
Malam hari, Tiara sedang mengotak-atik laptop di kamarnya. Dia sedang mempersiapkan materi untuk kegiatan KKN-nya besok pagi, disalah satu sekolah menengah pertama.
Tiara juga mempersiapkan alat-alat yang akan dipakai untuk mengecek kesehatan gigi anak-anak sekolah menengah pertama. Saat semua telah selesai dipersiapkan, Tiarapun membersihkan diri dan bergegas untuk beristirahat.
Keesokan harinya. Tiara telah selesai bersiap dan akan berangkat menuju sekolah menengah pertama tempat dia akan melaksanakan KKN-nya. KKN yang dia lakukan adalah KKN yang kedua kalinya, karena dulu Tiara juga sudah melakukan KKN sewaktu kuliah di UGM.
Tiara mengeluarkan motornya dari garasi rumah, terlebih dahulu Tiara berpamitan dengan Mama Jihan sebelum berangkat. Setelah itu, Tiara melajukan motornya keluar dari halaman rumahnya.
Tiara melajukan motornya dengan kecepatan sedang, karena memang waktu itu masih pagi, jadi dia tidak terburu-buru. Tiara melihat sekeliling jalan, terdapat lalu-lalang orang yang sedang melakukan jogging.
Setelah beberapa saat, Tiara telah sampai di tempat ia akan melakukan KKN. Tiara memparkirkan motornya, dan berjalan menuju teman KKN-nya yang lain.
"Sudah dari tadi?" tanya Tiara kepada salah satu teman KKN-nya.
"Enggak kok, aku juga baru tiba," jawab teman Tiara.
Tiara dan temannya berjalan bersama menuju ruangan yang telah disediakan oleh pihak sekolah. Tiara dan temannya tadi, duduk menunggu kedatangan teman KKN yang lain.
Lima menit kemudian, semua peserta KKN telah berada di ruang yang sama. Mereka duduk, dan menunggu kedatangan para siswa di sekolah menengah pertama itu.
Sepuluh menit kemudian, seluruh siswa masuk kedalam ruangan yang telah disediakan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan gigi.
Acara telah dimulai. Setelah acara pembukaan, kini giliran Tiara menyampaikan materi yang telah ia siapkan. Materi itu berkaitan dengan perawatan gigi, dan masalah pada gigi yang sudah rusak.
Tiara juga memberikan motivasi, agar semua siswa yang berada di ruangan itu, menjaga kesehatan gigi mereka. Harapannya dengan keadaan yang sehat, akan memudahkan mereka dalam meraih mimpi-mimpi mereka.
...~~~...
Tiga jam berlalu, acara KKN telah selesai dilaksanakan. Tiara dan teman KKN yang lain, berjalan bersama menuju kantin di sekolah menengah pertama itu.
Mereka melihat keadaan sekitar kantin, suasana kantin sangat asri, karena disisi kanan dan kiri kantin terdapat taman dengan beberapa pohon yang rindang.
Mereka memesan makanan sesuai selera masing-masing, lalu menunggu pesanan ditempat duduk yang telah mereka pilih. Setelah lima belas menit, pesanan mereka pun tiba. Mereka mulai memakan pesanan mereka, tentunya mereka telah membersihkan tangan mereka terlebih dahulu.
"Ra, rumah kamu dimana?" tanya seorang laki-laki kepada Tiara.
"Kenapa? Mau main ke rumahku?" tanya Tiara balik.
"Ya kalau boleh," jawab laki-laki itu.
"Wah! Si Tobi mau kenalan sama calon mertuanya!" ucap Tio dengan lantang.
Ya, orang yang menanyakan rumah Tiara adalah Tobi. Tobi sendiri bukanlah nama yang sebenarnya, dan nama yang sebenarnya adalah Adi. Entah hal apa yang membuat Adi dipanggil dengan nama Tobi.
" Apaan sih kamu!" ucap Tiara dengan wajah sebal, ketika mendengar perkataan Tio.
"Yaudah, habis ini kalian semua main ke rumah aku aja. Gimana?" Tiara ingin mengajak semua temannya untuk berkunjung kerumahnya.
"Beneran Ra?" tanya Tio.
"Iya, tapi aku kasih tahu Mamaku dulu ya." Tiara mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Mamanya, jika nanti teman-temannya akan berkunjung ke rumah.
Lima menit kemudian, Tiara dan teman KKN-nya telah keluar dari sekolah menengah pertama itu. Tiara mengendarai motornya, dia berada didepan karena dia yang menunjukkan jalan menuju rumahnya.
Setelah beberapa saat, Tiara dan teman KKN-nya telah sampai di halaman rumah Tiara. Halaman rumah Tiara dipenuhi dengan sepeda motor teman-temannya. Tiara turun dari motornya, dan mengetuk pintu rumahnya.
"Assalamu'alaikum," ucap Tiara sambil mengetuk pintu rumah.
"Wa'alaikum salam," jawab Mama Jihan sambil membuka pintu. Mama Jihan terkejut, karena teman Tiara yang berkunjung lumayan banyak, sekitar tiga puluh orang.
"Ma!" ucap Tiara menyadarkan lamunan Mamanya.
"Eh, i-iya Ra," ucap Mama Jihan "Maaf ya, tante malah bengong. Ayo masuk semuanya!" lanjut Mama Jihan, Mama Jihan mempersilahkan semua orang untuk masuk kedalam rumah.
Didalam ruang tamu semua orang berbincang-bincang, teman-teman Tiara terlihat akrab dengan Mama Jihan. Waktu itu, di rumah tidak ada Papa David, Chandra, dan Salsa, mereka sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing diluar rumah.
"Tante, kenalkan nama saya Adi. Saya teman satu kelas dengan Tiara." Adi memperkenalkan dirinya kepada Mama Jihan.
"Eh, namanya Tobi tante. Bukan Adi!" ucap Tio.
"Heh, jangan sembarangan lo." Adi mencubit perut Tio disampingnya.
"Aduh ... yang bener yang mana nih?" tanya Mama Jihan kebingungan.
"Adi tante, itu nama yang bener." Adi berusaha meyakinkan Mama Jihan.
Mama Jihan dan Adi berbincang mengenai banyak hal. Sementara teman-teman yang lain, sibuk dengan percakapan mereka sendiri. Ada beberapa anak yang sibuk menikmati, hidangan yang disajikan dari tuan rumah.
Tak terasa, dua jam berlalu. Semua teman-teman Tiara pun pamit, Satu-persatu kendaraan mulai keluar dari halaman rumah. Tiara dan Mama Jihan berdiri diteras rumah, melihat kepergian teman-teman Tiara.
"Sepi sekarang," ucap Mama Jihan.
"Iya, Ma," respon Tiara.
"Eh, temen kamu Adi sama Tio itu mengingatkan Mama pada Chandra dan Salsa." Mama Jihan mengingat perdebatan antara Adi dan Tio.
"He-he iya Ma, Adi sama Tio memang sering berdebat. Yaudah yuk Ma, kita masuk lagi." Tiara menggandeng tangan kanan Mamanya, dan berjalan masuk kedalam rumah.
"Kayaknya Adi itu suka sama kamu ya Ra, menurut kamu gimana?" tanya Mama Jihan.
"Nggak tahu, Ma. Aku bantu Mama beres-beres ya."
Tiara mengalihkan pembicaraan, dan mulai membersihkan piring dan gelas sisa jamuan untuk teman-temannya tadi. Tiara malas memikirkan pertanyaan Mamanya, karena untuk saat ini Tiara tidak ingin memikirkan hal yang berkaitan dengan perasaan antar lawan jenis.
Setelah membantu Mamanya beres-beres, Tiara menuju kamarnya. Dia meletakkan tas diatas meja belajarnya, dan menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang. Tak berselang lama, Tiara bangkit lalu menuju ke kamar mandi untuk mandi.
Sepuluh menit kemudian, Tiara keluar dari kamar mandi lalu mengganti pakaiannya. Entah kenapa, tiba-tiba Tiara ingin memakan batagor. Tiara pun pamit kepada Mamanya, untuk membeli batagor.
Tiara menghidupkan motornya, dan keluar dari halaman rumah. Tiara menyusuri jalan, menuju tempat penjual batagor favoritnya. Sesampainya disana, Tiara memesan beberapa porsi.
Satu porsi batagor, Tiara nikmati di tempat itu. Dan beberapa porsi lainnya, akan dibungkus untuk dibawa pulang. Tiara ingin membelikan untuk kedua orang tuanya dan saudaranya.