jawab Tian.


"Aku pengen kesana, Paman" ucap Daffi.


"Gimana yang lain? Mau masuk kesana?" tanya Tian.


"Oke-lah, kita masuk " jawab beberapa orang.


Tian pun melajukan mobilnya dan ikut mengantri. Setelah mendapatkan tiket, mereka segera masuk ke area wisata setelah Tian memparkirkan mobilnya.


"Wah, pemandangannya bagus ya," ucap Daffi.


"Lit, tolong ambil gambar aku sama Daffi dong. Nanti gambar bakal aku kirim ke sosial media, nanti aku kasih caption ... si kembar ganteng on vacation," ucap Daffa.


"Ya sudah, berpose-lah! Sudah siap?" tanya Lita.


"Siap," jawab Daffa dan Daffi.


Setelah itu, keluarga Tina dan keluarga Tiara berfoto bersama. Mereka berjalan menyusuri setapak demi setapak area wisata itu. Satu jam kemudian, mereka kembali kedalam mobil dan pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, mereka bergeletakan diatas karpet. "Ca-pek ternyata, ku-pikir tempatnya nggak luas, ter-nyata luas ya," ucap Daffi terbata.


"Ah Lo Fi, bilang aja kalau fisikmu nggak kuat!" ledek Daffa.


"Diem, Lo!" Daffi melempar sebuah bantal kepada Daffa.


Daffa menangkap bantal yang dilempar Daffi. "Makasih yah, bantalnya." Daffa membawa bantalnya untuk alas kepalanya tidur.


"Hey, ini sudah sore, nggak boleh tidur!" omel Tiara kepada kedua anaknya yang berbaring diatas karpet.


Tiba-tiba terdengar suara adzan maghrib. "Tuh ada adzan. Ayo kita ambil wudhu, lalu sholat maghrib bersama," ajak Tiara.


Semua orang pun sholat maghrib bersama. Setelah sholat, mereka membaca tahlil bersama dan mengirim do'a untuk semua anggota keluarga yang telah meninggal dunia.


*


*


*


Pagi hari, Tiara dan keluarganya telah siap untuk kembali ke Jakarta, mereka telah masuk kedalam mobil. "Dadah semua." Daffa melambaikan tangan keluar mobil.


"Iya, hati-hati, Kak," ucap Tina.


Mobil Satria mulai melaju, Satria berbincang dengan Tiara yang duduk disampingnya. Sementara Daffa dan Daffi sedang duduk dibelakang sambil bermain game diponsel mereka.


Menit demi menit telah terlalui, perjalanan mereka untuk sampai rumah tinggal dua puluh menit lagi. Sejak beberapa saat yang lalu, Daffa menggantikan papanya untuk memegang kemudi.


Sekilas, Daffa melihat Daffi dan kedua orang tuanya yang tertidur pulas. Daffa kembali fokus memegang kemudi, ia tak mengantuk karena sedang mendengarkan musik dengan earphone-nya.


Beberapa saat kemudian, mobil telah sampai di halaman rumah. "Bangun Ma ... Pa ... Fi," ucap Daffa.


Ketiga orang yang sedang tidur pulas itu pun terbangun. "Eh, sudah sampai kah? Cepet banget ya," ucap Daffi sambil memaksakan matanya agar tetap terbuka.


"Gimana nggak cepet? Lo aja molor!" ejek Daffa.


"Sudah-sudah, ayo keluar! Bantu papa angkut barang kedalam," ucap Satria.


"Baik, Pa," ucap Daffa dan Daffi.


Setelah selesai membantu papanya, Daffa dan Daffi masuk ke kamar mereka masing-masing. "Akhirnya, bisa rebahan juga," ucap Daffa sambil merenggangkan otot-ototnya.


Ting!


Tiba-tiba ada pesan masuk. Pesan dari siapa itu? batin Daffa. "Si Dion," Daffa bermonolog. Daffa pun membalas pesan dari Dion. Setelah itu, ia berbaring diatas kasurnya sampai terlelap.


*


*


*


Sore hari, Daffa dan Daffi sedang berenang di rumah mereka. "Fa, Lo tadi tidurnya kayak kebo, pules banget," umpat Daffi.


"Iya, gue ngantuk! Lo mah tidur sewaktu di mobil!" seru Daffa.


"He-he, iya juga sih." Daffi menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Tadi malam gue juga susah tidur, udara di Bogor dingin banget kalau malam. Brrrr, bener-bener dingin sampai merasuk ke tulang," ucap Daffa.


"Kok tadi malam gue pules ya tidurnya?" tanya Daffi.


"Karena Lo kebo yang sesungguhnya!" Daffa langsung masuk kedalam air, ia menghindari amukan dari Daffi.


"Eh, kurang ajar Lo! Sini gue kasih hadiah." Daffi menghampiri Daffa didalam air.


"Wih, lagi asyik berenang nih!" ucap Tiara yang tiba-tiba berada di tepi kolam renang.


"Iya nih, Ma, ayo ikut berenang!" ajak Daffa.


"Oke, Mama ganti pakaian renang dulu ya." Tiara pergi meninggalkan Daffa dan Daffi.


"Oke, Ma," respon Daffa dan Daffi.


Beberapa saat kemudian, Tiara sudah tiba di kolam renang lagi. Ia memakai satu set pakaian renang khusus untuk muslimah. "Oke, Mama siap! Gimana kalau kita tanding! Siapa yang bisa tiga kali bolak-balik berenang di kolam renang ini, dalam waktu paling singkat dialah yang menang," tantang Tiara kepada kedua anaknya.


"Oke, siapa takut," ucap Daffa.


"Oke, Ma, siap!" ucap Daffi.


Tiara, Daffa, dan Daffi bersiap, setelah hitungan ketiga, mereka mulai berenang. Tiara berenang dengan cepat, saat Daffa dan Daffi baru satu kali bolak-balik, Tiara sudah dua kali bolak-balik.


"Yey, Mama memang!" sorak Tiara.


Daffa dan Daffi menghentikan laju renang mereka, mereka berenang ke arah Tiara. "Mama kok bisa cepet gitu berenangnya?" tanya Daffa takjub sekaligus heran, karena Daffa baru pertama kali melihat mamanya berenang dengan sangat cepat.


"Iya dong, Mama Tiara kan memang hebat 'kan?" ucap Tiara membanggakan diri.


"Ajarin Daffa dong Ma, agar bisa cepet kayak mama," pinta Daffa.


"Daffi juga dong, Ma," pinta Daffi penuh harap.


"Iya, kalian tenang aja, Mama kalian ini pasti bakal latih kalian sampai bisa!" ujar Tiara.


"Sayang Mama." Daffa dan Daffi memeluk mamanya bersama.