TIARA NANDINI

TIARA NANDINI
Pergi ke Yogyakarta



Mama Jihan menyelenggarakan pengajian dirumahnya, mama Jihan juga mengundang seorang ustadz. Pengajian ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur, karena sang puteri telah sembuh. Mama Jihan juga mengundang warga disekitar rumahnya.


Pengajian dilakukan di pagi hari pada pukul 09:00 WIB. Acara berlangsung dengan lancar. Setelah pengajian selesai, semua orang menikmati jamuan dari tuan rumah.


Satu jam berlalu, semua tamu telah pulang. Kini tinggal Tiara dan keluarganya yang berada di rumah itu, mereka berkumpul diruang tamu.


"Padahal barusan rame banget, sekarang udah sepi lagi" ucap Salsa.


"Aku bersyukur banget, karena kakak udah sembuh" ucap Salsa sambil memeluk Tiara.


"Makasih ya Sa, kamu sabar banget rawat kakak, kamu mau hadiah apa dari kakak?" ucap Tiara.


"Hadiah? Bentar-bentar, aku mikir dulu" jawab Salsa.


"Kebanyakan mikir kamu Sa" Chandra menimpuk kepala Salsa dengan bantal yang berada di sofa.


"Aww, apaan sih kak, rambut aku jadi rusak ini, kemarin habis dari salon tau" ucap Salsa.


"Benarkah?" Chandra bangkit dari tempat duduknya, ia menghampiri Salsa lalu mengacak-acak rambut Salsa.


"Kak Chandra......." Salsa murka lalu mengejar Chandra.


Chandra yang dikejar pun segera naik ke lantai atas menuju kamarnya, Chandra segera mengunci pintu kamarnya.


"Awas kamu ya kak, kalau keluar habis kamu" ucap Salsa di balik pintu kamar Chandra.


Mama Jihan, papa dan Tiara yang melihat perkelahian Salsa dan Chandra, hanya bisa menahan tawa.


Chandra dan Salsa memang sering saling jahil, seperti Tom And Jerry.


Salsa pun kembali ke ruang tamu dilantai bawah.


"Aku udah pikirin kak, aku pengen beli baju, nanti kakak yang bayarin, aku dah lama nggak beli baju baru" ucap Salsa.


"Okey Sa, mama mau ikut nggak?" tanya Tiara.


"Nggak ah Ra, mama capek mau istirahat" jawab mama Jihan.


"Yaudah ma, aku sama Salsa pergi dulu ya" Tiara pamit lalu mencium punggung tangan mamanya.


"Papa, mau ikut nggak?" tanya Salsa kepada papanya.


"Enggak ah Sa, nanti bawa oleh-oleh makanan yang banyak aja." Jawab Papa David.


"Beres pa" ucap Salsa.


Tiara dan Salsa keluar dari rumahnya, dan menuju ke sebuah Mall.Salsa mengendarai motor maticnya, dan Tiara duduk di belakang Salsa.


Setelah beberapa saat, Tiara dan Salsa telah sampai di Mall, mereka masuk ke dalam Mall dan menuju barisan pakaian.


Tiara dan Salsa memilih banyak pakaian, setelah itu Tiara pun membayarnya.


"Kak, kita langsung pulang aja ya, aku mau pamer sama mama" ucap Salsa sambil tertawa.


"Ada-ada aja kamu Sa" ucap Tiara.


Tiara dan Salsa keluar dari Mall,Salsa mengendarai motornya untuk pulang.


******


Malam hari


Handphone mama Jihan berbunyi, mama Jihan segera mengangkat panggilan telepon tersebut.Panggilan itu dari budhe Lisa.


Budhe Lisa :"Assalamu'alaikum han"


Mama Jihan:"Wa'alaikum salam, iya kak, ada apa?"


Budhe Lisa :"Maaf sebelumnya, karena aku baru memberi tau kabar ini ke kamu.Dua hari lagi Dika dan Luna akan menikah,aku harap kamu sekeluarga bisa datang kesini"


Mama Jihan:"Alhamdulillah, aku turut bahagia, pasti kami akan datang, besok pagi kami akan ke Yogyakarta"


Budhe Lisa :"Ya Han, hati-hati ya"


Mama Jihan:"Iya kak, bagaimana kondisi kakak sekarang?"


Budhe Lisa :"Alhamdulillah, sekarang aku sudah sehat, kata dokter penyakitku sudah sembuh total"


Budhe Lisa :"Han maaf ya, aku tutup dulu teleponnya, aku lagi masak ini, udah ya Wassalamu'alaikum"


Mama Jihan:"Iya kak, wa'alaikum salam"


Panggilan telepon pun berakhir.


Mama Jihan segera memberitahu kabar baik itu, kepada anggota keluarganya.


Di ruang tamu


"Pa, besok kita ke Yogyakarta, dua hari lagi Dika sama Luna akan melangsungkan pernikahan mereka" ucap mama Jihan.


Tiara dan Salsa mendengar perkataan sang mama, mereka pun ikut bahagia.


"Benarkah? Alhamdulillah akhirnya budhe Lisa bakal segera punya cucu, mama pengen punya cucu juga nggak?" tanya Papa David.


"Tanya tuh sama anak pertama Papa, si Davin, kapan dia akan menikah?" ucap Mama dengan wajah cemberut.


"Davin siapa ma?" tanya Tiara,Tiara menghampiri mama dan papanya.


"Ooh iya, mama belum cerita sama kamu ya, Davin itu anak pertama mama, dia kakak kamu " ucap mama Jihan. Tiara terkejut, ternyata dia masih punya kakak satu lagi.


"Davin itu seorang TNI, bertahun-tahun dia di tugaskan di pedalaman papua, disana tidak ada sinyal, jadi jarang sekali menelepon ke rumah" imbuh mama Jihan.


"Paling Davin akan menelepon jika dia pergi ke kota, tapi jarang juga dia ke kota, karena jarak pedalaman ke kota itu hampir seharian lebih kalau pakai jalur darat." Ucap Papa David, ia ikut menceritakan tentang anak pertamanya itu.


Salsa tak memberi komentar tentang anak pertama mamanya, karena Salsa juga tidak dekat dengan Davin. Davin tidak menyukai Salsa, Davin merasa posisi Adik perempuannya tak bisa digantikan oleh siapapun.


"Yaudah, mama carikan calon istri saja buat kak Davin, nanti kalau kak Davin pulang, langsung di nikahkan saja" saran Tiara.


"Mama sudah pernah melakukan itu, dia nggak mau, dia bilang mau cari sendiri,tapi sampai sekarang belum dapat-dapat" ucap mama Jihan lesu.


"Sabar ya, Ma." Ucap Papa sambil mengusap punggung Mama Jihan. Namun, Mama Jihan tak menjawab perkataan Papa David.


"Udah malem, yuk tidur, besok kan kita harus ke jogya" ucap Salsa. Semua orang yang berada di ruang tamu segera pergi, ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


...***...


Pagi hari.


Tiara dan anggota keluarganya telah berada didalam mobil, Chandra mulai mengendarai mobilnya untuk pergi ke Yogyakarta. Papa David duduk didepan di samping Chandra, sedangkan Mama Jihan dan kedua putrinya duduk di barisan kedua.


"Sa, kamu minum antimo nggak? Nanti mabuk kamu" ucap Chandra menoleh ke belakang.


"Eh, aku nggak pernah mabuk kali" jawab Salsa.


"Ah, masa sih" ucap Chandra.


Salsa tak menjawab perkataan Chandra lagi.


"Kak, kamu udah bawa baju kan buat acara resepsi nanti" tanya Salsa kepada Tiara.


"Udah Sa, aman" jawab Tiara.


"Mama lagi lihat apa?" tanya Salsa.


"Mama lagi lihat resep-resep masakan" jawab mama yang sedang asyik dengan handphone nya.


"Wah enak itu ma, kapan-kapan masak itu ya" Salsa tergoda melihat gambar masakan di handphone mamanya.


"Beres Sa......" jawab mama.


Setelah menempuh perjalanan yang lama, akhirnya Tiara dan keluarganya sampai di depan rumah budhe Lisa, Mereka pun segera masuk. Tiara dan keluarganya merasa lelah, karena harus duduk dikursi mobil untuk waktu yang lama.


"Assalamu'alaikum budhe...."ucap Salsa dengan semangatnya.


" Wa'alaikum salam, alhamdulillah akhirnya kalian sampai juga, aman-aman saja kan di perjalanan? "ucap budhe Lisa.


" Aman budhe"jawab Chandra.


"Alhamdulillah kalau gitu, yaudah kalian istirahat dulu ya, nanti di bawain minuman yang seger-seger" budhe Lisa berlalu menuju ke dapur.


"Terima kasih, Budhe." Ucap Chandra. Chandra dan keluarganya beristirahat di ruang tamu rumah Budhe Lisa.