Strongest Hunter

Strongest Hunter
Episode 10



Tiga hari berlalu


Kevin menjalani hari harinya dengan tenang, saat ini dia sedang duduk di teras sambil sebat dan ditemani secangkir kopi buatannya sendiri. Kevin duduk di teras karena sedang menunggu Dion dan yang lainnya datang.


"Lama banget dah, macet apa?" gumam Kevin.


Tak lama bel rumah berbunyi, Kevin langsung membukakan pintu gerbang dan masuklah mobil yang berisikan Dion dan yang lainnya.


'Tumben istri nya di ajak.' ucap Kevin dalam hati.


"Kevin, gimana kabarnya?" tanya Laras istri Dion.


"Baik kok." jawab Kevin.


"Paman Vin!!" teriak seorang anak perempuan yang masih berumur 7 tahunan berlari memeluk Kevin.


"Bella, gimana kabarnya?" tanya Kevin menyambut pelukan anak perempuan itu dan menggendongnya masuk ke dalam rumah.


"Bella baik baik aja paman." jawab anak perempuan yang bernama Bella itu.


"Baguslah, paman ada makanan enak di dalam, bella mau enggak?" tanya Kevin.


"Mau mau!!" jawab Bella semangat.


"Ayo masuk kedalam." ajak Kevin pada Dion dan yang lainnya.


Mereka masuk ke dalam rumah Kevin dan duduk di ruang keluarga sambil menunggu Kevin yang menyiapkan minuman untuk tamu.


[Saya sarankan pada tuan supaya menggunakan kartu jodoh supaya jika ada tamu ada yang bantu menyiapkan minuman dan makanan. Agar tamu juga tidak canggung di tinggal tuan rumah yang sedang menyiapkan jamuan]


'Nanti bodoh! kalau sekarang mereka pasti kaget! runyam jadinya.' ucap Kevin.


[Baik tuan]


Kevin membawa makanan dan minuman ke ruang keluarga untuk di sajikan pada tamunya.


"Ini untuk Bella." ucap Kevin memberikan snack kesukaan bela dan beberapa permen yupi.


"Terimakasih paman!" ucap Bella senang.


"Kalian ada urusan apa kok tiba tiba dateng ke sini?" tanya Kevin penasaran.


"Minggu depan kita di panggil ke Asosiasi Hunter buat klarifikasi soal black dongeon kemarin." jawab Deni.


"Ohhh...siapa yang panggil kalian? ayahku?" tanya Kevin.


"Iya, katanya juga ada ketua Asosiasi Hunter pusat dunia yang bakalan dateng buat tanya soal kekuatanmu yang bisa ngeluarin patung ijo kemarin." jawab Deni.


"Ohh oke deh kalau gitu." ucap Kevin setuju.


"Ehh.. Vin, aku dengar kamu di tunjuk buat ngelatih perwakilan klan William ya?" tanya Laras.


"Iya, di paksa aku sama kakekku." jawab Kevin.


"Terus siapa aja yang bakalan kamu latih?" tanya Laras penasaran.


"Belum ada pesertanya, minggu depan baru di tunjuk yang bakal jadi perwakilan klan. Aku juga lagi cari dua asisten pelatih sama satu orang buat pengatur gizi mereka." jawab Kevin.


"Siapa pilihanmu?" tanya Dion tiba tiba.


"Aku belum ketemu orang yang cocok, mungkin kalau ada portal break aku bakal nonton untuk cari dua orang itu." jawab Kevin.


"Maksud kalian ini apa si?" tanya Riski tidak paham dengan apa yang di bicarakan Kevin dan Dion.


"Jadi Kevin ini ngajuin syarat khusus kalau kakeknya mau dia jadi pelatih, Kevin minta kalau dia peserta dia yang pilih sendiri mau dari luar atau dari dalam klan. Dia juga pingin punya asisten pelatih sendiri dari luar klan bukan dari dalam klan, itu penjelasan singkatnya." jawab Dion.


"Ohhh....paham paham." ucap Riski paham.


"Gimana kalian dah latihan belum?" tanya Kevin.


"Sesuai saranmu kita latihan bareng bareng dan sekarang udah lebih baik dari sebelumnya." jawab Rizal.


"Baguslah kalau gitu." ucap Kevin.


Mereka lanjut berbincang-bincang dengan seru hingga tiba tiba seekor anjing American Bully yang sedang bermain main dengan seekor Serigala putih yang di atas kepalanya ada seekor kucing corak harimau.


"Wettt....di luar kalau mau main!" ucap Kevin menunjuk pintu halaman belakang.


Ketiga hewan itu berlari keluar rumah dan lanjut bermain di halam belakang.


"Itu peliharaanmu Vin?" tanya Demian.


"Iya, keren kan." jawab Kevin.


"Ngerinya *** ***." ucap Demian.


Mereka lanjut berbincang-bincang hingga sore hari dan akhirnya pamit pulang karena Bella yang terlihat sudah capek.


Setelah kepergian teman temannya, Kevin langsung membereskan rumah dan pergi ke kamarnya untuk tidur karena sudah ngantuk sekali.


Satu minggu berlalu


Kevin melewati hari hari dengan lancar tanpa hambatan, kini Kevin sedang pergi menuju ke kantor Asosiasi Hunter yang berada di dekat Monas.


Sesampainya di Asosiasi Hunter, Kevin langsung masuk ke dalam dan menemui teman temannya yang ada di lobby.


"Belum di panggil juga?" tanya Kevin bingung padahal ini sudah telat 30 menit.


"Nungguin kau bodoh!" jawab Deni kesal.


"Hehe maap maap tadi berak bentar." ucap Kevin.


Mereka pun akhirnya pergi ke ruangan besar yang sudah terdapat 14 Hunter yang waktu itu ikut masuk ke blac dongeon dan para petinggi Asosiasi serta beberapa orang asing yang ada di sana juga.


Kevin dan temannya duduk di kursi yang sudah di siapkan, setelah itu pembicaraan pun di buka.


"Selamat pagi rekan rekan semua." sapa Virzha.


"Pagi pak!" jawab mereka serentak.


"Aku disini memanggil kalian untuk bertanya tentang dongeon yang beberapa waktu lalu kalian masuki, apakah kalian waktu itu membawa persenjataan yang lengkap?" tanya Virzha.


"Tentu saja kami membawa peralatan yang lengkap! jika tidak bagaimana kami bisa keluar dari dongeon!" jawab Zet lantang.


"Baik, kalau begitu apakah kalian tau kalau itu adalah black dongeon? siapa yang menyadarinya pertama kali?" tanya Virzha.


"Akulah yang menyadarinya pertama kali! aku juga yang mengalahkan bos dongeon itu sendirian dan menyelamatkan sampah sampah ini dari bos dongeon yang berbahaya itu!" jawab Zet membuat cerita palsu.


"Harusnya kau biarkan dia mati saja den." bisik Kevin pada Deni.


"Kan kau yang menyuruhku menyelamatkan nyawanya! dasar bodoh!" bisik Deni kesal.


"Emang iya? lupa aku." gumam Kevin mengingat ingat kejadian waktu itu.


"Apa buktinya kalau kamu yang membunuh bos dongeon itu? apakah kamu memiliki inti cristal nya? atau kamu masih menyimpan kepala atau jantungnya?" tanya Virzha.


Zet terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut.


"Sudah aku duga, hanya omong kosong belaka! lainnya bisa kalian ceritakan siapa dalang di balik kecerobohan kalian?" tanya Virzha.


Semua Hunter menunjuk ke arah Zet dengan serentak.


"Hunter kelas S tapi masih ceroboh! lebih baik jadi pengusaha saja ikuti ayahmu jangan jadi Hunter! masih beruntung Dewi Fortuna menyertaimu! mentang-mentang anak raja jadi bisa seenaknya sendiri memerintah orang lain! dasar sampah! pikirkan jika tidak ada yang menyelamatkan mereka berapa nyapa yang akan melayang hanya karena kecerobohan dirimu!" ucap Virzha marah.


"Temanku sudahlah, biarkan mereka merenungkan kebodohan yang mereka buat sendiri. Sekarang tugas kita hanya mencari orang yang sudah menyelamatkan mereka." ucap seorang pria kekar dan berjanggut yang sempat di temui Kevin dulu.


'Di yang waktu itu kan!' ucap Kevin dalam hati.


[Iya tuan, Aron Smith]


"Kau tanyalah pada mereka, aku sudah tidak mood!" ucap Virzha.


"Anak muda, siapa yang menyelamatkan nyawa kalian? apakah ada salah satu dari kalian?" tanya Aron.


Mereka serentak menunjuk Kevin yang sedang sibuk memikirkan sesuatu.


"Ohh kau! lama tak jumpa!" ucap Aron.


Kevin hanya menganggukkan kepala tanpa menjawab.


"Apakah benar yang di katakan mereka jika kau yang menyelamatkan nyawa mereka?" tanya Aron.


"Bisa dibilang iya bisa di bilang tidak." jawab Kevin.


"Bisa jelaskan apa yang kau maksud Kevin?" tanya Aron.


"Yang menyelamatkan nyawa mereka bukan aku tapi teman teman ku, tapi yang melawan ular kepala tiga itu memang aku sendiri. Jadi pertanyaan mu tadi sesuai dengan jawabanku kan." jawab Kevin menjelaskan.


"Dengan apa kau melawan ular itu?" tanya Aron.


"Kalau aku menjawab pasti kalian tidak akan percaya, jadi lebih baik aku tunjukkan kekuatan apa yang membunuh ular itu dengan singkat di luar." jawab Kevin.


"Mari, aku sangat penasaran dengan peningkatan kemampuan mu." ucap Aron mengajak mereka keluar.


Sampailah mereka di halaman Asosiasi yang sangat amat luas, di sana juga banyak Hunter Hunter yang menonton apa yang akan mereka lakukan sambil mengerjakan tugas yang tersisa.


"Lakukan sekarang." ucap Aron.


'Gedomazo!' batin Kevin.


Aron yang merasakan aura yang amat sangat kuat muncul langsung melindungi dirinya dan Hunter Hunter yang dekat dengan Kevin.


'Woshhhh.....'


Sebuah patung raksasa dengan aura yang sangat mengerikan muncul di depan para Hunter dan teman teman Kevin.



(Gambaran kaya gitu)


'Dia sudah membangkitkan rinnegan kuning? monster!' ucap Aron dalam hati ketika melihat mata Kevin yang berubah.


"Tarik kembali patung ini!" teriak Aron supaya terdengar oleh Kevin.


Kevin menarik kembali patung Gedo dan mengubah kembali matanya menjadi mata biasa. Setelah itu mereka semua kembali ke ruangan sebelumnya untuk melanjutkan rapat.


"Setelah apa yang aku lihat tadi, aku menyimpulkan bahwa dia benar benar orang yang telah mengalahkan bos dongeon. Kenapa? karena jika sebuah monster terikat rantai yang keluar dari mulut patung tadi sudah di pastikan monster itu akan mati dan semua kekuatannya di transformasi kan menjadi energi alam dan di kirim ke si pemilik patung tersebut." ucap Aron menjelaskan cara kerja patung Gedomazo.


"Dan kamu anak Raja, lisensi Hunter mu aku cabut karena kecerobohan dan kesombongan mu dapan membunuh banyak Hunter. Buang dua sifat itu dan kamu bisa mendapatkan lisensinya kembali. Kalian semua boleh keluar kecuali enam orang ini." ucap Aron.


Mereka semua keluar termasuk Zet yang sedang syok berat.


"Perkenalkan namaku Aron Smith, bulan depan aku mengundang kalian ke Inggris, kemarin aku di hubungi oleh Raja Inggris untuk mengatasi dongeon yang sudah 3 tahun di bersihkan tapi tidak bisa hilang sampai sekarang. Bersedia kah kalian?" tanya Aron.


"Ya boleh saja." jawab Kevin.


Terlihat Deni dan teman temannya sangat bahagia.


"Kalau begitu sampai jumpa bulan depan ya, aku pergi dulu." ucap Aron keluar ruangan.


Setelah itu rapat pun selesai, mereka pulang ke rumahnya masing-masing untuk istirahat.