
Keesokan harinya
Saat sedang sarapan pagi sambil menonton kartun, tiba tiba Kevin di telepon oleh ayahnya untuk kesana siang nanti sebelum jam makan siang.
"Haihhh... merepotkan!" gumam Kevin.
Setelah sarapan Kevin memilih untuk bermalas-malasan sambil menonton film Spongebob the movie. Karena sudah jam 11 lebih, Kevin pun bersiap untuk berangkat ke kediaman klan Wiliam.
Sesampainya di rumah ayahnya Kevin langsung masuk ke dalam dan menyapa kedua adiknya yang sedang fokus belajar untuk ujian kelulusan siswa Hunter.
"Sudah mau ujian ya?" tanya Kevin pada Lia.
"Iya, Minggu depan sudah harus masuk ke dalam dongeon." jawab Lia.
"Langsung masuk? yang benar saja!" ucap Kevin kaget.
"Aku sudah bilang pada ayah untuk mengubah sistem pembelajaran karena sangat berbahaya." ucap Lia.
"Tua bangka itu memang merepotkan!" ucap Kevin kesal.
"Sudahlah kak, aku mau belajar skill skillku dulu." ucap Lia lanjut membaca kitab-kitab yang di berikan oleh ayahnya.
Karena tidak mau mengganggu belajarnya Lia, Kevin memilih menemui kedua orangtuanya di teras belakang rumah.
"Ada apa ayah memanggilku ke sini?" tanya Kevin pada ayahnya yang sedang berdiri di tengah kebun belakang rumah.
"Ayo tunjukkan kekuatanmu pada ayah!" teriak Virzha menyerang Kevin dengan hasrat membunuh.
Dengan sigap Kevin mengeluarkan susanoo biasanya yang masih berbentuk tengkorak bewarna hijau tosca.
"Mentang mentang keturunan asli kau pamer ya! dasar anak sialan!!" ucap Virzha ikut mengeluarkan susanoo miliknya.
"Ayah yang memulai!" ucap Kevin mengeluarkan perfect susanoo yang tingginya melebihi gedung 10 tingkat dengan aura yang sangat amat mengintimidasi.
Kemunculan perfect susanoo milik Kevin membuat seluruh anggota klan Wiliam terutama Thomas terkejut.
"Kakak! apa yang terjadi di belakang!" tanya Thomas panik berlari menerobos masuk ke halaman belakang.
"Pertarungan ayah dan anak." jawab Aurora santai.
Thomas terkejut melihat Virzha yang terkapar dengan darah mengalir di sudut bibirnya karena terkena langsung aura intimidasi dari perfect susanoo Kevin.
"Tuan muda! sudah cukup! kasihan ayahmu!" teriak Thomas panik.
Kevin pun menarik kembali susanoo miliknya dan berjalan masuk ke dalam rumah.
"Bocah sialan! hampir saja ku mati konyol!" teriak Virzha kesal walaupun ada rasa bangga di dalam lubuk hatinya.
"Kau juga bodoh! sudah tau kemarin dia bisa menaklukkan black dongeon dengan mudah malah di tantang!" ucap Thomas memberikan pil penyembuh.
"Hahahaha....." Virzha hanya bisa tertawa senang.
Akhirnya Kevin dan keluarganya makan siang bersama, Thomas pun juga ada di sana karena permintaan langsung Virzha.
"Sebenarnya seberapa jauh peningkatan kekuatanmu nak?" tanya Aurora penasaran.
"Ibu, kalaupun ku menunjukan padamu seluruh kekuatanku itu tidak berguna sama sekali." ucap Kevin.
"Kenapa?" tanya Virzha penasaran.
"Karena 10% kekuatanku saja bisa membuat kalian hancur lebur, kau tau ayah, tadi itu belum sampai 1% kekuatanku. Jika tadi ku serius ingin membunuhmu maka hanya 2% kekuatanku bisa menghancurkan klan ini bahkan satu negara ini bisa aku ratakan dengan 5% kekuatanku saja." jawab Kevin jujur.
"Uhuk...uhuk...."
Mereka mendengarkan penjelasan Kevin sampai lupa bernafas karena saking tidak percayanya.
"Ayah tidak percaya sebelum kau bisa membunuh monster kelas Raja Iblis didepan mataku langsung." ucap Virzha menantang.
"Hah? hanya kelas Raja Iblis? sekali tonjok aja mati!" ucap Kevin sombong walaupun itu kenyataan nya.
"Hemphhh...sombong!" ucap Virzha kesal.
Thomas hanya bisa diam mendengar percakapan dua manusia terkuat yang selama ini dia temui.
Setelah selesai makan siang, Kevin duduk di teras sambil sebat dan ditemani secangkir kopi buatannya sendiri.
'Enaknya hidupku ini! hahaha.....aman tentram.....haihhhh...betah aku kek gini!' ucap Kevin senyum senyum sendiri.
'Memang pantas bos mendapatkannya, di kehidupan sebelumnya dia sangat tersiksa dan tidak bisa duduk setenang sekarang.' ucap Kong melalui telepati pada Kuro.
'Ya benar! aku sangat senang melihat senyuman bos!' ucap Kuro.
Satu Minggu berlalu
Saat ini Kevin bersama dua orangtuanya dan adik laki laki terakhirnya sedang mengawasi ujian Lia yang di adakan di hutan kota. Di sana sudah di siapkan dongeon kelas C untuk pengujian nya.
"Ayah, firasatku tidak bagus." ucap Kevin yang duduk di samping ayahnya.
"Aku juga, dari tadi aku tidak bisa tenang melihat Lia di dalam sana." ucap Virzha yang merasakan hal yang sama dengan Kevin.
"Sayang, tidakkah lebih baik batalkan saja dan ganti ujiannya menjadi one and one?" ucap Aurora memberikan saran.
"Aku setuju dengan saran ibu." ucap Kevin.
"Kalau begitu, Thomas tolong urus saran istriku barusan." ucap Virzha.
"Baik." jawab Thomas langsung memberikan kode pada panitia untuk membatalkan ujiannya.
Panitia langsung sigap dan akhirnya ujian di batalkan dan di ganti dengan by1 antar kelas. Nilai di hitung dari cara bertarung, sportifitas, dan pengarahan skill.
Mereka semua pindah ke arena untuk menonton ujian akhirnya.
(Arenanya kayak lapangan gladiator)
"Beginikan lebih aman." ucap Kevin santai duduk di tribun khusus petinggi Asosiasi tepatnya khusus ketua Asosiasi dan keluarganya.
"Nak, lihatlah pria itu, ayah curiga padanya karena samar samar ada hasrat membunuh di pikirannya." ucap Virzha.
Tak lama Dion dan teman temannya datang membawa makanan yang di pesan Kevin.
"Kebetulan ada kau Dion, kabarkan ke anggota guild lainnya besok lusa ada rapat khusus untuk turnamen bulan depan." ucap Virzha pada Dion.
"Baik pak." ucap Dion.
"Turnamen? turnamen apa ayah?" tanya Kevin.
"Turnamen antar klan, 5 yang terkuat akan menjadi perwakilan ke turnamen internasional yang di gelar di negara ini juga." jawab Virzha.
"Ohh...." Kevin hanya ber'oh' ria saja karena tidak tertarik dengan turnamen turnamen tai anj*ng.
Saat orang tua Kevin fokus pada pertandingan, Kevin dan teman temannya malah fokus push rank sambil makan snack yang di beli tadi.
Hingga terjadilah suatu hal yang tidak di inginkan. Seorang murid dengan sengaja membuka altar khusus pembuka Gate Of Chaos saat melawan Lia. Virzha yang menyadarinya langsung gerak cepat dan menyelamatkan murid murid lainnya yang masih di sekitar arena.
'Haihhh....malah di buka!' ucap Kong menyayangkan perbuatan murid tadi.
'Ceroboh sekali!' ucap Kuro.
Kevin yang merasakan hawa tidak enak mengelilingi arena tersebut langsung afk dan terbang keluar. Betapa kagetnya dia melihat Gate Of Chaos yang sudah terbuka sangat lebar.
"Ayah!!!! evakuasi semua orang!!!!" teriak Kevin sangat keras hingga membuat panik semua orang.
Aurora, Dion, Thomas dan teman teman Kevin langsung ikut mengevakuasi warga yang menonton ke tempat aman.
Kevin berjaga tepat di depan Gate Of Chaos dengan Spesial Susanoo miliknya yang bewarna hijau tosca dan di kelilingi api hitam.
'Keluarlah.....' ucap Kevin dalam hati.
'Tuan, sebaiknya buat segel segi delapan untuk antisipasi ledakan energi.' ucap Dexter.
Kevin membuat delapan bayangan untuk menciptakan sebuah segel segi delapan yang legendaris.
[Bersiaplah tuanku]
"Hahahaha.....mari kita mulai!" ucap Kevin setelah segel segi delapan sudah jadi.
'Boommmm.......'
Ledakan energi yang sangat besar hingga membuat tanah bergetar hebat, di dalam segel sudah terjadi pertarungan antara Kevin melawan ribuan monster kelas SSS dengan wujud berbeda-beda.
"Hahahaha....tambah lagi tambah dasar bajing*n!!!!" teriak Kevin sangat marah karena ada yang berani berniat melukai adik perempuannya.
Aura yang sangat mendominasi menyebar luas ke seluruh sudut arena tanpa terkecuali, warga biasa langsung pingsan dengan mulut, hidung, dan telinga mengeluarkan darah akibat tekanan yang di berikan Kevin.
"Timy!!!!! bunuh mereka semua!!!!" teriak Kevin tidak memberi ampun.
Seekor serigala raksasa muncul dan langsung mengamuk.
'Ternyata benar apa yang dia ceritakan minggu lalu.' ucap Virzha dalam hati.
'Dia memang orang ceroboh, tapi kalau sudah menyangkut keluarga maka jangan harap bisa selamat.' ucap Dion dalam hatinya.
'Benar benar tidak terbendung!' ucap Kong.
'Jangan beri ampun jika sudah menyangkut anggota keluarga.' ucap Kuro tersenyum sinis.
[Tuan, silahkan gunakan Ashura Susanoo]
"Dengan senang hati." jawab Kevin sambil menyeringai.
"Ashura Susanoo!!!!!!" teriak Kevin.
Struktur Susanoo Kevin berubah, muncul empat sayap, tambahan dua tangan, zirah yang jauh lebih kuat, ukuran yang melebihi gunung, dan tubuh yang di kelilingi petir emas. Aura agung yang pekat menyebar luas hingga membuat semua Hunter merinding.
"K-kuat sekali!" ucap Deni tergagap karena efek tekanan yang di timbulkan Kevin.
"Jadi ini yang dia latih selama dua tahun!" ucap Dion kagum sampai tidak kedip.
[Buka semua tuan!!!! patung Gedomazo, patung Sulfr, Kong, Kuro semua keluarkan demi kepuasan amarahmu!!!]
"Ini sudah cukup bodoh!" ucap Kevin.
[Ehhh...maaf]
Kevin pun akhirnya selesai membunuh semua monster kelas SSS. Sambil menunggu bos Gate Of Chaos keluar, Kevin memperkuat segel segi delapan yang sedikit retak akibat tekanan dari susanoo nya tadi.
Selang beberapa detik setelah segel segi delapan selesai di perbaiki, bos Gate pun keluar. Seekor Behemoth yang besarnya setara dengan Ashura Susanoo Kevin dengan aura yang menyeramkan.
"Cuih....kelas Kaisar Iblis! menjijikkan!" ucap Kevin meludah lalu dengan kecepatan kilat menyerang bos Gate itu dengan kekuatan penuh.
'Slash....slash....slash....slash....'
Tubuh Behemoth terbelah menjadi empat bagian dalam sekejap mata, hal itu membuat semua Hunter ternganga melihat kegilaan kekuatan Kevin.
"Ez dekkk...." ucap Kevin kembali ke wujud manusia biasa.
Setelah segel segi delapan menghilang, Aurora langsung berlari memeluk Kevin sambil menangis tersedu sedu karena khawatir dengan keadaan Kevin.
"Kau lihat ayah? Kaisar Iblis sekali serang!! bagaimana pendapatmu hah?" tanya Kevin sombong pada ayahnya.
Virzha terdiam seribu bahasa karena tidak bisa menanggapi pertanyaan Kevin yang satu ini.
Timy yang sudah selesai memakan jantung dan inti cristal Behemoth langsung kembali ke dalam dunia jiwa.
Pertarungan satu vs everybody itu menjadi berita utama di dalam negeri maupun luar negeri. Nama Kevin menjadi berita utama karena kekuatan Susanoo miliknya yang sangat luar biasa.
"Kalau patung Gedo keluar paling dah ketar ketir." ucap Kevin menonton tv.
[Padahal belum full power loh, kenapa mereka heboh banget]
"Biasa media." ucap Kevin lanjut makan sereal.
Siangnya Kevin pergi menemui ayahnya untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting.