
Tiara dan Salsa sudah sampai di asrama kampus. Salsa melihat keadaan sekitar asrama kampus.
"Enak ya Kak kalau di asrama gini rame banyak temen," ucap Salsa.
"Iya, Sa, " jawab Tiara singkat "yuk ke kamar temen ku." imbuh Tiara.
Kini, Tiara dan Salsa sudah berada di depan kamar Chika.
Tok tok tok.
Tiara mengetuk pintu,pintu pun terbuka.
"Tiara ...," Chika memeluk Tiara dengan erat.
"Kamu kekencangan meluknya, Chik." ucap Tiara.
"Eh sorry ya Ra. Habis aku kangen sama kamu." Chika memegang kedua pipi Tiara.
"Gladys mana, Chik?" Tiara tak melihat keberadaan Gladys.
"Aku nggak tau dia pergi kemana, tadi cuma bilang mau keluar dulu, " ucap Chika "eh siapa ini Ra, cantik banget." Chika melihat seseorang di samping Tiara, dia lah Salsa.
"Ini adik aku, Sa ini temen aku namanya Chika." Tiara memperkenalkan Chika kepada Salsa.
"Aku Salsa kak, Kak Chika juga cantik. Tapi tetep aku yang paling cantik," ucap Salsa "becanda Kak, he ... he ...." imbuh Salsa.
"Lah, kamu memang cantik sayang. Adik Kak Tiara memang paling cantik" ucap Chika sambil mengacungkan ibu jari nya.
"Bisa aja, Kak. Tapi emang bener." ucap Salsa sambil tertawa.
Chika, Tiara, dan Salsa pun segera masuk ke kamar asrama. Disana, Tiara dan Chika berbincang-bincang untuk melepas rindu. Sedangkan Salsa antusias menjadi pendengar yang baik.
" Eh, kita kumpul yuk di rumah makan yang biasa buat kumpul." ucap Chika.
"Yaudah, kamu kirim pesan gih di grup," ucap Tiara. Chika pun mengirim pesan di grup dan mengajak bertemu di rumah makan tempat mereka biasa berkumpul.
Di rumah makan.
Terdapat enam orang dalam satu meja makan, yaitu Tiara, Chika, Gladys, Salsa, Reno, dan Riko. Riko bersikeras ingin ikut Reno, karena Reno tak ingin ribut jadi ia mengiyakan keinginan Riko.
Teman-teman Tiara melihat Salsa dengan penasaran, kecuali dengan Chika, karena dia sudah tau siapa Salsa. Melihat tatapan temannya kepada Salsa, Tiara pun memperkenalkan Salsa.
"Kenalin ini adek ku, Salsa." ucap Tiara.
"Hallo kakak-kakak, aku Salsa." ucap Salsa disertai senyum manisnya.
"Cakep ...,"batin Riko melihat paras Salsa.
" Aduh ...,Salsa cakep banget. Aku ada saingan nih. "ucap Gladys dengan cemberut.
" Eh, enggak lah. Kakak cantik banget lo kayak artis di TV. "Salsa memuji Gladys.
" Ah kamu ini, tapi emang bener sih, "jawab Gladys dengan bangga.
Salsa dan Gladys sama-sama orang yang mempunyai kepercayaan diri tinggi, mereka merasa berjodoh saat bertemu.
" Kamu apa kabar Ra? "ucap Reno tiba-tiba.
" Alhamdulillah baik Kak, "Tiara tersenyum kepada Reno.
" Kamu berapa hari di Yogyakarta, Ra? "tanya Chika.
" Gak lama aku,paling besok udah balik. Aku mau nerusin kuliah di Jakarta. "jawab Tiara.
" Yah ... Padahal masih kangen. " ucap Chika dengan lesu.
" Kan masih bisa video call. " Tiara memegang tangan Chika. Chika hanya menanggukkan kepalanya tanpa berkata.
Setelah makan, mereka pergi dari tempat makan itu dan menuju ke salah satu pantai di Yogyakarta. Hanya sekitar tiga puluh menit jarak rumah makan dengan pantai yang mereka tuju.
Di tepi Pantai Yogyakarta.
Tiara, Salsa, Chika, dan Gladys duduk bersantai di atas pasir. Saat itu waktu menunjukkan pukul 17:00 WIB. Mereka menikmati detik-detik tenggelamnya matahari.
"Kangen ya sama Kak Reno?" tanya Chika sambil menyenggol badan Gladys yang duduk di samping nya.
"Apaan sih? Tapi, iya juga sih." jawab Gladys sambil tertawa.
"Kakak Gladys suka sama Kak Reno?" tanya Salsa.
"Aku sama Kak Reno itu emang udah jodoh dari sono nya. Ha ... Ha ...."jawab Gladys dengan bangga nya.
Tiara dan Chika hanya menggelengkan kepala mereka, mendengar ucapan Gladys.
Tak berapa lama, Reno dan Riko menghampiri gadis-gadis itu. Gladys yang melihat kedatangan Reno pun segera bangkit dari duduknya.
" Eh Suami ku udah dateng, duduk situ yuk sambil liat matahari tenggelam." Gladys menggandeng tangan Reno, dan menuntun Reno untuk duduk di samping nya.
Reno tak bersuara, hanya mengikuti keinginan Gladys. Reno sudah pasrah dengan perlakuan Gladys, karena Gladys tak jera mengejarnya, bahkan walau Reno memarahinya sekalipun.
" Aku mau juga dong duduk disamping Salsa," ucap Riko genit. Riko sudah lama mengubur perasaannya kepada Chika, karena Chika sulit di raih.
"Apaan kamu Kak, jangan macem-macem ya sama Adik aku!" ucap Tiara memperingatkan Riko.
"Enggak kok, Kakak Ipar." ucap Riko sambil tersenyum dan melirik ke arah Salsa. Salsa hanya tersenyum mendengar perkataan Riko.
Tak lama, mereka pun bergegas pulang ke tempat tinggal mereka masing-masing, karena waktu maghrib sudah hampir tiba.
...***...
Di rumah budhe Lisa pukul 20:15 WIB.
Di ruang keluarga.
Di ruang itu hanya ada Tiara dan keluarganya. Dika dan Luna sedang pergi keluar rumah, sedangkan Budhe Lisa sedang berada di kamarnya.
"Dari mana kamu Sa, sama Kakak kamu tadi?" tanya Chandra di sela memainkan game di handphone nya.
"Main sama Kak Tiara dan temen-temennya. Tau nggak Kak? Tadi ada temen Kak Tiara yang naksir aku lo." Salsa bercerita dengan antusias kepada Kakaknya, Chandra.
"Oh ya? Paling juga nggak ganteng, dan matanya rabun kali bisa naksir sama kamu." ucap Chandra dengan santai. Salsa yang mendengar perkataan Chandra pun langsung naik darah.
"Tuh rasain!" Salsa menimpuk kepala Chandra dengan bantal di atas sofa di ruang keluarga itu.
"Lo, aku kan jujur. Bleee ...."ucap Chandra sambil menjulurkan lidahnya.
" Udah-udah, kalian itu udah besar masih kayak anak-anak aja sih. "ucap Mama Jihan tiba-tiba.
Mama Jihan tadinya hanya melihat pertikaian keduanya anaknya, karena tidak kunjung berhenti, Mama Jihan pun melerai pertikaian mereka. Sedangkan Papa David tak berkata apapun, Papa David seperti sudah terbiasa dengan pertikaian Salsa dan Chandra.
" Besok pagi kita balik ke Jakarta, Tiara mau nggurus pendaftaran kuliah di sana. "ucap Mama Jihan.
" Jam berapa besok, Ma? "tanya Papa David.
" Jam 07:00 pagi ya, yaudah kita tidur sekarang, biar besok bangun pagi! "perintah Mama kepada semua orang yang ada di ruangan itu. Semua orang bubar, lalu menuju ke tempat tidur masing-masing.
Di dalam kamar.
" Kamu udah ngantuk, kak? "tanya Salsa kepada Tiara.
" Belum Sa, aku mau update novel ku dulu. Lagi kejar waktu ini, aku tuh ikut perlombaan menulis novel dan beberapa hari lagi harus sudah mencapai jumlah kata yang di targetkan. "jawab Tiara tak menoleh ke arah Salsa. Tiara sedang mengotak-atik notebook nya.
" Yaudah, semangat Kak! Aku mau gosok gigi dulu, lalu tidur. Aku udah ngantuk. "ucap Salsa sambil menguap.
" Iya, Sa. "jawab Tiara singkat.
" Kakak gak papa, sendirian begadang? "tanya Salsa.
" Gak papa, Sa. Udah biasa. "jawab Tiara. Salsa pun segera melangkah ke kamar mandi.
Setelah sepuluh menit, Salsa keluar dari kamar mandi dan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.
Bruuukkkk
Suara jatuhnya Salsa di atas kasur membuat Tiara terkejut, Tiara melihat ke sumber suara. Tiara melihat Salsa yang telah tertidur pulas, Tiara bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke tempat Salsa tidur untuk menyelimuti nya. Setelah itu, Tiara kembali ke depan notebook nya.