TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
Bertemu Reno



Kegiatan PPSMB telah selesai dilakukan, para mahasiswa pun mulai memasuki kelas mereka. Hari ini Reno mengajak Tiara dan Chika untuk bertemu di kantin kampus.


Reno satu tahun lebih dulu masuk UGM dengan memilih Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), dan Tiara memilih Fakultas Kedokteran Gigi,sedangkan Chika memilih Fakultas Kedokteran Hewan.


"Ra, kita pesen minuman dulu ya sambil nunggu kak Reno," ucap Chika. Tiara dan Chika pun sudah berada di kantin kampus.


"Oke, Chik, aku aja yang pesen ya. Kamu duduk aja di sini, kamu mau pesen apa?" Tiara mengunggu jawaban Chika.


"Aku lemontea aja," Chika melihat daftar menu.


"Oke, tunggu ya." Tiara bergegas memesan minuman mereka.


Lima menit kemudian, pesenan mereka sudah diantar ke meja mereka.


"Hey Kakak-kakak cantik, boleh kenalan nggak?" tanya seseorang mendekati mejanya Tiara dan Chika.


Tiara dan Chika menoleh ke sumber suara.


"Aku Gladys, aku maba di sini, Kakak-kakak ini maba juga kah?" tanya Gladys.


"Aku Chika, dan ini Tiara." Tangan Chika menunjuk ke arah Tiara.


"Jangan panggil kakak dong, jadi keliatan tua, panggil aja nama kita ya. Sini, ikut gabung kita!" Chika menunjuk kursi yang kosong kepada Gladys.


"Iya, kita kan seumuran," imbuh Tiara.


"Kamu sendiri aja Gladys?" tanya Tiara.


"Aku tu habis keliling mau cari temen baru, dari tadi belum nemu yang pas, trus lihat kalian. Kayaknya kita jodoh!"


Gladys berdiri kemudian memeluk Tiara dan Chika. Gladys adalah gadis cantik yang centil dan gampang akrab dengan orang baru.


"Sorry, Ra ... Chik ..., dah lama ya nunggunya?" tanya Reno yang baru saja datang.


Mendengar suara Reno, Gladys melepas pelukannya. Gladys menyambut kedatangan Reno. "Eh, ada kakak ganteng, kenalan dong?" Gladys mengedipkan sebelah matanya kepada Reno.


Reno merinding melihat kedipan mata Gladys,Reno langsung duduk tak merespon ucapan Gladys. Reno hanya heran didalam hatinya, kenapa ada cewek seperti itu didekat kedua temannya.


Melihat Reno tak menggubrisnya, Gladys semakin tertantang. Gladys duduk di sebelah Reno, dan terus memandangi wajah Reno.


Reno semakin tak nyaman dengan sikap Gladys.


"Siapa sih ni, Chik? Ganggu banget!" Reno bertanya kepada Chika sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah Gladys.


"Aku kan pacar kamu, Kak," ucap Gladys sambil tersenyum manis.


"Temen baru aku sama Tiara, Kak. Asyik ya orangnya." Chika menahan tawa, melihat Reno digoda Gladys. Sekarang Chika menganggap Reno sebagai kakaknya, bukan orang yang ingin dia jadikan pacar.


"Iya Kak, udah cantik, baik, asyik, pasti pinter juga. Cocok banget sama Kak Reno." Tiara ikut memuji Gladys, Tiara juga sudah tak tahan ingin tertawa lepas melihat Reno di goda Gladys.


"Tuh kan,Tiara sama Chika aja udah setuju aku sama kakak. Jadi kapan kita merayakan hari jadi kita ini?"


Gladys bertanya kepada Reno dengan semangat. Reno tak tahan dengan sikap Gladys, lalu dia pergi meninggalkan kantin kampus. Ketiga gadis itu tertawa lepas setelah Reno pergi.


"Kamu parah, Dys. Godain kak Reno sampai kayak gitu,"ucap Tiara.


"Nanti bakal aku goda, kalau ketemu lagi." Gladys tersenyum memikirkan cara untuk menggoda Reno lagi.


"Parah kamu, Dys, aku gak kuat nahan tawa tadi." Chika memegang perutnya, perutnya sakit akibat tertawa terpingkal-pingkal.


"Kalian sama kak Reno kelihatannya akrab banget ya, ceritain tentang kalian dong ke aku." Gladys duduk manis bersiap mendengar cerita antara Reno, Tiara dan Chika.


"Ah ... serunya ... aku boleh ya masuk ke pertemanan kalian ini," pinta Gladys dengan wajah yang imut-imutkan.


"Kayaknya harus dites dulu, ya nggak,Ra?" ucap Chika, Chika ingin mengerjai Gladys. Chika mengedipkan mata ke Tiara, seolah-olah memberi isyarat.


"Iyalah, Chik. Harus itu," ujar Tiara, Tiara paham akan isyarat dari Chika.


"Oke ... aku terima tesnya," kata Gladys dengan mantapnya.


Chika dan Tiara tak percaya, jika Gladys percaya dengan omongan Chika. Tiara dan Chika tak bisa menahan tawa lagi. Sebenarnya, Chika dan Tiara hanya bercanda masalah tesnya.


"Kenapa kalian tertawa, ada yang lucu? Gladys keheranan.


Tiara dan Chika pun menjawab alasan mereka tertawa. Gladys pun paham, ia langsung mencubit pelan pipi Chika dan Tiara. Gladys gemas dengan kedua teman barunya itu.


...***...


Reno yang emosi dengan sikap Gladys, pergi ke toilet dekat kantin untuk mencuci muka. Reno berpikir, jika hari ini adalah hari sialnya karena bertemu dengan cewek yang bernama Gladys itu.


"Kenapa, Ren?" tanya Riko. Riko juga kuliah di UGM, tapi beda fakultas dengan Reno.


"Gak papa, Ko. Gue duluan ya," jawab Reno singkat dan meninggalkan Riko sendirian.


Riko heran degan sikap Reno, ia pun mengikuti Reno dari belakang. Riko masih kepo dengan masalah yang sedang Reno hadapi.


"Ren, gue main ke kelas lo ya, kali aja ada mahasiswi cantik," pinta Riko.


"Terserah," ucap Reno.


Sepanjang perjalanan, Riko terus saja menanyakan masalah yang membuat Reno bad mood hari itu. Reno yang sudah sangat malas mendengar pertanyaan dari Riko, akhirnya menceritakan perihal Gladys.


"Ternyata, diganggu cewek. Kalau orangnya cantik, kenapa nggak mau kamu? Aneh!" ujar Riko.


"Enak aja, bilang gue aneh. Gladys itu orangnya centil dan kepedean banget, masa aku sama dia baru kenal, dia langsung bilang kalau dia itu pacarku." Reno menceritakan apa yang dilakukan oleh Gladys, tadi.


"Kalau gue yang jadi elu, pasti langsung gue terima. Enak banget kan ... ngaak ngejar-ngejar, langsung dapat," ucap Riko dengan semangat.


"Ah udah ah, sana-sana balik ke kelasmu sendiri!" perintah Reno kepada Riko.


"Huh, ya udah aku balik. Dasar orang aneh!" Riko langsung berlari keluar kelas setelah mengucapkan perkataannya. Dia tidak mau jika Reno memberinya bogem dipipinya.


Riko berjalan ke arah kantin untuk membeli minuman. Karena sekarang, tenggorokannya sudah sangat kering. Ditengah perjalanan, Riko bertemu dengan Tiara dan Chika, Riko melihat satu orang lagi, tapi dia tidak mengenalinya.


"Hai Tiara ... hai Chika ... dari mana kalian?" tanya Riko.


"Tadi habis dari kantin, Kak," jawab Tiara.


"Begitu, eh disebelah kamu namanya siapa, Chik?" tanya Riko dengan penasaran.


"Oh, ini Gladys, Kak. Teman baru kami," ujar Chika. Gladys langsung menoleh ketika namanya disebut.


"Eh, halo Kakak senior?" Gladys melambaikan tangannya kepada Riko.


"Halo juga Adik cantik," ucap Riko sambil tersenyum.


"Iya, Kak. Tapi, maaf ini, Kak. Kita bertiga lagi buru-buru, kita duluan ya, Kak." Gladys menggandeng sebelah tangan Tiara dan Chika.


Riko hanya mengiyakan, dan melihat Gladys yang sudah berlalu pergi. Riko heran pada Reno, kenapa dia tidak menerima saja ajakan Gladys untuk menjadi pacarnya. Karena menurut Riko, Gladys sangatlah cantik.