
Gladys kini selalu bersama dengan Tiara dan Chika, sebenarnya Reno tidak setuju jika Tiara dan Chika berteman dengan Gladys. Tapi Reno tidak bisa berbuat apa-apa, karena Tiara dan Chika mau berteman dengan Gladys. Reno hanya khawatir, jika Tiara dan Chika akan tertular sifat centil Gladys.
Karena kebetulan kamar Gladys bersebelahan dengan kamar Tiara dan Chika di asrama, hal itu membuat Gladys sering bermain ke kamar temannya itu.
Gladys tidak mau berbagi kamar dengan orang lain. Jadi, dia harus membayar uang sewa asrama dua kali lipat. Karena seharusnya satu kamar asrama di huni dua mahasiswa.
...***...
Tiara, Chika dan Gladys sedang berjalan di depan asrama. Gladys tak sengaja menabrak bahu Dila. Gladys pun langsung meminta maaf kepada Dila.
"Maaf ... maaf ... aku nggak sengaja." Gladys meminta maaf ke orang yang di tabraknya.
"Kalau jalan lihat-lihat dong! Nggak punya mata ya!" bentak Dila.
"Hey ... aku udah minta maaf ya, aku juga nggak sengaja!" Seketika wajah Gladys berubah dari kalem menjadi galak.
Dila lalu melirik ke Tiara dan Chika. "Owh ... lo temen Tiara si anak miskin ya, dah lah gak level gua ngomong sama orang kayak kalian!" ucap Dila lalu pergi meninggalkan ketiga gadis itu.
Tiara hanya terdiam, mendengar perkataan Dila. Tiara tidak perlu membela diri, karena dirinya memang bukan berasal dari keluarga kaya.
"Jaga ucapanmu!" Gladys ingin mengejar Dila, tapi ditahan oleh Tiara dan Chika.
Dari jauh terlihat seseorang sedang melihat keributan gadis-gadis itu, dialah pak Dika, salah satu dosen muda di kampus itu.
"Siapa sih itu cewek? Nyebelin banget, kayaknya kalian kenal ya?" tanya Gladys, Gladys melihat ke arah Tiara lalu ke arah Chika.
"Iya, aku sama Tiara kenal, dulu kita satu SMA," jawab Chika.
"Dunia ini kayaknya sempit banget ya," ucap Gladys, Gladys memegang kepalanya yang tidak pusing.
"Kita jalan-jalan ke Wisdom park aja, yuk!" ajak Tiara, Tiara mencoba mencairkan suasana.
"Ayuklah, biar fresh kita perlu jalan-jalan, pusing kepala ku," jawab Gladys.
Chika pun hanya mengikuti kemauan dua temannya itu. Setelah beberapa saat, Sampailah mereka di Wisdom park.
Adapun fasilitas terbaru yaitu penambahan mushola, toilet, green house, lampu taman, kursi taman, planter box, dan vertical garden di area selatan dan juga penambahan spot baru berupa demaga apung, view deck, dan forest walk di area Danau Bijak Wisdom Park.
Tiara, Gladys dan Chika berkeliling di sekitar taman dan mengambil Photo di beberapa tempat di Wisdom Park. Setelah puas berphoto-photo, ketiga gadis itu memutuskan untuk kembali ke asrama kampus.
...***...
Malam hari di kamar asrama. Chika telah terlelap tidur di atas kasurnya. Sedangkan Tiara, kali ini tidak dapat terlelap. Tiara teringat akan kata-kata Dila, Tiara menyadari dirinya memang berasal dari keluarga sederhana.
Terkadang rasa kurang percaya diri muncul, kenapa teman-teman di sekitarnya anak dari orang yang berada. Tapi, Tiara segera membuang pikiran yang tidak penting. Karena Reno, Gladys, dan Chika, mereka tidak memandang sebuah pertemanan dari kasta mereka.
Tiara mencoba menutup matanya, tapi susah. Namun perlahan, Tiara pun tertidur dengan pulas. Tiara telah berada dialam mimpi, dan dialam mimpi itu, sudah ada ibu dan bapaknya yang menunggu kedatangannya.
...***...
Jam lima pagi hari. Tak seperti biasanya, kini Tiara belum bangun dari tidurnya. Chika pun segera membangunkan Tiara. Chika hanya heran, kenapa Tiara tak bangun pagi seperti biasanya.
"Ra-Tiara ... bangun dulu, kita sholat shubuh bareng yuk! Tumben kamu gak bangun awal, apa tadi malam susah tidur?" Chika membangunkan Tiara sambil menggerakkan badan Tiara.
"Iya, tadi malam aku susah tidur," jawab Tiara.
"Kenapa? Kamu kalau ada masalah cerita sama aku. Kalau aku lagi tidur, bangunin aku aja, Ra," tanya Chika, Chika khawatir dengan Tiara.
"Aku nggak papa, cuma nggak bisa tidur aja," jawab Tiara, Tiara tak mungkin mengungkapkan alasan dia tidak bisa tidur.
"Ya udah, yuk kita sholat!" ajak Chika.
"Baiklah," respon Tiara.
Beberapa saat kemudian, Tiara dan Chika telah mengambil air wudhu. Mereka menjalankan ibadah sholat shubuh bersama-sama.
Setelah sholat shubuh, mereka secara bergantian memakai kamar mandi untuk mandi. Satu jam kemudian, mereka telah selesai bersiap untuk kuliah. Namun, mereka terlebih dahulu sarapan di kantin asrama.